
Seperti apa yang telah dijanjikan oleh Vano Yumna pun malam ini berangkat ke pesta ulang tahun Dion laki-laki yang terobsesi ingin memiliki Yumna.
"Apa sebaiknya aku tidak usah ikut masuk Mas..." ucap Yumna saat mereka tiba di depan tempat di adakannya pesta tersebut, karena terus terang saja Yumna merasa insecure, karena yang datang ke pesta tersebut adalah para wanita kelas atas, berbanding terbalik dengan dirinya.
"Memangnya kenapa Apa kau malu mendampingiku suami sementaramu yang cacat ini,?" Tanya Vano dengan suara beratnya.
"Mas bukan seperti itu, lagi pula kau itu adalah lelaki yang sempurna bagiku, Aku hanya tidak merasa selesa berada di tempat seperti ini."
"Sudahlah, kita di sini hanya sebentar saja kok, sebaiknya sekarang kita masuk sebelum tamu yang lainnya datang." Yumna hanya mengangguk lalu mendorong kursi roda milik Vano.
"Hai Ternyata kalian datang juga,?" sapa Dion dengan senyum yg merekah di saat melihat sang pujaan hatinya.
"Halo..! my princess apa kabar?" "Assalamualaikum Mas Dion kabar Yumna baik," ucap Yumna sedikit merasa terganggu dengan panggilan my princess kepadanya itu.
"Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh, Maaf aku lupa," kekehnya menggaruk kepala yang tidak gatal.
"Tidak apa-apa Mas, mungkin nanti Lama-lama Mas Dion akan terbiasa."
"Iya kau benar sekali my princess, sekarang mungkin tidak apa-apa kalau aku lupa, tapi suatu saat jika bersamamu pasti aku akan aku akan terbiasa mengucapkannya. Bagaimana my brother benarkan dengan apa yang aku ucapkan ini,? dan So Thanks, kau sudah membawakan sang Bidadariku untuk datang ke acaraku ini," Ucap Dion menepuk pundak, dang merangkul Vano.
"Tentu saja dia datang karena kau kan yang mengundangnya?"
"Kau benar sekali, bahkan di malam ulang tahunku ini, Aku ingin memberikan kejutan untuknya Bagaimana my princess ku?" lagi-lagi Dion melirik Yumna yang sedikit menundukkan pandangannya itu.
Sementara dari kejauhan seseorang tengah mengepalkan kedua tangannya saat melihat Dion begitu dekat dengan seorang wanita.
"Maaf Mas Dion, boleh tidak Mas Dion jangan memanggil Yumna dengan panggilan seperti itu!"
"Kenapa? Apakah merasa risih,? sebenarnya aku hanya ingin membiasakannya saja, agar kelak Jika Kita Bersama kamu akan terbiasa aku panggil dengan sebutan my princess, tapi baiklah aku akan menuruti segala keinginanmu yang penting kau merasa senang, dan bahagia itu sudah Cukup membuatku ikut merasa bahagia.
Kalau begitu ayo silakan kalian masuk aku juga akan memperkenalkan mu pada kedua orang tuaku." Ucap Dion panjang lebar.
__ADS_1
"Terima kasih Mas," Yumna pun mendorong kursi roda milik Vano dan kini semua mata menatap ke arah kedatangan mereka berdua bagaimana tidak diantara semuanya hanya Yumna yang memakai pakaian yang paling tertutup.
"Pehatian semuanya! Terima kasih para tamu undangan dan teman-teman sekalian dengarkan semuanya ya,! ada sesuatu yang ingin saya sampaikan Selamat malam semuanya sekali lagi Terima kasih karena kalian sudah datang di acara spesialku yaitu di mana tepat Di hari ini dan tanggal ini adalah di mana aku menapakkan kaki di muka bumi, Aku juga akan memperkenalkan calon istriku kepada kalian untuk pertama kalinya," ucapnya sambil menatap Yumna.
"Hah…? Yang benar saja? kau itu punya calon istri ternyata, ada juga ya perempuan yang mau kau seriusi, kami pikir Wanita wanitamu itu sudah kau jadikan sampah semua," ucap sorak beberapa rekan terdekat Dion yang mengenal sifat asli Playboy nya, yang suka mempermainkan perempuan itu.
"Hei kalian jangan seperti itu, bersyukurlah kalau dia itu sudah sadar, itu artinya dia tidak perlu menunggu kiamat dua hari lagi kan untuk menikah,?"
"Hahaha," seluruh rekan-rekannya pun tertawa.
"Sudah-sudah! sekarang kalian Nikmati saja hidangan serta minuman yang tersedia,!" Dion pun kembali turun untuk menemui Vano dan juga Yumna, kebetulan tempat pesta yang diadakan ya itu di luar ruangan atau outdoor.
la memang sengaja memilih tema seperti itu karena Dion memang suka dengan suasana alam yang terbuka.
"Halo Mi, perkenalkan ini Yumna dan ini Vano teman Dion." Ucap Dion begitu sang Mami datang menghampiri nya.
"Hai sayang perkenalkan ini Om yudha, suami tante dan tante sendiri tante panggil saja tante Cici," Ucap Usi wulandari Mami Dion.
"Assalamualaikum tante Om, ucap salam Yumna sambil tersenyum menatap kedua orang tua Dion yang juga sedang menatap kepadanya itu.
"Kamu sangat cantik sekali sayang bahkan cantikmu ini alami, andai saja Dion bisa memilihmu menjadi pendampingnya Pasti tante merasa akan sangat senang sekali punya menantu sepertimu sayang" Puji Mama Dion kepada Yumna.
Sedang kan Vano yang terus mendengar pujian yang keluar Dari Orang-orang yang menyukai Yumna dari tadi terus saja mengepalkan tangannya tak suka dengan apa yang di lakukan Dion dan maminya.
"Ah...tante Yumna merasa biasa aja kok, jodoh dan takdir itu kan hanya Allah yang menentukan tante kita tidak tahu akan berjodoh dengan siapa."
Iya sayang kau benar sekali, tapi setidaknya kita boleh berharap kan sayang,"
"Iya tante, tante benar sekali kita Jangan pernah putus asa untuk berharap,"
"Ya udah ayo sebaiknya kamu sama tante saja biarkan Dion dan Vano bergabung dengan para teman lelaki lainnya." Ajak Tante Cici.
__ADS_1
"Iya Tante terima kasih, Mas aku ke sana dulu ya ucap Yumna sedikit berbisik di telinga Vano, biar bagaimanapun ia harus meminta izin pada suami sementaranya itu Jika tanpa persetujuan dari Vano tidak mungkin ia akan pergi, Biar bagaimanapun dia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk mengikuti apa yang dikatakan Vano selama ia menjadi istri Vano.
"Pergilah tapi kau tidak usah pergi jauh-jauh Biar aku tidak susah mencarimu tetaplah di depan pandanganku." ucapnya, Yumna pun hanya mengangguk sambil tersenyum, dan dia pun mengikuti langkah mami Dion.
Saat Vano dan Dion tengah asik berbincang-bincang tiba-tiba saja datang seorang wanita yang begitu cantik dan seksi mendekati Dion.
"Dion, Aku ingin berbicara padamu sebentar!" "Kau untuk Apa kau datang kemari bukankah kita sudah lama putus,"
"Dion dengarkan aku, aku tidak terima kalau kau memutuskan aku!" sang wanita itupun sedikit mengencangkan suaranya membuat para tamu undangan menatap ke arah Dion.
"Ericha sebaiknya kau keluar dari tempat ini sebelum aku mengusirmu!" usir Dion menatap tajam.
"Tidak aku tidak akan pernah keluar sebelum kau mengumumkan kepada semua orang kalau aku adalah calon istrimu!" sengit Ericha menimpalinya.
"Apa kau sudah gila Ericha atau memang kau wanita yang tidak punya rasa malu, Aku kan sudah memutuskanmu lalu untuk apa kau datang kemari? Apa sudah tidak ada laki-laki yang menginginkanmu lagi?" ejek Dion.
"Diam kau Dion aku datang kemari hanya ingin meminta tanggung jawabmu sebagai seorang laki-laki kamu memutuskan aku semenjak kamu mengenal wanita itu kan?" tunjuk nya pada Yumna.
Semua orang pun menatap ke arah Yumna
"kenapa kau tega sekali Dion! apa kau tau yang aku alami saat ini, Aku sedang hamil Dion, aku sedang mengandung anakmu!" teriak wanita itu kembali.
Jederrr…
Semua para tamu undangan pun berbisik menatap ke arah Dion dan Ericha yang sedang bertengkar, begitupun dengan kedua orang tuanya memilih mendekat karena dibuat penasaran kenapa tiba-tiba banyak kerumunan.
"Ada apa Dion?" tanya Mami Cici.
"Dan Siapa wanita ini?"
"Maaf Tante selamat malam perkenalkan saya Ericha calon istri Dion, calon menantu tante, saya datang ke sini untuk meminta pertanggungjawaban Dion karena saya sedang hamil anaknya Dion tante," Ucap Ericha penuh percaya diri.
__ADS_1
"Ap-apa tidak, ini tidak mungkin? katakan ini tidak mungkin?"
"Apa yang tidak mungkin tante Apa bukti ini kurang konkret untuk kalian?" Ericha pun mengeluarkan hasil tes kehamilannya dari sebuah rumah sakit. Yumna dan Vano pun begitu terkejut mendengarnya, bahkan Vano yang mengenal Dion yang tidak suka bermain perempuan pun heran dion memang seorang playboy tapi masalah meniduri wanita dia tidak akan pernah berani seperti itu, karena Dion tahu dia juga punya seorang adik perempuan bernama Lily.