KEKASIH

KEKASIH
Berangkat Honey Moon


__ADS_3

Setelah satu minggu Yumna dinyatakan sembuh total oleh dokter yang ditugaskan untuk merawatnya.


"Apa jadi pagi ini kalian berangkat untuk honeymoon,?" tanya Bu Hesti begitu melihat putranya yang sudah rapi keluar dengan kursi rodanya.


"Iya Mah, hari ini kami akan pergi," Jawab Vano.


"Lalu ke mana Yumna,? mama tidak melihatnya,?"


"Ada Mah, di kamar."


"Oh…baiklah, Ingat pesan mama lakukan dengan lembut dan hati-hati jangan sampai membuat istrimu menangis di sana,"


"Mama apa-apaan sih,?" tipal Vano dengan rasa malu karena terlihat kini dari wajahnya yang memerah.


"Ya ampun, Lihatlah Pah… anakmu ini aku kira dia orang yang datar dan jutek setengah mati tapi lihatlah aku godanya sedikit saja dia langsung melempem seperti kerupuk," Bu Hesti pun terkekeh melihat wajah Vano yang memerah.


"Memang Mama menggodanya seperti apa sih,? sela Pak Adhyaksa yang baru saja tiba di antara mereka.


"ltu Pah, Mama cuma mengingatkan Vano, kalau melakukan malam pertama itu harus pelan-pelan jangan gerasak grusuk sampai menyakiti istrinya, kan sakit Pah," kekehnya kembali.


"Mama jangan terus menggodanya seperti itu" ucap Adiaksa kepada istrinya.


"Assalamualaikum Mah, Pah," terdengar Uluk salam dari Yumna yang baru saja turun dari lantai dua.


"Wa'alaikumsalam,sayang, Masya Allah menantu Mama semakin hari semakin cantik" puji Bu Hesti pada sang menantu yang memang terlihat sempurna meski tanpa polesan.


"Ah Mama…bisa aja, ini biasa-biasa aja kok Mah" ujar Yumna.


"lnggat Jaga kesehatanmu di sana ya Sayang" "Iya Mah," angguk nya.


"Lalu ke mana tujuanmu untuk membawa istrimu Vano,?"


"Kami akan ke Lombok Mah, kalau begitu kami berangkat dulu ya Mah, sepertinya Jemputan kami sudah tiba,"


"Kak…! Kakak…Kakak, tunggu dulu!" Kenapa kalian tidak mengajakku Kalau Kaka ingin ke Lombok," cicit Alyssa sembil berlari-lari kecil mendekati sang Kakak.


"Kau kalau ingin diajak menikah saja dulu."


Timpal Vano dengan wajah datarnya.


"lss…Kakak nyebelin, awas saja kalau aku tidak di bawakan oleh-oleh."

__ADS_1


"Sudah-sudah nanti kakakmu telat." Tegur Bu Hesti.


"Ayo sayang kita berangkat" lirik Vano menatap Yumna. Yumna pun hanya mengangguk pelan dan mendorong kursi roda milik Vano.


"Oh...iya sayang tadi lbumu telfon katanya dia sudah sampai di rumah dengan selamat" Cicit Bu Hesti.


"lya Mah Terima kasih nanti kalau sempat Yumna akan menelpon Ibu" sahutnya sambil tersenyum.


"Baiklah,sayang, kalian Hati-hati di jalan ya" ucap Bu Hesti kembali mengantarkan kepergian putra dan menantunya itu sampai di depan pintu.


"Assalamu'alaikum Ma, Pa, Kami berangkat dulu" pamit keduanya.


"Waalaikumsalam..." Balas semuanya.


*


"Mas...tunggu Aku" cicit Yumna begitu tiba di sebuah Villa sambil mendorong Dua koper besar miliknya dan Vano.


"Bisa tidak, kamu Cepat sedikit jangan lelet kayak siput, aku capek, aku ingin segera istirahat." sentak Vano. Padahal dia tidak membawa apa pun, dibandingkan Yumna semenjak di bandara Sultan Hasanuddin sudah di repot kan dengan membawa barang-barang milik Vano.


"Simpan saja barang nya disitu, aku ingin istirahat jangan ganggu aku, dan kau boleh tidur di kamar lain nya,"


Braak...


Suara pintu yang tertutup rapat membuat Yumna terperanjat kaget, ia pun terpaksa mencari kamar tempat untuk menyimpan barang-barang nya terlebih dahulu.


Yumna menunggu hingga jarum jam dinding menunjukkan pukul 22:00 namun Vano tak kunjung membuka pintu kamarnya membuat Yumna merasa khawatir.


Belum lagi perutnya sudah mulai bernyanyi, hingga membuatnya memutuskan untuk segera ke kamar milik suaminya itu.


Namun baru saja ia hendak mengetuk pintu Vano tiba-tiba saja datang mendekat.


"Sedang apa kau di sini?"


"Mas…kau dari mana? kau tahu aku sangat khawatir karena menunggu mu dari tadi." Cicit Yumna begitu melihat suaminya baik-baik saja.


"Kau tidak perlu menunggu ku karena aku juga bukan anak kecil yang harus selalu kau perhatikan, ingat jika di rumah kau bisa melakukan apa saja karena di sana ada Mama dan Papa yang mengawasi, sedang di sini hanya ada kau dan aku untuk itu kita tidur pun harus terpisah.


"Tapi sampai kapan kita harus berbohong pada ke dua orang tua kita Mas...bukankah Mas sendiri yang telah mencabut surat perjanjian itu."


"Kau benar sekali tapi tidak untuk poin yang terakhir,"

__ADS_1


"Jadi kau ingin kita tetap berpisah dan mengakhiri semuanya,?" tanya Yumna gugup.


"Kau benar sekali dan carilah alasan bagaimana caranya agar Mama dan Papa tidak lagi menyukai mu, karena jika ke duanya tidak menyukai mu maka akan gampang untuk kita berpisah." Ucap Vano kembali begitu santai dan datar.


"Ambillah ini kau pasti lapar tadi aku memesan nya saat aku keluar, aku tidak mau kau sakit lagi karena itu akan menyusahkan ku nanti nya."


"Terima kasih Mas…kalau begitu aku permis" ucap Yumna. Lalu meninggalkan Vano yang masih menatap kepergian nya dengan tatapan tak terbaca.


"Sesampainya di dalam kamar Yumna langsung mengunci pintu dan tubuhnya kini bersandar pada daun pintu dengan tubuh yang mulai bergetar dengan suara yang mulai terisak.


Pagi.


"Selamat pagi sayang bagaimana tidurmu semalam apa kau benar-benar tidur dengan nyenyak semalam,?"


"D-Dion…? bagaimana bisa kau ada disini,?" cicit Yumna begitu terkejut dengan tiba-tiba saja lelaki itu muncul di depannya.


"Hai sayang apa kau lupa kalau aku yang mengajak majikan mu itu untuk datang ke sini dengan alasan kami sedang melakukan rapat kerja di luar daerah." Terang Dion kembali.


"Pantas saja Mas...El tiba-tiba mengajak ku pergi berbulan madu ternyata dia hanya ingin mendekat kan ku bersama Dion, baiklah Mas jika ini yang kau inginkan maka kau jangan pernah menyesalinya, aku ikuti apa yang kau inginkan,"


"Boleh tidak lain kali Mas Dion ucapkan salam, karena itu akan jauh lebih baik" ucap Yumna.


"Baiklah My Princess ku Assalamu'alaikum


"Walaikumsalam…" timpal Yumna.


"Ayo sekarang ikut aku! aku akan membawamu datang ke Resorts ku, karena aku akan memperkenalkan mu dengan Kedua orang tuaku."


"Apa? jadi kedua orang tuamu ada disini?" kejut Yumna kembali.


"Kau benar sekali dan aku sudah menceritakan tentang dirimu pada kedua orang tuaku untuk itulah aku ingin memperkenalkan dirimu pada mereka," ucap Dion begitu serius.


"Tapi Dion aku sudah menjadi seorang istri mana bisa kau memperkenalkan aku pada kedua orang tuamu." Tegas Yumna.


Namun di sambut oleh tawa dari Dion.


Membuat Yumna begitu heran, bukannya terkejut tapi malah tertawa.


"Bercandamu tidak asyik ah…jika kau takut bertemu mereka atau belum siap aku akan membatalkan pertemuan kita, lain kali jangan mengaku kalau kau sudah menikah, sedang di jari manismu masih kosong tak ada satupun sebuah cincin yang melingkar."


Deg.

__ADS_1


__ADS_2