
Enam bulan kemudian.
''Sayang cepatlah sedikit nanti kita telat aku tidak mau hadir paling akhir di acara tujuh bulanan Alyssa!''
''lya, iya, iya. Kenapa kau sangat tidak sabaran sekali hmm…?''
"Sayang jangan seperti ini aku takut nanti kau hilaf," Kekeh Yessy di saat Dimas merengkuh tubuhnya dari belakang.
"Khilaf sama istri sendiri kan tidak apa-apa lagi pula apa yang ada padamu selalu membuatku candu,'' dan benar saja Dimas membalik tubuh wanitanya itu lalu memberikan sebuah tautan sedangkan Yessy tidak bisa menolak aksi suaminya, yang kadang selalu membuatnya panas dingin itu.
"Hari ini aku melepas mu, tapi tidak untuk malam ini, Ayo kita berangkat,"
Glek.
Dengan susah payah Yessy menelan ludahnya yang terasa getir, saat membayangkan jika dirinya akan seperti apa malam ini.
''Ayo kita berangkat sekarang kok malah benggong?" tegur Dimas pada istrinya.
*
Sementara itu di kediaman milik Abizar nampak lantunan ayat suci Alquran mengalun begitu merdu semenjak tadi, ya di acara tujuh bulan Alyssa ingin acaranya akan di isi dengan tilawah dan sedekah saja ia berharap kelak sang calon bayi bisa menjadi manusia yang berguna dan hamba yang taat.
"Sayang sebaiknya kau duduk saja, jangan mondar mandir seperti itu, sebentar lagi mereka datang kok, mungkin jalan sedang macet" ucap Abizar menenangkan sang istri.
Namun tak lama kemudian terdengar uluk salam dari orang-orang yang berada di luar.
''Waaikum salam…" jawab uluk salam dari Alyssa dan Abizar yang kemudian bergegas menuju pintu lalu membukanya, Alyssa sendiri memeluk lengan Abizar karena ia masih merasa gugup, hingga pintu terbuka lebar menampakkan siapa saja yang datang.
"Alyssa… Kak, Yumna…" cicit Alyssa berpelukan sambil menangis.
"Mama, Papa…" lirihnya.
__ADS_1
"Sebaiknya kalian masuk tidak enak di lihat para tamu lainnya," uaco Vano yang melangkah bersama seorang anak lelaki yang usianya sebentar lagi akan berusia 7 tahun.
"Maafkan Mama sayang maafkan kami semua yang selama ini menganggap mu telah tiada."
"Tidak Apa-apa Ma waktu itu Aku sebenarnya ingin menumpangi mobil itu tapi entah kenapa begitu turun mencari toilet, mobil itu meninggalkan aku dan juga barang bawaanku kebetulan tertinggal di mobil itu tapi beruntung Aku punya uang kes dan ATM aku pun memutuskan berangkat dengan pesawat komersil.
Hingga di saat aku tanpa sengaja membaca kabar berita online jika aku di nyatakan meninggalkan dan keluargaku sudah mengubur jasadku untuk itu aku memilih untuk bersembunyi, hingga pada akhirnya takdir kembali membuatku bertemu dengan Kak Abi..."
Semua yang mendengar cerita Alyssa sangat gembira dan bersedih karena mereka tidak menyangka jika bertemu Alyssa kembali dan di saat dia sedang berbadan dua.
Setelah semuanya berkumpul rangkaian acara tujuh bulanan pun berjalan hingga selesai dengan suasana bahagia.
"Bagaimana? apa kau sangat capek biar aku memijitmu dulu," ucap Abizar saat melihat sang istri seperti kelelahan.
"Terima kasih sayang… Aku tidak menyangka kalau semuanya sudah sejauh ini, apa kau ingat beberapa bulan yang lalu di saat Mas Dimas memintaku menjadi mempelainya."
Enam bulan lalu, Seminggu sebelum Akad.
''Sepertinya kita harus bicara,'' ucap keduanya, begitu saling melihat sedangkan Alyssa yang penasaran siapa wanita yang bersama Dimas itu pun terpaksa juga menyetujui ajakan itu.
"Aku ingin kita bicara di kantin karena aku sangat lapar sekalian kita makan," usul Alyssa karena memang dia sangat lapar.
"Baiklah kalau begitu ayo…!"
"Tapi tunggu dulu aku izin pamit dulu pada Yessy aku takut nanti dia mencariku," Alysa pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Dimas, namun sekilas ia seperti mengurutkan keningnya saat mengingat sesuatu.
"Yessy,? sepertinya aku pernah mendengar nama itu tapi di mana ya,?" pikir nya dalam hati. Dan di sinilah mereka berdua duduk di suatu meja tanpa mereka sadari seseorang tengah melihat kedekatan mereka setelah memesan makanan Alyssa pun segera menyantap makanannya karena memang dia sangat lapar.
"Apa boleh aku bicara sekarang tanya Dimas di saat Alyssa akan selesai menyantap makanannya. "Baiklah kau bicara terlebih dahulu," sahut Alyssa menimpali.
"Baiklah Dengarkan Aku Kau hanya harus menjawab iya tanpa protes karena nanti aku akan menjelaskannya," ucap Dimas.
__ADS_1
"Ayo kita menikah…" anaknya.
"Apa, menikah,?"
"Kenapa kau terkejut bukankah itu yang kita rencanakan dari awal? dan aku kan menyuruhmu untuk hanya menjawab iya saja karena aku akan menjelaskan semuanya nanti," meski ragu tapi Alyssa pun akhirnya setuju.
"Ya baiklah," jawab Alyssa pada akhirnya.
"Baiklah sekarang Jelaskanlah apa yang ingin kau katakan padaku,?"
Alyssapun mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepada Dimas dan tak satupun ia tutupi, mulai dari rasa cinta nya pada Abizar dan juga tentang kehamilannya dan seharusnya yang masih sah menjadi istri Abizar.
"Yessy dia adalah wanita itu, aku berjumpa kembali di saat aku kembali menebus obat untuk Amar, dan aku tahu dia punya penyakit kangker otak stadium akhir, selama 6 Tahun ini ia berjuang melawan penyakitnya, meski dia tidak mencintaiku tapi aku ingin menghadirkan cinta di hatinya dengan cara mencintainya untuk itu aku meminta bantuan mu, Untuk menjadi mempelaiku nanti, karena ini permintaan terakhirnya.
Yessy ingin melihatku menikah, namun aku pun memberikan syarat akan menghias tubuhnya dengan gaun pengantin, dan juga ingin membuat kamar perawatannya seperti kamar pengantin dan yang pastinya ia harus mau di operasi,"
"Baiklah aku akan membantu mu dan aku ingin mengatakan sebenarnya selama ini kau tidak mencintaiku kau hanya mencintai Yessy, sedangkan cinta yang kau katakan padaku hanya lah rasa simpati saja,"
"Entahlah aku tidak faham semua itu." timpal Dimas
"Aku pergi dulu, aku takut Abi akan mencari ku,"
"Sebaiknya seperti itu dan suamimu itu, dia juga pernah mengancam ku untuk tidak mendekati mu untuk itu minta izinkan padanya." Alyssa hanya mengangguk mengerti mendengar ucapan Dimas.
"Alssa Sedang apa kau di sini aku mencarimu kemana-mana?"
"Abizar Dari mana kau tahu aku berada di sini?''
"Ayo ikut aku!" sakit cicit Alyssa saat bicara dengan keras tangannya di tarik Abizar.
"Jika kau tidak bisa bersikap lembut padanya lepaskan dia karena jika tidak aku akan merampasnya dengan paksa,"
__ADS_1
"Dan aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi," Abizar Yang merasa kesal pun mempercepat langkah kakinya yang diikuti oleh Alyssa.
"Sebaiknya kita pulang sekarang!" ucap abiza begitu sampai di ruangan di mana Alyssa dirawat.