
Lain halnya dengan seseorang yang tengah emosi. Ya Clarissa membanting semua barang-barang di sekitarnya karena Vano yang dia hubungi dari tadi tak mengangkat teleponnya malah kini nomornya sudah tidak aktif lagi.
"Hei sayang kau apa-apaan?" tanya Jimmy begitu masuk melihat semuanya sudah berantakan seperti kapal pecah.
"Diam kau Jim…! tutup mulutmu…! Aku sedang kesal dengan lelaki Brengsek itu. Kenapa akhir-akhir ini dia sudah tidak bisa untuk dihubungi bahkan sangat susah sekali, ini semua gara-gara kau Jimmy, brengsek kau…! Kau yang membuatku harus pura-pura tertidur dengannya malam itu.
Dan mulai saat itu juga dia mulai menghindariku." Kesal Clarissa.
"Hai Sayang kenapa sekarang kau malah marah dan menyalahkan ku? Bukankah aku hanya ingin membantu mu untuk mendapatkannya dengan mudah, Aku hanya ingin membantumu untuk mempermudah semua rencanamu itu."
"Apa maksudmu aku tidak mengerti?" tanya Clarissa masih terlihat bingung.
Jimmy hanya tersenyum sambil mendekati Clarissa perlahan Ia pun menggenggam kedua tangan Clarissa.
"Sayang Bukankah selama ini kau sudah bersusah payah mendekatinya? dan bukankah kau mencari alasan Bagaimana caranya kau bisa menikah dengannya dengan berpura-pura sakit dan koleps? padahal kau tidak sedang sakit sama sekali, dan kau masuk rumah sakit hanya karena ini"
Tunjuk Jimmy mengarah ke perut Clarissa. Clarissa pun segera mengerti dengan apa yang dimaksudkan oleh Jimmy, dia pun tersenyum sambil mengelus perutnya yang masih rata.
"Oh… terima kasih sayangku, kau itu ternyata lelaki yang memang bisa diandalkan, tapi aku akan menggunakan ini jika keadaannya sudah tidak memungkinkan lagi yang pertama aku harus mencari tahu apa yang menyebabkan Vano tidak ingin lagi mengangkat telepon dariku dan kau harus membantuku untuk melakukan semuanya."
"Maksudmu…?"
"Ya aku harus menyelidiki Vano, aku harus tau Apa yang menyebabkan ia berubah sama sekali padaku dan kenapa dia berubah tidak seperti yang dulu lagi?"
"Baiklah sayang apapun akan aku lakukan untukmu, semua akan aku lakukan karena aku sangat mencintaimu Clarissa, kau tahu aku bisa saja membunuh orang jika kau menginginkannya, dan itu samua aku lakukan hanya demi dirimu"
"Terima kasih sayang aku pun sangat mencintaimu, tapi untuk saat ini kau Bersabarlah hingga semuanya kita dapatkan kembali, dan dendamku terbalaskan." Ucap Clarissa dengan seringai jahatnya.
*
__ADS_1
Sebulan kemudian.
"Bagaimana Sayang apa kau menyukai tempat ini" tanya Vano memeluk Yumna dari belakang.
"Tentu saja aku sangat menyukainya sayang, seperti ini tempat yang sangat indah_"
"Dan tentu saja romantis untuk kita berdua" potong Vano, Yumna pun hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan suaminya itu.
"Kalau kau ingin tinggal di tempat ini juga tidak apa-apa?"
"Benarkah kita akan tinggal di sini?"
Tentu saja, kenapa tidak? untuk itu aku ingin bertanya sama kamu, Kenapa kamu sangat menyukai tempat seperti ini?"
"Tentu saja aku akan menyukainya Mas tempat ini bersih dan tidak terlalu ramai apalagi di sini udaranya sejuk dan menyegarkan.
"Sekarang sudah sore sebaiknya kita masuk dulu yuk" ajak Vano yang diangguki oleh Yumna Ia pun menggandeng dengan mesra tangan istrinya itu.
"Iya Ayah Tentu saja aku dan ibu sangat lapar" ucap Yumna menirukan suara anak kecil membuat Vano gemas mencubit hidung istrinyanya yang mancung itu.
"Baiklah sekarang Duduklah, dengan santai Biarkan Aku Yang Akan melayanimu." "Emangnya kamu bisa masak sayang?" tanya Yumna sedikit ragu.
"Apakah kau sangat meragukan kemampuan suamimu ini sayang? kamu duduk tentang perhatikan aku akan membuat sesuatu untukmu."
"Baiklah Semoga kamu berhasil.
Semangat ayah Selamat mencoba, Ayah yang terbaik ucap Yumna dengan menirukan suara anak kecil untuk memberi semangat kepada sang suami, Vano pun hanya tersenyum mendengar suara istrinya yang lucu itu 15 menit kemudian makanan yang dibuat Vano pun selesai dan dihidangkan di depan sang istri.
"Wow Mas… Masya Allah baunya harum sekali Kayaknya aku bertambah lapar nih, boleh aku memakannya Mas?"
__ADS_1
"Ya! tentu saja sayang Bukankah makanan ini memang aku bikin untukmu, dan semoga kamu menyukainya ini adalah makanan kesukaanku. Tapi aku harap kamu juga suka" "Tentu saja Mas Bukankah Mas sendiri tahu kalau aku menyukai semua jenis makanan, aku bukanlah tipe orang yang pilih-pilih makanan menurutku yang penting halal"
"Baiklah ayo sayang kita akan mencoba masakan Ayah" ajak Yumna pada sang bayi yang di dalam perut nya. "Bismillahirrahmanirrahim…" Yumna pun mulai menyendok makanan dan memasukkan ke dalam mulutnya mulai mengunyah dengan pelan. Vano yang melihat istrinya tidak berekspresi membuatnya sedikit merasa kecewa, karena mungkin makanan yang dibuat untuk istrinya itu tidak enak namun tiba-tiba saja Yumna memberikan kecupan tepat di bibir suaminya itu.
"Terima kasih sayang Kau sudah berusaha membuat masakan spesial ini untukku dan sepertinya mulai besok-besok kau harus rajin membuatnya Lagi Untukku karena rasanya sangat lezat," ucap Yumna memuji masakan suami itu.
"Benarkah rasanya sangat lezat? dan kau sangat menyukainya?"
"Tentu saja sayang untuk apa aku berbohong padamu dan sekarang Mari kita makan bersama-sama Pasti Mas juga sedang laparkan?" Vano pun mengangguk sambil tersenyum sedangkan Yumna menyendok makanan untuk Vano dan menyuapkan ke mulutnya.
"Kau benar sekali sayang rasanya sangat enak jadi tidak sia-sia kan suamimu ini kursus memasak nasi goreng seafood selama 1 minggu." Terang Vano.
"Apa Mas kursus selama 1 minggu hanya untuk membuat nasi goreng seafood ini?" kejut Yumna.
"Tentu bukan ini saja sayang ada banyak lagi makanan yang sudah Mas pelajari Mas ingin melakukannya hanya untukmu sayang…"
"Dan bagaimana soal tempat ini, setelah kau melahirkan Kita pindah ke sini bagaimana?" tanya Vano setelah makanan mereka hinga tandas.
"Benarkah Mas…?"
"Tentu saja sayang…" ucap Vano sambil tersenyum.
"Terima kasih Mas… Terima kasih banyak karena Mas El, sudah banyak memberikan cinta dan kasih sayang untuk kami"
"Seharusnya aku yang mengatakan itu padamu. Terima kasih istriku, karena kau dulu mau menikah dengan orang asing yang cacat seumur hidup sepertiku, kehadiranmu dalam hidupku membawa perubahan yang begitu besar yang sangat berarti untuk dunia dan akhiratku, kau sudah membawaku keluar dari jalan kegelapan menuju jalan yang penuh dengan cahaya, hidupku yang dulu penuh dengan noda dan dosa namun kau dengan ikhlas datang menarikku keluar dari kubangan itu. Terima kasih istriku, terima kasih telah mau menemaniku dalam keadaanku yang lemah dan tak berdaya dan kau terus sabar untuk semua itu bahkan kau berusaha menjadi wanita yang terkuat meski kau terus dalam kesakitanmu, Terima kasih karena kau telah mau Menjadi ibu dari anak-anakku." Ucap Vano panjang kali lebar.
"Andai takdir kita tidak bersama lagi ku ingin kau tetap bahagia," ucap Yumna menatap lekat suaminya itu.
"Apa yang kau katakan ini Sayang jangan pernah berkata seperti itu bukankah kau tahu setiap perkataan itu adalah sebuah doa?"
__ADS_1
"Iya aku tahu Mas…"
"Dan dengarkan aku, Aku ingin menua bersama pasanganku bukan saja menua tapi sesurga bersamamu ucap Vano lalu mengecup bibir yang selalu membuatnya candu itu.