KEKASIH

KEKASIH
Aku bukan Alyssa mu.


__ADS_3

"Terserah kau saja, kau bisa pulang dengan Kak Aisah karena aku dan Mas Bima ada kepentingan di luar kota selama seminggu maafkan aku jika tidak bisa menemanimu menemani Amar."


"Tidak Apa-apa Mas... Kau jangan khawatir, aku dan Amar akan baik-baik saja disini, kami menunggu mu Mas..."


"Baiklah Aku masuk untuk menemani Mas Bima sekalian pamit sama Kak Aisah" ucap Dimas.


"Apa kau yakin tidak mau masuk?"


"Tidak Mas… aku di sini saja." tolak Alyssa kembali.


"Baiklah kalau begitu, Aku masuk dulu Assalamu'alaikum," ucap Dimas meski berat hati meninggalkan wanita yang sangat di cintai nya itu.


"Waalaikumsalam," Balas Alyssa, la pun hanya bisa menatap kepergian Dimas dengan hati yang bergemuruh, karena ia merasa begitu jahat belum bisa memberi cinta pada lelaki yang sudah sangat mencintai nya itu, lelaki yang begitu mencintainya dengan segala kekurangannya, menerima ia apa adanya meski Alyssa menganggap statusnya yang sekarang adalah setatus janda. Namun Dimas tidak pernah mempermasalahkan hal itu, Dimas juga orang yang sangat baik dan penyayang siapa pun yang akan menjadi istrinya maka ia akan merasa sangat bahagia.


Dua hari setelah kepergian Dimas Alyssa pun kerumah sakit untuk menggantikan Aisah sahabatnya yang sudah ia anggap seperti saudaranya sendiri itu.


"Kak Aisah hati-hati di jalan ya!"


"lya kamu juga baik-baik disini sama Amar Assalamu'alaikum..."


"Waalaikumsalam…" Jawab Alyssa, ya hari ini memang jadwalnya akan menjaga sang buah hatinya, karena ia tahu Abizar hanya bertugas di siang hari, ia sengaja karena memang ia tidak ingin sama sekali untuk bertemu dengan Abizar, lelaki yang kini dia anggap sebagai mantan suaminya itu, lelaki yang bahkan hingga saat ini masih belum bisa ia lupakan, namun lelaki itu pula yang telah memupuskan segala harapan dan impiannya bahkan mungkin lelaki itu, tidak perduli dengan kabar kematiannya, itu terbukti jika ia kini telah berbahagia menikah dengan dokter Anha yang memang sangat terlihat begitu cantik.


"Hah... Kenapa aku harus memikirkan nya kembali lirihnya menarik nafas panjang.


"Bagaimana putra saya Sus?" Tanya Alyssa begitu tiba di ruangan putranya tersebut.


"Dokter bilang besok putra Anda sudah boleh pulang nyonya." Ujar sang Suster.


"Terima kasih Sus"

__ADS_1


"Sama-sama Nyonya saya pamit pulang dulu." Ucap sang Suster yang dijawab dengan anggukan dari Alyssa.


"Sayang… Anak Mami cepat sembuh ya sayang. Mami rindu canda tawamu lagi" Ucap Alyssa menatap sang putra yang masih terlihat begitu pucat, Ammar memang sangat rentan dengan hawa dingin semenjak ia bayi, itu karena sewaktu bayi Ammar pernah semalaman di luaran dan terkena hujan beruntung nyawanya bisa tertolong, namun semenjak saat itu ia rentan terkena hujan dan dingin yang berlebihan, seperti beberapa hari yang lalu, Alyssa menitipkan Amar pada Aisah karena Alyssa sedang pergi ke suatu tempat, karena ingin buru-buru ia pun menitipkan sang putra pada sahabatnya itu, namun Aisah yang saat itu ke toilet untuk untuk mengeluarkan isi perutnya karena Tiba-tiba saja ia merasa sakit kepala dan mual, sedangkan tanpa Aisah sadari Baby Amar keluar berjalan menuju halaman padahal hari itu hujan turun begitu derasnya. Dan saat ia tersdar Baby Amar sudah kedinginan, ia pun segera membawanya kerumah sakit.


Alyssa menegelus dengan lembut wajah putranya itu sesaat kemudian ia ia pun mengecup wajah putranya.


"Oh… ya Ampun kenapa aku sangat lapar sekali, tunggu Mami ya sayang Mami ke kantin dulu, tapi bagaimana aku meninggalkanmu di sini?" Alyssa yang binggung meraih gawainya ia pun segera memesan makanan jika sudah siap dia akan datang untuk mengambilnya.


"Sayang tunggu Mami sebentar saja. Mami akan segera kembali" ucapnya lalu bergegas keluar Namun baru saja ia membuka pintu dan bergegas keluar tiba-tiba saja ia menabrak seseorang yang juga sedang berjalan menuju ruang perawatan Putranya itu.


Brugh...


''Aaaw…maaf kan Aku…" pekiknya sambil menutup mata.


Beruntung orang tersebut menahan tubuh Alyssa agar tidak terjatuh, namun betapa terkejutnya Alyssa begitu juga dengan orang yang di tabrak nya itu, bahkan saking terkejutnya membuat orang yang berada di depannya itu menatapnya dengan tatapan berkaca-kaca, namun Alyssa dengan cepat melepaskan diri lalu hendak pergi.


"Maaf dokter Mungkin anda salah orang karena saya bukanlah Alyssa yang anda maksudkan mungkin wajah dan nama kami yang kebetulan sama" ucap Alyssa, lalu ia pun bergegas hendak pergi karena ia tidak ingin berlama-lama berada di depan Abidzar. Sebab selama 6 tahun ini ia berusaha melupakan lelaki itu.


"Tidak Alyssa kau jangan pergi lagi dari sisiku" ucap Abizar menarik tangan Alyssa lalu membawanya dalam pelukannya.


"Kau adalah istriku, dan selamanya akan tetap menjadi istriku," ucapnya kembali.


"Apa maksudmu dokter? lepaskan sebelum suamiku melihatnya!"


"S-suami maksudmu?" Abizar membulatkan matanya.


"Ya Apakah Anda belum mengerti Amar adalah Putraku?" ucapnya, membuat Abizar melepaskan pelukannya.


"Bagaimana kau bisa menikah di saat kau masih sah menjadi istriku, kau meninggalkan surat cerai untukku, tapi aku tak pernah menandatanganinya,"

__ADS_1


"Maaf dokter. Bukankah saya sudah mengatakan kalau Anda salah orang!"


"Tidak Alyssa perasaanku mengatakan Kau adalah Alyssa ku," ucapnya kembali memeluk Alyssa untuk melepaskan rasa rindu yang sangat menyiksanya selama ini.


"Aku sudah katakan aku bukan Alyssa mu lepaskan aku…!" sentak Alyssa


"Tidak Alyssa, Aku tidak akan pernah Melepaskanmu lagi." kekehw Abizar."Dengarkan aku, aku sudah menikah dan relakan semua itu!"


Alisa pun dengan sekuat tenaga melepaskan dirinya dari pelukan Abizar, Abidzar melihat kepergian Alyssa wanita yang terlambat dicintainya itu kini hadir di depannya dengan status yang berbeda, sementara itu Alyssa berlari sedangkan air matanya sudah tidak dapat terbendung lagi.


"Kenapa, kau tiba-tiba hadir di depanku? disaat aku sudah ingin memulai hidupku di saat aku ingin memulai hidup baru Maafkan aku Mas Abi aku bukan Alyssa mu yang dulu lagi.


"Sayang kau kenapa? kenapa kau berlari sambil menangis?'' tanya Dimas yang tiba-tiba saja muncul di depannya, Dimas sangat cemas begitu melihat Alyssa berlari namun tampak ia sedang menagis.


"Mas…Mas Dimas kapan kau datang? bukankah kau__"


"Aku memilih pulang lebih awal, karena aku tidak ingin kau dan Amar kenapa-kenapa, biar semua urusan di wakilkan Mas Bima, sekarang katakan padaku kenapa kau berlari sambil menangis?"


"A-aku tidak apa-apa, hanya saja aku aku tadi melihat seorang ibu meninggal dan aku teringat akan Mama, aku sangat merindukan mereka." Ucapnya kembali terisak.


"Apa tidak sebaiknya kau pulang menemui keluargamu ini sudah 6 tahun kau meninggalkan mereka."


"Tidak… aku tidak ingin kembali lagi, mereka semua sudah menganggapku tiada. Jadi untuk apa aku kembali"


"Karena mereka tidak tahu kalau kau masih hidup Alyssa, untuk itu sebaiknya kau menghubungi mereka, aku yakin kalau mereka tahu kau masih hidup pasti mereka semua akan senang, apalagi Sebentar lagi kita akan menikah apa kau mau menikah tanpa restu kedua orang tuamu?" ucap Dimas menatap penuh makna.


"Aku harap kau memikirkan kata-kataku ini, Dan sekarang kau mau kemana? aku akan mengantarmu."


"Aku mau makan."

__ADS_1


__ADS_2