Kekasih Rahasia Aktor Tampan

Kekasih Rahasia Aktor Tampan
Perut Brinia Membesar


__ADS_3

Hanya butuh beberapa detik untuk Sekar menyadari kesalahannya pada Brinia atas segala ucapan dan tindakan kasarnya tadi. Sebagai orang tua, harusnya dia mendengarkan penjelasan putrinya dulu, bukan langsung main tampar seperti tadi.


Namun entahlah, emosi yang menguasai dirinya karena melihat Kissmark di leher Brinia membuat Sekar teringat pada masa lalunya hingga dia gelap mata hingga akhirnya bersikap reaktif.


Dan jika sampai Brinia tahu bahwa dia bukan ibu kandungnya, Andra mengancam akan memberitahu Brinia sekalian bawah dialah yang menyebabkan ibu kandung Brinia itu meninggal dunia.


Sekar yakin, Brinia pasti akan sangat membencinya setelah tahu semua fakta itu dan Brinia pasti juga akan sangat terpukul.


Membayangkan hal itu, rasanya Sekar tidak sanggup. Sekar sebenarnya sangat menyayangi Brinia meskipun terkadang cara dia menyayangi gadis itu salah. Namun semua yang terjadi dalam rumah tangganya, bukanlah salah Brinia. Semua salah suaminya yang tukang selingkuh dan dirinya sendiri yang memang tidak bisa menjadi istri yang baik. Sekar sudah paham tentang semua itu, Brinia adalah korban kebejatan suaminya sendiri.


"Brinia, maafkan bunda..." Kalimat itu terdengar lirih dan penuh dengan penyesalan. Kalimat yang tiba-tiba terucap setelah Andra ingin langsung membahas tentang rencana pernikahan Brinia dan Gara.


"Bunda..." Brinia mendongakkan wajahnya. Air mata Brinia luruh lagi menatap Sekar yang juga menatapnya dengan rasa bersalah.


"Maafkan ucapan dan tindakan bunda tadi sayang... Bunda salah... maafkan bunda ya. Tolong maafkan bunda..." Sekar beranjak dari duduknya dan langsung memeluk Brinia dengan erat membuat Gara sedikit menggeser duduknya agar bisa memberikan ruang pada Sekar dan Brinia.


"Bunda gak salah, aku yang salah. maafkan aku udah kecewain bunda..."


Meskipun pipi Brinia masih memerah dan masih terasa sakit, namun Brinia merasa bahagia mendengar permintaan maaf sang bunda.


Kedua wanita beda usia itu menangis bersama dan saling meminta maaf. Semua yang ada di ruang keluarga itupun lega. Terutama Amelia, karena Amelia tidak ingin latar belakang Brinia sampai terungkap. Amelia tidak ingin anak sahabatnya itu sedih.


Setelah momen yang cukup mengharukan itu, Gara pun meminta maaf atas kesalahannya yang masuk ke kamar Brinia dan tidur disana. Gara menjelaskan secara detail mengenai tujuannya datang ke kamar Brinia. Tidak lupa Gara pun menegaskan bahwa apa yang dia lakukan bersama Brinia tidak sejauh yang mereka pikirkan. Ya meskipun tidak ada yang percaya setelah melihat kiss Mark di sepasang kekasih itu....


"Apa? kamu beradegan ranjang?" Pekik Papa Andra yang tidak terima.


"Pa, udah aku jelaskan. itu semua tidak seperti yang ditampilkan pa. aku dan Sabrina shooting di waktu yang berbeda lalu di edit oleh orang yang aku bayar. aku gak mau juga pah adegan se-intim itu." Ucap Gara.


"Ma, tolong carikan adegan itu.. papa mau lihat!" Ucap Papa Andra pada istrinya.


"Gara, bagaimana om bisa mempercayakan Brinia sama kamu jika kamu saja bermesraan dengan wanita lain." Sambung Henry.


"Om, ini tidak seperti itu om... Itu proses editing om, bukan seperti yang om lihat..." Gara sangat takut jika tiba-tiba om Henry tidak merestui dirinya karena pekerjaannya.


"Tetap saja Gara, orang akan menganggap kamu seperti yang di tampilkan di layar kaca."


"Kelakuan kamu Gara! kamu mempermalukan keluarga kita dengan adegan seperti ini." Kata Andra setelah selesai melihat adegan film yang tengah viral di sosial media.


"PA.."


"Papa gak peduli itu hasil editing atau apa, yang jelas yang ditampilkan di layar kaca adalah kamu adegan ranjang sama wanita itu!" Ucap Papa Andra dengan tegas.


Sungguh, kesabaran Papa Andra rasanya sudah habis saja menghadapi tingkah Gara. Rasanya ingin benar-benar menonjok darah dagingnya sendiri itu.


Gara menunduk dan mengakui kesalahannya. Memang norma budaya timur dalam keluarga Gara masih sangat kental sehingga hal tersebut dianggap tabu.

__ADS_1


"Brinia, bagaimana tanggapan kamu nak?" Tanya Papa Andra dengan nada yang lembut. Sangat berbeda saat berbicara dengan Gara.


"A.. aku..." Brinia terlihat ragu.


"Katakan, kamu beneran mau menikah sama anak om?" Perlahan Brinia mendongakkan wajahnya menatap sang calon mertua.


"Aku cinta sama Gara om, aku mau menikah sama Gara." Jawab Brinia yang penuh keyakinan membuat Gara tersenyum dan menggenggam tangan Brinia.


"Tanggapan kamu mengenai hal itu?"


"Pertama melihatnya, aku kecewa om.. aku sangat kecewa sama Gara. Aku gak suka lihat Gara sedekat itu dengan cewek lain. Tapi setelah Gara bisa buktikan bahwa dia melakukan shooting itu secara terpisah, aku mencoba memakluminya om. karena itu memang tuntutan profesi Gara. Aku gak mau menghalangi impian Gara."


"Denger Gara! denger! Brinia mencoba menahan perasaannya demi impian kamu, tapi kamu malah buat kecewa dia. Beruntung kamu itu dapat Brinia, banyak bersyukurnya jangan banyak tingkahnya. Entar nyesel!" Ucap Mama Amelia dengan nada jengkel pada putranya.


"Ma, aku udah janji sama Brinia kalau gak akan ada kontak fisik kecuali berpelukan dengan lawan jenis, dan aku akan tepati janji aku." Tegas Gara.


"Aku tunggu pembuktian kamu Ga." Kata Brinia sambil tersenyum pada Gara.


"Oke, semua masalah sudah clear, Saya mau Gara dan Brinia menikah dalam waktu dekat karena saya tidak mau kejadian memalukan ini terulang kembali." Pinta Ayah Henry.


"Om, aku dan Brinia sudah sepakat menikah akhir bulan depan setelah Brinia wisuda. Dan pernikahan kita juga cukup akad nikah aja. Yang penting sah dalam agama dan negara."


"No.. no.. no... mama mau buat pesta mewah buat kalian." Kata Mama Amelia.


"Ngga bisa ma, Gara kan masih terikat kontrak." Jawab Brinia.


"Iya, aku sangat setuju. Aku gak mau pernikahan yang biasa-biasa saja untuk putri semata wayang aku!" Sambung Sekar.


"Mama, Tante.. aku mohon. Tunggu kontrak aku selesai, nanti terserah kalian mau buat resepsi seperti apa."


"Brinia jadi pacar kamu aja kamu rahasia kan, masak nanti jadi istri juga masih kamu Rahasiakan sih Gara.. astaga.." Mama Amelia memijit pelipisnya.


"Ma, gak apa-apa, aku udah setuju kok dengan semua itu. Aku terima konsekuensinya karena memiliki pacar artis. Asal dia tahu batasan dalam kontak fisik dengan lawan mainnya. Itu aja ma." ucap Brinia dengan lembut.


"Yaudah, kalian menikah setelah kontrak Gara selesai aja. Bunda gak rela kamu terus disembunyikan Brinia. Kamu bukan selingkuhan Gara ya!" Bunda Sekar tidak suka jika Brinia terus disembunyikan oleh Gara.


"Mama... Tante please... Kalian gak mau kan kalau nanti tiba-tiba perut Brinia membesar tanpa suami?" Tanya Gara membuat semua orang melotot termasuk Brinia.


"Apa maksud kamu Segara?"


BUGH!


Emosi Papa Andra sudah tidak terkendali lagi.


...****************...

__ADS_1


Sementara di depan gerbang kediaman kedua orang tua Brinia, gadis cantik bernama Nesya hendak memencet bel agar dibukakan gerbang tinggi tersebut oleh satpam.


Namun belum juga Nesya berhasil memencet, pintu gerbang itu sudah terbuka dari dalam sehingga membuat Nesya memundurkan tubuhnya. Bik Sumi ternyata mau keluar, mungkin mau beli sayur pikir Nesya.


"Non Nesya..."


"Pagi menjelang siang bik Sumi." Sapa Nesya dengan sopan. Nesya sudah biasa main ke rumah Brinia jadi wajar jika ART di rumah Brinia kenal dengan Nesya.


"Pagi non..."


"Brinia belum bangun ya bik, aku telfonin dari pagi gak diangkat-angkat."


"Ehmm... non Brinia... non Brinia..." Bik Sumi terlihat gusar menyebut anak majikannya.


"Kenapa bik dengan Brinia? Brinia gak sakit kan? dia gak apa-apa kan bik? aku sama dia itu janjian mau ke perpustakaan daerah pagi ini, tapi dia gak ada kabar. Brinia ada kan bik di rumah?"


"A... ada non.. ada..."


"Yaudah aku langsung masuk aja ya bik."


"Jangan non." Bik sumi mencegah gadis cantik itu.


"Kenapa bik?" Nesya nampak bingung.


"Jangan masuk dulu non, di dalam suasananya lagi tegang."


"Tegang? ada apa emang bik?"


"Itu non, non Brinia sama mas Gara kepergok tidur berdua." Ucap bik Sumi dengan berbisik.


"APA? Gara dan Brinia tidur berdua?" Pekik Nesya terkejut.


"Jangan kencang-kencang non Nesya..." Pinta bik Sumi.


"Kenapa bisa bik?"


"Bibik gak tau non, tadi heboh banget sampai nyonya Sekar menampar non Brinia karena non Brinia habis gituan sama mas Gara." Nesya sungguh tidak percaya dengan apa yang dikatakan bik Sumi, karena selama ini Gara sangat bisa menjaga Brinia.


"Nggak mungkin bik. Meksipun Gara sama Brinia pacaran udah lama dan orang tua mereka juga udah Setuju tapi Gara gak pernah macem-macem sama Brinia. Gara benar benar jaga Brinia karena Gara sangat mencintai Brinia Bik."


"Iya non, beneran... ini aja mereka lagi bahas pernikahan mas Gara dan non Brinia. Kata mas Gara kalau lama-lama takut perut non Brinia membesar, terus mas Gara di pukul sama papanya." Cerita bik sumi membuat Nesya benar-benar shock.


"Gara berpacaran sama Brinia? orang tua mereka sudah merestui? Gara mencintai Brinia? Mereka akan menikah? Jadi..." Gumam seorang wanita yang berdiri di depan gerbang rumah Gara hanya saja tubuh rampingnya terhalang oleh pohon cukup besar sehingga bik Sumi dan Nesya yang asik gosip tidak menyadari kehadiran wanita itu.


to be continued

__ADS_1


hayo terus piye?


__ADS_2