KEKASIH

KEKASIH
Pusing dan Mual.


__ADS_3

''Apa kau lihat Amar dia begitu gembira bisa bertemu Anha'' Ucap Alyssa di saat ia keluar dari ruangan kerja suaminya itu.


''Mungkin karena Anha adalah ibu kandung nya, apa kau masih bersedih,?''


"Tentu saja Aku bahkan merasa sangat kehilangan, bahkan bukan Aku saja yang merasa kehilangan tapi Kak Aisah juga, kau tahu sendiri kehadiran Amar membawa berkah dan kebahagiaan buat kak Aisah, 4 tahun lalu Kak Aisah menikah namun ia belum di berikan rezeki berupa Anak, dan kehadiran Amar mampu mengobati rasa sepinya, dan bahkan sekarang Alhamdulillah Kak Aisah akhirnya bisa hamil juga,''


''Apa kau juga ingin segera hamil seperti kak Aisah mu itu,?" tanya Abizar tersenyum menggodanya.


"A-Aku…"


Brugh.


"Alyssa…Alyssa… Alyssa… bangun Al, kau kenapa sayang…? Anha… Anha… tolong Aku tiba-tiba saja Alyssa pingsan" Abizar terus saja berteriak panik saat Alyssa tiba-tiba saja ambruk beruntung dengan cepat ia menahan tubuh Alyssa agar tak membentur lantai yang dingin, bahkan Abizar terus saja mengguncang dengan lembut tubuh wanita yang terlihat dengan wajah pucat nya itu.


"Ada apa Kak, Abi?" cicit Dokter Anha saat mendengar teriakan Kakak sepupunya itu.


"Alyssa kenapa Kak,?" ucap Anha yang kini ikut panik.


"Aku juga tidak tahu, tapi sebaiknya kau cepat periksa dia Aku tidak ingin Alyssa ku kenapa-kenapa." Perintahnya.


Dokter Anha pun segera melaksanakan perintah Abizar.


*


"Bagaimana apa terjadi sesuatu padanya?" Dia langsung membrodong dokter Anha dengan sebuah pertanya di saat Dokter Anha selesai dengan tugasnya itu.


Dokter Anha tidak menjawab, namun ia hanya memberikan sebuah senyuman penuh arti.


"Anha apa kau mendengar ku?" kesal Abizar di saat Anha hanya memilih diam.


Namun baru saja Dokter Anha membuka mulut hendak menjelaskan, tiba-tiba saja Alyssa terdengar melengguh, dan mengerjap-ngerjapkan matanya.

__ADS_1


"Alyssa, sayang… sebaiknya kau jangan banyak bergerak dulu karena kau baru saja pingsan," tutur Abizar mendekati bankkar istrinya itu.


"Aku, pingsan?"


"Ya, kau pingsan sayang, memangnya apa yang kau rasakan kenapa kau tiba-tiba saja pingsan,?" Alyssa mentap wajah Abizar yang nampak masih binggung itu, ia pun juga bertanya-tanya pada dirinya, apa yang membuatnya pingsan, namun se ingat nya ia hanya merasa tiba-tiba saja seperti pusing dan mual.


Dan benar saja Alyssa bangun lalu berlari menuju toilet untuk mengeluarkan semua isi perutnya, Abizar yang begitu khawatir mengikuti istrinya sedang kan dokter Anha hanya bisa tersenyum dengan sifat Kakaknya yang tiba-tiba saja berubah drastis semenjak ia mengetahui jika istrinya yang di anggap tiada itu ternyata masih hidup.


"Kak Abi, sebaiknya kita pulang," rengek Alyssa dalam gendongan suaminya itu.


"Baiklah sebaiknya memang harus seperti itu"


Abizar menatap ke arah Anha.


"Kau jaga Amar selama Alyssasakit dan kirim segera hasilnya padaku," ucap Abizar yang tentu saja ucapannya itu membuat dokter Anha tersenyum bahagia.


"Kak, sebaiknya kau segera mengambil cuti, selama kau bekerja kau kan tidak pernah cuti sama sekali, dan ini saat nya kau harus cuti agar kau bisa menjaga Kakak ipar dan calon bayinya''


"Ap-apa, kau bilang apa dati, calon bayi?'' tanya Abizar binggung sedang detak jantung yang kini mulai berdebar tentunya.


"Ya, calon bayi kalian, usia kandungannya baru tiga minggu dan sebaiknya Kakak ipar harus banyak istirahat sebab aku melihat kandungannya sangat lemah, untuk itulah aku menyarankan jika Kakak harus mengawasi Kakak ipar dengan ketat, selain itu aku akan tuliskan resep obat dan vitamin yang akan sedikit membantu, mungkin jika kandungannya sudah membesar maka kehamilannya pun akan semakin kuat ini hanya untuk sementara waktu saja." Terang dokter Anha panjanag lebar.


Sedangkan Alyssa yang mendengar percakapan suami dan sepupunya itu hanya menyimak dengan terkejut, namun ia tampak bahagia, dan ia hanya bisa mengungkapkan rasa bahagia nya itu hanya lewat ia akan tangis harunya, karena sungguh dia tidak menyangka bahwa secepat ini ia di beri kepercayaan untuk hamil.


"Sayang, kau kenapa menangis,?" tanya Abizar saat mendengar isakan istrinya itu.


"A-Aku__"


Brugh.


Belum juga ia selesai menjawab pertanyaan Abizar Alyssa kembali terkulai pingsan.

__ADS_1


"Anha apa yang terjadi,?" paniknya, Abizar binggung sebab tadi istrinya baik-baik saja.


"Sebaiknya Kakak jangan panik karena, mungkin Kakak ipar sedang syok mendengar jika dirinya tengah hamil." Terang dokter Anha.


*


Abizar begitu gelisah di saat dirinya menunggu Alyssa yang semenjak tadi belum sadar dari pingsannya itu.


Sedangkan Alyssa sebenarnya sudah sadar sejak tadi namun entah mengapa ia malas untuk membuka matanya, untuk itu ia memilih untuk tidur kembali, hingga tengah malam barulah Alyssa terbangun membuka matanya di saat perutnya terasa lapar.


Alyssa membuka matanya namun tak ada siapapun di samping nya.


"Kemana Kak Abi, kenapa dia tidak menunggu ku di sini?"


Alyssa pun memilih turun dari tempat tidur karena dia benar-benar lapar, sedang kan kepalanya masih terasa pusing pandangannya pun masih berkunang-kunang. Alyssa berusaha menelpon Abizar namun telpon nya pun mati total, hingga ia pun memilih keluar untuk mencari suaminya itu.


"Apa kau sangat lapar sayang,?" ucapnya sambil mengelus perutnya yang masih rata. la pun memilih kembali berjalan menyusuri lorong rumah sakit.


Namun baru saja beberapa langkah ia berjalan tiba-tiba saja matanya melihat sebuah adegan yang tak pernah ingin di lihatnya.


"Mas Dimas…siapa wanita yang bersamanya itu, dan kenapa dia menggendong wanita itu? aku harus mengikuti nya, dan aku akan bertanya kenapa semenjak ia pamit menebus obat untuk Amar, ia tidak pernah muncul kembali, bahkan untuk mengirimkan pesan ia tidak pernah, ia pun mengabaikan pesan Alyssa yang mengajaknya bertemu untuk menyelesaikan masalahnya, karena biar bagaimana pun Alyssa ingin berkata jujur jika Alyssa memilih kembali lagi pada Abizar, yang ternyata masih sangat di cintai nya itu.


Alyssa yang penasaran terus saja mengikuti kemana perginya Dimas.


Hingga ia pun melihat Dimas masuk ke sebuah ruangan.


"Apa yang Sebenarnya Mas Dimas lakukan dengan wanita itu dirumah sakit ini,? Aku juga seperti baru melihat nya, Apa Jangan-jangan Mas Dimas selama ini selingkuh dariku?''


Alyssa terus saja memperhatikan tempat di mana Dimas tadi masuk, entah sudah berapa lama ia menunggu Dimas keluar karena menurutnya ini adalah kesempatan ia harus berbicara pada Dimas, yaitu menjelaskan hubungan di antara mereka saat ini, dia tidak ingin lagi ada kesalah fahaman terjadi dalam hubungannya, dia akan berusaha menjelaskan jika dia dan Abizar kini telah bersatu kembali.


"Mas Dimas, apa yang kau lakukan di sini?"

__ADS_1


"Alyssa, kau, Apa kau mengikuti ku, seharusnya aku yang bertanya apa yang kua lakukan disini?"


__ADS_2