
"Kalian semua telah menipuku, dan kau wanita murahan…! Aku tidak Terima kau merebut Vano dariku…!" Tunjuknya pada Yumna, namun Yumna tidak menunjukkan rasa gentar sedikit pun. Clarissa yang kesal datang menghampiri Yumna, namun Vano tetap waspada.
"Clarissa…dengarkan aku, Aku yang meminta mereka untuk menjadi saksi di pernikahan kita, dan aku juga yang memaksa ingin menikahimu karena aku yang harus bertanggung jawab atas dirimu dan ke__"
"Tutup mulutmu…! aku tidak ingin kau ikut campur dalam urusanku…! Karena kau Sama-sama penghianatnya dengan mereka" Clarissa begitu murka melihat kenyataan yang terjadi padanya saat ini, Sungguh di luar ekspektasinya.
"Sebaiknya kau lihat dengan teliti apa yang aku kirim ke dalam handphone mu saat ini." Ujar Vano. Clarissa pun menuruti apa yang dikatakan Vano, ia dengan segera membuka gawainya dan tiba-tiba saja ia membulatkan mata dengan sempurna melihat video yang dikirimkan kepadanya sungguh ia tidak pernah menduga jika Vano mengetahui kalau dia selama ini telah bersandiwara.
"Sekarang katakan padaku siapa yang menipu siapa? kau jangan berteriak seolah kau itu adalah korban yang paling teraniaya, bahkan kau ingin lempar batu sembunyi tangan, lalu mengambing hitamkan orang lain." Ujar Vano panjang lebar.
"T-tidak Vano sayang… Aku mohon dengarkan aku, Aku benar-benar mencintaimu aku mohon maafkan aku dan anak yang ku kandung ini anak kita Vano." Rengeknya memohon dan terus brusaha meyakinkan Vano
"Tapi sayang Putraku sudah tidak mencintaimu lagi Clarissa,! sebaiknya sekarang kau duduk dengan cantik di kursi pelaminanmu itu, karena biar bagaimana pun putraku sudah rela mengurus pesta pernikahanmu, seharusnya kau berterima kasih dan bersyukur Clarissa jika ada orang masih memikirkan kebahagiaan mu…! Ucap Bu Hesti ikut menimpali panjang lebar. Clarissa hanya menyeringai tipis mendengar apa yang di katakan Bu Hesti padanya.
"Baiklah jika Vano tidak ingin bersamamu makan ia pun tidak akan aku biarkan hidup bahagia bersama orang lain." Setelah berucap tiba-tiba saja Clarissa meraih sebuah pisau yang tak jauh dari tempatnya berdiri dan segera menyerang Vano semua orang berteriak histeris saat pisau itu menghujam ke arah Vano.
"Mas…El…!" cicit Yumna memasang badan memeluk Vano agar pisau itu tidak mengenai suaminya, dan perbuatannya itu membuat Vano terkejut. Namun tiba-tiba saja.
"Jangan Clarissa…!"
Jlebb.
"Aaahk…"
pisau pun menancap sempurna pada perut seseorang. Clarissa yang tersadar dengan perbuatannya pun sangat terkejut saat melihat ia telah menusuk seseorang yang tak lain adalah suaminya sendiri.
"Jimmy Kau_" Clarissa menjeda kalimatnya saat tersadar apa yang telah ia lakukan pada Jimmy. la pun melepaskan pisau yang di genggamnya itu.
"Jimmy…Jimmy…Jimmy…" Vano mengguncang tubuh Jimmy yang langsung tidak bergerak, ya Jimmy memasang badan nya untuk melindungi Yumna, karena biar bagaimana pun ia tidak ingin istrinya masuk penjara karena melukai orang lain, apa lagi ia juga pernah berhutang nyawa pada Yumna.
Abizar yang berdiri tak jauh dari tempat itu segera mendekat dan berusaha menutup lukanya, agar darahnya berhenti mengalir. Tak lama kemudian Ambulance pun tiba dan segera membawa tubuh Jimmy untuk segera mendapatkan perolongan. Sedangkan Clarissa menggunakan kesempatan itu untuk kabur, karena ia begitu panik, dan begitu takut melihat darah.
__ADS_1
Yumna yang menyadari kalau Clarissa kabur dengan cepat menyusulnya karena ia tidak mau Clarissa kenapa-kenapa atau berbuat nekat.
"Yumna kau mau kemana?" cicit Vano saat menyadari istrinya sudah menjauh. la pun segera menyusul, karena ia tidak ingin Yumna dan juga kandungannya kenapa-kenapa saat melihat istrinya berlari mengejar Clarissa.
"Clarissa tunggu…! Clarissa… Awaaas…!"
"Aaaaaakh…!"
Brug.
Prak.
Brug.
"Yumna…!" Pekik Vano dari kejauhan.
Clarissa yang terus berlari ke takutan tanpa sadar berlari kejalan, bahkan tak menyadari sebuah mobil melaju begitu kencang ke arah nya. Namun dengan cepat Yumna mendongrong tubuh Clarissa, hingga membuat Clarissa jatuh terkelungkup dan membuat kepalanya sedikit membentur jalan.
Clarissa baru yang sadar dengan apa yang terjadi, saat Yumna berhasil menyelamatkan nya namun sayangnya mobil tersebut menghantam tubuh Yumna hingga membuatnya terpental beberapa meter.
Dengan perasaan yang berdebar Clarissa bangkit berdiri dan berjalan mendekati Vano.
"Va-Vano… apa yang telah terjadi?" Lirih nya bertanya, Clarissa terus melawan perasaan takutnya saat melihat darah segar yang mengalir dan hampir menutupi seluruh wajah wajah Yumna.
"Dia… tidak mau membuka matanya, aku sudah membangun kannya dia tidak mau membuka matanya" ucap Vano lemah.
"Hei…wanita bodoh…bangunlah,! jika kau tidak membuka matamu jangan salahkan aku jika aku merebut Vano dari tanganmu, apa kau tahu Vano masih sangat mencintaiku." Ucap Clarissa berkaca-kaca, ia sengaja berkata seperti itu untuk membuat Yumna membuka matanya.
"Mas…El…uhuk uhuk…"
"Sayang ini aku, bertahanlah dan tetaplah buka matamu,!" ucap Vano tersenyum getir.
__ADS_1
"Ayo Vano bawa dia kedalam mobil" ucap Clarissa saat sebuah mobi Ambulance berhenti di dekat mereka.
"Yumna…! Yumna…!" cicit semua orang yang baru saja tiba dan mengetahui apa yang terjadi padanya. Apa lagi Bu Hesti hampir saja pingsan beruntung Alyssa cepat-cepat membawa mamanya menjauh.
Sementara itu mobil Ambulance terus saja meluncur dengan cepat membawa Yumna, Vano dan Clarissa.
Sedangkan Vano terus saja menggenggam tangn istrinya itu tanpa ingin memalingkan wajahnya sedikit pun dari menatap Yumna.
"Mas…El"
"lya sayang apa kau butuh sesuatu?"
"A-aku min-ta ma-af ji-ka a-ku ada sal-lah, Cla-ris-sa A-ku ju-ga min-ta ma-af sud-ah meram-pas keba-hagiaan-mu." Ucap Yumna mulai tetbata-bata.
"Sayang bertahan lah, Aku yang seharusnya minta maaf karena terlalu banyak melukaimu" ucap Vano dengan terisak.
"Kau istirahat lah jangan banyak bicara dulu" timpal Clarissa. Yang kini ikut sesenggukan.
"Mas…aku su-dah tidak kuat lagi, ber-jan-ji-lah se-lamatkan an-ak kita jika terjadi se-su-atu- pa-da-ku."
"Tidak sayang… kau tidak boleh pergi tanpa seizinku. Benar apa yang di katakan Clarissa kau jangan banyak bicara beristirahatlah" ucap Vano menahan sesak yang menghimpit dadanya melihat keadaan Yumna yang sangat mengenaskan itu.
10 menit kemudian mereka pun tiba di rumah sakit.
"Dokter…dokter…selamatkan istri saya Dokter…!" Abizar yang sudah tiba di rumah sakit langsung mengambil alih untuk segera membawa Yumna masuk untuk segera di ambil tindakan.
"Kau jangan berani-berani menyentuh istriku…!" sentak Vano. Membuat Abizar hanya bisa menari nafas panjang karena di saat gawat seperti ini Vano masih saja memikirkan dirinya sendiri yang masih saja Posesif.
"Kau tidak perlu khawatir ada aku," Ucap seorang dokter wanita yang baru saja tiba.
"Julia…"
__ADS_1