KEKASIH

KEKASIH
Terjebak.


__ADS_3

"Bagaimana keadaan Nak Yumna Bu Dokter?" tanya Bu Salma begitu khawatir.


"Begini Bu sebaiknya dia di rawat di rumah sakit yang memadai jangan di bawa ke clinik karena kami masih kekurangan alatnya, dia sedang banyak fikiran dan tertekan Bu, usahakan agar dia tenang dan senang karena itu akan membuat energi nya kembali, dan usahakan tempatnya juga nyaman." Ucap sang dokter panjang lebar.


"Nak Yumna ada apa sebenarnya dengan mu Nak kenapa kau juga nampak semakin kurus tidak dari biasanya, bagaimana kalau aku menghubungi suami dan juga mertuanya ya" gumam nya menatap iba pada wanita yang selalu baik padanya dan juga Anak-anak pantinya.


"Bu…Aku dimana?" tanya Yumna saat tersadar ternyata dia mencium bau obat dan alcohol yang menyengat.


"Bu, kenapa tangan saya di infus? saya tidak sedang sakitkan Bu?" tanyanya kembali.


"Nak Yumna ternyata Nak Yumna sudah sadar,? kita sedang di klinik Nak, Dan Nak Yumna sedang tidak baik-baik saja, untuk itu Nak Yumna harus segera pulang dan di rawat di rumah sakit besar_"


"Tidak…Aku tidak mau pulang Bu…tolong Aku hanya seminggu ini saja setelah itu Yumna akan pergi dari tempat ibu." Sela Yumna membuat Bu Salma nampak terlihat bingung.


"Jangan hubungi siapa pun Bu karena saya butuh, waktu untuk sendiri dan menyepi"


"Baiklah sayang ibu tidak akan ikut campur urusanmu, tapi ingat jaga dirimu dan juga kandunganmu ini, karena jika mertuamu tahu kau dalam bahaya maka dia akan datang untuk menemui ku lalu membunuh lbu"


"Ibu jangan khawatir semuanya akan baik-baik saja, lagi pula tidak akan ada yang tahu Aku berada di sini jika tidak ada yang memberi tahu, Bu Mas, El sudah menalakku untuk itu lah Aku pergi dan di kota ini aku tidak punya siapa-siapa dan mengenal siapa-siapa untuk itulah Aku kemari Bu" Ucap Yumna kini mulai terisak.


"Ya Allah Nak, bagaimana mungkin dia menjatuhkan talak jika kau sedang hamil,? apa dia tahu tentang kehamilanmu ini?"


"Tidak Bu aku rasa dia tidak perlu tahu tentang semuanya, karena aku punya alasan kenapa aku harus merahasiakan kandunganku, namun di saat aku ingin berusaha untuk mengatakan semuanya, Mas El, tidak memberiku kesempatan untuk itu."

__ADS_1


"Ya, Allah baiklah sekarang jangan berfikir yang aneh-aneh ingat dengan kandungan mu itu, jika kau lemah maka bayimu yang akan menanggungnya, sebaiknya kau tinggal sama Ibu dulu ya sayang, dan Ibu harap kamu betah disana, Ibu akan tanya kedokter kapan kamu boleh pulang sekarang istirahatlah lbu akan segera kembali." Ucap Bu Salma lalu pergi.


*


"Vano apa yang kau lakukan padaku? kau menyentuh ku tanpa kesadaran mu, apa yang sebenarnya terjadi padamu Vano?" pekik Clarissa begitu mendapati tubuhnya berada dalam satu selimut, dan tanpa memakai apa pun begitu pun Vano ia begitu terkejut dan panik.


"A-apa yang Aku lakukan aku sungguh tidak mengingatnya dan kenapa pakaian ku semua ada di lantai? dan kamar ini kamarmu juga?"


Vano yang binggung terus saja mengingat kejadian semalam, ya semenjak Yumna pergi ia memutuskan untuk tinggal merawat Clarissa yang keadaannya memang sudah sangat memburuk bahkan ia harus memakai kursi Roda, sejak jauh dari Yumna selama tiga hari ini Vano tidak berusaha untuk mencari bahkan menghubunginya, meski hati kecilnya sangat menginginkan itu, otak dan gilirannya semua tertuju pada Yumna.


Bahkan setiap malam dia akan mengalami insomnia, akibat tidak bisa tidur jika tidak mencium aroma tubuhmu milik Yumna. Untuk itulah ia meminum obat tidur dan sungguh dia tidak menyangka akan sejauh ini melakukan nya tanpa kesadaran.


"Maafkan aku, kita akan menikah kau jangan khawatir, aku akan bertanggung jawab untuk semuanya" ucap Vano dengan berat hati, namun sebagai Laki-laki itu memang sudah jadi resikonya, entah sadar atau tidak sadar ia melakukan kesalahan namun faktanya ia sudah berada satu selimut dengan wanita yang seharusnya ia jaga dan lindungi, sedangkan ia tahu sendiri jika hidup Clarissa tidak lama lagi bukanya bahagia tapi dia hanya memberikan luka.


Clarissa sengaja melakukan itu saat menyadari perubahan sikap Vano terhadap nya begitu jauh berbeda, dan dia merasa kalau Vano sudah tidak mencintai nya lagi, bukti nya saat bersama dirinya Vano lebih banyak merenung dan juga, mengurung diri di kamar, bahkan pria itu seolah acuh dan hanya menyuruh Jimmy yang sebagai dokter pribadi Clarissa untuk menjaganya dengan baik.


Ya tentu saja Jimmy dengan senang hati melakukan nya, seperti semalam setelah ia mendapat perintah dari Vano ia pun segera melakukan tugasnya.


Flashback on.


"Sebaiknya kau istirahat dulu biarkan Jimmy yang mengantar mu masuk di kamar dan lekas tidur ya, Aku minta maaf entah mengapa hari ini kepalaku sangat sakit sekali, " ucap Vano jujur.


"Baiklah sayang aku tidak apa-apa lagi pula Jimmy juga adalah sepupu ku dia akan selalu menjagaku dengan baik, kau pergilah tidur, jangan lupa minum obat." Ucap Clarissa penuh perhatian.

__ADS_1


"Baiklah aku ke atas dulu" ucap Vano undur diri, meninggalkan kedua insan yang menatapnya dengan tatapan berbeda. Jika Jimmy menatapnya dengan tatapan penuh kebencian lain halnya dengan Clarissa yang memberikan tatapan yang sulit di artikan.


"Ayo sayang kita masuk aku sudah tidak sabar untuk menangkap mangsaku" ucap Clarissa dengan suaranya yang manja menggoda, dan Jimmy sangat menyukai itu.


"Sayang apa kau marah padaku?" tanya Clarissa saat melihat tatapan tajam lelaki itu.


"Tentu saja aku marah bagaimana tidak kau itu adalah wanitaku, namun tatapanmu itu tertuju pada Laki-laki lain…!" ucap Jimmy dengan nada bicara yang datar karena ia sudah kesal dengan semuanya, beruntung ia sangat mencintai wanita di depannya ini yang kini tengah melucuti kancing kemejanya satu persatu.


"Sayang minuman apa kau berikan padaku? kenapa tubuhku begitu panas?" ucap Clarissa.


"Aku hanya memasukkan sedikit obat perangsang, anggap saja ini hukuman dariku karena kau telah melukaiku hari ini"


"Kenapa kau harus melakukan ini Jimmy…!"


"Karena aku ingin kau bermain sendiri dan puaskan aku malam ini" bisik Jimmy lembut membut Clarissa mengumpat saat sesuatu dalam diri nya ingin segera di tuntas kan dengan cepat ia menyambar tubuh Jimmy dan melakukan Penyatuan."


"Jim…tolong Aku…" ucap Clarissa saat tubuhnya terus meminta lebih dari sekedar pennyatuanya.


Jimmy yang peka dengan apa yang di inginkan wanita itu, terpaksa harus mengalah dan memberikan kepuasan kepada wanitanya, hingga ia sendiri merasa kewalahan, dan membiarkan Clarissa menyelesaikan tugasnya sendiri.


Setelah Clarissa tertidur pulas ia pun segera ke atas dan membawa tubuh Vano untuk turun dan ia pun segera membuka pakaian milik Vano lalu membuatnya tidur seolah-olah Vano lah yang melakukan hal itu.


Flashback off.

__ADS_1


__ADS_2