KEKASIH

KEKASIH
Vano Pingsan


__ADS_3

Pagi.


Vano mengerjap-ngerjapkan matanya di saat mendengar lantunan ayat suci Al-Quran yang di baca oleh Yumna, dan surah yang di bacanya adalah surah Al,Waqiah.


Yumna memang akan selalu membaca surah tersebut setelah selesai sholat subuh.


ltu sudah menjadi rutinitasnya semenjak dahulu, karena ia percaya dengan membaca surah tersebut setelah selesai sholat subuh, maka Allah akan selalu memberikannya rasa kecukupan di hatinya, itulah yang ia rasakan selama ini.


Bukan hanya sekedar cukup dengan harta yang melimpah, tapi rasa syukur dan sabar yang selalu berusaha tanamkan di Qalbunya.


dan akan selalu ia pupuk dengan doa dan ia sirami dengan air mata istighfar, membuat nya selalu ingin bersujud syukur kepada Allah yang telah membuatnya menjadi manusia yang tidak pernah merasa cukup dengan satu amalan saja.


'Ya Allah berikan kesembuhan untuk Mas, El, Agar beliau bisa menjalankan kewajibannya sebagaimana mestinya, dan jagalah hati kami agar selalu dalam keimanan, ya rabbana sami'na do'ana." Yumna pun melipat sajadah dan mukenah yang di pakainya untuk sholat.


"Astaghfirullah Mas!, kau mengagetkan ku saja!" cicit Yumna saat berbalik sudah ada Vano di belakang nya.


"Justru aku yang ingin mengatakan itu padamu? kau datang tanpa memberi kabar bahkan kau masuk tidur di kamarku tanpa permisi!"


"Ma-maafkan saya Mas, saya akan segera keluar dari sini," Ucap Yumna dengan perasaan tidak enak, ia pun bergegas meninggalkan Vano yang kini berusaha mengambil air Wudhu, karena ia akan segera sholat subuh.


"Kemana Mas El,? kok lama sekali keluarnya, bukankah dia harus sarapan dan pergi kerja?" Yumna terus menunggu hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk mencari keberadaan Vano.


"Mas…kenapa lama sek…" Yumna menjeda kalimatnya saat melihat tubuh Vano tergeletak di atas lantai.


"Astaghfirullahalazeem...Mas…bangun Mas…kamu kenapa?" Yumna berlari kecil mendekati Vano sambil terus berteriak dan mengguncang tubuh suaminya itu agar segera bangun, namun tubuh Vano tidak bergerak sama sekali.


Yumna yang panik berusaha sekuat tenaga mengangkat tubuh suaminya di atas tempat tidur meski dengan susah payah ia menarik tangan Vano dan membaringkan tubuh itu di atas tilam. Yumna pun segera menelpon mertua dan juga dokter Abizar, karena hanya nomor Abizar yang dia ketahui.


15 menit kemudian sang mertua dan adik iparnya pun datang yang di susul Dokter Abizar.


"Assalamualaikum nak ada apa?"


"Wa'alaikumsalam Ma, Mas El, Ma, !" cicit Yumna begitu melihat sang mertua tiba.


"Assalamualaikum Yumna apa yang terjadi?" tanya Abizar begitu tiba.


"Waalaikumsalam Kak Abi, tolong Mas El, dia tiba-tiba saja pingsan" Jawab Yumna.

__ADS_1


"Abi? bukankah itu lelaki yang mengantarkan aku waktu kedesa?"


Sedangkan Alyssa yang melihat interaksi Yumna dan Abizar jadi heran dimana mereka saling mengenal. Dan kenapa Abizar bisa jadi dokter sang Kakak semuanya itu memenuhi otak nya.


"Bagaimana apa yang terjadi?" tanya ketiganya di saat Abizar selesai memeriksa Vano.


"Untuk saat ini saya belum bisa memastikan Vano pingsan karena apa, tapi menurut hasil pemeriksaan saya untuk sementara ini Vano kecapean, dia butuh istirahat yang cukup, jika terjadi sesuatu sebaiknya segera di bawa kerumah sakit untuk melakukan pemeriksaan secara keseluruhan."


"Baiklah dokter, Terima kasih'' Ucap Bu Hesti pada Abizar.


"Kalau begitu saya permisi dulu tante." Pamit Abizar.


"Biar Aku yang mengantarnya keluar Ma, Mama disini saja temani kakak ipar" ujar Alyssa.


"Terima kasih ya kak karena sudah merepot kan," cicit Yumna yang hanya di balas senyuman oleh Abizar.


"Assalamu'alaikum…ucap uluk salam dari Abizar sebelum pergi meninggalkan rumah mewah tersebut.


"Wa'alaikumsalam…" timpal ke tiganya. Abizar


segera melangkah keluar yang di susul oleh Alyssa.


"Abizar, namaku Abizar" ucap Abizar memperkenalkan diri.


"Oh iya aku Alyssa adik dari Kak Vano, aku tidak menyangka kalau Kak Abi adalah seorang dokter, dan juga sangat mengenal Kak Vano."


"Aku dan Vano, bersahabat sejak dulu, bahkan siapa yang Vano cintai aku juga sangat mengetahui nya, kalau begitu aku pamit undur dulu lirik Abi sambil berucap.


"Baiklah, sekali lagi Terima kasih dan maaf sudah merepotkan dokter di pagi-pagi begini." Ucap Yumna.


"Sudah lah tidak Apa-apa lagi pula ini juga sudah tugas ku menjadi seorang dokter." ucap Abizar kembali Alyssa mengulurkan tangan ingin menjabat tangan Abizar, Namun Abizar menangkup kedua tangan nya di dada membuat Alyssa terlihat salah tingkah.


"Tidak baik bagi seorang wanita yang bukan mahramnya untuk saling menyentuh, sontak jawaban Abizar membuat Alyssa mati gaya.


"Assalamu'alaikum…" uluk salam dari Abizar lalu ia pun pergi meninggalkan Alyssa yang diam dengan pemikiran nya.


"Abizar seperti nya aku telah menjatuhkan hati ku untukmu," ucapannya setelah Abizar menjauh pergi dari hadapan nya.

__ADS_1


*


Sementara itu Yumna terus saja menatap wajah suaminya yang nampak begitu pucat,


"Sebaiknya kau pergi sarapan dulu kasian kau pasti belum makan" ujar bu Hesti pada siang menantunya.


"Bagaimana cara Yumna mengisi perut Mah, kalau melihat keadaan Mas, El, seperti ini. Sebaiknya Mama dan Alyssa yang sarapan, lebih dulu" ucap Yumna, saat Alyssa kembali masuk, sedangkan Yumna tak bergeming dari tempatnya.


"Kakak juga harus jaga kesehatan, ingat apa yang di katakan dokter tadi, kalau kakak tidak Apa-apa." Timpal Alyssa mengusap punggung kakak iparnya untuk memberikan nya kekuatan dan menenangkan nya.


"Aku akan sarapan kalau Mas El, sudah sadar Mah."


"Baiklah sayang kalau begitu mama pergi dulu nanti mama kembali lagi karena hari ini ada pertemuan penting, kamu jangan khawatir suamimu akan baik-baik saja, ada Alyssa yang akan menemani mu.."


"Iya Mah, maafkan Yumna yang sudah membuat semuanya khawatir, Mama Hati-hati di jalan ya!"


"iya sayang Assalamu'alaikum..."


"Wa'alaikumussalam…"


Yumna kembali melangkah mendekati ranjang suaminya dengan jarum infus yang masih mekat di pergelangan tangan nya.


"Hmmm…Ennng…" terdengar suara lenguhan dari Vano yang mencoba untuk membuka matanya.


"Mas, kau sudah sadar?" cicit Yumna tepat di depan suaminya.


"Kau…? Aku kenapa? kau baru saja pingsan Mas, dan dokter bilang kau kecapean,"


Vano pun mengingat saat selesai sholat subuh ia tiba-tiba merasa punggung dan kebanyakan terasa sakit bersamaan.


"Aku ingin ke kantor hari ini ada penandatanganan tender dengan perusahaan xxxx aku harus kesana bantu aku bangun,"


"Tapi Mas…"


"Apa kau akan membantah ku lagi? ingat janjimu padaku, ini baru sebagian kecil," ucap Vano mengingatkan nya.


"Maafkan Aku Mas…aku hanya tidak ingin kau kenapa-kenapa, j

__ADS_1


karena Kak Abi bilang kau harus istirahat total."


__ADS_2