Kekasih Rahasia Aktor Tampan

Kekasih Rahasia Aktor Tampan
Sahabat gak ada Akhlaq


__ADS_3

Ayam Goreng, Lele Goreng, Jamur crispy goreng dan ikan gurame goreng beserta sambal trasi, sambal matah hingga sambal dabu-dabu sudah tersedia di meja makan Villa Ocean View.


Tidak lupa juga berbagai jenis lalapan mulai dari timun, daun kemangi, selada hingga Pete turut menghiasi meja makan yang cukup panjang tersebut. Semua menu makan khas nusantara yang di pesan oleh Yurdha adalah menu favorit para sahabatnya yang anti ribet. Tidak ada jaim jaiman diantara mereka untuk menyantap Pete, lalapan dengan aroma yang begitu khas.


Jika berbicara perihal makanan, maka Juna dan Denim akan menjadi orang yang terdepan, terbukti kan dua makhluk itu sudah duduk manis di meja makan saat Gara masih memanggil Brinia dan Nesya.


Katanya, memiliki daya imajinasi tinggi itu membutuhkan asupan makanan yang banyak. Iya imajinasi tentang hal-hal berbau vulgar. Dan semua yang mendengar ocehan Juna dan Denim perihal hal hal vulgar tersebut hanya meng-iya-kan saja karena malas memperpanjang pembahasan.


“Mana si Brinia dan Nesya?” Tanya Denim melihat Gara berjalan sendiri ke arah meja makan.


“Sebentar lagi katanya..” Jawab Gara. Gara pun duduk di kursi yang masih kosong.


“Ga, besok rencananya gimana kasih kejutan ke Brinia?” Tanya Yurdha.


“Seperti rencana awal, besok setelah makan siang, Juna, Denim dan Nesya ajak Brinia jalan-jalan ke Pantai yang jauh dari Villa ini. Gue akan bilang mau ketemu sama temen artis gue yang ada disini juga. Jadi kan Brinia gak bisa ikut. Gue akan mengajak Yurdha untuk mendekor Villa ini.” Kata Gara.


“Siap boss ku!” Jawab Juna, Denim dan Yurdha.


Tidak lama, Brinia dan Nesya pun datang ke meja makan. Nesya lebih dulu duduk di samping Yurdha. Sedangkan kursi yang masih kosong hanya kursi yang ada di samping Gara. Mau tidak mau Brinia pun duduk di samping Gara dengan perasaan yang masih canggung.


Buat Brinia, melupakan kejadian pagi tadi di kamar benar-benar tidak mudah...


“Brin, sekali kali ambilin makanan di piring Gara dong, anggap aja training melayani suami.” Celetuk Denim.

__ADS_1


"Ha?" Brinia nampak bingung setelah semua sahabatnya menyetujui usulan Denim dan mendesak Brinia. Brinia ingin melakukannya namun masih merasa malu. Bukankah belum saatnya melayani Gara di meja makan?


“Tidak usah sayang... Belum waktunya, aku bisa ambil sendiri... Nanti saja kalau kita sudah benar-benar sah jadi suami istri ya sayang…” Ucap Gara dengan senyum teduhnya pada Brinia kemudian mengusap rambut Brinia dengan lembut.


“I.. iya..” Brinia nampak salah tingkah dan hal itu menjadi bahan teman-temannya untuk meledek si calon dokter yang malu-malu kucing seperti anak remaja yang baru merasakan jatuh cinta.


Makan siang pun berjalan dengan seru disertai obrolan, tawa dan canda kelima sahabat tersebut meskipun semua menyadari bahwa Brinia kali ini lebih banyak diam seperti sedang tidak menikmati liburan. Namun semuanya menghargai Brinia sehingga tidak banyak tanya pada Brinia.


“Ga, si Sabrina lawan main elu masih jomblo gak?” Tanya Juna tiba-tiba.


“Nggak tau, gak pengen tau dan gak mau tau juga.” Jawab Gara dengan cuek.


“Cih sadis bener elu...” Sambung Denim.


“Gue melakukan itu punya alasan Nes, lagian gue gak akan mengaku jomblo tanpa izin Brinia. Makanya gue gak mau dekat-dekat sama cewek di lokasi shooting ataupun di luar lingkup orang-orang yang tahu hubungan gue sama Brinia. Takutnya mereka baper dan menganggap lebih, karena ada kepercayaan dan hati yang harus gue jaga.” Tegas Gara yang membuat Brinia tersenyum tipis.


Memang Gara tidak dapat mencegah kecemburuannya dan rasa kesalnya saat melihat adegan romantis yang kekasihnya itu lakoni dengan si lawan main. Namun setidaknya, Gara sudah berusaha dengan maksimal untuk menjaga perasaannya dan hatinya. Brinia menghargai hal itu.


Gara sebenarnya adalah pribadi yang asik dan penuh perhatian dengan siapa saja, tapi hal tersebut banyak cewek yang menyalah artikan dan menganggap Gara tertarik pada mereka.


Banyak sekali korban bapernya Gara dari jaman SMP, SMA hingga awal kuliah. Alhasil saat ini, mereka menganggap Gara sebagai tukang ghosting. Namun semenjak jadian sama Brinia, Gara lebih memilih untuk berinteraksi secukupnya dengan lawan jenis.


“Elu bener-bener laki Ga! Nggak kayak dua cecunguk itu yang pacarnya dimana-mana dan dibuat puasin nafsyu mereka doang!” Puji Nesya pada Gara sekaligus menjatuhkan Denim dan Juna.

__ADS_1


“Kita para pecinta wanita Nes!” Ucap Denim.


“Sekaligus petualang cinta sampai kita dapat cinta sejati. Iya kan Nim?” Juna menyempurnakan ucapan Denim dan Denim mengangguk dengan bangga.


“Emangnya elu nanya si Sabrina itu mau ngapain?” Tanya Yurdha curiga, Yurdha adalah orang yang paling irit bicara diantara para sahabatnya.


“Gue mau minta dikenalin sama Gara kalau si Sabrina masih jomblo, gue pengen ngajak pacaran.. kalau gak mau ya, one night stand gak masalah.” Kata Juna jujur membuat Nesya dan Brinia melotot.


“Parah elu bangkee!” Umpat Nesya.


“Laki gak ada akhlaq!” Sambung Brinia. Meksipun tidak suka dengan Sabrina, tapi Brinia dan Nesya tidak setuju dengan lelaki yang memandang rendah martabat perempuan seperti itu.


“Ngaco lu, si Sabrina cewek baik-baik Jun,  jangan di rusak.. mending cari yang sudah rusak saja sekalian.” Ucap Gara spontan yang tidak suka dengan tabiat sahabatnya itu karena suka main perempuan dan menjadikan perempuan hanya sebagai pemuas hasrat saja.


“Dari mana elu tau kalau si Sabrina cewek baik-baik? Jangan-jangan diem-diem elu deket sama dia Ga?” Tanya Juna sengaja membuat Brinia cemburu. Brinia pun langsung melirik penuh curiga pada Gara.


“Dari cerita si Melly sih, katanya begitu dan Latar belakangnya juga dari keluarga baik-baik juga.”


“Oh jadi dari cerita manager elu yang sok ngatur itu.. kirain elu emang deket sama si Sabrina gara-gara terbawa adegan romantis saat shooting.” Goda Juna membuat Gara mendelik tajam.


"Wah parah elu Ga... ternyata di belakang Brinia diam-diam elu deket juga sama Sabrina." Sambung Denim yang semakin memanas-manasi Brinia sebelum Gara buka suara.


Juna dan Denim emang sahabat gak ada akhlaq... Dan mereka melakukan itu bukan tanpa alasan, mereka hanya ingin memastikan hubungan Brinia dan Gara baik-baik saja setelah sejak pagi dua sahabat minum akhlak itu disuguhi adegan saling menghindari dari keduanya.

__ADS_1


to be continued...


__ADS_2