KEKASIH

KEKASIH
Ungkapan Cinta.


__ADS_3

"Apa…? yang benar saja kalau di dalam sana ada bom nya?" sahut seseorang yang nampak mulai ketakutan, kericuhan pun terjadi di saat Vano dan Reyhan mengaku datang untuk menjinakkan bom.


"Ya terserah kalian mau percaya atau tidak" ucap Vano santai, kini mereka satu persatu meninggalkan tempat tersebut, karena tidak mau ambil resiko.


"Sekarang kau lihat aku sudah mengosongkan tempat ini,? sebenarnya apa sih yang membuat mereka begitu antri?" tanya Vano begitu penasaran, Sedang Reyhan hanya bisa menggidikkan kedua bahunya. Mereka berdua pun langsung mencari tempat duduk yang nyaman dan Vrifate.


"Maaf Tuan-tuan, silahkan di cek menu kami hari ini" ucap seseorang yang begitu familiar di telinga Vano sedang kan Rayhan nampak sangat gelisah.


"Yumna? apa kau Yumna Istriku?"


Deg.


"Mas El…" kejut Yumna.


"lkut aku sekarang…!" sentak Vano segera menarik tangan Yumna dan membawanya masuk kedalam mobilnya, meninggalkan Reyhan yang masih benggong.


"Tuan… apa Anda mau pesan sesuatu?" tanya seorang pelayan yang tiba-tiba saja mengagetkannya.


"E…ya…eh…tidak aku pesan air minum saja boleh?" tanya Reyhan tidak enak hati, sang pelayan pun segera memberikannya minuman.


Vano membawa mobilnya begitu kencang,


la tidak mempedulikan wajah Yumna yang begitu ketakutan, bahkan tak ada pembicaraan di antara mereka berdua.


Hingga mereka pun tiba di sebuah tempat, ya Vano tidak membawa Yumna pulang kerumah namun membawanya ke sebuah Villa.


"Turun…!" sentak Vano, lalu menarik tangan Yumna dengan kasar.


"Mas sakit." cicit Yumna, Namun tidak di pedulikan oleh Vano, karena sekarang ini hatinya lah yang jauh lebih sakit, sebab mendapatkan istrinya kerja menjadi pelayan Cafe di depan kantornya.


"Mas jawab Aku kita mau ngapain di sini Mas…?"


Vano melepaskan cengkaraman tangannya dan berbalik menatap yumna dengan tatapan membunuhnya.

__ADS_1


"Mulai sekarang dan seterusnya jangan panggil aku Mas lagi, tapi panggil aku dengan sebutan Pak atau Bos, karena mulai hari ini kau akan bekerja di sini untuk merawat kekasihku Clarissa. Ya aku sangat mencintai Clarissa, karena Clarissa tidak pernah berdusta padaku, bahkan dia juga sangat menghargaiku kemana pun ia pergi pasti aku mengetahuinya, untuk itulah aku sangat tidak ingin kehilangan dirinya." Ucap Vano dengan sengaja agar Yumna bisa cemburu.


Tes air mata Yumna langsung tumpah begitu saja. Saat mendengar ceramah panjang suaminya itu, Yumna kini mengejar langkah kaki Vano untuk menjelaskan kesalah pahaman yang terjadi.


Cek lek.


Vano segera membuka pintu karena kebetulan juga pintu memang tidak sedang terkunci.


"Sayang kau dimana? aku datang, aku sangat merindukanmu, ternyata tidak melihatmu membuatku sangat rindu untuk itulah aku langsung kemari" cicit Vano mencari keberadaan Clarissa namun orang yang di carinya tidak berada ditempat itu.


"Sayang kau kemana?"


"Maaf Tuan Nona sedang melakukan chek up ke rumah sakit dengan dokter yang menangninya ucap seorang pelayan yang tiba-tiba saja muncul.


"Kau siapa kenapa kau ada di sini?"


"Saya adalah pelayan nya Tuan dokter dan Tuan dokter menyuruh saya untuk membersihkan tempat ini Tuan"


Sang pelayan itu pun segera beranjak pergi meninggalkan Vano dan juga Yumna.


"Apa Clarissa tinggal di sini Mas…? dan kau akan menjadikan ku pelayannya?"


"Ya…kenpa apa kau keberatan?"


"Ya…tentu saja aku keberatan karena aku ini istrimu sedangkan dia hanya kekasihmu,"


"Ya kau adalah istri yang pandai berdusta, kau tidak pernah menggapku sebagai suamimu, dan perlu juga kau ingat dan garis bawahi jika kecelakaan itu tidak terjadi maka mungkin kau hanya akan menjadi seorang petani saja di kampungmu itu, dan mungkin aku akan bahagia dengan saat ini bersama Clarissa dan juga, munkin dia juga sedang mengandung anakku."


Deg.


Vano melihat berlalu daripada berlama-lama melihat wajah sedih Yumna nyaah mengapa ia ingin menangis dan memeluknya namun ia berusaha menahannya agar Yumna tidak lagi berbuat seenaknya saja.


"Mas...tunggu Aku…!" Yumna menahan tubuh suaminya itu dengan memeluknya dari belakang, Aku mintak maaf Mas untuk semua nya Aku punya alasan sendiri untuk melakukannya dan memilih diam tanpa meminta izinmu terlebih dahulu, tapi aku tidak ingin menjadi pelayan wanita yang akan menjadi istrimu itu, lebih baik kita berpisah Mas…Aku yakin kali ini kau pasti akan bahagia" ucap Yumna pelan namun menekan.

__ADS_1


Deg.


Mendengar apa yang dikatakan Yumna membuat Vano berbalik, dengan mata yang mulai memerah.


"Apa Aku tidak salah dengar dengan apa yang kau katakan ini? kau memilih berpisah dariku dari pada menerima tawaranku dengan gaji yang cukup tinggi?" tanya Vano menahan sedikit emosinya, padahal bukan ini yang di inginannya.


"Iya…" ucap Yumna singkat padat dan jelas.


"Tapi sayang aku tidak akan pernah mau melakukan hal itu, kau akan tetap menjadi istriku selamanya dan nikmati tugas barumu bersamaku di sini, ikut aku sekarang…!" Yumna pun terpaksa mengikuti langkah kaki Vano meski ia masih kesal dan marah atas sikap Vano yang terkesan seenaknya itu.


"Masuklah hari ini temani Aku, Aku tidak tau apa yang menyebabkan kau pergi ke Cafe itu dan bekerja di sana Yumna, tapi aku merasa kau menghianatiku, Apa kau tahu aku begitu cemburu melihat antrian panjang para pelanggan disana dan beruntung aku dan Reyhan berhasil mengusir mereka"


"Jadi kau yang membuat mereka tiba-tiba kabur?" Yumna terkejut bahkan sampai mengerutkan alisnya.


"Mas kau itu salah sangka, aku bekerja di bagian kasirnya saja, mungkin mereka antri karena katanya disana makanannya enak karena ada koki yang baru satu bulan ini bekerja di situ, dan katanya makanannya pun sangat enak"


"Tapi kau telah membuatku cemburu Yumna kau tau Aku begitu sangat takut kehilanganmu dan ya Aku akui aku sangat mencintaimu Yumna khairunnisa istriku…"


Mendengar ucapan cinta dari sang suami membuat Yumna tertawa sekaligus menangis membuat Vano menatap dengan tatapan binggung, ia pikir setelah mengungkap perasaannya yang sebenarnya pada wanita nya itu akan membuat wanitanya bahagia namun kenapa dia menangis.


"A-apa Aku salah bicara? apa kau tidak suka atau tidak mencintaiku?" tanya Vano sedikit gugup dan kecewa.


Bukannya menjawab Yumna semakin terisak bahkan kini memeluk tubuh suaminya itu.


"Aku juga sangat mencintaimu Mas…sangat-sangat mencintaimu" mendengar jika Yumna juga sangat mencintainya Vano memeluk istrinya dengan posesif.


"Terima kasih untuk semuanya, Terima kasih karena kau sudah sejauh ini untuk tetap bertahan dan Terima kasih karena kau pernah mau menjadi istriku"


"Apa-apaan ini,? kalian siapa?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_1


__ADS_2