KEKASIH

KEKASIH
Kemarahan Mami


__ADS_3

Tante Cici yang mendengar menatap tajam kepada keduanya.


"Katakan dengan jujur pada Mami Dion, Apa kau pernah tidur bersamanya Dion? Apa kau pernah melakukannya?!"


"Mi, Apa Mami tidak percaya sama anak Mami sendiri? Dion tidak pernah melakukan itu Mi! katakan Erica Kau pasti bohong kan?" sentak Dion menatap sangar ke arah arah Erica.


"Kurang bukti apa lagi Dion? aku sudah membawa bukti tes ini, kalau kau tidak percaya tidak apa-apa Ayo kita bersama-sama ke rumah sakit untuk membuktikan keasliannya" tantang Erica.


"Dion lihat Mami, sekali lagi Mami bertanya apakah kau pernah meniduri wanita ini?"


"Iya Mi pernah satu kali tapi aku merasa aku tidak melakukan apapun dengannya dia pasti menjebak Dion Mi, karena waktu itu Dion tidak sadar."


Plak.


Satu tamparan melayang di pipi Dion dari sang mami sang Mami hampir saja terjatuh kalau tidak ditahan oleh Papi Yudha.


"Keterlaluan kamu Dion, kau telah menghancurkan nama baik keluarga, sekarang kau nikahi wanita itu dan kau bukan anak mami lagi." Tante Cici pun pergi meninggalkan nya. Namun Dion terus mengejar.


"Mi kenapa harus jadi seperti ini dengarkan Dion Mih!"

__ADS_1


"Sudah pergi…pergi… kau dari sini mami__" tante Cici tidak sanggup lagi melanjutkan kata-katanya karena ia pun sudah tergulai lemas dan pingsan.


"Mami, Mami bangun Mi!" cicit Dion mengguncang tubuh sang mami.


"Dion… ini semua gara-gara kamu! tinggalkan Mamimu, biar Papi yang menjaganya! benar apa yang dikatakan mamimu kau dan kekasih ku itu angkat kaki dari rumah, papi dan Mami tidak sudi memelihara lelaki bejat sepertimu!" sarkas Papi Yudha.


"Papi dengarkan Dion Pi! Lily Bantu Kakak Li! Kakak,"


"Lily sendiri tidak bisa membantu kakak, karena semua bukti mengarah ke kakak untuk itu lakukan Kak, apa yang dikatakan Mami dan Papi biar Lili yang akan menjagamu kakak tidak perlu khawatir selagi second saja permasalahan kakak dengan wanita itu," ucap Lily pada sang kakak yang baru saja tiba di tempat kejadian, sungguh Ia tidak menyangka kedatangannya untuk memberikan kejutan pada sang kakak ternyata akan berakhir seperti ini.


Dion menatap ke arah Yumna. "Apa kau percaya dengan semua kejadian ini?" tanyanya pada orang yang diliriknya itu.


"Apa kau juga tidak percaya padaku?" tanyanya melirik Vano.


"Lakukanlah seperti apa yang Yumna katakan padamu,"


"Dan berdoalah, Yakinlah kepada Allah Allah pasti akan menunjukkan janlanya karena Sepandai apapun kita menyembunyikan bangkai pasti akan ketahuan juga,"vucap Yumna kembali sambil melemparkan tatapannya pada wanita yang mengaku bernama Erica tersebut, sedangkan Erica melempar tatapan permusuhan kepadanya, namun Yumna membalasnya dengan sebuah senyum, sedangkan Vano Yang melihat kejadian itu datang dan mendekati Yumna.


"Sebaiknya kita pulang." Ajak Vano menarik tangan Yumna.

__ADS_1


"lya Mas…" Jawab Yumna singkat sambil mengangguk lalu melangkah pergi meninggalkan kan tempat tersebut, begitupun untuk para tamu yang lain nya meninggalkan tempat tersebut satu persatu.


"Mas…apa kau yakin kalau Dion melakukan itu?"


"Tidak! Aku tidak yakin karena aku tau siapa Dion, dia tidak akan serendah itu untuk melakukannya.


"Jadi maksudmu dia tidak bersalah?"


"lya tentu saja, Aku sudah menghubungi rekannku untuk mencari informasi tentang wanita itu."


"Yumna hanya mengguk kecil mendengar penjelasan suaminya itu.


"Tidurlah kalau kau ingin tidur, lagi pula perjalanan kita panjang."


"Baiklah Mas..."


Yumna memang merasa sangat mengantuk dan capek, selang beberapa menit ia pun sudah terlelap, dengan nafas yang mulai teratur.


Vano merebahkan kepala Yumna di pangkuannya.

__ADS_1


"Kenapa kau terlihat semakin cantik di mataku, dan kenapa hati kecilku mengatakan aku tidak ingin berpisah denganmu Yumna?" Namun itu hanya mampu ia katakan di saat Yumna sedang terlelap dalam mimpinya.


__ADS_2