KEKASIH

KEKASIH
Hanya Merasa Cemburu


__ADS_3

"Kenapa kau tidak menjawabku? apa kau masih marah pada suamimu ini?" tanya Vano yang melihat Yuna masih saja tak ingin menjawab pertanyaannya.


"T-tidak Mas, aku…hanya saja aku__"


"Aku minta maaf karena terlambat mengetahuinya, dan aku minta maaf karena telah menuduhmu berselingkuh dengan orang lain." Sela Vano berkata jujur.


"Jadi maksudmu Mas? Mas menuduh selingkuh?" Yumna benar-benar terkejut dengan ungkapan Vano yang menuduh nya selingkuh, dia tidak habis fikir kenapa lelaki itu begitu lemah fikirannya hingga sampai-sampai dia harus di tuduh selingkuh.


"Bagaimana bisa kau tega Mas melakukan semuanya padaku, bukankah kau tahu sendiri sedikitpun aku tidak pernah punya niat untuk melakukan itu semua, kau sungguh terlalu Mas, kau sudah melukai perasaanku,!" Yumna pun kini mulai terisak.


"Sebelumnya aku minta maaf padamu, Karena mungkin setelah mendengar ceritaku ini kau akan semakin marah padaku, aku tahu itu wajar karena itu adalah hakmu, tapi setidaknya kau akan Mengerti jika kau berada di posisiku," Ucap Vano sambil mengusap air mata wanitanya itu, karena hatinya juga terasa sakit melihat wanitanya itu menangis.


"Aku hanya merasa cemburu jika kau berdekatan dengan lelaki lain, karena aku tak ingin ada seorang pria manapun yang menatap wajahmu! karena kau adalah milikku selamanya dan seutuhnya Yumna!" ucap Vano begitu menggebu.


"Sebenarnya apa yang ingin Mas katakan? Mas tidak usah bertele-tele seperti ini? langsung saja to the poin ke titik permasalahannya." Ucap Yumna lagi.


"Apakah kau sudah siap untuk mendengarkan apa yang akan aku katakan padamu ini?" "Bukankah sejak dulu aku selalu siap untuk menampung semua perkataanmu dan ucapan mu Mas, begitu juga dengan emosimu." Ucap Yumna dengan nada datar.


"Dengarkan aku sayang, waktu itu…" Vano pun mulai menceritakan apa yang dilihat dan didengar dan ditanyakannya, waktu ia berada di rumah sakit dan semua informasi yang didapatkannya tak satupun Terlewatkan Untuk di ceritakan pada Yumna.


"Untuk itulah aku merasa emosi dan marah sekali padamu. Apa lagi selama ini kau tidak pernah mengatakan kalau dirimu hamil lalu Kenapa saat kau periksa kandungan kau diantarkan oleh lelaki lain? Aku sengaja membuatmu sakit hati agar aku bisa memberikanmu kebebasan, kebebasan untuk memilih hidup bersama orang yang aku pikir yang sangat kau cintai."


"Dan kau melakukan itu tanpa bertanya dulu padaku? kau lebih mempercayai orang lain daripada diriku begitu kan Mas,? Aku ini istrimu Mas, bagaimana aku harus mengatakannya kalau aku sedang mengandung anakmu sedang kan kau sendiri tidak menginginkan aku untuk mengandung anakmu, dan itu demi wanita yang kau cintai Mas.

__ADS_1


Apalagi saat itu kandunganku di nyatakan sangat lemah, aku takut, aku takut terjadi sesuatu pada kandunganku, aku takut jika aku mengatakannya lebih awal maka kau akan kecewa oleh karena itu kau memilih menanggungnya sendiri tanpa memberitahukan kepada siapapun jika Aku sedang mengandung." Ucap Yumna


"Maafkan aku Mas, aku terpaksa melakukannya karena aku tahu kau sedang punya beban, dan aku tidak ingin membuat hatimu bimbang dalam menentukan pilihan." Ucap Yumna lagi.


"Yumna aku ini suamimu, dan kau itu istriku. dan juga anak yang kau kandung adalah anakku, biar bagaimanapun Aku adalah ayahnya, dan yang harus bertanggung jawab adalah Aku dan Aku berhak mengetahui semuanya." Tegas Vano.


"Maafkan Aku jika waktu itu aku tidak melarangmu untuk hamil, mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini, karena jujur di saat itu aku masih bimbang, tapi sekarang setelah mengetahui jika kau tengah mengandung anakku, aku sangat bahagia sekali, karena itu tandanya dia akan menjadi ikatan cinta kasih kita." ucap Vano memeluk istrinya.


"Maafkan aku sayang, aku benar-benar minta maaf ucap Vano mengusap punggung istrinya itu.


"Tapi tunggu dulu aku ingin bertanya sesuatu padamu?"


"Ada apa lagi Mas?" tanya Yumna bingung sambil mengerutkan alisnya.


"Bagaimana aku akan mengatakannya padamu sedangkan kau sendiri memilih untuk tidak mendengar dan bertanya padaku padahal hari itu aku ingin jujur dan mengungkapkan semuanya padamu, tapi karena kau sudah mengatakannya lebih dahulu Untuk itulah aku memilih diam dan bungkam meski aku tahu, saat itu aku sangat hancur dan kecewa padamu Mas,"


"Maafkan aku sayang Aku benar-benar menyesal dan meminta maaf aku memang suami yang bodoh tak bisa melihat bagaimana pengorbananmu selama ini padaku, tapi sungguh Yumna aku juga saat itu merasa hancur dan kecewa bahkan mengutuk diriku sendiri saat melihat Kepergianmu Aku ingin menahan dan memelukmu, Tapi lagi lagi keegoisanku menahanku untuk tidak melakukannya, aku mohon Maafkan aku sepertinya aku akan gila jika kau tidak memaafkan aku,"


"Apa yang kau lakukan?" cicit Yumna saat Vano bersimpuh menyentuh kakinya.


"Kau boleh menghukumku dengan caramu dan dengan cara apa saja, tapi aku mohon jangan pernah tinggalkan aku.


Aku berjanji akan menjagamu dan anak kita untuk selamanya."

__ADS_1


"Ucapkan Insya Allah Mas karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi kedepannya pada diri kita, pada hubungan ini. Yang kita tahu hanya kita berusaha untuk bisa menjadi jauh lebih baik daripada sebelumnya, Bangun Mas jangan seperti ini!"


"Jadi Apakah kau sudah memaafkan semua kesalahanku?"


"Jika Allah saja yang maha di atas maha dan yang maha suci masih bisa memaafkan dan mengampuni hamba-nya Jika dia meminta ampun dan bertaubat, kenapa aku yang sebagai hamba yang hidup penuh dengan noda dan dosa pantaskah aku untuk angkuh dan sombong untuk tidak memaafkan seseorang yang ingin meminta maaf"


"Jadi kau memaafkan aku sayang!" Ucap Vano begitu senang saat melihat anggukan dari Yumna.


"Sebaiknya sekarang kita istirahat, karena aku juga lagi capek," ajak Vano.


"Emangnya tadi Mas Vano dari mana Kenapa baru pulang?" selidik Yumna.


"Oh ternyata aku lupa untuk memberitahumu tadi papa telepon datang sebagai saksi pernikahaAlisyssa dan Abizar."


"Apa pernikahan Alyssa dan Kak Abi? bagaimana mungkin? maksudku apa yang terjadi? kenapa harus buru-buru dan tanpa membri tahu Mama.?"


"Nanti Mama akan tau sendiri dari Papa, sekarang sebaik kita tidur besok kau akan mendengar semuanya." Ucap Vano kembali.


Akhirnya Yumna mau tidak mau harus mengikuti perintah suaminya itu.


Namun sebelum tidur Vano disibukan untuk menyiapkan segala kebutuhan Yumna, mulai dari susu dan obat yang harus di konsumsinya. Namun tiba-tiba handphone milik Vano berdering.


Drt…dtr…drt.📲

__ADS_1


__ADS_2