KEKASIH

KEKASIH
Dimana letak salahku.


__ADS_3

Vano terus saja menatap orang-orang yang tadinya berdansa kini tengah asyik berjoget dengan musik dari joki DJ. Vano melangkah sambil melihat sekeliling seakan mencari seseorang.


"Rei…dia benar-benar telah pergi dia tidak akan kembali lagi Rei…wanita itu sudah membunuhnya-wnita itu sudah membunuhnya Rei…" Reihan hanya membisu benar-benar tidak tahu apa yang si maksud kan oleh Bos nya itu. Siapa yang dibunuh dan siapa yang tidak kembali? semua hanya tersimpan di dalam benak Raihan, sedangkan Vano nampak begitu bersedih sedangkan Reihan tetap tidak tahu apa yang dimaksudkan oleh Bosnya itu.


"Pak Bos… Apa tidak sebaiknya kita pergi dari tempat ini karena orang-orang nanti akan memperhatikan kita Pak…" Ucap Reihan.


"Tidak Rei malam ini aku ingin menunggu nya datang."


"Tapi Pak__" Vano mengangkat tangan dan melebarkan jemarinya sebagai isarat agar Reihan tidak membantahnya dan betul saja Reihan hanya bisa mengikuti apa yang di perintahkan olehnya.


Raihan akhirnya memilih diam daripada harus ikut mengoceh tapi tak di gubris sedikitpun.


Alunan musik DJ terus saja menggema di ruangan tersebut, ntah sampai berapa lama Vano duduk memperhatikan tempat sekelilingnya, sedikitpun ia tak ingin beranjak pergi. Bahkan ia tidak mempedulikan sebuah panggilan masuk di handphone nya yang terus saja menelponnya dari tadi, Sedangkan Reihan dengan sabar menunggu meski ia tidak menyukai tempat tersebut.


Sementara itu di tempat lain tepatnya di kediaman Vano, Yumna yang menunggu kepulangan Vano tak kunjung bisa memejamkan matanya, apa lagi saat mengetahui kalau Vano sudah sampai di kotanya namun ia belum juga tiba di rumah.


'Mas, El, kemana? kenapa dia belum juga tiba apa ada sesuatu yang terjadi padanya? bahkan dia tak malas chat dan juga telponku.' Lirihnya dalam Hati.


Hingga pagi tiba pagi tiba barulah Vano tiba di rumahnya, itu pun ia hanya menganti pakaian dan ingin segera berangkat ke kantor.


"Ya Allah Asalamualaikum, Mas…maaf Aku tidak melihatmu datang karena aku sibuk di dapur maafkan Aku, Mas darimana saja kenapa tidak langsung pulang? aku kan sangat khawatir, terlebih lagi aku sangat merindukanmu, sebab itu lah aku semalam tidak tidur karena menunggumu Mas…" ucap Yumna dan ia pun mendekati Vano dan ingin menyentuh tangannya.

__ADS_1


"Jauhkan tangan kotormu itu dariku Aku tidak mau disentuh olehmu dan mulai saat ini jaga jarakmu dariku bahkan debu di tubuhmu pun aku tak ingin melihatnya!"


Deg.


Yumna begitu terkejut dengan ucapan tajam Vano, bahkan ia sampai terperanjat dengan ucapannya itu, apa lagi terlihat Vano kini menjauh darinya.


'Kenapa Mas El, jadi seperti ini? apakah aku ada kesalahan? jika ada kenapa Mas El tidak berbicara untuk menjelaskan?' monolognya.


Dan benar saja, Hari-hari yang di lalui Yumna kini jauh berbeda dan terasa begitu sulit dari sebelumnya, karena Vano jika tidak suka akan terus menghinanya, dan yang paling menyakitkan untuk Yumna di saat Vano berkata menyesal telah menyentuhnya bahkan tidak menginginkan anak darinya, sungguh Dunia nya seperti di balik begitu saja.


Namun Yumna tidak tinggal diam ia terus saja mencari tahu dimana letak kesalahannya.


Vano yang baru saja pulang karena hari ini ia mengingat kembali kejadian yang


Cek lek.


"Kamu dari mana saja Mas...Aku sangat khawatir kenapa baru pulang?" bukannya menjawab pertanyaan Yumna Vano memilih berlalu dengan wajah datar dan tanpa sepatah katapun, ia pun memilih masuk ke kamar, Yumna yang merasa khawatir dengan perubahan suaminya yang tidak seperti biasa nya meski salama ini Vano diam namun ia tahu kapan Vano baik-baik saja, dan tidak sedang baik-baik saja.


Yumna berusaha untuk mengejarnya, namun baru saja ia tiba di depan pintu Yumna di sambut dengan tatapan tajam dari Vano, membuat dirinya tercekat mematung tanpa bisa mengeluarkan sepatah kata pun, karena ia tahu kalau saat ini Vano tengah emosi, namun sayangnya ia tidak tahu apa yang membuat lekaki itu begitu emosi.


Setibanya dikamar Vano masih saja menatap foto seseorang yang selama ini di Simpannya.

__ADS_1


"Andai kau masih ada di sisiku, aku pasti kini sedang berbahagia bersamamu, tapi kenapa kau pergi begitu saja dan pergimu untuk selamanya GrrrrAaaaa..." Vano melembar semua barang-barang yang berada di atas nakas sehingga membuatnya berhamburan tak tentu arah, Yumna yang masih berdiri semenjak tadi di depan pintu segera berlari masuk untuk menemui suaminya saat mendengar suara benda-benda yang jatuh.


"Mas…Mas… Mas… kau kenapa Mas…! katakan padaku kau jangan menyiksa diri seperti ini apa yang terjadi padamu Mas...?" "Pergi kau dari sini wanita pembawa sial…! Aku tidak ingin kau menampakkan wajahmu lagi padaku untuk itu pergi kau dari kamar ku!" Sarkas Vano.


Setelah kejadian malam itu Yumna benar-benar tidak lagi bersama dengan Vano, Yumna terus saja di perlakukan kasar layaknya seorang pembantu, bahkan semua makanan yang di masaknya tak pernah dimakan bahkan disentuh lagi oleh Vano.


Membuat Yumna hanya bisa menangis dalam diamnya.


'Ya Allah apa sebernya terjadi pada suamiku? Kenapa semakin hari ia semakin berubah acuh, bahkan untuk melihatnya tersenyum pun sepertinya sangatlah susah, apa aku harus berbicara baik-baik dulu padanya? tapi, bagaimana kalau dia menolak?' Yumna terus saja bermonolog dengan dirinya sendiri.


'Mas El, yah sebaiknya aku berbicara dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi' gumamnya bersikukuh. Di saat melihat Vano yang baru saja tiba.


"Mas tunggu…! aku ingin berbicara empat mata apa boleh?" bukannya menjawab Vano hanya melemparkan tatapan tajamnya membuat Yumna hanya menundukkan kepala sambil menggenggam ujung hijabnya. Vano pun segera beranjak meninggalkan Yumna.


"Mas… aku mohon kita harus bicara,! aku tidak tahu letak kesalahanku itu dimana!? kenapa Mas tiba-tiba berubah menjauhiku? aku tidak bisa terus kau perlakukan seperti ini Mas…?" cicitnya sedikit berteriak karena Vano yang kian menjauh.


"Kalau kau tidak bisa kau boleh Keluar dari rumah ini gampangkan? Jangan ganggu aku, dengan kata-kata munafikmu itu, Aku sudah berbaik hati menampungmu, tidak mengusirmu dari sini itu semua aku lakukan demi kedua orang tuaku."


"Apa maksudmu Mas…? kau membuatku semakin tidak faham dan tidak mengerti, Mas aku mohon bicaralah letak salahku dimana?"


"Kau bertanya letak salahmu dimana baiklah akan aku jelaskan biar semuanya lebih jelas kau wanita yang membuat aku kecelakaan hingga membuat aku lumpuh bahkan koma, dan kau yang membuat wanita yang aku cintai meninggal apa kau masih ingat kecelakaan beberapa bulan yang lalu? Kalau kau tidak ingat akan ku buat kau mengingatnya." Ucap Vano mencengkram leher Yumna lalu mendorong nya ke lantai hingga ia jatuh terjerembab di atas lantai yang dingin.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



__ADS_2