KEKASIH

KEKASIH
Jadwal periksa kandungan.


__ADS_3

"Mas…mau kemana? Kok buru-buru sekali?" tanya Yumna saat melihat Vano melewati nya begitu saja tanpa menyantap sarapan nya.


"Maafkan aku sayang aku buru-buru karena Clarissa kolaps dan dia sangat membutuhkan ku sekarang, kau tunggu aku di rumah dan jangan kemana-mana!"


"Tapi Mas__"


Cup.


Vano berbalik dan memberikannya sebuah kecupan di pucuk kepala sang Istri, hingga membuat Yumna langsung terdiam.


"Percayalah padaku Aku tidak akan lama dan Aku akan pulang secepatnya kalau kau kesepian kau bisa memanggil Alyssa untuk menemanimu bagaimana?"


"Baiklah Mas…Aku hanya merasa khawatir Entah mengapa perasaanku tidak enak Mas…"


"Berdoalah sayang, agar semuanya baik-baik saja, Aku pergi dulu, Assalamu'alaikum."


"Walaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" Yumna hanya bisa menatap punggung sang suami hinga Vano menghilang di balik pintu.


"Ya Allah lindungi suami hamba, Entah mengapa perasaan ku tidak seperti biasanya, Aku seperti merasa akan terjadi sesuatu pada Mas El." Yumna hanya bisa berdoa dan pasrah saja.


'Semoga saja itu hanya perasaan ku saja' gumamnya kembali.


'Ya Allah ini adalah jadwal aku periksa kandungan kenapa aku sampai lupa, sebaiknya Aku menelpon Alyssa, ah tidak kalau dia tau bagaimana nanti? lalu apa yang harus aku lakukan? atau sebaiknya aku telpon Mas El, saja untuk meminta izinnya aku takut nanti dia salah faham.'


Yumna pun segera menghubungi nomor Vano, namun nomor yang dia tujuan sedang tidak aktif.


'Bagaimana ini,? apa yang harus aku lakukan?' Yumna benar-benar bingung jika selama ini ia di antara oleh ART nya lain halnya kali ini ART nya kebetulan mudik karena ada masalah dengan keluarganya.


'Sebaiknya aku menelpon Alyssa saja untuk menemaniku, masalah tentang kehamilan ku sebaiknya ia tidak perlu tahu hingga waktunya tiba.' Ya, Yumna memutuskan jika ia akan mengatur semuanya nanti jika ia sudah tiba di rumah sakit. Yumna pun kembali menelpon Alyssa.


"Assalamu'alaikum Kak," ucap uluk salam dari dari seberang sana.


"Waalaikum salam Al, kau di mana?" tanyanya to the poin.


"Apa Kak Vano tidak bilang kalau Aku, Mama dan Papa hari ini keluar kota dulu Kak, besok baru kami balik, emangnya ada apa Kak?"


"Tidak ada apa-apa hanya saja aku tiba-tiba saja aku merindukanmu," ucapnya jujur.


Karena tiba-tiba ia juga sangat merindukan adik iparnya yang super cerewet itu.


"Kak, apa kau tidak apa-apa? apa kau baik-baik saja?" tanya Alisa kembali saat Yumna hanya diam saja tak mengeluarkan sepatah kata pun

__ADS_1


"Kakak tidak apa-apa, kau tak perlu khawatir kakak baik-baik saja kok, Al."


"Syukurlah kalau begitu kak, Aku sangat khawatir."


"Kalau begitu aku tutup dulu teleponnya ya! salam buat Mama da Papa." Ujar Yumna.


"Ok Kak baiklah nanti Alyssa akan sampaikan, Assalamualaikum ucap Alyssa memberi salam kepada sang kakak ipar. Yumna pun membalas salam dari adik iparnya itu.


'Apa yang harus aku lakukan sekarang ini ya Allah…?' lirih Yumna.


'Baiklah, sayang kamu yang harus temani Bunda ya!' ucap Yumna pelan sambil mengusap perutnya yang baru mulai sedikit agak menonjol itu.


*


Rumah sakit.


"Kenapa kau lama sekali,? aku sudah lama menunggumu."


"Assalamualaikum dokter, Maaf kalau saya telat." Ucap Yumna memberi uluk salam.


"Waalaikumsalam Yumna, Maafkan aku."


"Aku tidak apa-apa dokter, karena kita semua manusia biasa yang bisa melakukan salah dan lupa," Sahut Yumna kembali.


"Baiklah, Ayo aku perkenalkan dengan Dokter Anha, dia akan menanganimu selama masa kehamilanmu." Ucap Abizar tanpa mereka sadari sepasang mata terus saja mengawasi gerak-gerik mereka.


"Assalamu'alaikum…" Ucap Uluk salam Yumna dan Abizar sambil mengetuk pintu.


"Waalaikum salam…" Jawab uluk salam dari dalam.


Ceklek.


"Silahkan masuk dokter…!" Ucap seorang wanita cantik yang keluar membuka pintu dan mempersilakan mereka masuk.


"Hem…perkenalkan dia Teman saya Yumna, dan Yumna ini Dokter Anha, dia akan tetap stay di sini, aku ingin kau tanganni dia dengan baik dan benar." Ucap Abizar memberi perintah pada dokter Anha, yang dari tadi terus memperhatikan interaksi antara Yumna dan juga Abizar.


"Aku tidak ingin ada kesalahan, fokuslah dalam bertugas, dan ingat kau harus profesional!"


"Dokter Anha apa kau mendengar ku…?"


"Eh…iya dokter maaf," gugup dokter Anha.

__ADS_1


"Baiklah Dokter, Saya akan melakukan semua yang Anda perintahkan dan saya jamin tidak akan ada kesalahan."


*


"Bagaimana? apa semuanya baik-baik saja?"


tanya Abizar begitu Yumna keluar dari tempat tersebut.


"Iya Kak, Awww... Astaghfirullah."


"Yumna kau kenapa?" ucap Abizar kawatir menahan tubuh Yumna yang hampir saja oleng.


"Maaf…" ucap Yumna.


"Apa kau balik-baik saja?" tanya Abizar kembali mulai khawatir.


"Aku hanya sedikit pusing dan lapar Kak" ucap Yumna kembali berkata jujur.


"Jadi kamu kesini belum makan?"


"lya Kak, sebab aku buru-buru lagi pula Mas, El juga tidak ada di rumah mana semangat aku makan tanpa dia."


"Kau ini aneh, ada-ada saja. Sama suami sangat manja, kasian anakmu kalau kamu nunggu Vano terus, suamimu itu gila kerja, apa kau akan terus membuatnya kelaparan, hingga suamimu itu pulang."


"lya sih Kak, tapi mungkin ini keinginan si dedeknya, selama ini aku kan tidak pernah yang aneh-aneh"


"Baiklah kenapa kau tidak tanyakan padanya kalau kau sedang hamil, lebih baik kamu sekarang jujur, karena kandunganmu kini sudah mulai membaik, tapi tetap hindari stress, karena itu bisa memperburuk keadaanmu dan bayimu."


"lya Kak, benar sekali, jika kemarin-kemarin aku masih takut dan ragu jika harus mengatakan aku hamil karena aku belum siap untuk segala kemungkinan yang bisa saja terjadi padaku dan kandunganku, tanpa bisa aku menghadapi nya."


"Aku yakin kau pasti bisa melewati semuanya, sekarang ayo ikut aku, aku akan mentraktir mu makan"


"Benarkah Kak…?"


"Ya tentu saja apa kau kira aku akan tega melihat keponakan ku kelaparan." ucap Abizar melangkah terlebih dahulu.


"Keponakan? itu berarti kau dan Alyssa?"


"Aku belum memikirkan hal itu, itu hanya sekedar ucapan ku saja, karena sangatlah susah menyuruh hatiku berpaling untuk tidak mencintai mu lagi."


"Kak, kau…!"

__ADS_1


"lya Yumna sampai saat ini aku masih mencintai mu, aku tidak ingin membangun sebuah hubungan dengan seseorang, jika di hatiku masih ada cinta untuk wanita lain."


__ADS_2