KEKASIH

KEKASIH
Kau Jahat Kak.


__ADS_3

"Clarissa…dokter tolong Clarissa…" cicit Vano saat tiba-tiba saja Clarissa terkulai lemah.


Sementara itu Alyssa masih berusaha mengejar langkah Abizar yang kini sudah memasuki rumah.


"Kak… tunggu aku Kak…" pangil Alyssa.


"Untuk apa kau terus mengikutiku? seharusnya kau tinggal di Rumah Sakit Bersama kakakmu itu…!" sentak Abizar frustasi.


"Kak, atas nama kakakku aku minta maaf," ucap Alyssa sambil menunduk.


"Kak Vano melakukan itu karena dia juga merasa Terpukul atas kehilangan istrinya" lanjutnya lagi. "Kau pikir hanya dia yang merasa kehilangan atas kepergiannya? Aku juga merasa bersalah dan merasa jauh lebih kehilangan daripada dirinya, kau tahu kenapa? Karena Aku gagal menyelamatkan orang yang aku cintai, itu adalah pukulan terbesar dalam hidupku, sudahlah, berbicara denganmu juga tidak ada pentingnya sebaiknya kau tinggalkan aku biarkan aku sendiri." Usirnya pada Alyssa.


"Tapi Kak…"


"Sudah cukup… bukankah Aku sudah menyuruhmu Diam!"


"Kak… Kenapa kau selalu seperti ini padaku? apa sedikitpun Tidak ada rasa di hatimu untuk ku? kita sudah menikah selama 3 bulan apa hanya Kak Yumna yang ada di hatimu?"


"Kau tidak perlu bertanya jika tahu jawaban yang akan Aku berikan, Bukankah sejak awal kau sudah mengetahui semua itu…!"


"Kau jahat Kak… aku ini istrimu bukan dia…!"


"Dan perlu kau garis bawahi lagi kita menikah karena terpaksa bukan karena saling menyinta,"

__ADS_1


"Tapi aku mencintaimu Kak, kau tahu rasanya kan Bagaimana rasanya tidak dicintai seseorang Lalu kenapa kau tidak bisa mencintaiku? bahkan semenjak kita menikah kau tidak pernah menyentuhku sama sekali, apa aku sangat menjijikan? jika suatu saat aku Tiada apa kau akan bersedih seperti ini atau kau akan bahagia karena kehilanganku,? tapi Sepertinya kau tidak akan pernah menangis karena kepergianku." Ucap Alyssa mulai terisak.


"Pernikahan ini adalah pilihanmu Aku tidak pernah memaksamu untuk melanjutkan pernikahan ini," ucap Abizar memilih melangkah menuju kamarnya, "Aku membencimu… mulai sekarang aku akan membencimu Kak…" mendengar kata-kata Alisa Abizar hanya bisa terdiam menjeda langkahnya, karena Entah mengapa di lubuk hatinya yang paling dalam dia tidak suka mendengar Alisa untuk berhenti Mencintainya, Abizar pun masuk ke dalam kamar meninggalkan Alisa yang masih menangis dalam kepedihannya, karena Biar bagaimanapun sebagai seorang istri ia butuh belaian dan kasih sayang dari suaminya.


Namun selama 3 bulan ini Abizar sama sekali tidak pernah menghiraukannya Bahkan makanan yang dibuat dibuatnya pun tak akan pernah disentuh oleh Abizar. Padahal dia sudah bersusah payah untuk membuatnya bahkan Ia rela bersusah payah kursus memasak hingga membuat tangannya kadang terkena irisan pisau, atau bahkan terkena panasnya panci dan penggorengan, namun Abizar tidak akan pernah sama sekali melihat usahanya itu karena lelaki itu benar-benar akan fokus saja pada Cinta Pertamanya yaitu kakak iparnya sendiri.


Alyssa tidak mungkin akan menyalahkan kakak iparnya karena ia tahu kakak iparnya sudah tidak mencintai Abizar sama sekali, jadi di sini Abizar lah yang bersalah, yang tidak mau melupakan cintanya pertamanya itu.


Setelah lama menangis Alyssa pun bangun dari duduknya karena tiba-tiba saja perutnya merasa lapar. Begitulah Alyssa akan merasa lapar jika dia sedang marah dan menangis.


"Kak Abi pasti lapar karena semenjak tadi dia belum makan apapun," gumanya lalu beranjak ke dapur, ya begitulah sifat Alyssa meski mulutnya berkata tidak akan mencintai tapi hatinya tetap tidak akan tidak tega melihat suami yang sangat dicintainya itu kelaparan, atau menderita namun Abizar tetaplah Abizar yang tidak akan pernah tersentuh oleh apapun yang dilakukan oleh Alyssa padanya.


*


Sementara itu di rumah sakit tiba-tiba saja tim dokter Tengah sibuk menangani Yumna yang tiba-tiba saja detak jantungnya kembali normal, dan itu terjadi di saat mendengar tangisan bayinya dan lantunan doa dari Vano uang sempat masuk menemui istrinya, sungguh keajaiban yang luar biasa yang Vano rasakan.


"Hah…Alhamdulillah akhirnya aku bisa bernafas lega istri anda sudah melewati masa kritisnya, dan Alhamdulillah nya lagi, istri Anda hanya mengalami gegar otak ringan" terang Dokter Julia. "Alhamdulillahirobbil'alamin Terima kasih Dokter." dokter Julia hanya bisa tersenyum melihat sahabatnya itu bisa tersenyum kembali setelah beberapa saat lalu ia benar-benar Down.


Dokter Julia pun kini nampak bernafas dengan lega saat melihat kebahagiaan terpancar di wajah wajah keluarga pasiennya itu.


"Kalau begitu saya permisi dulu" pamit dokter Julia yang diangguki Vano dan ucapan terimakasih dari keluarga Vano dan juga Yumna, sementara itu dokter Julia segera menghubungi rekan kerjanya yaitu dokter Abizar untuk mengabarkan semua apa yang terjadi hari ini.


"Apa aku tidak salah dengar Dokter?"

__ADS_1


"Benar Anda tidak salah dengar kok, jika Anda tidak percaya Anda boleh datang ke rumah sakit." "Alhamdulillah ya Allah…" ucap Abizar dari seberang telepon.


"Kalau begitu saya akan menutup telepon saya dulu, karena ada pasien yang harus saya tangani"


"Baiklah dokter, Terima kasih atas informasinya." Ucap Abizar.


"Kak Abi…kak, Abi…mau ke mana sudah rapi seperti ini? sebaiknya kak Abi makan dulu karena aku lihat Kak Abi sejak tadi tidak makan,!"


"Sebaiknya kau makan sendiri saja, Aku ingin ke rumah sakit Karena ternyata Yumna masih hidup dia sudah sadar." Ucap Abizar yang terus melangkah pergi.


"A-apa… Kak Yumna sudah sadar? Alhamdulillah ya Allah, Aku ikut Kak? ya tunggu aku!" cicit Alyssa berlari di belakang.


"Sampai kapan kau akan lari di belakang untuk mengejarnya Alyssa, apa lagi sekarang yang ada di fikiran nya hanyalah Kak Yumna, Salahkah jika aku bermimpi jika suatu saat aku bermimpi berjalan seiringan dengan mu Kak Abi?"


Gumamnya dalam hati.


"Cepatlah… kenapa kau lama sekali,? jika kau lelet seperti ini kenapa kau mesti ikut, kau itu hanya akan membuatku terlambat nantinya."


"Kau pergilah lebih dulu jika kau buru-buru aku akan menyusul mu naik Taxi…" teriaknya karena jarak mereka yang memang agak jauh.


"Terserah kau saja kalau begitu." Ucap Abizar acuh sambil menatap layar Handphone nya. Lalu ia pun bergegas masuk lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, meninggal kan Alyssa yang menatap dengan tatapan tak terbaca.


Sementara itu hanya Abizar bisa menarik nafas panjang saat melihat kesedihan di wajah Alyssa dari kaca spion mobilnya. Lelaki itu memang sedang buru-buru karena ada hal yang sangat penting yang harus di selesaikannya, untuk itu kenapa ia sejak tadi hanya melihat ke gawainya saja, rupanya ada email yang terkirim ke handphone nya.

__ADS_1


"Maafkan Aku Alys…" gumamnya.


Entah mengapa ini adalah kali pertama ia merasa begitu kasihan dengan istrinya itu, namun waktunya memang tidak banyak untuk itu ia ingin bicara dan menjelaskan nya nanti saja setelah urusannya selesai.


__ADS_2