
"lya sih Pa…Mama juga yang salah. Tapi mulai sekarang tidak lagi, Mama hanya akan rajin ke Majlis Taklim"
"Alhamdulillah Ma…kalau Mama sudah sadar, dan sebaiknya Mama juga harus rajin mengunjungi orang-orang yang membutuh kan. Mama kan bisa tuh membayar orang untuk mengajarkan keterampilan, agar mereka bisa punya usaha sendiri dan hidup mandiri"
"lya…iya…Pa…eh iya kenapa kamu belum Siap-siap ke kantor sayang, apa kau tidak akan ke kantor hari ini?" tanya Bu Hesti pada sang putra.
"Sepertinya tidak dulu Ma, Vano ingin di rumah saja dulu dengan Yumna, karena minggu ini Vano akan keluar kota untuk satu minggu kedepan, ada masalah dengan pembangunan pabrik kita di sana dan Reyhan tidak bisa mengatasinya sendiri."
"Apakah kau akan mengajak Yumna juga?"
"Sepertinya tidak, karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan. Oh iya Ma, Pa, ayo kita sarapan bareng, Yumna sudah masak makanan kesukaan Mama sama Papa loh,"
"Benarkah? kebetulan sekali Papa sedang lapar." Ucap Pak Adhiyaksa, sedangkan Bu Hesti memutar bola matanya jengah melihat sang suami yang langsung berlalu menuju meja makan, sedangkan Vano hanya bisa tersenyum tipis melihat tingkah kekonyolan kedua orang tuanya yang selalu membuat suasana terasa berbeda.
*
"Assalamu'alaikum,"
"Waalaikumsalam" sahut Yumna, Vano dan kedua orang tuanya. Ketika mendengar uluk salam dari seorang wanita dan seorang pria saat mereka tengah asyik berbincang di ruang tamu.
"Alyssa…? Dokter Abizar, silakan masuk?" ujar Vano mempersilakan masuk adik sekaligus temannya itu. Abizar pun masuk beriringan dengan Alyssa, membuat orang yang berada si tempat tersebut saling melemparkan tatapannya.
"Apa kabar Om…Tante…? maaf tadi saya kebetulan bertemu dengan Alyssa di depan, untuk itulah kami pun masuk Bersama-sama" ujar Abizar berusaha menjelaskan agar Orang-orang berhenti menatapnya curiga.
"Kabar Om dan tante baik, kamu sendiri bagaimana?"
"Alhamdulillah baik juga tante,"
"Ohw ya!…kalian janjian juga tidak Apa-apa, malah bagus, Aku setuju kok benar kan Ma, Pa?"
Tanya Vano menatap kedua orang tuanya, sedang yang di tanya hanya mengangguk, mengiyakan membuat Abizar semakin, membeku.
"Sayang kemarilah!" seru Vano pada Yumna yang sedang berada tak jauh dari tempatnya.
"Ada apa Mas…?" ucapnya saat tiba di depan Vano, Vano pun merangkulnya seolah ingin menjelaskan kepada Abizar, kalau Yumna adalah miliknya seorang.
"Temani Aku ya sayang aku sengaja memanggil Abizar untuk memeriksa keadaanku karena seminggu lagi aku akan keluar kota"
__ADS_1
"Kakak kalian jahat, pkenapa kalian tidak menyapa ku? kalian benar-benar sudah melupakan Aku," protes Alyssa menekuk wajahnya.
"Kau itu bukan tamu penting, jadi tidak usah merajuk" timpal Vano Datar, yang menambah kekesalan pada wajah cantik Alyssa.
"Dasar manusia kutub, Ma…Pa…lihatlah Kak Vano, menyebalkan sekali!" Adunya pada kedua orang tuanya.
"Vano kasihan adikmu jangan mengganggunya!" seru Bu Hesti.
"Pa… sebaiknya kita pulang saja yuk!" ajak bu Hesti pada suaminya, karena ia sadar tak sepantasnya ia berada di tengah-tengah anak muda yang sedang mabuk cinta itu.
"Mama, dan Papa pamit dulu ya sayang" pamitnya pada Yumna.
"Kenapa mama dan Papa cepat sekali pulang?" tanya Yumna sambil menyalim kedua mertuanya.
"Dah Mama ada janji dengan Teman-teman, sedangkan Papa kalian juga sedang sibuk, ok sayang By Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam…" jawab semuanya.
"Aku antar Mama dan Papa kedepan dulu ya Mas..." Izin Yumna yang di angguki Vano sedang Alyssa dan Abizar menatap heran keduanya apa lagi saat melihat Vano yang sudah pintar berjalan.
"Kau kenapa menatapku seperti itu dan kau berhentilah untuk memperhatikan istriku," tegur Vano dengan nada datarnya.
"A-aku tidak, tidak akan membunuhmu dengan tatapanku dan Kak Yumna tidak akan pernah hilang jika di tatap oleh Kak Abizar, lagi pula Kak Abizar hanya menatap sekilas, setelah itu Kak Abizar lebih banyak menunduk, iya kan Kak!?" Sela Alyssa menatap jengah sang kakak.
"Kau…apa kau membela lelaki brengsek yang mencintai istriku diam-diam."
Deg.
"Van…kamu jangan salah sangka dulu, Aku dan__"
"Kau hanya mencintainya dalam diam saja kan? itu yang ingin kau katakan padaku? dasar Brengsek kenapa kau tidak jujur dari sebelum kami menikah?" sela Vano menjeda kalimat Abizar.
"Apa kau sekarang sudah bisa cemburu? aku fikir kau tidak akan bisa move on dari Almarhum kekasihmu yang sangat kau cinta mati itu,? dan kau benar sekali, aku mencintai Yumna sebelum dia menjadi istrimu dan sampai kapan pun aku akan mencintainya, untuk itu jangan sia-siakan dia jika tidak ada aku yang akan selalu menunggunya."
"Kau…!"
"Kak…Mas…" cicit Alyssa, juga Yumna yang baru saja muncul.
__ADS_1
"Sayang…"
"Mas…ikut denganku" potong Yumna menarik tangan Vano.
"Mas El, kenapa kau mengungkit semuanya di depan Alyssa Mas…?"
"Memangnya kenapa? apa salahnya Aku berbicara di depan Alyssa? apa kau juga membela Abizar dari pada suamimu ini?"
"Mas…bukannya aku ingin membela siapa-siapa, apa Mas tidak mengetahui kalau Alyssa menyukai Kak Abizar,"
"What…! apa Aku tidak salah dengar?"
"Tidak Mas aku serius, Alyssa menyukai Kak Abizar." Sejenak Vano terdiam dan mencerna ucapan istrinya itu.
"Mas…bukankah Aku sudah menjelaskan semuanya padamu, dan kau mengatakan kita akan menjalani semua seperti layak nya sepasang KEKASIH. Tapi kenapa kau malah marah-marah pada Kak Abizar seperti ini,? Mas… Kak Abizar sudah berjanji untuk melupakan semuanya untuk itu aku mohon Mas jangan salah sangka karena Kak Abizar bukan lelaki seperti itu."
"Baiklah Aku akan mencoba untuk percaya, tapi Aku tidak akan menyetujui dia berhubungan dengan adikku, itu sama saja memberikan ia kesempatan untuk terus berada di dekatmu jika dia akan menjadi iparku."
"Tapi Mas…"
"Sebaiknya kau ikut aku sekarang, karena aku tak ingin membahasnya lagi" setelah menjeda ucapan istrinya Vano pun pergi meninggalkan kan Yumna yang hanya bisa menarik nafas panjang melihat tingkah suaminya, yang menurutnya ke kanak-kanakan itu. Dan kini ia pun ikut mengekor di belakang suaminya.
"Sekarang kau harus menjelaskan kepadaku keadaan ku bagaimana dan juga kakiku!" ucap Vano memberi perintah pada Abizar.
"Sebelumnya Aku ucapkan selamat atas keajaiban yang Allah berikan untukmu, kau kembali bisa berjalan seperti sedia kala."
"Trima kasih, dan sebaiknya sekarang kau lekas lakukan tugasmu setelah itu cepat pergi dari sini."
"Kakak…kau__!"
"Anak kecil diam kau,! dan untuk apa kau di sini? apa kau sengaja tebar pesona padanya?"
"Hais Kakak kenapa kau berubah menyebalkan sekali." Kesal Alyssa sambil mengerucutkan bibirnya.
"Alhamdulillah semuanya baik-baik saja, tapi kau tidak boleh terlalu lelah dan jangan terlalu di paksakan jika capek lekaslah istirahat, agar kau tidak merasakan ngilu dan sebaiknya kau istirahat jangan berjalan terlalu lama,"
"Baiklah Terima kasih setelah ini kau boleh pergi…!" usirnya pada Abizar.
__ADS_1