KEKASIH

KEKASIH
Kedatangan Kayla.


__ADS_3

"Kakak kau dari mana saja? Aku tadi datang ke Cafe. Tapi kakak tidak ada, Aku merasa khawatir sekali, karena Aku kerumah Kakak juga tidak ada juga beruntung Aku ketemu kakak aku baru saja mau pulang,"


"Jadi kau tahu kakak iparmu bekerja di Cafe itu, dan kau diam saja, dan tidak memberi tahuku?" cecer Vano yang berada di belakang Yumna, membuat Alyssa tiba-tiba saja terperanjat.


"Kakak Kau…kau dan kakak ipar?"


"Yah kenapa Aku yang membawa Yumna keluar dari Cafe itu, dan kau belum menjawab pertanyaan ku kenapa kau bisa mengetahui kalau Yumna bekerja di Cafe depan kantor ku?"


"Kak… lt-itu A-aku__"


"Mas…sebaiknya kita masuk, bicara di dalam saja,"


"Tidak…! aku akan bertanya disini dan dia harus menjawabnya juga disini, atau kalau tidak Papa dan Mama akan__"


"Baik-baik-baiklah…! Kak, Aku yang melakukannya, Aku yang menawarkan pekerjaan itu karena Kakak merasa kesepian dan butuh teman Kak, apa lagi kakak jarang ada untuk kakak ipar, dan tidak ada salahnya jika Kakak ipar bergaul diluar sana bukan?"


"Tutup mulutmu anak kecil…! kau tidak tahu apa-apa, dan awas saja jika Aku melihatmu membuat istri ku jadi tontonan pria hidung belang, maka kau yang akan bertanggung jawab…!" setelah berucap Vano melewati adiknya begitu saja sambil menarik tangan Yumna untuk di bawah masuk.


"Mas…kenapa kau harus marah pada Alyssa, bahkan Mas juga tidak memberi salam


padanya? Mas, dia itu hanya seorang wanita dan sekaligus adikmu, dia melakukan itu di posisinya merasakan bagaimana posisinya sebagai wanita, dan aku yang memaksanya, untuk melakukan semua itu, ini udah malam Mas, apa kau tega dia tidur di luar atau kau tega dia pulang sendiri, Aku kecewa sama kamu Mas…" ucap Yumna beranjak meninggalkan suaminya itu namun belum juga ia berbalik Vano segera menarik pinggangnya.


"Kemarilah Aku sangat merindukanmu istri ku, apa kau akan mengoceh sampai pagi hanya karena adik iparmu itu,? kau saja yang tidak tahu sifat aslinya seperti apa, lihatlah kesana ke arah kolam renang, siapa yang berenang malam-malam begini kalau bukan dia….!" Tunjuk Vano dari atas balkon.


Dan Yumna pun melihat ke arah telunjuk di mana yang di tunjuk Vano.


"Apa kau melihatnya sekarang?"


"l-iya Mas…maafkan aku Mas… Aku sudah menuduhmu yang tidak tidak tanpa mengetahui kebenarannya terlebih dahulu" nampak raut wajah Yumna penuh dengan rasa bersalahnya.

__ADS_1


"Sudahlah tidak apa-apa sayang, aku juga minta maaf sama kamu karena selama ini terlalu banyak meninggalkanmu, aku juga bersyukur punya adik seperti Alyssa kau tahu kenapa? karena dia menjagamu untukku, di saat aku mengabaikanmu." Ujar Vano memeluk hangat istrinya.


"Jadi Mas tidak benar-benar marah padanya kan?" tanyanya mengerutkan keningnya.


"Kalau untuk marah, Aku sebenarnya memang marah padanya, tapi setelah mendengar kata-katanya tadi, aku juga yang salah."


"Alhamdulillah Mas...kalau kamu tidak marah"


"Ayo kita masuk Aku sangat merindukanmu malam ini kau harus menemaniku" ajak Vano.


Pagi.


"Assalamu'alaikum sayang selamat pagi" sapa Vano sambil bergelayut manja padahal istrinya sedang asyik memasak dan mempersiapkan makanan.


"Waalaikumsalam, Sayang sudah malu ah…" cicit Yumna.


"Hem…hem…lalu kami sebesar ini apa kau tak melihatnya?" ujar sang Mama menarik telinga sang anak.


"Mama, Papa dan kalian semua sejak kapan kalian ada di sini ini kan masih pagi dan Kayla kenapa dia ada di sini?" Vano benar-benar tak melihat sama sekali kalau di meja makan sudah banyak orang.


"Assalamu'alaikum semuanya" sapa Vano pada semuanya. Dan mereka semua pun membalas uluk salam dari Vano.


"Sekarang katakan padaku kenapa kalian ada semua ada di sini, dan sepagi ini?" tanyanya masih binggung.


"Ini tuh udah siang Kak, kakak aja yang bangunnya kepagian" ledek Alyssa sambil tertawa mengejek.


"Makanya kalau sedang jatuh cinta pakai mata jangan pakai hati, karena kalau pakai hati bisa-bisa cintamu buta, seperti saat sekarang ini" timpal sang Mama lagi.


"Kami disini karena Kayla datang jam 3 tadi pagi pukul 03:00 makanya kita semua akan menemaninya sarapan dulu. Karena nanti malam dia akan bertemu calon mertuanya, nanti Dion yang akan menjemputnya kemari karena Minggu depan Kayla akan menikah."

__ADS_1


Terang sang Mama kembali dengan begitu panjang lebar.


"Apa… minggu depan? menikah, dengan Dion?" kejut Vano, membuat semua orang menatap heran.


"Memangnya kenapa kak?" tanya Kayla yang sejak tadi diam menyuap makananya.


"Tidak ada apa-apa aku hanya curiga ken__" Vano tidak bisa melanjutkan Kata-katanya saat Yumna membungkam mulutnya dan menariknya keluar dari meja makan.


"Sayang aku kan belum selesai makan" ucap nya.


"Tidak usah aku akan membawakan nanti kekamar sekarang kau harus di hukum…!" Yumna membanting pintu dan mendorong tubuh kekar lelaki itu di atas tempat tidur.


"Sekarang katakan pada ku apa yang ingin kau katakan pada Kayla tentang Dion?"


"Semuanya, tidak ada yang akan aku tutup tutupi karena aku curiga kenapa dia memilih menikahi sepupumu itu, tanpa ada proses pacaran dulu apa lagi dia itu play boy."


"Lalu bagaimana denganku dulu kenapa kau menjodohkan aku dengan nya?"


"Sayang jangan di ingat, kau tau dengan mengingat itu aku ingin menampar diriku sendiri atas kebodohanku yang ingin menyerahkan dirimu kepada lelaki lain, apa kau tahu aku sangat menyesalinya, jika aku bisa memutar waktu kembali aku tidak akan pernah melakukan hal itu padamu." Vano bangkit dan memeluk tubuh istrinya dengar begitu erat dan sambil terisak.


"Sayang…maafkan Aku, aku tidak bermaksud untuk membuatmu bersedih seperti ini" Yumna yang merasa tak enak hati membalas pelukan suaminya bahkan kini ia menghujani wajah suaminya dengan kecupan-kecupan lembut dari bibirnya, sedangkan Vano yang sudah mulai terpancing kini memperdalamnya membuat Yumna kembali terhanyut dalam permainan lelaki yang menjadi suaminya itu. Namun tetap saja Yumna tidak mengizinkan Vano untuk melakukan hal lebih mengingat kandungannya yang baru saja di nyatakan membaik. Dan itu pun membuat Vano sering bertanya namun jawaban Yumna Aku masih sakit Mas tunggu beberapa bulan lagi.


Sebenarnya Vano sempat khawatir dengan apa yang di katakan Yumna bahkan sampai pernah mengajaknya berobat, namun Yumna selalu menolaknya dengan lembut, dengan alasan sudah meminum obat herbal, dan butuh waktu beberapa bulan untuk sembuh.


Dan mulai saat itu Vano tidak pernah lagi mempermasalahkan semuanya, meski tak pernah melakukan penyatuan dengan sempurna Yumna selalu bisa memuaskan nya. Untuk itulah cintanya pada Yumna semakin dalam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_1


__ADS_2