
Deg.
"Tidak…itu tidak mungkin, Aku tidak pernah membunuh orang Mas…sungguh aku tidak pernah membunuh siapapun, percaya padaku Mas…Aku bukan pembunuh." Terang Yumna terus memberikan penjelasan sambil terus terisak, sedangkan tangannya menyentuh lehernya yang sakit, bekas cekikan tangan Vano yang begitu kuat.
"Baiklah sekarang ingatlah baik-baik dan dengarkan apa yang akan aku ceritakan padamu, jika kau masih saja mengelak maka aku akan membuatmu tersiksa," Ancam Vano penuh penekanan.
Flasback on.
"Kenapa kau membawaku ketempat terpencil seperti ini sayang? kenapa kau tak menolak saat papamu menyuruh untuk kemari?" Keluh Clarissa saat menatap jalanan yang di laluinya berlubang dan becek, niatnya menemani sang kekasih hati berlibur jauh panggang dari api, sebab semua tidak sesuai dengan ekspetasinya, dia fikir akan di bawa Jalan-jalan di tempat yang begitu mewah, tau-taunya ia hanya di bawa berkeliling menelusuri hutan yang penuh dengan nyamuknya.
"Tau begini Aku tidak akan menemanimu jika hanya untuk melihat hutan saja. Sebaiknya Aku tinggal duduk cantik di rumah, aku bisa perawatan dan shoping, tapi kau malah merusak kecantikan model terkenal sepertiku ini," Ucapnya membanggakan diri.
"Maafkan Aku sayang, apa kau tau inilah salah satu sarat agar aku bisa jadi pemimpin di perusahaan MGL Oil, kau tau kan Papa punya pabrik minyak di sini dan mau tidak mau aku juga akan mengurusnya setelah kita menikah kau akan sering aku bawa kemari," Ucap Vano menjelaskan pada sang pujaan hatinya itu, padahal dia hanya bercanda, dia hanya ingin melihat suana pabriknya, karena sang papa akan menempatkan beberapa orang kepercayaannya di sana untuk membantu di setiap cabang. Berhubung sang Papa berada di luar negri makan Vano lah yang di tugaskan untuk melihat perkembangan dan situasi yang ada di lapangan.
"Ap-apa? T-tidak aku tidak mau, jika kau ingin kau bisa menikah dengan orang lain saja. tidak perlu denganku, lebih Baik Aku turun di sini saja." Kesal sang kekasih.
"Sayang aku hanya bercanda maafkan aku ucap Vano menatap wanita yang sangat cintainya itu, karena Clarissa adalah wanita pertama yang mengetuk hatinya.
Vano terus saja tersenyum menatap wajah Clarissa yang masih masam tanpa menyadari jalan di depannya berlubang.
"Vano lihat jalan…!" tegur Clarissa dengan sedikit mengencangkan suaranya membuat Vano reflek melihat ke depan dan berapa terkejutnya ia saat melihat di depannya ada lubang besar. Vano berusaha membanting setirnya tanpa menyadari ada seseorang yang tengah berlari melintas tepat di depan mobilnya.
"Awas Vano di depan ada orang Aaawww..." Brug sriiiit Braaaak Buuuum...
"Aku di mana?" Tanya Vano disaat ia membuka mata saat pertama kali membuka mata ia hanya melihat sang mama, dan sang adik.
"Sayang kamu sudah bangun ya? akhirnya kamu sadar juga." Ujar sang mama mencium wajah sang putra.
"Ma aku dimana dan dimana Clarissa?"
__ADS_1
"Sayang kamu baru saja bangun dari koma selama satu minggu lebih baik kau istirahat dengan cukup dulu karena kondisimu masih belum stabil." timpal sang Mama kembali.
"Ma… apa kau tak mendengarku dimana Clarissa?"
"Dia sudah tiada dan tenangkan dirimu keluarganya sudah membawanya pulang sebelum mama dan papa datang kemari untuk itu kau tidak perlu khawatir jenasahnya munkin sudah di kubur, dan Kami pun tak tau dimana kuburnya."
"T-tidak Ma, semuanya bohongkan katakan padaku kalau semua ini tidak benarkan Ma…? katakan padaku, atau aku sendiri akan menemuinya" Vano bangkit dari tidurnya dan ingin segera turun dari ranjang, namun ia begitu terkejut saat kalinya tak bisa sama sekali di gerakkan.
"Ma, kakiku kenapa Ma? kaki Vano tidak bisa di gerakkan Ma,! Mama kaki Vano kenapa? Alyssa kaki Kakak kenapa tidak bisa di gerakkan Alyssa?" tak ada yang ingin menjawab semua diam dan tercekat, tak tahu harus berbuat apa dan akan menjawab apa.
"Dokter mengatakan kalau kau tidak bisa berjalan lagi Vano, dan itu permanen." ucap Bu Hesti akhirnya terpaksa jujur.
"Mama benar Kak, kakak sudah tidak bisa berjalan lagi." lmbuh Alyssa lagi.
"Kalian semua bohongkan? kalian semua bohong padaku kan? biarkan aku pergi mencarinya…"
"Hentikan Vano…! sudah cukup, selama ini Mama diam melihatmu dengan wanita itu dari dulu mama tidak pernah setuju dengan kau menjalin hubungan dengannya, setelah kau keluar dari rumah sakit kau harus menikah dengan wanita pilihan Papa dan Mama, karena Mama ingin kau mendapatkan wanita yang menerimamu apa adanya, dan orang yang bisa merawatmu."
"Tapi aku sangat mencintainya Ma."
"Dan orang yang sangat kau cintai itu sudah tidak ada ingat itu."
"Grrrraaa ini semua gara-gara wanita brenksek itu, Jika saja aku bisa melihat wajahnya aku bersumpah akan membalas semua perbuatannya, dia yang membuatku kehilangan semuanya Aaaaa"
Praaaang…praaaaang…praaaaang…
Vano membuang semua barang-barang di atas Nakas, yang terjangkau oleh tangannya, dan itu mampu membuat Ibu dan adiknya panik.
"Al…panggilkan dokter cepat…!"
__ADS_1
"l-iya Ma…" gugup Alyssa kemudian bergegas keluar.
"Bagaimana dengan anak saya dokter?" tanya Bu Hesti, yang nampak begitu gelisah.
"Kami sudah memberikannya obat penenang jadi untuk sementara dia akan tertidur.
"Jika pasien bangun sebaiknya di ajak bicara baik-baik Bu agar pasien bisa tenang apa lagi ini pasien yang baru sadar dari komanya."
"Baiklah dokter saya minta maaf, karena tidak bisa menahan diri,"
"Sudah tidak Apa-apa Bu, yang penting sekarang tenangkan pikirannya jika dia sudah bangun dari pengaruh obat penenangnya,"
"Baiklah Dokter terimakasih, lalu kapan Putra saya bisa pulang?"
"Jika pasien tenang, besok pagi pun sudah bisa keluar kok Bu, karena sudah tidak ada lagi yang harus di khawatirkan, kalau begitu saya permisi dulu Bu." pamit sang dokter setelah memberikan keterangannya panjang lebar.
"Silakan Dok…!" ujar Bu Hesti mempersilakan sang dokter, sementara itu Bu Hesti duduk di tepi ranjang Vano.
"Maafkan Mama Vano tapi kau harus menikah secepatnya, bahkan jika perlu kau secepatnya harus punya Anak agar kau bisa melupakan wanita itu."
"Ma…apa Mama yakin akan mencari kan jodoh untuk kakak lalu bagaimana kalau kakak tidak bahagia dan malah tersiksa"
"Lebih Baik ia terluka sekarang daripada ia akan terluka di kemudian hari, lalu kau bagaimana apa jadi kau berangkat Malam ini?"
"lya Ma…tapi mungkin hanya satu bulan saja setelah itu Alyssa akan kembali"
"Baiklah jaga dirimu baik-baik disana."
"lya Ma…"
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...