
''Kau jangan berkata seperti itu, apa kau kira selama ini aku tidak mempedulikan masakanmu, kau salah justru Aku itu selalu memakan masakanmu bahkan teman-temanku di rumah sakit sangat menyukai rasanya. Aku akan memakannya sebagian dan memberikan pada mereka sebagiannya juga,'' Abizar pun mulai memberikan penjelasannya, jika ia memang selalu memakan habis masakan istrinya itu, Namun tentu saja tanpa sepengetahuan Alyssa.
"Tapi, bagaimana caranya kau bisa merasakan masakanku sedangkan Setiap pagi aku mengajakmu sarapan kau selalu tidak mau?" Tanya Alyssa binggung.
"Apa kau lupa jika aku tidak sarapan kau datang sendiri ke rumah sakit untuk membawakan makanan untukku dan bahkan kalau kau sedang di kamar mandi aku akan membungkus makanan untuk diriku sendiri."
"Tapi waktu itu, aku melihatmu membuang makanan yang pernah aku bawa untukmu.?"
"Kau salah Sayang… makanan yang kau bawa hendak aku makan, Tapi teman-temanku pada rebutan hingga makanannya tumpah ke lantai Apa kamu mau suamimu makan makanan yang sudah jatuh di lantai,? Untuk itulah aku membuangnya tapi kebetulan saat itu Kau melihatnya dan ketika aku berusaha hendak menjelaskan kau pergi berlalu begitu saja," Terang Abizar mulai menceritakan kejadian demi kejadian di masa lalunya.
"Lalu Bagaimana dengan perasaanmu terhadap ku
di saat itu?" Alyssa kembali bertanya karena ia benar-benar penasaran.
"Sebenarnya tanpa aku sadari mungkin Aku jatuh cinta di saat pertama kali melihatmu, Apa kau ingat di saat kita hampir tabrakan di malam itu?"
"Iya aku sangat mengingatnya" sahut Alyssa saat mengingat kejadian 7 tahun lalu dimana ia masih menjadi seorang gadis Yang sembrono dan selalu gonta ganti pacar dan du saat ia mulai serius mencintai seseorang,ternyata butuh 6 tahun ia menghilang untuk mendapatkan pengakuan cinta dari orang yang sangat di cintainya itu.
"Mungkin aku sudah mulai menyukaimu di malam itu namun mengetahui Kau adalah adik dari Vano maka aku berusaha untuk menutup mata dan hatiku untu tidak menyukaimu Karena Vano lah yang memisahkan cintaku dengan Yumna di saat itu, di mana Aku ingin melamar Yumna untuk menjadikannya istriku ternyata di malam itu juga kakakmu bersama Yumna sedang mengucapkan Ijab Kabul, Apa kau kira aku tidak tersiksa di saat setiap kali aku mengacuhkanmu, aku akan merasa sangat tersiksa, namun aku menepis semuanya dan berusaha terus meyakini kalau aku sangat-sangat Mencintainya, dan tak ingin berpaling darinya, hingga tiba saatnya kau benar-benar pergi di situlah diriku menyadari sebenarnya aku tidak mencintai nya tapi hanya rasa simpatik saja, Aku tidak membutuhkan siapa-siapa yang aku butuhkan Hanyalah Dirimu."
__ADS_1
"Terima kasih,"
"Untuk apa?"
"Untuk rasa dan cintamu yang telah hadir untuk ku," "Seharusnya aku yang berterima kasih, karena kau telah hadir dalam hidupku dan terima kasih juga karena kau masih mencintaiku hingga detik ini."
Satu bulan kemudian.
"Sayang apa jadi kita melakukan tes DNA pada putramu itu?" tanya Abizar di saat melihat istrinya masih terbaring di tempat tidur tidak seperti biasanya ia kembali tertidur setelah selesai sholat subuh.
"Sayang boleh tidak kita tidak melakukannya Bagaimana jika Amar benar-benar adalah anaknya dokter Anha pasti dokter Anha akan merampasnya dariku," timpalnya dengan suara yang malas.
Apakah lupa kalau aku dan Anha adalah sepupu dan dia adalah saudara sesusuan denganku otomatis kalau kau itu adalah auntie nya.
Ayolah aku akan membawamu ke kamar mandi dan membersihkan tubuhmu" bisik Abizar lembut di telinga wanitanya itu dan tentu itu membuat Alyssa membulatkan matanya.
"Tidak, tidak jangan-jangan, aku bisa mandi sendiri" ucapan Alyssa segera bangkit dari tempat tidurnya lalu dengan cepat Ia berlari masuk ke kamar mandi sebelum Abizar benar-benar melakukannya sendiri karena ia tahu jika sampai Abizar sudah membawanya masuk, maka mau tidak mau Abizar pasti akan menyentuhnya kembali meski itu di kamar mandi, entah Mengapa lelaki itu merasa tak pernah bosan untuk melakukannya. 10 menit kemudian Alyssa pun keluar dengan balutan handuk kecil di tubuhnya.
"Sayang apa kau sengaja ingin menggoda suamimu ini?" ucap Abizar begitu melihat Alyssa yang keluar dengan hanya memakai balutan handuk kecil di tubuhnya. "Siapa yang menggoda, Aku hanya lupa membawa baju ganti," ujarnya karena ia merasa Sesuatu akan terjadi pada dirinya, dan benar saja tiba-tiba saja Abizar menarik dirinya lalu memeluk pinggang wanitanya itu.
__ADS_1
Dengan susah payah Ali sangat menelan salivanya apalagi saat ini Abizar hanya memakai celana pendek tanpa memakai baju hingga membuat dada bidang dan perutnya yang rata semakin menggoda. "Apa kau tahu, jika di masa lalu aku selalu berusaha menghindarimu karena ini, karena aku selalu ingin menyentuhmu karena semua yang ada pada dirimu tidak pernah membuatku bosan, bahkan mungkin aku tidak akan pernah bosan untuk mencintaimu. I love you Sayang," ucap Abizar lalu ia pun memberikan sebuah kecupan yang mendarat dengan lembut di bibir istrinya nya itu.
"Sebaiknya sekarang pakai pakaianmu sebelum aku melakukannya lagi bisik Abizar lembut dan menggoda membuat wajah Alyssa terasa hangat dan merona merah apalagi saat merasakan hembusan nafas lelakinya itu membuatnya tiba-tiba saja meremang dan otaknya ntah mengapa mulai bertaveling kemana-mana, Abizar melepaskan pelukannya.
"Bersiap-siaplah, Aku akan segera mandi" dia berucap sambil hendak berbalik namun tiba-tiba saja tangannya ditarik oleh Alyssa, sontak Abizar terkejut namun belum selesai keterkejutan, ia pun kembali terdiam saat Alyssa berucap.
"Aku menginginkanmu Abi," lalu memberikan sebuah tautan membuat Abizar senakin terkejut namun sekaligus senang, sedangkan Alysa dibuat bingung oleh dirinya sendiri, karena entah kenapa ia tiba-tiba saja sangat menginginkan sentuhan dari suaminya itu dan tidak sampai di situ saja Alyssa pun langsung mendorong dada bidang itu, membuat Abizar jatuh di atas tempat tidurnya, dengan lembut dan gerakan yang gemulai Alyssa memberikan sentuhan lembut nya.
"Sayang kau kenapa?" tanya Abizar bingung namun bukannya menjawab Alyssa kembali memberikan tautannya membuat Abi kembali membalasnya, sedangkan tubuh Abi masih berada tepat di bawah tubuhnya.
Kali ini Abizar terus menikmati permainan istrinya itu, tanpa ingin membalasnya ia ingin mengetahui sejauh mana Alyyssa mampu bermain sendiri namun ia begitu terkejut di saat Alyssa menurunkan penutup bagian bawahnya, ************ Alyssa kini membelai lembut miliknya, setelah puas dengan semuanya Alyssa pun memberikan guluman dan gigitan-gigitan kecil membuat Abizar menggeliat dan menegang menahan rasa nikmat yang menjalari tubuhnya.
"Alyssa… Alyssa… Alyssa sayang…" Abizar terus saja di buat mengerang tak berdaya, hingga di saat dirinya sudah tak mampu menahannya ia pun menarik tubuh Alyssa ke atas tubuhnya, lalu membaliknya berada di bawah gukungannya dengan cepat Abizar pun segera melakukan penyatuannya sedangkan bibirnya sesekali memberikan tautan dan ******* lembut di kedua buah kembar di depannya itu, mereka berdua pun kembali merengguk nikmat dan kehangatan di pagi buta itu.
"Kau kenapa?" tanya Abizar bingung di saat sang istri terus saja menatapnya di dalam pantulan cermin, karena Abizar kini tengah mengeringkan rambut panjang istrinya itu, keduanya memang sedang bersiap-siap hendak kerumah sakit.
"Aku tidak apa-apa, tapi aku rasa mulai hari ini kau jangan jauh dari pandanganku" ucapnya tanpa rasa malu.
"Seharusnya aku yang mengatakan itu, kau jangan pernah jauh dari pandanganku, nanti malam aku akan mengajak mu ke suatu tempat."
__ADS_1