
Ke-empat perawat itu pun tertawa, lalu kemudian mereka meninggalkan kantin tersebut tanpa menyadari jika Alyssa mengepalkan kedua tangannya dari tadi saat mencuri dengar pembicaraan para perawat tersebut.
"Tadi mereka menyebutkan nama dokter Anha, siapa lagi sih? mereka mengatakan kalau dokter Anha adalah dokter paling cantik di sini, dan mereka pernah melihat Kak Abi memeluknya saat dokter Anha menangis. Lalu bagaimana dengan Kak Yumna,? Bukankah selama ini Kak Abi hanya mencintai kak Yumna, atau jangan-jangan Kak Yumna hanyalah alasan untuk Kak Abi menutupi perselingkuhannya dengan wanita lain? Oh tidak mungkin, mereka mungkin tidak selingkuh, tapi akulah yang hadir di antara mereka, cintaku hadir di saat yang tidak tepat." Monolognya terus bertanya pada dirinya sendiri.
Niat hati Alyssa ingin menenangkan pikirannya dari problematika tentang cintanya pada Abizar, malah membuatnya semakin pusing dan stres di saat mengetahui kenyataan jika Abizar kini tengah dekat dengan wanita lain. Alyssa merogoh gawainya lalu menelpon seseorang.
"Urus semuanya hingga selesai, Aku tidak ingin berlama-lama lagi, dan kau bisa menemuiku jika semua sudah beres dan aku inginsecepatnya!" perintahnya pada seseorang di balik sambungan teleponnya.
Alyssa lalu memutuskan sambungan telponnya dan hendaklah melangkah pergi.
Namun baru saja ia ingin memutar tubuhnya dari kejauhan ia melihat Vano yang tengah mendorong kursi roda untuk Yumna.
"Kau dari mana saja?" tegur Abizar di saat melihat Alyssa berjalan mendekati nya sambil menunduk.
"Assalamualaikum Kak, kakak ipar" cicit Alyssa mendekati sang Kakak dan kakak iparnya.
"Waalaikumsalam" jawab Uluk salam dari keduanya.
"Kak Tadi aku ke kamarmu tapi karena Kak Yumna tak ada di kamar jadi aku terpaksa ke kantin untuk minum kopi terlebih dahulu." tuturnya.
"Baiklah, sekarang sebaiknya kau temani kakak ya! karena kakak kadang merasa bosan saat Mas El keluar, Ibu Pun sebentar lagi akan pulang Jadi Kakak di sini sendiri bagaimana Apa kau mau?" tanya Yumna pada Alyssa.
"Ya tentu saja aku mau kakak iparku yang baik hati bahkan jika Kakak mengusir Kak Vano lalu menyuruh Ku tinggal bersama kakak aku rela kak" kelakar nya.
"Hei kau kau jangan coba-coba berani untuk menghasut istriku" ucap Vano menatap tajam.
"Ya Allah kak tatapanmu itu loh, bisa tidak kau tidak menatapku seperti itu aku kan hanya bercanda saja tidak mungkin Kak Yumna akan secepat itu terhasut oleh perkataanku, kakak tahu sendiri kan kalau Kak Yumna itu sangat sangat sangat mencintai kakak," ujarnya panjang kali lebar.
"Ya tentu saja, kita kan tidak seperti kau dan Abi…" Vano yang keceplosan bicara segera diam saat menyadari raut wajah Alyssa yang tiba-tiba berubah murung."
"A-aku minta maaf kalau aku salah bicara," ucap Vano dengan rasa sesalnya.
__ADS_1
Namun Alyssa hanya tersenyum, saat mendengar nada ucapan maaf dari sang kakak.
"Oh ya Kak Bagaimana keadaan Kak Yumna sekarang Apa kata dokter?" tanya Alyssa mengalihkan pembicaraan.
"Alhamdulillah, seperti yang kau lihat sendiri untuk saat ini semuanya baik-baik saja, tapi kakak diharuskan istirahat total, apalagi kaki kakak yang satu ada sedikit retakan kecil untuk Itulah kakak harus duduk sementara waktu ini di atas kursi roda" terang Yumna pelanjang kali lebar,"
"Sebaiknya kau masuk dulu ke kamar aku akan menjenguk Adam sebentar saja" ujar Vano.
"Adam…siapa Adam?" tanya Alyssa bingung, karena kakak nya tak penah dekat dengan orang yang namanya Adam.
"Tentu saja putra kami" timpal Vano lagi dengan begitu bangga.
"Jadi nama Putra kalian Adam?"
"Ya namanya Adam Emran Devana." Sahut Yumna.
"Masya Allah namanya bagus banget, aku jadi pengen juga punya anak seperti kalian, pasti, sangat menyenangkan bukan?"
"Alisa Apa kau baik-baik saja?" tanyakan saat melihat adiknya masih saja diam dan tertunduk.
"Alyssa apa kau tidak apa-apa?" tanya Yumna menggenggam tangan Alyssa.
"Oh, ya Kak… Kakak ngomong apa? maaf aku tadi sedikit tidak mendengarkan pertanyaan kakak," ucap Alisa gugup.
"Alyssa… are you oke?" tanya Vano sambil menyentuh pundak sang Adik.
"Yes I'm oke," jawab Alyssa.
"Lalu kenapa wajahmu sekarang seperti itu? seperti kain keset yang lecek tak pernah dicuci sebulan," ucap Vano menggoda sang adik.
"lni pasti gara-gara semalam aku yang kurang tidur, ini semua gara-gara Kak Abizar sih" "Memangnya Abi kenapa Apa yang dilakukan Abi padamu?" tanya Vano begitu penasaran,
__ADS_1
"Tidak dia tidak melakukan apa-apa padaku Kak, Dia hanya itu dia hanya…" Alyssa pun tanpa sadar menceritakan kejadian semalam. "Astaga ya ampun bisa-bisanya kau menceritakan hal seperti itu pada kakakmu ini apa kau itu baru mengalaminya,? kenapa kau begitu polos sekali seharusnya kau jangan menceritakannya padaku" ucap Vano lagi.
"Kakak sih kakak tahu kan kalau aku gugup apapun yang akan aku lakukan pasti aku katakan dengan jujur" ucapnya penuh kesal
"Mas…sudahlah kau jangan selalu membuat Alyssa kesal dan sedih" sela Yumna yang sejak tadi hanya diam menyimak perbincangan suami serta adik iparnya itu.
"Maafkan aku sayang, ayo kita masuk," ajak Vano.
"Assalamualaikum apa boleh aku juga ikut masuk?" tanya seseorang yang tiba-tiba saja muncul.
"Waalaikum salam, Clarissa… Jimmy…" ucap Yumna dan Vano secara bersamaan.
"Tentu saja boleh, ayo masuklah," ucap Yumna tersenyum ramah.
"Assalamualaikum Bu" ucap Yumna begitu membuka pintu. Dan di ikuti uluk salam dari semuanya.
"Bagaimana apa kata dokter?" tanya Clarissa menghujani yumna dengan pertanyaan.
"Kau tidak perlu khawatir dengan keadaan ku dokter bilang semunya baik-baik saja hanya aku harus istirahat total saja, dan kau sendri bagaimana dengan kandungan mu?"
"Alhamdulillah perkembangan nya sangat baik dan sehat, aku datang kesini untuk meminta maaf atas kesalahanku salama ini karena aku lah yang membuat keadaan mu seperti ini, kau rela mengorbankan nyawamu sendiri hanya untuk menyelamatkan musuhmu" ucap Clarissa panjang lebar
"Kau ini apa-apaan bukan kah kemarin kau juga mengatakan hal yang sama, dan aku sudah memaafkanmu, kita semua adalah saudara jangan di ungkit lagi." ucap yumna
"Kau benar sekali, Terima kasih untuk kebaikan kalian semua aku pasti akan selalu mengingatnya,"
"Dan sekaligus kami pamit, karena kami hendak pulang ke Singapore, kedua orang tua kami sudah merestui, apa lagi saat mereka mengetahui kehamilan Clarissa" ujar Jimmy sambil memeluk pinggang istrinya dengan posesif.
"Kapan kalian akan berangkat? kenapa kalian tidak tinggal saja di sini kalian bisakan tinggal di Villa kalian tempati selama ini." Ucap Yumna.
"Benar yang di katakan Yumna anggap saja villa itu hadiah pernikahan untuk kalian." Timpal Vano.
__ADS_1
"Terima kasih sekali lagi untuk kebaikan kalian, kami pasti akan menempatinya jika suatu saat kami rindu pada kalian dan datang untuk berkunjung." Ujar Jimmy yang di angguki Vano, mereka pun saling berpelukan dan saling bermaaf-maafan.