KEKASIH

KEKASIH
Beri aku kesempatan.


__ADS_3

"Cepatlah pakai bajumu lalu tidur! apa kau sudah terbiasa tidur larut seperti ini?" tanya Abizar masih dengan nada yang datar.


"Kadang-kadang sih Kak…apa lagi di saat Aku memikirkanmu dan juga di saat Aku terbangun karena memimpikanmu." Ucap Alyssa tanpa sadar.


"Ck, kau ada-ada saja, cepatlah keluar aku akan memakai bajuku," usir Abizar.


"Kak…bisa tidak malam ini aku tidur di kamar mu anggap saja ini untuk yang pertama dan yang terakhir," pinta Alyssa pada Abizar.


"Sebaiknya kau pergi pakai pakaianmu dan segera lekas tidur,"


Mendengar Kata-kata Abizar yang kembali seperti mengusirnya, Alyssa pun dengan langkah terpaksa segera meninggal kan kamar Abizar.


"Kak…bisa tidak kau bersikap lembut seperti Abizar yang pertama kali aku kenal dulu," ucap Alyssa berdiri di ambang pintu, lalu ia pun melanjutkan langkah kakinya. setelah Alisa pergi Abizar pun merenungi apa yang dikatakan Alyssa tentang dirinya pada saat ia pertama kali bertemu.


"Maafkan aku Alyssa aku benar-benar belum bisa mencintaimu, Aku melakukan semua ini sebenarnya agar kau membenciku, karena aku tak pantas untuk kau cintai, kau seharusnya bisa mengejar kebahagiaan tanpa harus bersamaku apa kita akan bisa bertahan dan saling mencintai jika kita akan memulai Semuanya dari awal,? sebenarnya aku ingin memulai Semuanya dari awal tapi aku takut jika Aku Tak Bisa Mencintaimu, aku takut dan khawatir jika akan terus membuatmu terluka Aku harap kau bersabar dan bertahan hingga hatiku bertaut pada hatimu." Gumam Abizar hanya dalam hati.


Ia pun segera masuk ke ruangan kerjanya dan memeriksa beberapa email yang telah masuk di gawainya, Abizar juga telah sibuk mempersiapkan barang-barang yang akan dibawanya besok untuk menuju kota Mamuju.


Dan tepat pukul tiga dini hari ia pun selesai berkemas, namun Entah mengapa tiba-tiba saja pikirannya tertuju pada Alyssa, Abizar keluar dari ruangannya lalu melangkah menuju kamar Alyssa dan beruntung sekali pintu kamar Alyssa tidak terkunci.


"Apa dia selalu seperti ini jika tidur tidak mengunci kamarnya? gadis ini memang benar-benar aneh bisa-bisanya dia tertidur dengan nyenyak sedang pintu kamarnya tidak terkunci rapat. Bagaimana kalau ada orang lain yang masuk selain aku, dasar ceroboh." gerutunya lagi.

__ADS_1


Abizar melangkah masuk dan di lihatnya Alyssa yang tengah tertidur pulas dengan dengkuran halus nya.


"Ya ampun apa dia selalu tidur seperti ini?" Abizar memungut selimut yang berserakan di lantai lalu menyenyelimuti tubuh Alyssa yang tidur hanya dengan memakai lingerie tipis setipis kulit ari. Bahkan Abizar terlihat bersusah payah menelen ludahnya sambil membuang pandangan nya ketempat lain.


"Kau jahat Kak, Abi aku membencimu sangat membencimu." Racau Alyssa sambil terlelap.


"Bahkan di dunia mimpimu saja kau sangat membenciku." Gumam Abizar dan ia merasa tercekat di saat melihat air mata yang mengalir begitu saja di ke dua mata Alyssa.


"Maafkan jika aku sudah melukaimu terlalu dalam." Abizar menghapus air mata yang mengalir di kedua mata Alyssa itu.


la pun bahkan memberanikan diri untuk memberikan kecupan di kedua mata Alyssa namun tak sampai di situ saja. Setelah membaca doa ia memberanikan diri melakukan yang lebih dari itu, Abizar mulai menyentuh bibir Alyssa yang sangat Ranum dan menggoda itu, Alyssa yang merasa tidur nya terusik kini membuka matanya. Dan betapa terkejutnya ia di saat menyadari kalau Abizar ada di kamarnya bahkan kini tengah menyentuh nya.


"Kak, Abi? apa yang sedang kau lakukan?" tanyanya begitu polos. Di saat Abizar menjeda tautan nya.


"Kak aku…"


"Aku akan keluar tidurlah, lain kali kunci pintu dan pakai selimut mu kalau tidur nanti kau bisa masuk angin." Ucap Abizar hendak berlalu, namun tangan nya di tarik oleh Alyssa hingga membuat tubuhnya kembali terjerembab di atas tubuh wanita itu.


Kini wajah kedua nya begitu dekat dengan tatapan yang saling mengunci, tak ada yang bersuara hanya deru nafas dan detak jantung Alyssa yang berdegup kencang karena ini kali pertama nya ia begitu intim dengan Abizar.


"Kak Aku…Ahk…" ******* lembut keluar begitu saja dari bibir Alyssa di saat Abizar entah sejak kapan ia menyentuh dengan lembut bagian intinya.

__ADS_1


Bahkan kedua gundukan nya kini tak lepas dari sesapan lembut Abizar.


Alyssa semakin di buat terlena dengan sentuhan lembut suaminya itu, ia tidak menyangka jika ia bisa menaklukkan hati Abizar yang begitu dingin dan kaku kepada nya itu.


Bahkan Abizar trus saja membuatnya mengeluarkan suara suara anehnya. Begitu pun dengan Abizar yang terbakar oleh permainannya sendiri.


"Kak…Abi…" pekik Alyssa saat merasakan sesuatu yang ingin meledak pada dirinya di saat Abizar terus saja menggelitik bagian sensitif nya.


Bahkan tubuh wanita itu kini terlihat bergetar, Abizar yang mengetahui kalau Alyssa kini tengah mengalami pelepasan pertama nya segera siap untuk mengambil posisi selanjutnya. Nampak Alyssa begitu pasrah saat menanti serangan selanjutnya, meski tidak bisa ia pungkiri jika perasaan saat ini sedang campur aduk dengan jantung yang terus saja berdegup begitu kencang. Bahkan kedua pahanya terbuka lebar di saat sesuatu yang memegang bergesekan dengan bagian intinya. Seolah-olah ia siap untuk di terjang, namun tiba-tiba saja Abizar segera turun dari tubuh Alyssa.


Dan tentu saja hal itu membuat Alyssa terkejut, dan merasa di permainkan.


"Maafkan aku, aku tidak bisa melakukannya?"


"Tapi kenapa Kak?" tanya Alyssa kecewa, padahal ini akan menentukan pilihan nya apakah ia akan terus bersama Abizar atau akan mengakhiri semuanya, karena ia tidak ingin menjalani rumah tangga yang menurut nya tidak ada perkembangan, yaitu hanya rumah tangga yang monoton yang hanya berjalan di tempat.


"Aku tidak mencintaimu Alyssa, Untuk itu aku belum bisa melakukan nya."


"Aku akan melakukan nya jika sudah bisa mencintai mu." Ucap Abizar.


"Kapan Kak? kapan kau akan mencintai ku? semingu, sebulan, atau bahkan setahun? ayolah Kak, lupakan semuanya aku ini istrimu." Ucap Alyssa sedikit menekankan suaranya.

__ADS_1


"Dengarkan aku Alyssa aku belum bisa melakukannya, aku akan melakukan nya jika di hatiku sudah bisa mencintai mu, beri aku waktu dan kesempatan untuk bisa mencintai mu Alyssa untuk itu bersabarlah."


"Baiklah aku akan menerima semua keputusanmu dan akan memberikan mu kesempatan untuk mencintai ku, sekarang keluar lah dari kamar ku aku ingin istirahat." Usir Alyssa pada Abizar, dan tentu saja hal itu membuat Abizar terkejut karena untuk kali pertamanya Alyssa begitu berani mengusir nya, namun ia memaklumi nya karena ia tahu Alyssa begitu sangat kecewa padanya.


__ADS_2