
Kini usia kandungan Yumna sudah berusia tujuh bulan dan kasih sayang Vano pun semakin ia rasakan begitu besar, karena lelaki itu semakin hari semakin posesif padanya. ada-ada saja yang akan ia lakukan untuk membuat istrinya itu merasa bahagia bahkan merasa nyaman selama masa kehamilannya yang semakin besar itu. Seperti saat ini ia sedang memijit kaki istrinya karena kaki Yumna sedikit membengkak.
"Sayang apa boleh aku bertanya sesuatu padamu?" ucap Yumna membuka percakapan.
"Apa itu sayang?" timpal Vano.
"Mmm…bagaimana hubunganmu dengan Clarissa? apa kalian masih__"
"Tidak usah di bahas sayang, aku tidak ingin namanya akan merusak kebahagiaan kita" Sela Vano menjeda kalimat Yumna.
Yumna sendiri melihat Vano seperti menyimpan sesuatu yang tidak ingin ia ceritakan kepada dirinya itu.
"Tapi Kenapa aku merasa kau seperti menyimpan sesuatu dariku Mas?" Ucapnya namun hanya dalam hati saja.
"Bagaimana sekarang apa suda lebih enak?" bukannya menjawab pertanyaan Vano Yumna malah asyik dengan lamunan nya.
"Sayang kamu kenapa apa kau baik-baik saja? apa ada yang sakit?" tanya Vano begitu khawatir saat melihat Yumna tiba-tiba saja diam.
"T-tidak sayang aku tidak apa-apa," ucap Yumna setelah tersadar dari lamunannya itu, Vano sendiri melihat istrinya merasa begitu bingung dan khawatir bagaimana tidak Yumna tiba-tiba diam disaat wanita itu menanyakan keadaan Clarissa.
'Clarissa? apa wanita itu pernah mengatakan sesuatu padanya dan apa yang di katakan nya pada Yumna? tidak aku rasa dia tidak akan berani seperti itu.'
"Mas…!" panggil Yumna dengan suara yang lembut.
"Ah…iya sayang ada apa?"
"Mas…ini bagaimana,? apa Mas memikirkan sesuatu atau seseorang, kok malah Mas melamun?"
__ADS_1
"Ah…tentu saja sayang, aku sedang memikirkan seseorang dan kamu pasti tahu Siapa orang itu? dan orang itu adalah dirimu setelah membuat pikiranku hanya tertuju padamu semua resah semua kekhawatiranku ku itu semua tentang kamu sayang…sekarang sebaiknya tidurlah, sudah larut aku tidak ingin Kamu kecapean lagi."
Yumna pun hanya menurut saja dengan apa yang di perintahkan Vano padanya sedangkan Vano menyelimuti Tubuh istrinya.
"Kamu tidak tidur Mas? tanya Yumna saat melihat Vano meninggalkannya.
"Aku mau cuci muka dulu sayang" jawab Vano berbalik menatap istrinya.
"Baiklah jangan lama-lama ya sayang…!" cicitnya, karena dia tidak akan bisa tidur lelap sebelum suaminya itu tidur di sampingnya dan dia pun akan tidur nyenyak saat menjadikan lengan Vano sebagai bantal. Vano pun hanya mengangguk dan melangkah meninggalkan istrinya itu menuju kamar mandi.
Ting…
Satu pesan masuk di gawai milik Vano namun tak di hiraukan oleh Yumna hingga gawai milik Vano kembali bergetar.
Yumna yang penasaran akhirnya mengangkat mengangkat telpon dari nomor asing karena nomor nya tak bernama di handphone Vano.
"Maaf Mas El, sedang di toilet aku akan berbicara dengannya nanti setelah dia keluar," ucap Yumna dengan suara yang sudah mulai bergetar.
"Baiklah Terima kasih, tapi_ tunggu dulu kau itu siapa? kenapa kau berani-beraninya mengangkat telpon calon suamiku?" tanya Clarissa dari seberang telpon"
"Aku hanya kebetulan sedang beres-beres jadi aku tidak sengaja mengangkatnya" jelas Yumna berbohong, karena ia ingin mencari tau apa alasan Vano hingga saat ini tidak memberi tahu kan Clarissa tentang status pernikahan mereka.
"Baiklah lain kali kau jangan kurang ajar masuk di kamarnya dan juga kau jangan lupa untuk memberi tahu dia kalau aku sangat merindukannya"
"Baiklah nanti aku akan menyampaikan nya"
Yumna pun memutuskan sambungan telponnya, dan kini ia memberanikan diri membuka pesan masuk tadi.
__ADS_1
"Astaghfirullah hal azim, ini apa-apaan? Mas El, dan Clarissa pernah tidur bersama?" pekik Yumna sedikit terkejut, jadi dia benar-benar hamil anak Mas El…?"
"Sayang kenapa kau belum tidur, bukankah aku menyuruh mu tidur,?" tanya Vano begitu keluar dari dalam Bhatroom.
Yumna pun segera menyimpan telepon genggam milik Vano dan ia pun berusaha untuk tersenyum menatap suaminya yang kini melangkah mwndekatinya itu.
"Mas tahu sendiri kan kalau aku tidak akan bisa tidur kalau Mas Vano belum tidur" ucap Yumna jujur, Vano pun tersenyum bahagia mendengar istrinya yang begitu setia menunggu nya untuk tidur bersama.
"Baiklah sepertinya anak ayah juga belum mau tidur ya kalau ayah tidak menciumnya" ucap Vano ia pun segera menunduk dan menciu perut Yumna yang sudah membuncit itu, tak lupa juga ia mendarat kan ciuman di pipi istrinya yang mulai gembul itu.
"Tidur lah sayang…" ucapnya sambil terus menatap lekat wajah sangat istri yang nampak semakin begitu cantik itu.
Yumna hanya tersenyum sambil memeluk suaminya sedangkan wajahnya kini bersembunyi di dada bidang milik suaminya itu untuk mencari tempat ternyamannya. Dan benar saja selang beberapa menit terdengar dengkuran halus dari Yumna yang sudah mulai teratur. Dengan perlahan Vano membaringkan kepala Yumna pada sebuah bantal dan ia pun mengambil gawainya ingin memeriksa beberapa email yang memang belum sempat di periksa nya.
"Apa ini? Clarissa ? dia mengirimkan foto ini dan__hah…tidak jangan sampai Yumna tau masalah ini, bisa-bisa dia salah sangka dan menuduhku benar-benar sengaja melakukan nya, apa belum cukup uang yang aku berikan padanya selama ini, sepertinya dia harus di beri peringatan agar tidak terlalu jauh merusak hubungan yang baru saja aku bangun bersama istriku."
Vano pun pada akhirnya ikut terlelap dengan memeluk istrinya dari belakang sementara itu Clarissa benar-benar kesal dan marah dengan apa yang baru saja disampaikan Jimmy padanya.
"Apa…? katakan kau itu berbohong kan pada padaku Jim… kau itu cemburu kan?" Jimmy hanya tersenyum miring mendengar apa yang dituduhkan Clarissa kepadanya.
"Aku mencintaimu Clarissa dan rasa cemburu itu pasti ada dalam hatiku kau adalah wanitaku yang tengah mengandung anakku tapi kau memikirkan lelaki lain tanpa pernah mengerti akan perasaanku, bukankah kau telah mengatakan kalau kita akan menjadi sepasang kekasih yang paling bahagia di dunia ini?"
"Yah kau benar tapi bukankah kau tahu tujuanku untuk melakukan semua ini, dan kita butuh biaya,"
"Aku akan bekerja untukmu dan anak kita aku akan brusaha semampu ku dan sekuat tenaga untuk bekerja dan membahagiakan mu sayang"
"Tidak Jom aku tidak mau sebelum dendam ku terbalaskan kau tahu aku sudah berjalan sapai sejauh ini dan ya jika kau mencintai ku bunuh wanita yang menjadi istri Vano sekarang ini, lakukan itu karena kau akan melakukan apa saja untuk ku dan hubungan kita Jim...lakukan ini untuk yang terakhir kalinya sayang aku mohon..."
__ADS_1
"Baiklah aku akan melakukan nya" ucap Jimmy meski dengan terpaksa.