
"Aku ingin bicara 4 mata denganmu!" ucap Dion setelah melihat Yumna benar-benar sendiri.
"Ada apa? apa yang harus di bicarakan nanti lbu bangun, dan tidak baik jika kita hanya berdua saja kau tahu ini di kampung, jadi jangan coba-coba bikin lsu, bagaimana kalau ada orang yang melihat kita hanya berdua itu akan menimbulkan Fitnah nanti" tolak Yumna secara halus, meski ia menolak namun ia berusaha memberikan penjelasan kepada Dion agar lelaki itu tidak meresa tersinggung.
"Baiklah dia yang akan menemani kita tunjuk Dion, pada seseorang yang baru saja tiba.
"Kayla…?"
"Ada apa ini kenapa kalian disini hanya berdua?" tanya Kayla.
"Ini eh__"
"Aku ingin kau disini untuk menemani kami!" sela Dion menjeda kalimat Yumna.
Kayla pun hanya menggunakan seperti orang bodoh karena ia tak tahu ada apa antara Yumna dan Dion, tapi sebagai sepupu ia tidak ingin Yumna jadi pergunjingan untuk itulah ia lebih memilih menemani mereka.
"Sekarang katakan apa yang ingin Kak Dion sampaikan dan tanyakan? karena aku tidak punya banyak waktu lagi" ucap Yumna membuka pembicaraan.
"Kau berhutang banyak penjelasan padaku dan kau harus menjelaskannya., Dan tanpa aku bertanya kau pasti sudah tau apa yang akan aku tanyakan padamu yaitu antara kau dan Vano. Kenapa kau tidak menjelaskannya padaku dari awal? dan kalian semua sudah membodohi ku.…" Kesal Dion, dengan suasana yang sedikit tegang, nampak matanya mulai berkaca-kaca, akibat menahan rasa kekecewaan yang teramat dalam.
"Sebelumnya aku minta maaf padamu, Aku tidak pernah bermaksud untuk membohongimu, tapi kau yang tidak pernah memberikan aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya." Ucap Yumna merasa tidak enak.
"Lalu Vano? sebagai suami, Kenapa dia diam saja? dia diam saja ketika aku hendak mendekatimu? Apa karena dia tidak mencintai mu? Apa itu sebabnya? Heh… suami?" Dion tersenyum miring.
"Sungguh Dia tidak punya harga diri di sebut sebagai seorang suami. Di saat orang lain mempertaruhkan nyawa untuk istrinya, tapi dia malah menyodorkan istrinya kepada lelaki lain apa dia pantas disebut sebagai seorang suami?" Sinisnya.
"Cukup Dion…! kau tidak pantas mengatakan hal seperti itu tentang suamiku, biar bagaimanapun Dia adalah suamiku, Aku Mencintainya." Ucap Yumna dengan mata yang kini mulai berkaca-kaca.
"Lalu bagaimana dengan dia? apa dia mencintaimu?" tegas Dion
Deg.
"Apa maksudmu? kau jangan ikut campur terlalu dalam, ini Rumah tanggaku, biarkan rumah tangga ini menjadi urusan kami berdua." Timpal Yumna kembali.
__ADS_1
"Oh, keren sekali, kau mencintai lelaki yang tidak pernah mencintaimu?"
"ltu semua bukan urusanmu, jadi Berhentilah untuk mengatakan sesuatu hal buruk tentang suamiku, dulu Mungkin dia tidak mencintaiku tapi sekarang kami adalah sepasang kekasih, dan kau tau artinya apa? kami sudah saling mencintai, Aku minta maaf atas segala kesalahan suamiku, untuk Itulah kenapa sejak awal aku selalu berusaha menghindarimu, bahkan berusaha menolakmu." Jelas Yumna panjang lebar.
"Gampang sekali kau minta maaf setelah kau membuat aku jatuh cinta dan kini kau membuat aku terluka?"
"Dan aku tak pernah menyuruhmu untuk mencintaiku, dan tak pernah bermaksud untuk melukaimu. Dengarkan aku Dion, segala sesuatu itu sudah Allah takdirkan, baik dan buruknya kita harus jalani, karena itu bagian dari rencana Tuhan, itu yang akan menjadi cerita dalam hidup kita, aku juga tidak bisa menyalahkan hatimu Kenapa bisa mencintaiku, karena Setiap orang berhak untuk jatuh cinta pada seseorang yang ia sukai, namun tak selamanya cinta itu harus bersama saling menyatu dan berbagi, cukup kita saling mengerti dan memahami Di mana letak posisi kita yang sebenarnya pada saat ini.
Bukankah orang banyak sering mengatakan kalau cinta itu akan bahagia ketika melihat orang yang ia cintainya bahagia Meski sakit Dalam melepaskan orang yang sangat dicintainya itu. Aku harap kau mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dariku, jika tidak ada lagi yang perlu di jelaskan aku permisi dulu."
Dion tertunduk menahan rasanya saat mendengar apa yang dikatakan oleh Yumna dengan panjang lebar, semua itu ada benarnya juga, memang selama ini Yumna selalu berusaha untuk menghindarinya, namun ialah yang selalu bersemangat untuk mendekat, setelah mereka selesai berbincang dan pamit undur diri Yumna pun segera memilih untuk pergi.
Namun tidak dengan Kayla, Kayla masih menatap lelaki yang duditu tertunduk lesu di depannya itu.
"Kau Untuk apa kau masih ada di sini? apa kau ingin mengejekku apakah kau ingin tertawa kencang melihatku seperti lelaki bodoh yang dipermainkan oleh perasaanku sendiri,? aku hampir saja menjadi pebinor menggelikan sekali bukan? dasar lagi Brengsek itu, Awas aja kalau aku bertemu dengannya akan aku buat perhitungan" ucapnya menggerutu saat mengingat Vano sahabatnya sendiri.
"Menurutku kau itu tidak bodoh hanya kau kurang cermat saja, sekarang Katakan padaku Kenapa bisa kau mencintai kakak sepupu itu?"
"Dasar kau laki-laki brengsek, aku itu di sini menghiburmu, Karena aku tahu kau sedang sakit hati, tapi semudah itu kau Ingin jatuh cinta pada wanita lain"
"Apa kau tidak ingin tahu apa yang membuat aku jatuh cinta pada Yumna? karena dia itu solehah dan Tidak ada salahnya kan kalau kita mencobanya?" Ucap Dion dengan menyeringai, membuat Kayla gugup.
"K-kau…aku Aku pergi dulu gugup Kayla langsung berlari meninggalkan Dion yang berusaha menahan tawanya. Dasar laki-laki itu gila ucapnya menggerutu sedangkan Dion hanya tersenyum melihat kepergian Kayla meski dalam hatinya masih sedikit bersedih.
Keesokan harinya.
"Ke mana perginya kakak ipar tadi kan ada di sini bersama kita sekarang dia ke mana?" tanya Alyssa pada Dion.
"Entahlah aku juga tidak melihatnya, sebaiknya kita segera mencarinya dan alangkah baiknya kalau kita berpencar"
"Oke baiklah," ucap Alyssa, mereka berdua pun akhirnya berpisah untuk mencari Yumna tiba-tiba langkah Alyssa terhenti saat melihat seseorang berdiri tepat di tengah jalan sedangkan dari arah berlawanan Sebuah mobil melaju begitu kencang.
Begitu pun dengan Dion yang berdiri tak jauh dari tempat itu.
__ADS_1
"Astaghfirullahaladzim, Yumna… Kenapa dia berdiri di tengah jalan? Yumna…Yumna… menyingkir lah awas ada mobil…" teriak Dion namun tak didengar oleh Yumna.
Yumna sendiri melangkah di jalan itu, saat mengingat kembali Kejadian beberapa bulan yang lalu yang membuatnya tanpa sengaja menghilangkan nyawa kekasih dari suami yang dicintainya.
Karena itulah membuat suaminya kembali berubah dingin kepadanya saat ini, dan kejadian itu kini terukir jelas di depan matanya.
"Maafkan aku Mas… aku tidak sengaja benar-benar tidak sengaja melakukannya, aku benar-benar…"
"Yumna Awas…" teriak Dion menyambar tubuh Yumna karena saat bersamaan sebuah mobil melesat hampir saja menabrak tubuhnya. "Kakak ipar…!" cicit Alyssa tak kalah terkejutnya.
"Kau… Apa kau itu bodoh ingin bunuh diri di depanku?"
"A-aku__" Yumna tak bisa melanjutkan kata-katanya Karena sekarang ia sudah terkulai lemah dan menutup mata. Membuat Dion sekaligus Alyssa panik, untung Dion dengan cekatan menahan tubuhnya agar tidak membentur Aspal.
"Yumna buka matamu, Yumna bangun buka matamu jangan seperti ini Yumna…"
"Sepertinya Kak Yumna pingsan kita harus segera membawanya ke rumah sakit terdekat, " Cicit Alyssa, Dion pun segera mengangkat Yumna ala bridal style bergegas membawa nya masuk ke dalam mobil.
"Bagaimana keadaan Kakak saya Dok tanya Alyssa.
"Dia begitu tertekan, sebaiknya kalian berusaha membuatnya tidak ingat akan hal buruk terjadi di masa lalu, apa lagi saat ini pasien sedang__"
"Dokter saya sudah tidak apa-apa, apa boleh saya pulang ibu saya sedang sakit di rumah" sela Yumna yang tiba-tiba saja muncul menjeda kalimat sang dokter.
"Tentu saja boleh, jika Anda sudah merasa baik-baik saja tapi usahakan Anda jangan terlalu banyak fikiran"
"Baiklah Dok!" baik Dion dan juga Alyssa hanya bisa saling menatap.
Flashback off.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ**...
__ADS_1