KEKASIH

KEKASIH
Pertemuan yang tak terduga.


__ADS_3

"Dasar bodoh, kenapa kau begitu mudahnya terhasut oleh omongan suster-suster yang tidak bertanggung jawab itu?" celetuk Abizar.


"Mulai sekarang kau tidak boleh dekat dengan pria manapun karena aku masih suamimu" tuturnya lagi.


"Tidak Abi... kau salah meski kau tidak menandatangani surat perceraian itu aku tetap menganggapmu bukan suamiku dan kau seharusnya yang di larang dekat dengan ku, kenapa kau harus muncul setelah enam tahun, dan apa kau kira rasa cinta ku masih utuh untuk mu,"


Deg.


Mendengar ucapan wanitanya itu, Abizar kembali meradang entah dengan apa lagi caranya ia meyakinkan Alyssa yang tadinya dia anggap akan mudah mendapat kan nya kembali, namun ternyata wanita itu kini menolaknya dengan berani.


*


Pagi.


Dan seperti yang dijanjikan Dimas ia pun datang ke rumah sakit untuk menjemput calon istri nya itu namun tanpa di sengaja ia menabrak seseorang.


Brug.


"Maaf Aku tidak melihatmu," cicit orang tersebut dan begitu mereka saling menatap keduanya pun Sama-sama terdiam. Kemudian Dimas pun membuka pembicaraan nya dengan mencoba untuk bertanya. Sedangkan orang di depannya itu berusaha memutus tatapannya.


"Kau apa kabar,? lama tidak bertemu dengan mu,"


"Alhamdulillah seperti yang kau lihat saat ini, kau benar sekali sudah 6 tahun semenjak__"


"Semenjak kau memilih untuk menghilang dan melupakan aku sebagai sahabat mu, " sela Dimas memotong kalimat wanita di depannya itu. Yessy pun hanya bisa tersenyum mendengar Dimas yang menyela nya.


''Tidak seperti itu juga, Aku hanya ingin mencari suasana yang baru, karena tidak munggkin selamanya aku bersama lelaki manja seperti dan lemah sepertimu, Aku hanya ingin kau tidak terlalu bergantung pada ku.''


Deg.


Mendengar ucapan Yessy yang seolah merendahkan nya membuat Dimas mengepalkan tangannya dan itu sempat di lihat oleh Yessy.


"Sepertinya sekarang kau hidup jauh lebih baik dari sebelumnya." Ujar Yessy menatap ke arah lelaki yang selalu menorehkan luka di hatinya, namun Dimas tak pernah mengetahui jika sahabatnya itu selalu merasa terluka karena sikap tidak pedulinya akan perasaan Yessy yang mencintai nya dalam diam.


"Maaf Aku akan segera masuk dulu untuk menjemput calon istri ku," dia berucap tanpa ingin menimpali ucapan Yessy, karena Dimas tidak ingin Yessy mengetahui jika selama 6 tahun ia berusaha untuk mengubur kenangannya bersama Yessy dan berubah menjadi lelaki yang kuat dan tidak manja seperti sekarang ini.

__ADS_1


Ya, dulu Dimas adalah lelaki paling manja dan lemah ia selalu jadi bahan olokan, hanya Yessy saja yang ingin berteman dengannya, Namun di saat Yessy memutuskan untuk pergi tanpa kabar dia begitu terguncang hingga memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, beruntung ada seseorang yang menolong nya yaitu Alyssa, Alyssa membawanya kerumah sakit dan juga selalu menjaganya hingga Alyssa menceritakan jika dirinya pun sama punya masalah dengan perasaan nya, namun mengakhiri hidup bukan Satu-satunya jalan untuk mengakhiri sebuah kisah. Namun Alyssa mengajaknya untuk sama-sama berubah dan menunjukkan pada dunia jika ia bukankah seorang pecundang, semenjak saat itu lah ia mulai dekat dan karena itu juga Dimas akhirnya memilih untuk mencintai wanita yang selalu memberi nya semangat itu meski sesekali ia akan merasa sesak jika mengingat Yessy dan tentu itu tanpa sepengetahuan Alyssa.


"Assalamu'alaikum" Pamitnya acuh.


"Alaikumsalam" balas uluk salam dari Yessy, yang masih bisa merasakan detak jantung nya begitu kencang di saat dekat dengan lelaki pertama yang mampu membuatnya merasakan cinta dan terluka di saat yang bersamaan.


Dimas pun bergegas masuk karena ia sungguh tidak ingin berlama-lama membuat Alyssa menunggu. Sedangkan Yessy masih menatap lelaki yang masih di cintainya itu dengan tatapan sendunya.


"Yessy kau kenapa lama sekali?" tegur seseorang yang menepuk punggungnya dari belakang.


"Kak Rico?'' kejutnya mengusap dadanya dengan wajah yang di tekuk.


''Kau sangat mengagetkan ku, menyebalkan sekali!" gerutunya, bagaimana kabar Kak Anha apa Kak Anha baik-baik saja kak?" tanya nya pada pada sang kakak.


"Anha sudah agak mendingan kau jangan khawatir, justru yang sangat aku khawatirkan keadaamu saat ini, adik manjaku." Rico mengacak rambut sangat Adik hingga membuat Yessy menggenggam tangan sang kakak, lalu menurun kannya.


"Kak, apa kau sengaja melakukan nya agar aku terlihat jelek di mata Orang-orang di sini, agar mereka tahu kalau adikmu ini sebentar lagi akan botak." celetuk nya.


"Siapa yang menganggapmu jelek biarkan aku menghajarnya aku akan mematahkan tulang rusuknya." Timpal sang kakak bernada kesal, Namun Yessy sangat menyukainya, karena merasa jika sang kakak masih saja melindungi nya karena selalu menganggap nya anak yang paling manja apa kah dia lupa kalau adiknya itu sangat jago dalam beladiri,


"Ayo kita temui dokter mu karena kau akan segera melakukan kemo." Ajak sang kakak, mereka pun akhirnya pergi dengan merankul sang adik sedangkan Yessy menyangga kepalanya di pundak sang kakak.


Dari kejauhan nampak Dimas melihat adegan tersebut, karena bertepatan dengan dirinya yang keluar membawa Baby Amar.


"Mas… Dimas kau kenapa tanya Alyssa menatap Dimas yang hanya fokus menatap jalan di depannya tanpa sepatah kata pun yang keluar dari bibirnya.


"Ah-Ya maaf…" hanya itu yang keluar dari mulutnya.


"Aku bertemu kembali dengannya setelah 6 tahun ia tidak muncul" Dimas mulai menceritakan pertemuannya yang tiba-tiba tadi bersama Yessy.


"Kenapa kita Sama-sama di pertemukan dengan yang ingin kita lupakan" Alyssa berkata pelan namun masih terdengar oleh Dimas.


"Maksudmu?"


"Astagfirullah Mas…aku lupa untuk menebus obat Amar di rumah sakit" Kejut Alyssa membuat pembicaraan mereka teralihkan.

__ADS_1


"Biar aku yang akan kembali untuk menebusnya, kita sudah sampai dan sebaiknya kau masuk kelihatannya hujan akan turun dengan deras"


Ujar Dimas.


"Baiklah Mas Alyssa pun segera turun dari mobil setelah Dimas turun membukakanya pintu, dan di saat yang bersamaan sebuah mobil singgah tepat di sampingnya.


"Kak, Aisah…?"


"Assalamu'alaikum Alyssa?"


"Waalaikumsalam Kak,"


"Alyssa kakak mohon izinkan kakak bersama Amar malam ini kau tahu sendri kan kalau Mas Bima di luar Kota," ucap Aisah dengan sedikit memohon, Alyssa pun menatap Dimas yang sesaat kemudian memberikan sebuah anggukkan tanda setuju.


"Baiklah Kak Aku izinkan Amar bersama kakak malam ini" ujar sambil menyerahkan Baby Amar.


"Sebaiknya Kak Aisah pulang karena sebentar lagi hujan!" seru Dimas.


"Baiklah, kalau begitu aku pamit dulu, Assalamualaikum,"


"Wa'alaikumussalam"


"Aku masuk dulu Mas…Assalamu'alaikum" pamit Alyssa.


"Alaikumsalam…" begitu Alyssa masuk, Dimas pun segera melesat pergi.


"Alyssa bergegas masuk kedalam Bhatroom untuk menyegarkan tubuhnya setelah 15 menit ia pun beranjak keluar"


"Cepatlah pakai baju mu aku sangat lapar!" ucap seseorang yang mengejutkan Alyssa, Alyssa yang terkejut pun seketika menjerit.


"Aaaaaa…!!! Kau, untuk apa kau kemari dan bagaimana bisa kau masuk ke kamar ku?"


"Kau itu istri ku Aku melarang mu dekat dengan lelaki lain, tapi kau malah tidak menggubris perkataanku untuk itu biarkan aku tinggal di sini mulai hari ini,"


"Tidak,! kau tidak boleh tinggal disini sekarang keluar dari kamarku,!" usir nya, Alyssa mendekat lalu menarik tangan Abizar yang kini tengah berbaring di tempat tidurnya. la pun mendorong tubuh lelaki itu untuk segera keluar namun tenaganya tetap saja kalah kuat hingga membuat tubuh Abizar kembali jatuh di atas tempat tidur dan otomatis membuatnya ikut terjatuh tepat di atas tubuh Abizar.

__ADS_1


__ADS_2