KEKASIH

KEKASIH
lngin bekerja.


__ADS_3

"Jangan pernah membalas apapun yang dilakukan oleh orang padamu, meski kamu tidak menyukainya, kakak hanya ingin cepat pulang saja, karena kakak tidak akan pernah betah berlama-lama di rumah sakit, Kakak akan merasa jauh lebih tenang jika berada di Rumah."


"Kakak rehat di rumah saja, baiklah. Lalu kenapa Kak Vano tidak membantu kakak untuk beres-beres?"


"Kan ada kamu, Mas El itu sibuk, jadi tidak punya waktu untuk membantu kakak, lagi pula Kakak Tidak kenapa-kenapa kok, kakak hanya kecapean saja. Kau tidak khawatir, mending sekarang sebaiknya kamu cepat Bantu Kakak!"


"Baiklah Kak, Terserah Kakak saja" akhirnya Alyssa hanya menurut apa yang dikatakan oleh sang kakak iparnya itu.


"Kau tunggu aku di mobil saja ya Al Aku hanya ingin ke Apotek sebentar untuk menembus obat" ucapnya pada Alisa.


"Apa kau yakin dengan keputusanmu ini? kau harus memikirkannya kembali yumna."


"Aku tidak perlu berpikir kedua kalinya hanya untuk menyelamatkan nyawaku, dia juga sama berhaknya untuk hidup, jika aku mengorbankannya itu sama saja aku seorang ibu yang bodoh dan egois yanga haya ingin senangnya tapi tidak ingin susahnya, dan sebaiknya anda jangan terlalu ikut campur dengan apa yang sudah menjadi keputusanku"


"Aku seorang dokter jadi aku juga harus bisa menyelamatkan nyawa pasien ku."


"Tapi tidak dengan menyuruhku menggunakannya kan?"


"Baiklah terserah kau saja ini resep obatnya, minumlah secara teratur dan jika terjadi sesuatu cepat hubungi aku.


"Baiklah Terima kasih aku pergi dulu kerena Alyssa sudah menunggu ku di mobil Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Abizar hanya bisa menatap kepergian Yumna dengan tatapan penuh arti.


'Dasar wanita keras kepala' gumamnya.


*

__ADS_1


"Kak, apa kau tidak apa-apa?" tanya Alyssa saat melihat Yumna hanya diam dengan wajah pucat nya.


"Ah…ya apa kau bertanya sesuatu?"


"Kakak kenapa apa kakak baik-baik saja sekarang?" tanya Alyssa kembali dengan bingung.


"Ya tentu saja aku baik-baik saja, memangnya kenapa?"


"Tidak hanya saja wajah kakak terlihat begitu pucat kenapa Kakak tidak menginap saja dulu di rumah sakit." Ucap Alyssa penuh kekhawatiran.


"Kakak hanya pingsan biasa kamu tidak boleh khawatir, eh Ohw iya aku ingin bekerja paruh waktu apa kamu punya kenalan yang bisa membantu ku, karena kalau di rumah terus aku merasa bosan."


"Untuk apa Kakak bekerja apa kakak tidak memberi uang untuk kakak?" selidik Alyssa.


"Siapa bilang dia tidak memberikan ku uang, malah uang yang terlalu banyak, bukankah aku sudah mengatakan kalau aku sangat bosan jika berada di rumah terus, setidaknya aku bisa punya pengalaman meski hanya sebagai cuci piring."


"Baiklah aku akan mencobanya, Mmm… tapi bagaimana kalau kakak kerja di kantornya kakak saja selain itu kakak juga akan selalu dekat dengan Kak Vano bagaimana?"


"Baiklah aku akan mencoba untuk memasukkan kakak di Cafe depan kantor Kak Vano lagi pula Bosnya itu temanku dan seperti nya dia sedang butuh satu karyawan perempuan."


"Benarkah, tapi kau jangan bilang aku ini kakak ipar mu Aku tidak mau Orang-orang nanti akan menghina Mas El,"


"Baiklah Kak aku mengerti kok,"


"Terima kasih ya dan jangan sampai Mas El tau semuanya"


"Iya-iya kakak ipar yang bawel," ucap Alyssa sambil tersenyum, mereka berdua pun tertawa bersama.

__ADS_1


*


Setelah tiga hari dari hari yang di janjikan Yumna pun akhirnya bisa masuk kerja meski ia haruslah sangat Hati-hati dengan kandungan nya yang masih lemah, Yumna tidak ada pilihan lain selain melakukan pekerjaan paruh waktu ini, itu semua ia lakukan karena ia tidak ingin terlalu lama bergantung dan berharap belas kasihan dari suaminya, ia tidak ingin menyusahkan siapapun belum lagi ia harus, membayar obat untuk mempertahankan kandungannya.


Seminggu berlalu ia pun pura-pura tidak peduli lagi kemana perginya Vano karena Vano pun tak pernah pamit dan memberi tahunya kemana dan dari mana ia selama ini, bukannya karena tidak peduli tapi karena ia hanya ingin menghindari perdebatan saja.


'Ya Allah…hari ini aku capek sekali, apa kamu juga capek sayang?' tanyanya pada perutnya yang masih rata sambil terus melangkah masuk kedalam rumah, tanpa menyadari sepasang mata menatapnya dengan tatapan tajam. Ya hari ini Yumna sedikit pulang larut karena membantu salah satu rekan kerjanya yang tiba-tiba saja pingsan dan dia menemaninya di rumah sakit, maklum ia dan rekannya senasip tak ada sanak keluarga, di kota.


"Darimana saja kamu? kenapa sekarang baru pulang? Oh…jadi ini yang kamu kerjakan jika suamimu tidak ada di rumah kamu pulang larut malam tanpa memberiku kabar dan berita, apa kau sadar kau sudah melewati batasan mu Yumna…!"


"Mas El…? Mas El, sedang apa di sini dan sejak kapan Mas El, pulang?" tanya Yumna menutup keterkejutan dan kegugupan nya.


"Kau bertanya kapan aku pulang? dan kenapa aku disini? aku menunggumu dari tadi siang dengan gelisah dan khawatir, karena nomor mu tidak bisa di hubungi, apa kau tahu Aku sudah seperti orang gila karena memikirkan mu! dan kau…kau sudah banyak berubah."


Vano memilih pergi dari tanpa ingin melanjutkan Kata-katanya, karena saat ini air matanya seperti tidak dapat di bendung lagi, dia pun heran pada dirinya sendiri, kenapa selama beberapa minggu ini dia begitu sensitif dan begitu cenggeng, dan itu sangat membuatnya tersiksa.


Yumna menatap kepergian suaminya dengan tatapan penuh tanya, biasanya Vano akan mengamuk dan berakhir kembali menghinanya, namun ini jauh berbeda.


'Apa kau tahu Mas…aku sangat merindukan mu dan apa kau tahu di dalam sini ada buah hati kita, tapi sayang, aku yang terlalu lemah untuk melindunginya, tapi aku berjanji padamu Aku akan melakukan apapun untuk melindungi nya' lirihnya.


Yumna memilih membersihkan tubuhnya lalu memasak makanan karena kebetulan ia juga sedang lapar.


"Mas…apa boleh Aku masuk?" tanya Yumna memberanikan diri, namun tak ada jawaban yang ada hanya isakan tangis dari lelaki yang terkenal angkuh dan sombong itu, Yumna sendiri di buat binggung dengan apa yang terjadi. Yumna meletakkan nampan yang berisi makanan ke sukaan Vano di atas Nakas.


"Mas…apa kau lapar? kebetulan aku juga lapar, kita makan bareng yuk! anggap saja ini makan bareng kita untuk yang terakhir kalinya" ucap Yumna dengan suara yang mulai sedikit bergetar, sambil mengelus dengan lembut punggung Vano yang masih sedikit berguncang. Mendengar itu Vano membalikkan tubuhnya ia bangkit dan duduk sambil menatap lekat manikmata wanita yang membuatnya tersiksa karena rindu itu.


"Aku merindukanmu, sangat-sangat merindukanmu, maafkan aku, aku sangat jahat selama ini sama kamu, aku mohon maafkan Aku"

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



__ADS_2