
Plak.
Satu tamparan mendarat di wajah Clarissa, sedangkan Vano tak tahu harus berbuat apa ia tidak ingin rencana yang sudah ia susun rapi akan hancur begitu saja karena kemarahan mamanya.
"Clarissa sebaiknya kau masuk setelah akad nikah selesai kau boleh keluar, untuk bertukar cincin setelah itu kau bisa duduk di pelaminan bersama suamimu tanpa ada yang mengganngu" ucap Vano, sedangkan Yumna hanya bisa melihat drama yang tengah di lakoni oleh suaminya itu.
"Baiklah sayang aku akan mengikuti segala yang kau perintahkan meski masuk kesayangan semut sekalipun." ucap Clarissa sambil menatap Bu Hesti dengan tatapan dendam nya.
Bu Hesti hampir saja jatuh limbung kalau Abizar tidak segera menahan tubuh mertuanya itu. Karena Vano memilih pergi dan mencari seseorang.
"Ibu, ibu kenapa Kak…?" cicit Alyssa di saat melihat Abizar membrikan minuman kapada mamanya, bukannya menjawab Abizar memilih berlalu dari tempat itu, membuat Alyssa semakin meradang, namun ia sudah menganggapnya biasa saja, karena sejak awal menikah hingga tiga bulan pernikahan mereka, tidak ada yang berubah, semuanya biasa-biasa saja.
"Ma…Aku akan menyusul Kak Abi dulu…Papa jaga Mama ya!" ucap Alyssa sambil terus berlalu menyusul suaminya.
"Yumna apa-apaan ini? kenapa kau harus melakukan semua ini, apa ini caramu untuk bahagia?" Abizar benar-benar tidak habis fikir dengan apa yang di lakukan Yumna yang menyetujui jika suaminya menikah lagi.
"Apa yang kau lakukan pada istriku? apa kau benar-benar berharap jika dia mencintaimu?"
"Tapi setidaknya dia tidak akan pernah aku lukai sedikit pun."
"Lalu bagaimana dengan Alyssa apa kau pernah memikirkan perasaan nya dia itu istrimu!"
"Tapi aku tidak mencintai nya, bahkan kami menikah karena kesalahan fahaman saja."
"Kak Abi… apa Kak Abi sadar jika perkataan Kakak bisa menyakiti perasaan Alyssa Kak karena dalam hal ini Alyssa tidak bersalah, dia hanya mencintai Kakak tanpa bisa mengendalikan perasaan cinta nya."
__ADS_1
"Dan begitupun aku, aku hanya mencintaimu tanpa bisa mengendalikan perasaan ku, apa aku salah jika mencintaimu,?"
"Tidak ada yang salah dengan cinta dan perasaan Kak Abi, tapi penempatan nya yang salah, jodoh sudah Allah takdirkan ke setiap manusia Kak, Aku dan Mas El, pun menikah tanpa saling mencintai Namun kami berdua memberikan kepada hati kami masing-masing kesempatan untuk saling mengenal satu sama lain, dan saling menerima dengan hari yang ihklas" ucap Yumna berusaha memberikan pengertian kepada Abizar, sedangkan Alyssa yang semenjak tadi melihat dan mendengar pembicaraan kakak ipar dan suaminya memilih untuk segera pergi karena tidak ada gunanya ia berlama-lama mendengar pembicaraan yang akan membuatnya kembali merasa sakit dan mungkin merasa cemburu dengan Kakak iparnya sendiri yang notabene selalu mudah mendapatkan cinta dari lelaki di sekelilingnya.
Disini Alyssa baru faham bagaimana rasanya tidak di cintai, padahal dulu dialah orang yang selalu menolak cinta para pemuda yang selalu mengejarnya, bahkan Alyssa akan dengan mudah bergonta-ganti pasangan jika sudah merasa bosan dengan satu cowok makan Alyssa akan memutuskan pacar-pacarnya itu meski pacar-pacarnya terus saja mengejar-mengejarnya.
"Sebaiknya berikan kesempatan untuk diri kalian, sebelum semuanya terlambat dan berakhir penuh dengan penyesalan." Ucap Yumna kembali.
Abizar hanya diam dan mencerna setiap kata yang di ucapkan Oleh Yumna.
"Jika Kau gagal kau boleh melepaskan Alyssa baik-baik, tanpa harus membuat nya terluka, karena lambat laun dia pasti akan mengerti dan menerima kenyataan nya jika kalian memang tak bisa bersama" timpal Vano.
"Ayo sayang waktunya udah mepet nih penghulunya juga sudah datang aku tidak mau semuanya gagal hari ini." Ujar Vano sambil menggandeng dengan mesra sang istri.
"Bagaimana Jim apa kamu sudah siap?" hanya Yumna pada Jimmy yang baru saja tiba, Lelaki itu begitu tampan dan rapi lengkap dengan tuxedo nya.
"Tunggu…Vano Mama ingin bicara padamu…!" cicit Bu Hesti yang baru saja tiba di temani suami dan putri nya itu.
"Ma…acaranya akan segera di mulai," ucap Vano sedikit berbisik, karena Vano tidak ingin ada ke gaduhan.
"Hanya lima menit Vano" pinta Bu Hesti, Vano pun segera membawa sang Mama menjauh.
"Vano Mama cuma mau bilang Clarissa itu tidak baik, dia berselingkuh disaat kau koma Nak, dan Mama melihatnya sendiri, bahkan Mamalah yang telah menghancurkan karir modeling nya. Karena Mama ingin memberikannya pelajaran kalau dia tidak pantas mendapatkan apapun yang kau beri selama ini."
"Apa karena itu juga penyebabnya dia di katakan sudah meninggal?"
__ADS_1
"Iya karena Mama tidak ingin kau kembali mengejarnya untuk itu lah kami segera mencari kan jodoh untuk mu." Terang Bu Hesti.
"Ma…seandainya dari awal Mama berkata jujur padaku mungkin aku tidak akan pernah sedikit pun membuat hati istriku terluka, apa Mama tahu, karena kediaman Mama yang tidak menjelaskan apa pun pada Vano membuat Vano, selalu saja menyalahkan Yumna, bahkan tenang kehamilannya saja Vano hampir tidak menyadarinya. Beruntunglah menantu Mama adalah wanita yang kuat yang selalu bisa melewati semua masalah nya sendiri.
"Maafkan Mama sayang…maafkan maafkan Mama yang tidak peka dengan semuanya"
"Ma…Mas…sudahlah ini bukan saatnya kalian saling menyalahkan diri sendiri semua sudah berlalu jika bukan dengan jalan ini mungkin kita tidak akan bersatu dan saling mencintai Mas…" ucap Yumna menatap kedua orang di depannya itu secara bergantian.
"Ayo Mama ikut kami sekarang, biar Mama jadi saksi juga."
Vano pun segera membawa mamanya untuk ikut menjadi saksi agar Mama nya merasa lega.
Pak penghulu pun segera mengambil alih.
"Bagaimana para saksi sah…?"
"Saaaaah…!" teriak para saksi dan tamu undangan lainnya.
"Bagaimana Ma…apa Mama sudah merasa tenang sekarang?" tanya Vano pada sang Mama yang masih terlihat bingung dengan ke jadian hari ini, ternyata apa yang ia prasangka kan tak sepenuhnya kenyataan.
"Jadi sebenarnya bukan Vano yang akan menikah tapi…"
"kya Ma…apa kalian semua kira aku adalah lelaki bejat yang tega melakukan semuanya tanpa memikirkan, apa yang di rasakan istri dan anakku yang masih di dalam sini." Ucap Vano sambil mengelus perut istri nya yang membuncit itu.
"Maafkan kami Nak yang sudah berfikir yang tidak-tidak." Sesal Bu Hesti.
__ADS_1
"Ini semua rencana menantu Mama, karena atas permohonan seorang lelaki yang ingin bertanggung jawab atas diri Clarissa, untuk itulah aku ikut andil dalam rencana, yang sudah tersusun dengan sedemikian rupa, jadi katakan sesuatu untuk menantu Mama." Ucap Vano melirik istrinya.