
"Ayo naiklah, Aku akan mengantarmu sampai tujuan tapi ingat kau tidak boleh menyentuhku sama sekali karena kita bukanlah Mahram ," Ucap Abizar mengingatkan.
"lya,, iya baiklah, antar aku kesana sebelum Aku pingsan lagi di sini," kesalnya pada Abizar, karena sebagai Play girl baru kali ini ada lelaki yang tidak ingin bersentuhan secara langsung dengannya.
"Kau jangan pingsan, kalau kau pingsan aku akan meninggalkanmu di sini," sela Abizar. "Lalu kenapa tadi Saat Aku pingsan kau berusaha menolongku?" tanyanya menatap Abizar yang sudah berada di Atas Motornya.
"Ya,, itu tadi karena Aku merasa bersalah, karena turut Andil membuatmu celaka, dan ada pak Tarigan juga. Kalau tidak bagaimana caranya aku membawamu."
"Apa? jadi kau yang ugal-ugalan di atas Motor tadi,? bukan membuatku celaka kau hampir membunuhku kalau aku tidak segera banting setir, dan kau juga sudah membuatku ketakutan,"
"Aku minta maaf, kau boleh meminta sesuatu untuk permintaan maaf ku,"
"Baiklah, tapi lain kali saja. Karena untuk saat ini aku belum ingin sesuatu darimu," ucap Alysaa penuh percaya diri.
"Baiklah, ayo naiklah ini sudah tengah malam, ajak Abizar kembali.
"Ayo baiklah, tapi ingat kau harus hati-hati membawa Motornya, jangan sampai kau membuatku celaka untuk yang kedua kalinya," setelah berucap Alyssa pun naik di atas Motor sport milik Abizar.
"Ya ampun bagaimana caranya aku duduk dengan tenang di atas Motor kalau model Motornya saja seperti ini,"
Gerutunya namum hanya dalam hati karena motor yang di pakai adalah motor sport Aprilia RSV 1000R Mille. Yang model dudukannya sangat kecil dan berdekatan.
"Jika kau takut jatuh kau boleh memegang bajuku atau berpegangan pada Motor, dan ingat bukan pada tubuhku," ujar Abidzar kembali mengingatkannya.
"Iya,, Iya aku tahu," jawab Alyssa dengan malas, Abizar pun segera membawa motornya meluncur dengan kecepatan sedang hanya 15 menit Mereka pun tiba di kampung Muhajirin yang akan ditujunya itu.
"Kau ke sini mencari rumah siapa? kau tidak akan mungkin tahu rumah seseorang tanpa mengetahui Siapa nama pemiliknya, apa kau mendengarku?" tanya Abizar kembali karena tak kunjung mendapat jawaban.
"Kalau tidak salah namanya Yu-Yu Yumna, maksudku kakak iparku namanya Yumna," ucap Alysaa yang sonta membuat Abizar terkejut dan berhenti mendadak, hingga membuat kepala Alysaa terbentur punggung Abizar.
"Aukh...kau apa kau sengaja melakukannya,?"
__ADS_1
"Maaf, Jadi kau adiknya Vano,?"
"Kok,, kamu tahu Kak Vano? dia itukan Kakakku,?" tanya Alisaa heran.
"Ya,, Aku tahu siapa kakakmu karena dia adalah pasienku."
"Jadi,, kau adalah seorang Dokter,? hebat sekali di desa yang terpencil seperti ini ternyata mempunyai seorang Dokter yang tampan sepertimu," ucap Alyssa ingin memulai aksi menggodanya itu, Alyssa memang seorang playgirl sejati Banyak kaum Adam tergila-gila kepadanya namun tak pernah ada cinta yang tulus di hatinya untuk para lelaki yang mendekatinya hanya karena harta dan kecantikan yang ia miliki itu, baginya jatuh cinta satu kali, menikah sekali, dan dicintai hanya sekali, dan jika dia jatuh cinta pada seseorang dia akan mengejarnya mati-matian, meski ia harus ditolak berkali-kali Itulah prinsip di dalam hidupnya.
Alisaa memang banyak menggoda laki-laki dan sering bergonta-ganti pasangan namun dia hanya memanfaatkan mereka saja, Ia Pun selalu menjaga kesuciannya tak ingin disentuh oleh para lelaki yang hanya menggunakan nafsu tanpa ingin menikahinya.
Alyssa gadis yang ceria dan ramah membuat banyak orang yang menyukainya, dan dia juga bukanlah seorang gadis yang sombong, oleh sebab itulah banyak para lelaki ingin punya hubungan spesial dengannya, namun sayang tak seorang pun di antara mereka yang membuatnya betul-betul jatuh cinta.
"Kita sudah sampai silakan turun," ujar Abizar begitu Motornya tiba di depan rumah milik Yumna.
"Kau masuk lah, itu rumahnya, kau bisa mengetuk pintu atau menelpon terlebih dahulu, dan kakimu itu apa kau_"
"Aku baik-baik saja, jangan Khawatir nanti aku bisa baper karena perhatianmu itu," selanya menjeda kalimat Abizar.
Terima kasih kau sudah mengantarku dengan selamat sampai ke sini, apa kau tak ingin singgah, Kau adalah dokter kakakku masuklah untuk menemuinya, Aku yakin dia akan senang jika berjumpa denganmu," Tawarnya.
"Tidak,, terima kasih, Lain kali saja, karena aku tak ingin jadi pengganggu,"
"Jadi pengganggu maksudmu?"
Bukan kau bilang hari ini kakakmu menikah, lalu apa mereka akan menerima tamu di malam pertamanya." Ujarnya membuat Alyssa nembualatkan matanya.
"Oh,, ya ampun kau benar sekali, Untung kau memberitahukannya kepadaku.
Ya sudahlah Aku masuk dulu terima kasih.
Eh, tunggu dulu, aku minta nomor handphone mu,"
__ADS_1
"Baiklah, boleh, kau jangan khawatir masalah mobilmu aku akan mengurus semuanya hingga kelar dan kalau semuanya sudah selesai aku akan menyuruh orang untuk membawanya kemari bagaimana,?" Sejenak Alyssa terdiam.
"Baiklah,," ucapnya selanjutnya sambil mengangguk menyetujui apa yang dikatakan oleh Abidzar kepadanya.
"Kalau begitu aku permisi Assalamualaikum. "Waalaikumsalam" Balas Uluk salam Alyssa "Baru pertama kali ada seorang pemuda mengucapkan salam padaku, Dan aku merasa aneh sekali, dia juga lumayan tampan juga, tapi sayang aku tidak bisa menggodanya, karena dia teman kakakku coba kalau bukan sudah aku embat Kau dari tadi," gumamnya dalam hati saat menatap kepergian Abizar.
'Oh Astaga! ya ampun Kenapa aku lupa untuk mengetuk pintu, tapi semoga kakak tidak sedang malam pertama,' gumamnya lagi.Alyssa pun segera berbalik dan mengetuk pintu, Sudah beberapa kali ia mengetuk, namun tak ada jawaban sama sekali hingga membuatnya Hampir Putus Asa.
'Nih orang-orang pada ke mana sih Kenapa tidak mendengar suara ketukan pintu,?' dan baru saja ia ingin mengetuk pintu kembali tiba-tiba saja tangannya mengenai jidat seseorang.
"M-maafkan aku, Aku tidak melihatmu aku tidak sengaja," ucapnya terkejut dan terbata-bata.
"Kau siapa? Kenapa kau tidak mengucapkan salam terlebih dahulu,?" tanya orang tersebut, menatap Alyssa dengan tatapan aneh.
"Aku Alyssa Aku adalah adik dari Elvano.
"Oh,, rupanya Kau adalah adik iparku maksudku calon adik iparku? calon adik ipar?" gumam Alyssa mengerutkan alisnya.
"Apa kau tidak akan menyuruh aku masuk?" "Baiklah, silakan tetapi tunggu dulu__"
"Ada apa Kay? Kenapa kau membuka pintu lama sekali."
"Eh ini ada tamu malam-malam, bukan malam sih tepatnya tengah malam, Katanya sih Adik dari Kak, Vano.
"Adik dari Kak Vano,? Kenapa kau tidak menyuruhnya masuk,"
"Sudah aku sudah menyuruhnya masuk, dan ini dia baru saja tiba di depanku Apa kau tak melihatnya" Ucap Kayla.
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam...perkenalkan aku Yumna Selamat datang di kampung kami dan rumah kami yang sederhana ini semoga kau menyukainya karena rumah kami tak senyaman rumahmu yang ada di kota," sapa Yumna pada Adik iparnya yang baru saja tiba.
__ADS_1