
"Sebaiknya kau tinggal di Villa ini untuk sementara waktu, ini jika kau masih takut bertemu Mama, bagaimana menurutmu dengan sebuah Villa ini apa kau menyukai nya?" ujar Vano pada Clarissa begitu tiba di Villa yang Baru-baru ini di belinya.
"Terserah kau saja yang penting aku tidak mau bertemu dengan mamamu untuk sementara ini, karena aku tidak ingin di tuduh macam-macam, kau tau sendirikan kalau umurku sudah tidak lama lagi," ucap Clarissa kembali mengingatkan Vano, kerena entah mengapa filingnya berkata kalau Vano sudah jauh berubah dari sebelum ia pergi meninggalkannya terbukti sekarang ia selalu berkata kita harus menjaga jarak karena kita belum halal padahal dulu dia akan selalu memeluk Clarissa kalau merasa rindu dan juga lama tidak bertemu tidak seperti saat ini, Sejak pertama kali bertemu VanoVano sama sekali tidak pernah mau memeluk bahkan menyentuh Clarissa, kalau bukan Clarissa yang melakukannya terlebih dahulu, bahkan itu saja membuat Vano kadang mencari alasan untuk menolaknya.
"Sayang apakah kau masih mencintaiku?" tanya Clarissa saat Vano sibuk melihat gawainya bahkan lelaki tersebut semenjak tiba terkesan sangat cuek, dan seperti nya dia nampak gelisah.
"Sayang apa kau mendengarku,?" kesal Clarissa memalingkan wajahnya sambil cemberut.
"Ah…ya! kenapa sayang? maafkan aku, Aku sibuk memeriksa beberapa email yang masuk jadi tak mendengar apa yang kau tanyakan, sekarang katakan padaku apa yang ingin kau tanyakan?"
"Aku bertanya padamu apakah kau masih mencintaiku?"
"Kenapa kau bertanya seperti itu? bukankah aku sudah sering mengatakannya padamu, kalau aku itu masih Vano yang dulu, yang masih selalu mencintaumu."
"Tapi kenapa kau tidak pernah memeluk atau ingin menyentuhku,? tidak seperti dulu, bahkan kau sering membuatku kesal atas sikap Fosesif mu itu,"
"Dan bukankah Aku sering menerangkan padamu alasannya kenapa? karena kita belum menjadi pasangan yang halal, dulu Aku melakukan hal itu di saat Aku tidak punya pegangan, anggap saja aku masih jahiliyah, dan apa kau tidak ingin menjadi wanita yang istimewa seperti yang pernah Allah jelaskan di dalam Al-quran.? Jika Al-Quran mengangkat derajat seorang wanita, lalu kenapa wanita itu ingin merendahkan dirinya? bukankah ini sama saja dengan ummat terdahulu yang mengatakan Sami'na Waasaina. Yang artinya: Kami dengarkan dan kami ingkari. Dan betapa kita sungguh di dalam kerugian jika kita dalam golongan ummat tersebut."
Lama Clarissa terdiam, karena kesal dengan setiap apa yang di katakan Vano, dia tidak suka Vano yang sekarang karena jika tidak semua rencana yang telah disusunnya rapi akan sia-sia saja, ya dia ingin menikah dengan Vano karena ingin membalas Bu Hesti yang pernah mengusirnya waktu Vano masih koma, bahkan dunia modeling yang ia andalkan ikut ambil andil dalam menghancurkannya, karena ternyata itu semua ulah dari orang tua Vano, karena manajemen tempat ia bernaung kepunyaan sahabat Bu Hesti.
Beruntung ia bertemu kembali dengan Vano di saat ia luntang lantung dan Vano masih sama saja bodohnya hanya mengatas namakan cinta lelaki itu kembali dalam jeratannya, namun sayangnya kali ini ia harus menyimpan stok sabar yang banyak untuk memuluskan semua rencananya.
"Sayang apa kau marah?" tanya Vano saat melihat wanita yang dulu sangat di cintainya itu tiba-tiba diam seribu bahasa.
__ADS_1
"T-tidak, apa selama ini Aku pernah marah atas sikapmu? meski aku tidak menyukai nya?" ucap Clarissa.
"Baiklah apa boleh Aku minta satu hal padamu selama kita belum menikah?"
"Apa itu? apa kau butuh liburan aku akan menemanimu."
"Tidak Aku tidak ingin di temani saat liburan tapi aku ingin ditemani disini, Kau harus tinggal bersamaku kau tau kan di Singapura Aku punya keluarga yang akan menjaga tapi disini siapa yang akan menemani ku, dan kau tidak boleh menolaknya jika kau menolak maka Aku akan pergi dari sini."
"Baiklah Aku akan menemanimu disini tapi setelah Aku dapat seseorang yang bisa menemani kita tinggal, agar kita terhindar dari fitnah." Ucap Vano kembali.
"Dasar sial, gagal dong rencanaku untuk menjebaknya"
Clarissa hanya bisa Menggerutu di dalam hatinya, kini ia menyesal kenapa tidak dari dulu ia menjebak Vano.
...****************...
"Bagaimana apa rapat para pemegang saham berjalan lancar?" tanya Vano pada Reyhan.
"Alhamdulillah semuanya lancar Pak,"
"Terima kasih kau memang sangat bisa di andalkan," puji Vano menepuk punggung Reyhan.
"Baiklah kalau begitu bagaimana kalau kita ke Cafe di depan kantor ini Aku yang akan mentraktirmu," ajak Vano.
__ADS_1
"Tapi Pak sebaiknya kita ketempat lain saja karena tempat itu tidaklah enak,"
"Tau darimana kamu kalau di sana tidak enak,? bukankah kemarin-kamarin kau rajin datang ke tempat itu? atau Jangan-jangan kau punya musuh di dalam Cafe itu ya, Aku tahu siapa kau ini Rey…" cecar Vano.
"Ayo cepat jalan kalau tidak aku akan memecatmu!" Ancam Vano. Dan mau tidak mau ia pun mengikuti langkah kaki Vano.
"Mampus bagaimana kalau Pak Bos tau kalau istrinya kerja menjadi pelayan di Cafe itu, bahkan semenjak istrinya Pak Bos kerja di Cafe itu pelanggannya pun kadang banyak yang antri"
"Kau kenapa? kenapa kau berkeringat padahal ini dingin?" tanya Vano.
"Eh, iya Pak inilah yang di namakan keringat dingin," kelakarnya sambil menyeringai, untuk menutupi ke gugupannya, Reyhan memang sudah sebulan yang lalu mengetahui kalau Yumna bekerja di Cafe tersebut, dan Yumna pun memohon dengan sangat jika Reyhan tidak akan mengatakan kepada Vano kalau ia kerja di cafe itu.
"Kau ini ada-ada saja, cepatlah sedikit! aku lapar,"
"Ya Ampun Pak Bos, apa Anda lagi kelaparan ya,? gak sabaran Amat sih…!"
"Semenjak tadi pagi perutku kurang enak, Aku juga bingung sudah kurang lebih dua bulan Aku mengalami hal seperti ini, dan kau tau yang lebih parah bulan lalu, Aku harus keluar masuk toilet hanya untuk muntah dan anehnya itu terjadi jika aku hanya di rumah, untung tidak menjalar sampai ke kantor kalau tidak maka para karyawan akan menganggap aneh-aneh saja bukan?"
"Ya Pak Bos memang aneh, coba Pak Bos lihat sangat antri sekali bukan?" Vano membulatkan matanya saat melihat panjangnya antrian.
"Kalian semua yang ada di sini cepat kesana karena di dalam sana ada Bom…"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1