KEKASIH

KEKASIH
Pernikahan Jimmy&Clarissa


__ADS_3

Flashback on.


"Mas…!"


"Hm…" jawab Vano singkat karena saat ini ia tengah memeluk istrinya setelah ia puas menggelitik Yumna yang sudah dengan tega mengerjainya itu.


"Mas…apa kamu serius ingin menikahi Clarissa?"


"Menurutmu…?" ucap Vano tanpa ingin menjawab pertanyaan istrinya itu.


"Mas… aku kan bertanya lalu kenapa Mas tidak langsung menjawab saja. lya Atau tidak" ucap Yumna bersungut-sungut.


"Apa kau sudah mulai cemburu pada suamimu ini?" ucap Vano kembali menggoda istrinya.


"Mas...itu bukan sebuah jawaban."


"Bilang saja kalau kamu sudah mulai cemburu."


"Entahlah…!" ucap Yumna membelakangi suaminya, karena ia masih kesal dengan ketidak jujuran Vano.


"Sayang…berdosa loh...jika seorang istri membelakangi suaminya tanpa meminta izin suaminya terlebih dahulu." Ucap Vano mengingatkan sambil memeluk istrinya dari belakang, Yumna yang mendengar perkataan suaminya pun segera berbalik menghadap suaminya bahkan kini wajah mereka pun saling menyentuh.


"Aku mencintaimu, aku menyayangimu sayang…" ucap Vano lembut.


"Dan kau tahu sendiri suamimu ini seperti apa? tanpa aku menjelaskannya, bahkan kau mempercayaiku sebelum aku memintamu untuk percayaiku."


"Tapi Mas…"


"Ssst…apa sekarang kau sudah mulai meragukan suamimu ini?" tanya Vano sambil terus mengecup seluruh wajah istrinya dengan begitu lembut.


"Sebenarnya tidak…! tapi__"


"Tapi kau ingin kejelasan, dan pengakuan ku yang sebenarnya kan,?" ucap Vano menjeda kalimat istrinya itu. Dan di angguki cepat oleh Yumna. Vano nampak menarik nafas panjang.


"Baiklah aku akan mengatakannya, sebenarnya anak yang di kandung Clarissa bukan anakku, karena sedikitpun aku tidak pernah melakukan hal-hal negatif selama berpacaran dengannya dan dia sengaja menjebakku karena ia ternyata ingin membalas dendam pada Mama."


"Apa? balas dendam?" kejut Yumna membulatkan matanya tidak percaya.


"lya kau benar sekali." Vano pun mulai menceritakan tentang apa yang di dengar dan di lihatnya dengan mata kepalanya sendiri, bahkan penyakit yang di derita oleh Clarissa pun semuanya adalah kebohongan, dan itu di dengarnya secara kebetulan di saat ia menjenguk Clarissa.

__ADS_1


"Aku hanya tidak ingin Clarissa membuat ulah dan menerormu, dan itu akan berpengaruh padamu dan anak kita, tapi ternyata aku salah, kau ternyata lebih kuat dari yang aku prasangka kan." Ucap Vano dengan bangga.


"Lalu apa kau kecewa?" tanya Yumna yang terus saja menatap suaminya tanpa berkedip.


"Mungkin ada, tapi lebih besarnya aku bersyukur karena mengetahui semuanya semenjak dari awal. Aku bersyukur kerana di kirimkan wanita sekuat dirimu, dan selalu setia menungguku."


"Lalu kenapa Mas El, mengatakan ingin menikahinya?" "Sebenarnya Aku mengatakan itu aku hanya ingin melihat expresi wajahmu seperti apa."


"Apa? jadi Mas…"


"lya sayang Aku juga hanya bercanda."


"lh... Mas gak lucu tauk…!" Yumna memukul dada bidang suaminya itu dengan kesal.


"Siapa bilang tidak lucu buktinya ini. Kau itu akan terlihat lucu kalau lagi marah." Kekeh Vano yang lagi-lagi mendapat cubitan gemas dari istrinya itu.


"Aku akan memperlihatkan di depan orang-orang kalau kau adalah istriku Satu-satunya dan kita akan mengadakan resepsi pernikahan__"


"Dan akad nikah Mas…" Ucap Yumna memotong kalimat suaminya itu.


"Maksudmu?"


"Boleh juga saranmu itu, tapi kau harus memberi tahu kan ini ke Jimmy."


"Baiklah aku akan menelponnya dan menyuruhnya Siap-siap." Ucap Yumna.


"Terima kasih sayang karena sudah percaya pada suamimu ini, Aku sudah melihat dan mendengarkan apa yang kau bicarakan tadi siang bersama dengan Clarissa."


"Jadi Mas menguntitku?"


"Tentu saja Tidak…! aku hanya ingin memastikan kalau kau baik-baik saja."


"Itu sama saja dengan menguntit Mas…tapi...tunggu dulu, apa Mas sengaja tidak mengaktifkan telepon waktu aku menghubungimu Mas?" Vano hanya mengangguk mendengar pertanyaan istrinya itu.


"Kok kamu tega sih Mas… Aku kan sudah sangat khawatir sekali waktu itu karena tidak sempat minta izin." Kesal Yumna kembali.


"Maafkan Aku sayang… tapi kalau tidak dengan seperti itu aku tidak akan tau seberapa liciknya wanita itu, dan aku menyesal sudah pernah mencintai dia dan juga sudah pernah membuatmu terluka karena dia." Vano pun mencium pucuk kepala istrinya itu.


"Baiklah, sebaiknya ayo kita tidur karena besok kita akan mulai mengatur rencana." Lanjut Vano lagi.

__ADS_1


Flashback off.


Mendengar apa yang di ceritakan putranya itu mambuat Bu Hesti kembali meminta maaf pada sang putra, Bu Hesti juga memeluk Putri menantunya itu.


"Sekarang kau pergilah untuk menjemput Clarissa, kasian Jimmy sudah menunggu dari tadi." Ucap Yumna melirik Vano.


Vano pun segera pergi dari tempat tersebut lalu menjemput Clarissa.


*


"Bagaimana sayang, apa semuanya sudah selesai?" tanya Clarissa begitu Vano tiba di tempatnya dan bahkan kini Clarissa begitu antusias ingin segera keluar dari kamar dan membanggakan dirinya jika ia sudah menikah dengan kekasihnya yang paling kaya raya.


"Aku rasa kau orang yang sudah tidak sabaran lagi." ucap Vano dengan datar.


"Ya…tentu saja karena orang-orang akan tau kau adalah suamiku, dan aku sangat bahagia sayang." Ucap Clarissa ingin memeluk Vano.


"E...tunggu…! sebaiknya kita segera keluar sebelum Mamaku masuk dan mengamuk." Ucap Vano berusaha menghindari sentuhan Clarissa.


Clarissa pun percaya begitu saja dan memilih untuk mengikuti langkah Vano.


Namun begitu tiba di pelaminan ia terkejut dengan kehadiran Jimmy di tempat itu, bahkan lelaki itu hanya diam seribu bahasa tak ingin mengapanya.


Dan yang paling mengherankan lelaki itu seperti seorang pengantin yang ingin menikah, itu terlihat dari pakaian yang di kenakannya.


"Tanda tanganilah ini...!" ucap Vano, lalu ia pun memberikan satu pasang surat nikah, dan tanpa pikir panjang Clarissa yang fikirannya terfokus pada Jimmy menandatangani surat nikah yang di sodorkan Vano dengan buru-buru tanpa membaca dan melihatnya dengan seksama nama siapa yang tertulis di dalamnya.


"Apakah kau sudah selesai?" tanya Vano.


"Tentu saja sudah sayang..." Jawab Clarissa dengan senyum merekah sambil menyerahkan Buku nikah yang sudah di tanda tanganinya itu. Dan senyumnya pun memudar di saat ia melihat Vano menyerahkannya pada Jimmy dan bukan itu saja Jimmy bahkan sekarang ini tengah menanda tangani Buku nikah tersebut.


"Jim... apa-apaan kau ini? Apa yang kau lakukan?" sentaknya sedikit kesal.


"Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan sebagai suamimu Clarissa." Ucap Jimmy sambil tersenyum menatap keterkejutan Clarissa.


Deg.


"Kalian semua…? Apa kalian semua menipuku,? apa yang kau lakukan padaku? katakan Vano sayang semua ini tidak benar kan?" tanyanya melirik ke arah Vano yang sedang memeluk pinggang istrinya itu.


"lni benar Clarissa, kau dan Jimmy sudah Sah dan resmi sebagai suami istri di depan Agama dan Negara, dan aku akan memperkenalkan kepada kalian semua kalau wanita di sampingku ini dialah Kekasih sekaligus bidadari di hatiku."

__ADS_1


__ADS_2