
"Kau…jadi kau berbohong padaku kalau kau itu adalah pembantu di rumah Vano, dan kau sebenarnya adalah istri nya?" kejut Clarissa melihat siapa sebenarnya istri dari Vano yang membuatnya gagal untuk membalaskan dendamnya pada orang tua Vano.
"Jadi benar apa yang aku dengar selama ini ternyata Vano sudah menikah, Sekarang katakan padaku kalau kau bahagia kan dengan merampas Vano dariku? karena itu juga yang membuat mu berani datang dan mengajakku bertemu." Geram Clarissa saat melihat Yumna begitu sanatainya.
"Kau salah Clarissa selama ini aku dan Mas El menjalani pernikahan yang sangat begitu sulit, mulai dari kami yang di jodohkan tanpa tahu kalau lelaki yang akan aku nikahi ternyata di vonis Cacat seumur hidup. Namun aku berusaha menerima semua itu, meski tidak mudah untuk Mas El melupakan mu, kau tahu kalau dia sangat begitu mencintaimu, sampai-sampai aku merasa seluruh jiwa dan dunianya itu tertuju hanya padamu, dan aku tidak pernah ada di ruang hatinya, dan puncak amarahnya kembali membuatku tak berdaya di saat ia mengetahui akulah penyebab kau dan dia kecelakaan dan, aku tertuduh sebagai seorang pembunuh oleh-Nya, dan aku bersyukur kalau kau masih hidup karena itu semua membuatuku terbebas dari rasa bersalah ku karena telah membuatmu tiada, meski aku masih tetap harus merasa terasingkan oleh suamiku sendiri, namun seiring kebersamaan kami Mas El ternyata sudah mulai terbiasa dengan kehadiran ku di sisinya."
"Apa maksudmu apa kau akan mengatakan kalau Vano sudah mencintaimu?"
"Bukan saja itu kami juga adalah sepanjang suami istri yang sah dimata hukum agama dan negara."
"Lalu apa kau percaya dengan Vano seratus persen jika dia tidak pernah menyentuh ku sama sekali,?"
"Aku lebih percaya pada suamiku dari pada orang luar, karena aku lebih mengenalnya dari pada siapapun," ucap Yumna mantap.
Sedangkan Clarissa hanya bisa tersenyum miring mendengar pengakuan Yumna.
"Baiklah kau lihat aku juga sedang mengandung anak dari suamimu yang masih bersetatus jadi kekasih ku itu, dan kita lihat saja siapa yang akan menang kau atau aku, aku akan mendapat pengakuan dari Vano dan tepat di hari itu juga kami akan menikah." Ucapnya dengan penuh percaya diri.
Ting.
Satu pesan masuk di gawai milik Clarissa.
"Aku pergi dulu…aku harap kau harus mempersiapkan diri untuk menyandang setatus barumu, karena lihat lah apa yang Vano lakukan untukku sekarang ini"
Ucapnya lalu memberikan sebuah pesan singkat dari Vano, "Kau di mana sayang aku sangat mencintai mu dan merindukan mu mari kita bertemu di tempat biasa."
__ADS_1
"Baiklah aku akan menemuinya dulu" Yumna hanya bisa diam mendengar apa yang di sampaikan oleh Clarissa padanya itu, ia hanya menatap kepergian Clarissa dengan tatapan penuh makna.
Setelah Clarissa menghilang dari pandangan nya Yumna pun memilih pergi dari tempat tersebut.
"Awaaaas…!"
Brugh…
"Apa kau tidak Apa-apa?" tanya Yumna pada seorang lelaki tampan yang hampir saja tertabrak kalau dia tidak mendorong nya ke tepi.
"Aku tidak apa-apa Terima kasih." Ucap lelaki itu lalu bangkit berdiri.
"Kau…Kau…!" cicit Yumna bersamaan
"Ada apa? kau tidak apa-apakan?" tanya Yumna khawatir.
"Memangnya kenapa apa tidak boleh seorang wanita hamil menyelamatkan seseorang yang hampir saja di tabrak.?"
"Tapi kau bisa membuat dirimu celaka,"
"lnsya Allah, jika Allah SWT sudah berkehendak, maka tidak akan ada apa pun yang terjadi padaku kecuali atas kehendak Allah,"
"Bagaimana jika hari ini aku akan membunuhmu, dan siapa yang akan berkehendak Aku Atau Tuhanmu itu."
"Yang jelasnya ajal, maut dan rezeki Allah sudah mengaturnya, namun jika kamu membunuhku maka hukum akan menjeratmu jika kau merencanakan pembunuhan ini maka kau akan di hukum mati atau seumur hidup, bagaimana dengan keluargamu kekasihmu dan Orang-orang yang kau sayangi bukankan kah kau seorang dokter? dan itu pastinya kebanggaan orang tuamu apa jadinya jika kau menghancurkan kebanggaan mereka. Aku tahu kau ingin melakukan ini karena Clarissa kan?"
__ADS_1
"Kau benar sekali karena aku begitu mencintai nya, bahkan kedua orang tua ku tak merestui hubungan kami, namun aku tidak mempedulikannya apapun akan aku lakukan deni kebahagiaan Clarissa meski aku harus melenyapkan mu dari kehidupan suamimu itu."
"Ternyata benar kata orang, ternyata cinta itu buta hinga ia tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, jika Clarissa menikah dengan Mas El, apa kau yakin Clarissa akan kembali lagi padamu sedangkan kau di penjara atau mendapatkan hukuman mati." Ucap Yumna panjang lebar sambil tersenyum ia tidak habis fikir kenapa begitu besar pengaruh cinta pada seorang wanita hingga lelaki mampu jadi penghianat hanya karena rasa cinta nya pada seseorang wanita.
Jimmy hanya menunduk mendengarkan apa yang di katakan oleh Yumna.
"Apa kau tahu aku sangat mencintai nya bahkan aku ingin melenyapkan suamimu itu karena telah, membuat Clarissa berpaling dari cintaku, hiks hiks hiks" Jimmy pun tertunduk dalam tangis nya.
"Apa kau sangat mencintai nya dan ingin menikah dengannya? tapi yang aku dengar dia sedang menagdung anak dari suamiku."
"Tidak! anak itu adalah anakku dan Vano tidak pernah menyentuh Clarissa, akulah yang menjebak Vano agar dia tidur bersama Clarissa lalu mengambil gambarnya, maafkan aku, sebenarnya aku ingin membunuhmu namun kau telah menyelamatkan nyawaku, untuk itu aku berhutang nyawa padamu, untuk itu aku mohon maaf kan aku."
"Mohon ampunlah hanya kepada Allah karena telah berkehendak menyelamatkan mu dari berbuat buruk. Dan aku berjanji akan membantu mu bersatu dengan Clarissa" ucap Yumna berusaha meyakinkan Jimmy.
"Baiklah kita akan bertemu di hari pernikahan mu siapkan dirimu, aku lihat lututmu berdarah apa tidak sebaiknya kita kerumah sakit saja." Ajak Yumna.
"Tidak perlu ini hanya luka kecil dan biasa," timpa Jimmy.
"Jangan pernah menyepelekan luka kecil, karena luka sekecil apapun jika tidak di obati maka ia akan berubah menjadi penyakit yang menyakitkan, bahkan mungkin bisa infeksi, aku kira kau akan lebih tahu dari diriku, untuk itu ayo kita ke klinik terdekat saja bagaimana?" ajak Yumna. Akhirnya Jimmy pun mau mengikuti apa yang di katakan Yumna.
"Terima kasih untuk hari ini."
"Maksudnya?"
"Kau memang pantas mendapatkan cinta dari orang yang mencintaimu karena kau adalah orang yang selalu berusaha untuk selalu menebarkan cinta, bahkan kepada musuh sekalipun."
__ADS_1
"Bukankah akan indah rasanya jika kita bisa hidup dengan damai di dunia ini dan semua itu bisa kita lakukan kalau kita cinta sesama."