
"Aku yang seharusnya bertanya kenapa kakak tidak bisa menyadari kedatangan ku apa kakak setiap hari seperti ini dengan Kakak ipar?" Alyssa berjalan mendekati meja sang kakak lalu menarik kursi untuk duduk.
"Kau jangan selalu menjawab pertanyaan dengan pertanyaan, apa kau mau Kakak hukum untuk menyetop uang bulananmu," Ancam Vano meski ucapannya tidak serius, namun ia barucap dengan nada datar.
"Sejak kapan Kakak berani mengancamku,? kak, Aku tidak akan minta uang padamu lagi aku akan meminta uang pada Papa" ucapnya penuh percaya diri.
"Apa kau lupa kalau perusahaan ini aku yang pegang bukan Papa lagi, otomatis semua keuangan aku yang pegang" Vano pun menyeringai tipis. Sedangkan Alyssa menelan susah payah salivanya, dan sangat menyesali kebodohannya itu, kenapa dia sampai lupa kalau kakaknya sudah sembuh dan sudah bisa mengambil alih perusahaan sepenuhnya.
"Kak…"
"Hm…" jawab Vano singkat.
"Kak, boleh aku menemanimu makan? aku sudah memasak bahkan sudah capek-capek datang kemari untuk membawakan makanan untuk kakak" bohongnya padahal yang memasak semua itu adalah Yumna.
"Akan aku pertimbangkan nanti, tapi…sejak kapan kau pandai memasak?" tatap nya curiga.
"Sejak tadi kak, apa kau akan mengatakan kalau aku wanita manja yang tidak akan pintar untuk memasak."
"Yah menurutku memang seperti itu bukankah selama ini kau memang tahu caranya memasak." Sela Vano sambil membuka kotak makanan yang di bawa Alyssa untuk nya.
Alyssa yang melihat Vano menyuap makanan ke mulutnya langsung tersenyum, namun senyum itu menghilang saat Vano memberikannya tatapan tajam.
"Sejak kapan kau berani berbohong padaku, aku tahu ini bukan kau yang memasaknya, apa dia yang menyuruhmu membawa makanan ini kemari?"
"Bu-bukan dia Kak, tapi kakak ipar yang memasak dan membawanya kemari, tadi kakak ipar sebenarnya hanya menyuruh ku untuk mengantarkannya, tapi aku tidak mau.
Bukankah lebih baik kakak ipar juga ikut itu akan menjadi surprise untuk Kakak," Ucap Alyssa terpaksa harus berkata jujur.
"Kau bilang dia ikut lalu kemana dia sekarang bukankah dia berada di kampung dengan lelaki brengseknya itu."
"Kak kau kenapa Apa kau tidak tau kalau aku dan kakak ipar sampai di rumah pukul tiga, dan lelaki yang kau bilang brengsek itu sudah menyelamatkan Kakak ipar, karena kakak ipar hampir saja mati jika Kak Dion tidak datang menolongnya,"
"Maksudmu?"
__ADS_1
"Lihat ini Kak, aku mengambilnya di salah satu CCTV milik warga." Alyssa pun menyerah kan sebuah video yang di simpan nya di dalam gawainya.
"Kenapa semua ini terjadi kenapa kau tak bersamanya?" Vano sedikit mengencangkan suaranya karena begitu terkejut dengan video yang di lihat nya.
'Yumna…kenapa bisa dia berada di tempat kejadian kecelakaan waktu itu?' Vano benar-benar khawatir melihat Video itu.
"Sekarang dimana Yum__"
Tok tok tok.
Suara ketukan pintu menjeda kalimat Vano yang masih panik.
"Masuk…!" seru Vano
"Maaf Pak Bos, Nona Yumna pingsan dan sekarang sudah di larikan kerumah sakit." Ucap Raihan begitu ia membuka pintu.
"Yumna pingsan…Kakak ipar pingsan…?" kejut Vano dan juga Alyssa secara bersamaan.
"Yumna di bawa kerumah sakit mana?"
Vano pun segera berdiri dari kursi kebasaranya dan melangkah keluar di susul oleh Alyssa tentu saja dengan wajahnya yang panik, bagaimana tidak ia merasa khawatir sekaligus menyesal meninggalkan Yumna sendiri, sedangkan ia begitu khawatir jika Yumna masih saja memikirkan apa yang telah terjadi selama ini, karena rasa bersalahnya ia menghukum dirinya dan hampir di tabrak mobil jika Dion dan dirinya tidak cepat tiba di tempat kejadian.
Ya Alyssa dan Dion sudah mengetahui apa yang dialami Alyssa selama ini.
Flasback on.
"Kak, apa kau yakin akan pulang ke Sulawesi Barat?" tanya Alyssa saat melihat kakak iparnya itu berkemas-kemas,''
"lya Alyssa ibu menelpon kalau beliau tidak enak badan dan aku kesana juga ingin mencari tau tentang sesuatu,"
"Sesuatu apa Kak…?"
"Tentang kekasih Mas El yang sudah meninggal itu, ternyata dia seorang model cantik dan terkenal" Ucap Yumna sambil berkaca-kaca.
__ADS_1
"Kak, dari mana kakak tahu semuanya? apakah Kak Vano menceritakan masa lalunya ke Kakak?" selidik Alyssa dengan perasaan yang mulai tidak enak.
"Mas…El bukan saja menceritakan tentang kekasihnya itu, tapi Mas El juga tahu kalau kakaklah yang menyebabkan mereka kecelakaan, hingga membuat orang yang sangat di cintainya itu pergi untuk selamanya"
"Jadi kakak yang__" Alyssa tak mampu melanjutkan Kata-katanya karena begitu terkejut ia hanya menggelengkan kepala sambil menutup mulut dengan kedua tangan nya.
"Mas El, tidak mau memaafkan Aku Al, sudah beberapa hari ini dia selalu menghindariku bahkan apa yang kakak lakukan selalu salah di matanya, Hiks…hiks…hiks…"
"Kak, kenapa kakak tidak menceritakan ini dari awal,? kalau kakak cerita dari awal mungkin semuanya tidak seperti ini, sekarang kakak tenang saja aku yang akan membuat kakak kembali berdamai dengan Kak Vano karena aku yakin Kak Vano sangat mencintai Kakak, tapi dengan satu syarat, Aku ikut kakak pulang, biar aku tanya Mama dan Papa dulu ya!"
"Dan jangan katakan apapun pada Mama dan Papa, Aku tidak mau mereka khawatir."
"Kakak tenang saja, biar ini jadi rahasia kita berdua, oh ya. Sebaiknya kita naik pesawat saja Kak, biar nyampainya cepat sekarang Aku mau berkemas dulu" ucap Alyssa sambil menelpon seseorang.
Sedangkan Yumna terus menghubungi nomor Vano namun sayangnya nomornya tetap saja tidak aktif, hingga pada akhirnya ia memilih mengirim pesan singkat saja.
"Apa Kakak sudah siap berangkat?" tanya Alyssa dengan menennteng barang bawaan nya.
"la sudah…" jawab Yumna, yang juga tak kalah sipa dengan barang bawaannya.
"Ayo Kak, kita berangkat, kasihan jemputnya sudah menunggu di luar." Mereka pun akhirnya melangkah keluar bersama.
"Kua, kenapa kau ada disini?"
"Alyssa yang menelponku untuk mengantarkan kalian kebandara, tapi sepertinya bukan sampai bandra saja, aku akan ikut dengan kalian."
"Al, Bagaimana ini?" tanya Yumna menatap balik Alyssa.
"Kakak yang tenang saja jangan panik tidak Apa-apa Kak, sesekali kita akan merampok nya, bukan kah dia itu orangnya sangat sukses, dan kakak jangan khawatir dia tidak akan berani menggangu Kakak, kalau tidak khek…" ucap Alyssa dengan memperagakan menebas lehernya dengan tangannya.
"Kau, belum Apa-apa sudah ingin membunuhku, apa kau tidak punya hati sama sekali, pantas saja lelaki takut mendekat denganmu," sindir Dion, yah orang yang di hubungi Alyssa itu adalah Dion, ia menghubungi Dion untuk mengantarnya kebandara saat tahu aktivitas nya tidak sedang sibuk.
"Ayo Kak jalan… Kok, bengong sih?" kesalnya saat mendengar nada sindiran dari Dion.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...