KEKASIH

KEKASIH
Maafkan Aku.


__ADS_3

Kini Abizar terisak semakin dalam meski Ia seorang lelaki tapi kali ini ia ingin menangis ingin menangisi seorang wanita yang begitu Mencintainya namun dengan kebodohannya ia megabaikan kebaikan cinta wanita itu dan membuatnya begitu terluka dalam kepedihannya, Ia membangun sebuah pernikahan namun menjadikan istrinya sebagai sebuah bayangan, bayangan yang selalu mengikuti kemanapun ia melangkah pergi, namun bayangan itu tak pernah la pedulikan sama sekali, kini bayangan itu benar-benar telah pergi dari kehidupannya meninggalkannya entah ke mana, masih pantaskah Ia dikatakan sebagai seorang suami? sebagai suami yang begitu lalai terhadap kewajibannya selama ini, padahal Ia sendiri tahu bahwa di dalam agama mengabaikan seorang istri itu adalah dosa yang sangat besar apalagi sampai menzaliminya, bahkan sampai-sampai membuatnya meneteskan air mata.


"Alyssa Maafkan Aku, aku tidak tahu sudah berapa luka yang telah ku goreskan di hatimu Aku tidak tahu sudah berapa air mata yang kau jatuhkan di pipimu, Aku tak tahu sudah seberapa kali kau, terus ingin berdiri di sisiku, namun dengan begitu tidak pedulinya aku begitu acuh padamu, aku akan mencarimu Kemanapun kau pergi Alyssa. Tunggu aku, Aku akan mencarimu dan aku tidak akan pernah mengabulkan perceraian ini tidak akan pernah!"


Abidzar bangkit berdiri dan memilih keluar kamar Ia pun segera menuju ke garasi karena tujuannya saat ini untuk mencari Alysa dan menyelesaikan kesalah fahaman selama ini,


"Kenapa aku tidak menelpon Vano?" saja ucap Abidzar menyesali kebodohannya itu. "Ya sebaiknya aku akan menelpon Vano dan menanyakan Alyssa ada di mana" ucapnya kembali pada dirinya sendiri lalu Meraih handphonenya mencari nomor Vano namun baru saja ia ingin menekan nomor Vano tiba-tiba saja Vano meneleponnya.


"Halo Assalamualaikum…" ucapnya begitu panggilan tersambung. Waalaikumsalam "Warahmatullahi Wabarakatuh…" kau ke mana saja selama ini?" tanyakan Vano di seberang telepon.


"Aku dikirim bertugas ke kota Mamuju kau tahu kan di sana sedang kekurangan dokter" "Oh…ucap Vano hanya berohria.


"Abidzar… Vano…!!" ucap keduanya saling menyebutkan nama.


"Berbicaralah padaku terlebih dahulu Apa yang ingin kau katakan" ucap Abidzar pada Vano.


"Baiklah Dengarkan Aku baik-baik kini suara Vano tiba-tiba berubah serius dan sedih, apalagi di seberang telepon terdengar suara isak tangis dan jeritan Memanggil nama Alyssa membuat hati Abizar mulai tidak tenang dan jantungnya kini berdegup begitu kencang.


"Aku hanya ingin mengabarkan sesuatu padamu dan kau harus tahu kabar ini meski aku tahu kau tidak pernah mencintai Alyssa hingga detik ini tapi kau adalah suaminya Untuk itulah aku menelponmu malam-malam seperti ini dan memberikanmu kabar duka setidaknya kau bisa datang untuk melihat Alyssa untuk yang terakhir kalinya. Apa kau tahu Anisa pamit kepada kami untuk pergi ke luar kota la ingin pergi menenangkan diri namun mobil yang ditumpanginya__" Vano terdiam tak bisa melanjutkan kata-katanya karena tiba-tiba saja ia merasa tercekat.


"Katakan padaku apa yang terjadi dengan mobil Alyssa Vano? karena kau tahu sejak tadi pagi perasaanku tidak enak tentang Alyssa apalagi di saat aku masuk di dalam kamar aku tidak menemukannya. Untuk itulah aku langsung keluar ingin mencari di mana Dirinya sekarang ini namun tiba-tiba saja kau menelponku, dan sekarang Katakan padaku apa yang terjadi pada Alyssa?" tanya Abizar menggebu-gebu.


"Alyssa dia adikku"

__ADS_1


"Iya aku tahu itu adikmu dan dia juga istriku bodoh!" umpat Abizar.


"Alyssa…"


"Mama…!" pekik Vano dari telepon.


"Mama kenapa?" tanya Abizar panik.


"Ma… Ma…!" terdengar lagi teriakan Vano."Mama kenapa?" belum juga Vano selesai menjelaskan tiba-tiba memanggil sang mama membuat Abizar terus bertanya.


"Ada apa ini sebenarnya cepat jelaskan padaku? jelaskan padaku Vano… apa yang terjadi sebenarnya?"


Tut tut tut.


Abizar pun segera membuka pintu mobil dan bergegas turun namun begitu ia tiba di pintu gerbang masuk menuju rumah mertuanya nampak terlihat olehnya sebuah Bendera Kuning yang terpasang di depan pagar tersebut dengan perasaan yang sudah mulai tidak enak Abizar melangkah meski kakinya tiba-tiba saja terasa kaku dan berat untuk melangkah dan begitu ia masuk semua orang terlihat begitu panik.


"Ma… buka mata Mama… cepatlah Ma…!" pekik Vano begitu melihat sang mama tergeletak di tempat tidur sedangkan Yumna terus saja memberikan minyak kayu putih di hidung mertuanya itu.


"Mama Kenapa Van? kalian menyingkir lah biar aku yang akan menanganinya!" ujarnya pada Vano, Vano dan Yumna yang melihat kedatangan Abizarr pun segera turun dari tempat tidur dan memberikan tempat untuk Abizar memeriksa ibunya.


"Sebaiknya Mama harus dibawa ke rumah sakit jika tidak kondisinya akan semakin parah." Ucap Abizar menatap Vano dan Yumna secara bergantian.


"Baiklah, Ayo kita segera membawanya" ucap Vano.

__ADS_1


"Sayang aku akan meninggalkanmu dulu ya aku akan membawa Mama ke rumah sakit."


:Baiklah Mas, Pergilah… aku tidak apa-apa di sini, lagi pula aku akan menunggu kedatangan jenazahnya di sini." Vano pun menganguk segera mengangkat tubuh Sang Mama dibantu oleh Abidzar untuk masuk ke dalam mobil.


"Biarkan aku yang menyetir berikan kuncinya padaku" ucap Abizar begitu ia tiba di mobil. "Kau jagalah Mama di belakang, karena kau tidak akan bisa menyetir kalau kau sedang panik seperti ini" ucap Abizar menetap Vano dari kaca spion.


"Baiklah," ucap Vano lalu memberikan kunci mobilnya.


"Sebaiknya kau tunggu aku di sini aku akan memanggilkan dokter untuk segera menangani mama ucap Abidzar begitu tiba di UGD.


"Dokter-dokter… Cepatlah kemari tangani Mamaku!" teriak Abizar memanggil dokter. "Baiklah dokter Abidzar ucap dokter tersebut sebaiknya Anda juga ikut untuk memeriksanya biar anda tahu lebih detailnya tanpa perlu saya akan menjelaskannya nanti" "Baiklah dokter" ucap Abizar pada akhirnya. Abizar pun berpamitan pada Vano untuk ikut memeriksa mertuanya.


"Masya Allah Mama kenapa bisa seperti ini dan apa yang akan aku katakan pada keluarga pasti mereka semua akan Terpukul mendengar kabar ini tapi aku tidak ada cara lain aku harus berkata jujur pada mereka semua tentang apa yang diderita oleh Mama saat ini."


"Anda benar sekali dokter sebaiknya Anda berkata jujur pada keluarga anda" Abizar pun mengangguk lalu melangkah keluar mencari Vano.


"Bagaimana keadaan Mama?" sapa Vano begitu Abizar keluar dari ruangan tersebut. "Maafkan Aku Van kalau harus mengatakan ini," ucap Abizar sambil tertunduk, Mama mengalami stroke berat Van."


"Apa… lnnalillahiwainnailaihirojiun," kejut Vano.


"lni pasti semua karena Mama mendengar kabar tentang Alyssa"


"Alyssa… Apa yang sebenarnya terjadi pada Alyssa Vano?" ucap Abidzar bertanya karena dari tadi ia belum sempat menanyakan keadaan tentang Alyssa saat melihat semua orang panik saat mamanya pingsan.

__ADS_1


"Alyssa… Alyssa adikku… Alyssa sudah tiada Abi…Dia sudah pergi meninggalkan kita semua untuk selama-lamanya…"


__ADS_2