KEKASIH

KEKASIH
Alyssa masih hidup


__ADS_3

"Hah…bercanda mu itu sangat lucu, apa kau ingin membuatku menangis disini, lalu kau akan menertawakan ku begitu? sudahlah lupakan omong kosong mu lebih baik kau masuklah jenguk Mama" ucap Abizar meski hatinya sekarang sedang tak menentu.


Drt…drt…drt…


"Aku angkat telpon dulu sebentar" ucap Vano


Saat melihat panggilan masuk dari Yumna.


"Hallo Assalamu'alaikum…"


"Waalaikumsalam Mas… Jenasah Alyssa sudah tiba cepatlah kalian pulang, dan Mama bagaimana?" tanya Yumna dari seberang telepon setelah mengabarkan kedatangan jenazah iparnya.


"Nanti aku akan menjelaskan nya jika sudah tiba di rumah" jawab Vano dengan menahan tangis, itu terlihat dari urat lehernya yang memegang. Vano pun mengakhiri sambungan telepon nya.


"Ayo kita pulang" ajak Vano pada Abizar.


"Biar Mama aku suruh suster yang akan menjaganya untuk sementara waktu, setelah acara pemakaman selesai aku akan kembali kemari, sekarang lebih baik kita pulang karena zenasah Alyssa sudah tiba di rumah." Lanjut Vano lagi.


Abizar tak berbicara sepatah katapun saat mendengar apa yang di sampaikan Vano padanya, ia bagaikan kerbau yang di cucuk hidungnya, hanya mengikuti langkah Vano.


Hingga tiba di rumah Duka Abizar terlihat berjalan gontai dengan tatapan kosong.


"Assalamu'alaikum…" ucap uluk salam begitu Vano melangkah masuk, dan isak tangis dan juga lantunan ayat suci Al-Quran kini mulai terdengar.


"Waalaikumsalam… Mas…Alyssa Mas…Alyssa" isak tangis Yumna kini mulai terdengar.


"Sayang ini sudah menjadi Ketetapan yang


Maha Kuasa, bukankah telah di jelaskan dalam surah Ali Imran Qs 185,

__ADS_1


Kullu nafsin Dzaiqatul maut.


Yang artinya: Setiap jiwa pasti merasakan kematian.


Untuk itu kita harus bisa menerima kenyataan ini, jika kau bersedih kasian nanti Jasadnya, Aku yakin Alyssa tidak menginginkan kita untuk menangisi nya, dia sudah tidak sakit dan merasa tersakiti lagi" ucap Vano menghibur istri nya sambil terus menahan air matanya agar tidak jatuh, karena ia tak ingin membuat Yumna terlalu bersedih.


"Apa kau tahu hal apa yang paling menyedihkan tentang Alyssa Mas…?" tanya Yumna selatan wajah suaminya dengan mata yang masih sembab berair, sedangkan


Vano tak menjawab, ia hanya menggeleng kan kepala.


"Beberapa waktu yang lalu, saat ia berkunjung ke rumah sakit ia mengatakan sangat iri melihatku memiliki Banyak Adam, apa kau tahu keinginan terakhir nya, ia ingin memiliki keluarga kecil yang bahagia, dengan seorang putri cantik yang Akan di jodohkan untuk Adam, bahkan dia juga sangat menginginkan kalau berbesanan denganku. Hyi hyi hyi" isak tangis kesedihan itu kembali terdengar.


"Abi kau mau kemana?" Tanya Vano di saat melihat Abizar melangkah keluar.


"Tentu saja mencari Alyssa" ucapnya datar dengan tatapan lurus ke dapan.


"Abi, apa kau itu tidak mendengar jika Alyssa sudah tiada, dan kau mau kemana mencarinya jika jasadnya ada di sini, masuklah kau bisa melihatnya untuk yang terakhir kalinya!" Ucap Vano.


"Abizar sadar lah, aku tahu kau juga sedang merasa terpukul dengan kejadian tiba-tiba ini, tapi percayalah semuanya pasti akan berlalu begitu saja, yang penting sekarang kau juga harus bisa menerima kenyataan."


"Tidak! itu bukan Alyssa, Alyssa ku masih hidup dan dia baik-baik saja, Aku punya dulu, aku ingin mencari nya lagi,


"Assalamu'alaikum…"


"Alaikumsalam…"


dan Abidzar pun benar-benar keluar meninggalkan Vano serta Yumna hingga keduanya saling menatap dengan tatapan mata kesedihan dan mereka pun menyesalkan sikap Abizar yang acuh seakan tidak percaya kalau istrinya itu sudah meninggal.


Abizar memang sejak tadi mendengar percakapan keduanya melalui sambungan telepon di saat mereka di rumah sakit, untuk Itulah kenapa dia hanya terdiam, saat Vano mengajaknya pulang.

__ADS_1


"Bagaimana ini Mas,?"


"Biarkan saja dia pergi, Biarkan dia pergi untuk menenangkan dirinya"


"Tapi Kasihan diaa Mas"


"Kau merasa kasihan padanya sedangkan dia, apa dia kasihan pada dirinya sendiri. Sudahlah sayang sebaiknya kita urus semuanya karena para pelayat juga sudah banyak yang datang.


"Baiklah Ayo masuk !" ajak Vano.


"Tapi tunggu dulu Mas...Mama Bagaimana keadaan Mama Mas,? Mas kenapa Mama? kenapa tidak ikut pulang bersama kalian?" tanya Yumna, Maafkan aku sayang terlambat menginformasikan semua ini kepada mu, Mama sebenarnya mengalami stroke dan kita tidak tahu kapan Mama akan pulih dengan sempurna setelah pengurus jenazah ini selesai baru kita akan menemui mama dan Ingatlah jangan bicarakan sesuatu tentang Alyssa di depan Mama"


"Baiklah Mas ucap Yumna dengan perasaan dan terkejut nya, lalu melangkah masuk.


Sementara itu Abizar kini sudah tiba di rumahnya la masuk ke dalam rumah lalu membuka pintu kamar Alyssa.


"Alsisa kau sebenarnya ada di mana jika kau mendengar ku maka pulanglah dan aku akan menjelaskan semuanya padamu, aku berjanji padamu akan memulai semua hubungan ini dari awal tapi aku Mohon pulanglah, sayang…" Abizar kembali terisak mengingat bagaimana sikapnya selama ini kepada Alyssa tapi sudah kepalang tanggung nasi sudah menjadi bubur"


penyesalan yang ia rasakan kini tak ada gunanya lagi karena Alysa nya telah pergi jauh meninggalkan karena merasa capek dan lelah akhirnya Abizar terlelap di atas tempat tidur. Anisa sambil memeluk sebuah foto dimana foto itu adalah foto satu-satunya milik Alyssa Yang Tertinggal di kamar tersebut. Bahkan hingga pagi menjelang dan pemakaman Alyssa sudah selesai Abizar tak menampakkan diri, bahkan Abizar pun benar-benar tidak ingin menghadiri pemakaman tersebut, karena bagi Abizar Alyssa nya masih hidup. Untuk itulah ia tidak ingin menghadiri pemakaman tersebut meski pada kenyataannya barang-barang milik Alyssa masih utuh melekat pada tubuhnya, hanya saja disayangkan wajahnya sudah hancur tak bisa untuk dikenali lagi.


*


6 Tahun kini berlalu sejak kepegian Alyssa Abizar benar-benar telah berubah menjadi pendiam dan kaku bahkan untuk tersenyum pun sangat jarang sekali terlihat Bahkan ia memilih pergi meninggalkan kota Makassar hanya untuk berusaha melupakan kenangannya tentang Alyssa.


"Dokter dokter dokter tolong anak saya!"


teriak seorang ibu-ibu yang mendekap anaknya dalam gendongannya.


"Bawa bayi itu ke UGD cepat!: perintah Abizar "Baiklah dokter" ucap para perawat yang diperintahkan.

__ADS_1


"Sebaiknya Ibu tunggu di sini. Biarkan kami memeriksanya,"


"Baiklah dokter tapi dokter harus berjanji akan menyelamatkan anak saya ucap ibu itu kembali, dengan air muka kesedihan nya.


__ADS_2