
setelah kepergian Clarissa dan juga Jimmy,Vano menjenguk sang Baby Adam Junior, sementara itu tinggal hanya Yumna dan Alyssa.
"Kapan kakak bisa pulang?"
"Mungkin seminggu lagi memangnya ada apa?" tanya Yumna menatap Alyssa.
"Tidak…hanya saja Aku__" Alyssa hanya menarik nafasnya dengan kasar lalu menghempaskan nya pelan.
"Duduklah dan berzikir, aku tahu kau sedang banyak problem tanpa kau menceritakan nya Kakak sudah tahu, karena wajahmu sudah menceritakan semuanya.
Dan benar saja tanpa berkata-kata Alyssa pun mengikuti apa yang di sarankan oleh kakak iparnya itu, Namun sesaat kemudian hanya tetes air matanya yang berbicara, yang bisa menggambarkan betapa nelangsa hatinya selama ini, sedang Yumna hanya diam tanpa bicara sepatah kata pun, ia sengaja melakukan hal tersebut agar Alyssa bisa menumpahkan seluruh beban yang di rasakan nya selama ini.
Dengan sedikit terisak Alyssa menatap iparnya itu, lalu tersenyum.
"Bagaimana perasaan mu saat ini?" tanya Yumna setelah sekian lama terdiam. Alyssa memeluk Yumna tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, hanya sesekali ia akan sesenggukan sedangkan Yumna hanya mengelus dengan lembut punggung adik iparnya itu, ia sangat memahami apa yang di rasakan Alyssa saat ini, sama persis seperti apa yang ia rasakan di saat baru menikah.
"Aku yakin kau wanita yang kuat, kau pasti bisa melewati semuanya." Ucap Yumna memberi semangat,"
"Kak, Seandainya aku punya seorang putri boleh ya aku jodohkan dengan Adam?" tanya Alyssa sambil mengelap ingus di hidungnya, karena terlalu lama menangis.
"Kau ini sedang bersedih karena sakit hati karena seseorang? atau kau sedang berfikir untuk memiliki anak perempuan.?" Tanya Yumna bingung.
"Kak aku sedang berfikir kapan aku akan punya anak perempuan dan menjodohkannya dengan Adam, kita akan besanan, oh…sangat menyenangkan bukan" Uacap Alyssa sambil tertawa dan menghapus air matanya yang tersisa.
"Kau ini, aku kira kau menangis karena kau merasa sakit hati karena cinta, tapi nyatanya kau hanya menangis karena menginginkan seorang anak, kau ini ada-ada saja." Ucap Yumna mencubit lengan Alyssa.
''Aduh kak sakit…" cicitnya
"Kau juga kakak sudah serius kau malah bercanda.
"Maaf…" ucapnya.
"Kak, apa tidak boleh punya mimpi punya suami yang sangat mencintai ku dan mempunyai seorang anak, hanya hal sederhana itu yang aku ingin kan, tidak bisakah Kak, Abizar berhenti untuk mencintaimu!" Ucap Alyssa menatap iparnya.
__ADS_1
Deg.
Mendengar itu semua Yumna hanya bisa terdiam, ia tidak menyangka semua kesedihan yang menimpa Alyssa hanya karena Abizar masih mencintai nya, Yumna ikut merasakan bagaimana perasaan adik iparnya yang terabaikan itu, sama persis seperti yang pernah ia rasakan dulu.
"Kakak minta maaf untuk semuanya, tapi sungguh bukan ini yang kakak inginkan Kakak tak pernah ingin jadi orang yang menghancurkan kebahagiaan mu baik dengan sengaja atau pun tidak di sengaja." Ucap Yumna merasa bersalah.
"Kak ini semua bukan salah kakak, dan juga bukan salah Kak Abi, Aku yang salah kak, karena cinta ku hadir di saat yang tidak tepat, dan juga aku salah karena terlalu mencintai nya. Kak Yumna jangan khawatir, mulai sekarang aku akan belajar untuk mengendalikan perasaanku, hingga Aku benar-benar bisa…Melupakannya untuk selamanya dan tidak akan mencintai siapapun lagi."
Lanjutnya hanya dalam hati.
"Alyssa kau kenapa tadi kau mau bilang apa?" tanya Yumna binggung karena Alyssa tiba-tiba saja menjeda kalimatnya.
"Eh…i…itu kak aku lupa aku baru ingat kalau aku ada janji dengan seseorang, Tapi Kak vano__"
"Aku ada disini ada apa? apa kalian menggunjingku di belakangku?"
"Assalamualaikum Mas…Kak…" ucap Yumna dan Alyssa bersamaan melihat ke arah sumber suara yang tiba-tiba saja muncul, menjeda percakapan mereka.
"Sayang apa Kau ingin makan sesuatu?" tanya Vano saat melihat Yumna hanya duduk merenung.
"Tidak sayang aku hanya ingin rehat sejenak boleh?" tanya Yumna menatap kearah Vano yang kini duduk di samping ranjangnya.
"Sayang… Tentu saja boleh karena aku juga sedang mengengantuk karena sejak kemarin belum bisa tidur nyenyak ucap Vano yang kini ikut masuk kedalam selimut.
"Sayang kau mau apa?" tanya Yumna begitu gugup saat Vano memeluk tubuhnya.
"Tentu saja menemanimu rehat, tidurlah… aku tahu kau tidak akan bisa tidur nyenyak sebelum aku memelukmu dari belakang" ucap Vano.
"Mas…itu kan saat Adam belum lahir, dan sekarang Adam sudah lahir." Ujar Yumna.
"Apa bedanya sebelum dan sesudahnya, buktinya Adam berbicara padaku dia mengatakan kalau aku harus menjagamu sampai akhir hayat.
"Benarkah seperti itu? bukankah putra ku itu belum bisa bicara"
__ADS_1
"Dengar kan aku sayang putra kita itu bisa berbicara lewat tatapan matanya" Yumna pun hanya mengangguk mendengarkan penjelasan suaminya itu.
"Terima kasih karena sudah berjuang dan bertahan untuk ku dan putra kita, Aku mencintaimu sayang sangat-sangat mencintai mu, terima kasih untuk semuanya" ucap Vano memeluk istrinya dengan penuh cinta.
"Aku juga berterima kasih padamu Mas, karena kau sudah mau menerimaku sebagai istrimu, aku juga sangat-sangat mencintaimu, Semoga ke depannya kita lebih kuat menghadapi segala macam cobaan di dalam rumah tangga kita." Ucap Yumna sambil mengeratkan pelukan Vano yang memeluknya dari belakang.
"Aamiin…kau benar sekali sayang aku akan terus berusaha menjadi suami dan ayah yang baik untukmu dan putra kita" timpal Vano mulai mencium tengkuk istrinya itu.
"Sama-sama Mas, aku juga ingin selalu menjadi istri yang baik di matamu, dan aku juga berharap bisa menjadi Ibu yang baik untuk anak kita."
"Baiklah setelah kau keluar dari rumah sakit kita akan pindah ke ke tempat yang jauh lebih nyaman untukmu dan Putra apa kau suka tempat kita yang sekarang?"
"Benarkah Mas, jadi kita akan tinggal selamanya di sana?" tentu saja sayang kita akan pulang ke kota hanya untuk menjenguk Papa dan Mama saja." "Terima kasih sayang Apa yang telah kau berikan sudah terlalu banyak untukku dan maaf jika aku sebagai istri hanya bisa memberimu cinta yang tulus"
"Dengarkan aku sayang, semua itu tidaklah berguna jika tanpa ada cinta yang tulus, karena cinta yang tulus tidak akan pernah ternilai harganya dengan apapun itu." ucap Vano kembali.
"Sayang kapan aku akan bisa memeluk Putra kita?" "Insya Allah mungkin besok aku akan menanyakannya pada dokter"
"Tapi Mas Apa dia mau minum asiku dengan benar?" "Tentu saja sayang Bahkan dia sangat lahap saat meminum ASI darimu itu, sepertinya aku akan mulai bersaing dengan ketat dengan Putraku sendiri" uvap Vano menggoda istrinya.
"Kau ini apa-apaan Mas, dia kan masih kecil, Masak kau sudah mengajak bersaing?" ucap Yumna tak terima.
"Dengarkan aku sayang ada yang bilang jika anak pertama terlahir maka suami akan menjadi yang kedua dan jika anak kedua kahir maka suami akan ter abaikan."
"Kau ini ada-ada saja Mas mana ada seperti itu, Mas anak kita masih kecil jadi wajar jika dia akan membutuhkan perhatian yang lebih bukan dari ibu nya saja tapi darimu juga sayang." Terang Yumna.
Dan seminggu kemudian Yumna pun di per boleh kan pulang kebahagiaan yang di sarakan kini sudah sangat sempurna, apa lagi Vano yang semakin mencintai nya bahkan semakin posesif pada dirinya dan putranya itu, bahkan kini dirinya yang merasa tersaingi di saat Vano lebih banyak punya waktu bermain dengan putranya itu. Namun Yumna pun memakluminya, karena Vano sedang berusaha belajar menjadi Ayah yang baik untuk Adam putra mereka. Dan di setiap libur Vano akan meluangkan waktunya berdua dengan sang istri karena sang putra sudah ada Naninya itu pun jika mereka sedang berlibur saja, selebihnya Yumna dan Vano yang akan lebih extra mengurus Baby Adam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Kisah Vano&Yumna sampai di sini saja ya, kita akan lanjut ke kisah Abizar dan juga Alyssa.
TAMAT***.
__ADS_1