
Dan benar saja, Abidzar yang tengah dibakar api cemburu mempercepat langkah kakinya tanpa mempedulikan Alyssa yang terus saja mengejarnya di belakang bahkan di mobil pun Abizar Tak banyak bicara begitupun dengan Alyssa ia memilih diam tanpa ingin bertanya atau untuk memulai pembicaraan sehingga mereka sampai di rumah Alyssa dan Abizar sama-sama masih diam.
"Sebaiknya kau mandi kau kan dari rumah sakit, Aku tidak ingin ada virus yang menempel di tubuhmu," ucap Abizar pada akhirnya. Abizar pun Lalu melangkah keluar dari kamar tersebut dengan wajah yang masih datar.
Setelah selesai membersihkan tubuhnya Alyssa pun keluar untuk mencari Abizar yang tidak kunjung datang ke kamarnya, namun baru saja ia berjalan meraih handle pintu tiba-tiba saja mati lampu sedang di luar sana hujan kembali turun dengan derasnya.
"Abi…Kak, Abi…!!!" Pekik Alyssa ketakutan dan tiba-tiba saja tubuhnya menabrak sesuatu.
''Alyssa…!!!"
"Kak Abi…" tangis Alyssa pun pecah.
"Maafkan aku sayang tadi aku dari kamar mandi ruang tamu, aku sedang membersihkan tubuhku karena aku tidak mau ada virus yang melekat nanti di tubuhmu karena aku, kemarilah…!" panggil Abizar meraih tubuh istrinya.
Alyssa yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk begitupun dengan Abizar yang tak sempat memakai pakaiannya karena ia begitu terkejut saat mengingat istrinya akan takut kegelapan, beruntung ada cahaya dari handphone yang dinyalakannya.
"Sebaiknya sekarang kau berbaring Aku tidak ingin kau kenapa-kenapa, tunggu aku akan mengambil pakaianmu agar kau tak masuk angin."
"Temani aku Kak…" pinta Alyssa dengan suaranya Yang merengek manja.
"Iya, Sayang aku akan menemanimu kau jangan takut ya Aku ada di sini aku akan selalu menemanimu dan aku akan selalu membuatmu merasa nyaman dan aman.
Maafkan sifat keegoisanku tadi waktu di rumah sakit Aku hanya cemburu melihatmu begitu dekat dengan lelaki itu."
"Tapi dia mengajakku menikah,"
"Apa…!" kejut Abizar membulatkan mata.
"Apa dia sudah gila? apa kau tidak menjelaskan padanya kalau kita sudah kembali bersatu dan Bukankah aku juga sudah mengancamnya waktu itu untuk tidak mendekatimu,"
"Jadi waktu itu kau pernah bertemu dengannya?"
"lya kau benar sekali, di hari aku datang kemari aku bertemu dengannya di luar saat ia ingin datang dan aku memberikan ancaman untuknya untuk tidak mendekatimu lagi."
__ADS_1
"Lalu?"
"Aku juga sudah menceritakan semua tentang kita padanya dan aku pun mengatakan jika aku sangat mencintaimu.
Oleh karena itu dia menyuruhku untuk menjagamu dengan baik, dan dia pun berjanji untuk tidak akan datang mengganggumu lagi." Terang Abizar pajang kali lebar.
"Kau dan dia sama-sama aneh,'' ucap Alyssa memantulkan bibirnya.
''Kenapa kau mengatakan kami sama-sama aneh?''
''Ya memang kalian itu sama-sama aneh,'' Alyssa pun mulai menceritakan permintaan Dimas tadi. Lalu menceritakan masalah Yessy.
"Yessy,…? bukankah dia itu adik ipar dari Rico suami Anha,?"
"Apa…? apa kau serius dengan apa yang kau katakan ini?." Kejut Alyssa benar-benar tidak menyangka.
"Apa kau ingat kata-kata suster yang melihat ku memeluk Anha waktu itu, karena Anha cemburu melihat Rico bersama wanita yang ternyata belakangan ia ketahui adalah adik iparnya itu,"
"Kenapa Dunia ini sempit sekali, dan kau juga harus setuju demi bayi kita,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kak Abi… sakit sekali Kak…" Alyssa mencengkram lengan suaminya itu di saat rasa mules dan sakitnya datang kembali.
"Sayang kau pasti bisa melewati semua ini kita berdoa untuk princess kita agar cepat lahir bagaimana?" Alyssa hanya mengangguk lemah, namun ia pun mengikuti saran Abizar untuk berdoa bersama.
"Mama, Papa, Adam ikut ya, boleh Adam pegang perut Mama?" tanya Adam yang memang sejak tadi tidur di ruangan persalinan tempat Alyssa saat ini, ya Semenjak bertemu Alyssa Adam memang menyukai Alyssa karena ia sedang mengandung padahal Bundanya pun tengah mengandung anak keduanya meski beda beberapa bulan dan hari ini pun bertepatan dengan bulan dan tanggal kelahiran Adam. Adam pun mulai menyentuh perut Alyssa yang di panggilnya Mama itu, dengan sebuah permintaan yang di ucapnya dalam hati, dan hanya dirinya yang tahu apa yang ucapnya nya. dia berdoa dan memohon, dan haya dia sendiri yang tahu doa apa yang di inginkan nya itu..
Dan benar saja begitu Adam selesai menyentuh perut Alyssa, tiba-tiba saja Alyssa mengedan dengan kuat, sedang Abizar membawa Adam keluar saat dokter tiba.
''Oweek…oweek…oweek…''
Akhirnya suara tangisan bayi cantik kini menggema di ruangan persalinan.
__ADS_1
Tubuh Abizar seolah kaku saat Melihat bagi mungil di depannya, itu.
"Terima kasih sayang kau sangat hebat dia sangat cantik sama seperti seperti dirimu." puji nya semua orang pun bersuka cita menyambut kalahiran bayi mungil itu.
*
Lima tahun kemudian.
"Kak Adam aku ikut…" teriak gadis kecil yang berusia lima tahun namun mampu membuat kehidupan Adam jungkir balik karena anak tersebut selalu ingin ikut kemana pun Adam pergi bahkan meski Adam sedang belajar di sekolah ia pasti minta ikut.
"Hawwa…sayang hari ini kau tak boleh ikut karena kita akan kembali ke Singapore Nak, masa cuti Papamu sudah habis oleh karena itu hari ini kita pulang,"
"Tapi Ma, Hawwa tidak mau jika Kak Adam tinggal di sini nanti kak Adam akan di dekati oleh wanita-wanita itu Ma,''
''Hawwa…sayang, nanti kalau kau sudah besar kau akan Mama kirim lagi kemari'' ucap Alyssa membujuk sang putri.
''Benar sayang kalau kamu sudah besar kamu boleh kemari.'' Timpal Abizar membenarkan.
''Baiklah aku akan pamit dengan Kak Adam dan juga Alaya dulu," ucapnya.
Adam yang sudah terbiasa dengan celotehan Hawwa pun merasa bersedih di saat Hawwa benar- benar akan pulang ke Singapore karena kedua orang tuanya tiga tahun lalu memang bertugas di sana.
"Kak Adam aku pergi dulu ya jaga dirimu untukku," pinta Hawwa yang di angguki Adam dengan menghapus dengan lembut air mata yang jatuh pada wajah gembulnya itu.
"Jaga diri kalian hati-hati di jalan ya, Aku tidak bisa ikut mengantar karena Mas El, tidak ada"
"Tidak apa-apa Kak, kalian juga baik-baik di sini ya kami pergi dulu Assalamualaikum…"
"Waalaikum salam…"
Akhirnya Adam dan Hawwa pun berpisah, berbeda dengan Adam yang langsung pergi ketika Hawwa masuk di mobil sedangkan Hawwa masih terisak saat melihat Adam sudah tidak ada di tempat, Hawwa yang ke cewa hanya bisa menahan sesak nya di saat lelaki yang di cintainya pergi tanpa melihat kepergiannya itu, hingga mobil pun dengan cepat meninggalkan tempat tersebut.
Tamat.
__ADS_1
Alhamdulillah akhirnya tamat juga cerita mereka nantikan kisah Adam dan Hawwa dengan judul di bawah ini ya👇🏻 Nanti lnsya Allh tanggal 1 di bulan Mei👋🏻👋🏻👋🏻