
"Aku mau makan Aku sangat lapar" ucap Alyssa.
"Baiklah Aku akan menemani mu sebentar sebelum Aku pulang ke rumah, Aku juga ingin melihat Amar." Alyssa pun menggunakan setuju lalu melangkah menuju kantin.
Sementara itu dari jauh Abizar menatap Alyssa dengan tatapan kehancuran nya, bagaimana tidak setelah 6 tahun masa pencarian nya ternyata orang yang di carinya tidak menginginkan ke hadirannya.
"Apa ini hukuman untuk ku yang pernah menyia-nyiakanmu, tidak Aku tidak boleh menyerah aku harus cari tau siapa lelaki itu, jika lelaki itu adalah suaminya pasti mereka sudah berpelukan Atau setidaknya mereka akan bergandengan tangan," gumamnya karena tak ada sama sekali sentuhan fisik yang dilakukan kedua orang di depannya itu. Dan Abizar sangat bersyukur melihat perubahan istrinya yang menutup Aurat dengan sempurna itu.
Lalu ia pun menelpon seseorang untuk mencari tahu apa hubungan keduanya dan tentu saja dengan anak yang ada di kamar perawatan itu, karena seperti penjelasan Anha anak lelaki itu punya tanda lahir pada kaki sebelah kanannya, dan itulah yang membuat Anha begitu yakin jika Anak itu adalah anaknya yang selama dua tahun ini hilang di culik. Bahkan Anha sampai jatuh sakit hanya dengan memikirkan hal ini. Untuk itulah Abizar menggantikannya Masuk hari ini, dan siapa sangka keputusan nya untuk menggantikan Anha ternyata membawa keberuntungan untuk nya ia bisa bertemu dengan wanita yang sangat di cintai nya itu.
"Dokter Irwan apa boleh aku minta tolong padamu!" serunya pada rekan sejawat nya. "Ada apa dokter Abizar sepertinya Anda sangat serius sekali?"
"Kau benar sekali aku punya masalah dengan Hatiku hari ini, apa kau bisa menggantikan aku bertugas, karena sebenarnya hari ini aku yang menggantikan Dokter Anha untuk bertugas karena dokter Anha sedang sakit," terang Abizar.
"Baiklah, Saya akan meng-handle semua nya sebaiknya Anda istirahat saja," ucap dokter Irwan yang menyangka jika Abizar menderita penyakit fungsi hati.
"Terima kasih dokter" ucap Abizar dan ia akan mengambil cuti untuk mendekati Alyssa dan menyelidiki semuanya.
*
"Baiklah, aku pergi dulu karena ini sudah larut. Besok pagi aku menjemput kalian untuk pulang" ucap Dimas pamit begitu keluar dari ruangan tersebut, Alyssa pun hanya bisa menganguk kecil. Setelah kepergian Dimas Alyssa melangkah masuk namun baru saja ia berbalik tiba-tiba ia di peluk begitu erat dari belakang.
"Jangan bergerak dan jangan menolakku, setidaknya hanya untuk kali ini saja," pinta Abizar, Namun Alyssa berusaha untuk terlepas dari pelukannya.
__ADS_1
"Bagaimana bisa kau melakukan ini dengan orang tua pasien mu dokter,! lepaskan aku kalau tidak aku akan berteriak…!" ancam Alyssa agar Abizar bisa melepaskan pelukannya, namun lelaki itu bergeming pada tempat nya. Dan lebih mengencangkan pelukannya. Sedangkan kakinya bergerak menutup pintu lalu menguncinya, dan itu membuat Alyssa sedikit ketakutan, namun ia berusaha bersikap tenang.
"Dokter kenapa kau tidak mendengarku tol__ump" suara Alyssa menghilang disaat bersamaan sesuatu yang tebal membekap bibirnya, Alyssa berusaha untuk terlepas dengan memukul-mukul dada bidang di depannya itu, namun semakin kuat ia memberontak Abizar semakin memperdalam tautan nya hingga membuat Alyssa ikut terhanyut dalam permainan lelaki yang sangat ia rindukan itu.
Abizar tersenyum sambil meneteskan air mata haru dan bahagia nya di saat tautan nya itu terjeda Alyssa kembali memukulnya.
"Aku membencimu Abi, aku sangat membencimu, kenapa kau lakukan semua ini padaku, kanapa kau selalu seperti ini? Kau masih sama seperti yang dulu selalu memaksakan kehendakmu, kau tak pernah berubah, kau selalu melakukan apa saja yang kau inginkan pada ku aku sangat membencimu! hiy hiy hiy"
"Aku minta maaf karena tidak bisa menahan diri ku untuk tidak melakukannya, Karena aku sangat merindukanmu, ya Alyssa aku suamimu ini sangat-sangat begitu merindukanmu," ucap Abizar di saat manik mata Alyssa menatap nya dengan tatapan tidak percaya.
"Aku tahu kau belum menikah dengan lelaki itu lihatlah ini" ucap Abizar memperlihatkan data-data milik Dimas yang baru saja di dapatnya dari rekan nya itu.
"Apakah selama 6 tahun berpisah kau berubah menjadi seorang penguntit? Bahkan kau memeriksa data-data orang lain secara ilegal," ucap Alyssa.
"Alyssa kau kenapa?" tanya Abizar bingung di saat melihat Alyssa duduk di tepi ranjang putranya itu.
"Pergilah, tinggalkan kami, anggap saja hari ini hari terakhir kita bertemu dan aku berharap tidak akan pernah bertemu lagi, karena aku akan pergi jauh membawa putraku, aku akan benar-benar menjauh dari kehidupanmu"
"Apa kau bilang kau jangan berani beraninya mengatakan kata berpisah lagi di depanku kalau kau tidak ingin aku buat menyesalinya" ancam Abizar penuh penekanan.
"Tapi Abi__ump" kembali Abizar memberikan tautan nya dan kali ini dia jauh lebih agresif dari sebelumnya, bahkan Alyssa mencengkram dengan kuat lengan kekar Abizar di saat jari jemari Abizar entah sejak kapan melesat masuk di balik bajunya.
"Ab...Abi... Aku hanya takut jika dokter Anha istri mu itu mengetahui semuanya, bukankah kau juga akan kembali membuatku terluka dan juga melukainya?" ucap Alyssa di saat berusaha menahan gejolak dalam dirinya akibat ulah Abizar itu.
__ADS_1
Abizar yang mendengar kata-kata Alyssa kini menjeda permainannya dan ia pun tertawa lebar. Dan itu membuat Alyssa merasa kesal karena telah di permainkan.
"Jangan bilang kau cemburu pada Anha?" selidik Abizar.
Alyssa pun mengangguk dan juga menggeleng di saat bersamaan membuat Abizar binggung.
"Katakan padaku apakah kau cemburu padanya?" tanya Abizar penasaran.
"Siapa bilang aku cemburu" ucap Alyssa sambil menggelengkan kepalanya, membuat Abizar gemas dan menahan tawanya.
"Kau itu masih saja seperti 6 tahun lalu masih polos dan bodoh" ucap Abizar sambil mengacak-ngacak rambut Alyssa dengan gemas.
"Dari mana kau tahu kalau Anha itu istri ku? Dan jawab dengan jujur kalau tidak aku akan menghukummu jauh lebih berat dari tadi" ancam Abizar.
Glek.
Dengan susah payah Alyssa menelan salivanya.
"A-aku menebak saja" ucapnya sambil menunduk.
"Sejak kapan kau mengetahui aku dekat dengan Anha?"
"Sejak 6 tahun lalu di saat kau pulang ke Mamuju, aku datang kerumah sakit untuk mengecek, dan secara tidak sengaja aku mendengar mereka berbicara tentang kedekatan mu dan kau juga terlihat memeluk dokter Anha di saat ia sedang menangis, itu yang di cerita kan suster-suster di kantin rumah sakit waktu itu" ucap Alyssa masih menunduk karena Abizar saat ini terus saja menatapnya.
__ADS_1