Kekasih Rahasia Aktor Tampan

Kekasih Rahasia Aktor Tampan
Rapat Orang Tua


__ADS_3

Kegusaran terlihat jelas dari wajah tampan lelaki bernama lengkap Segara Byantara saat menerima telfon dari seseorang yang tidak lain adalah Melly, managernya sendiri. Bahkan beberapa kali juga Brinia melihat Gara mengusap wajahnya dengan kasar.


Ada apa? Apa yang dibicarakan oleh Melly. Ya, Brinia yakin orang yang menghubungi kekasihnya adalah Melly. Sebab beberapa kali Gara memanggil nama itu ditengah pembicaraan mereka.


Namun, Brinia tidak dapat mendengar tentang apa yang Melly bicarakan sebab Gara tidak mengaktifkan mode speaker dalam panggilan tersebut dan Gara juga sedikit menjauh dari Brinia. Brinia begitu penasaran namun calon dokter cantik itu memilih bersabar hingga Gara menyelesaikan pembicaraannya dengan Melly.


"Ada apa Ga?" Tanya Brinia usai Gara memutus sambungan telefon. Brinia tidak dapat membendung rasa penasarannya lagi.


"Sebentar sayang." Jawab Gara singkat Sepertinya ada hal urgent yang harus segera Gara lakukan.


Brinia pun mengangguk dan mengerti, Brinia tidak ingin memaksa Gara karena rasa penasarannya, apalagi Garapp beberapa kali nampak menghela nafasnya dengan kasar.


Gara adalah pribadi yang santai dan bisa dibilang terlalu santai hingga terkadang menyepelekan hal hal kecil. Jadi, tidak mungkin ada hal yang tidak serius terjadi jika wajah Gara terlihat se-gusar itu.


Setelah menjawab pertanyaan Brinia, Gara pun langsung membuka aplikasi sosial media yang ada di ponselnya. Benar ucapan Melly barusan...


Foto-foto Gara bersama dengan Brinia saat di bandara sepulang dari Jogja tersebar luas di media sosial. Bahkan ada video yang memperlihatkan bagaimana perhatiannya Gara pada Brinia hingga Gara membukakan pintu mobil untuk Brinia.


Menatap foto-foto yang beredar, rahang Gara nampak mengeras. Lelaki yang namanya tengah di perbincangkan para kaum hawa karena ketampanannya dan kepiawaiannya dalam bermain peran itu sejenak memejamkan matanya agar otaknya bisa berpikir jernih setelah mencerna semua yang terjadi.


Jika situasinya tidak seperti ini, pastilah Gara sangat bahagia memamerkan sendiri siapa Brinia dan apa status Brinia. Tapi sekarang?


"Sayang..." Brinia mengusap pundak Gara dengan lembut berusaha memberikan ketenangan untuk Gara.


"Foto kita tersebar... netizen sedang mencari identitas kamu Bee." Ucap Gara dengan lirih.


"Foto?" Brinia nampak bingung. Bukankah selama ini Brinia dan Gara selalu menjaga privasi mereka? kenapa ada foto yang beredar.


Brinia dan Gara selalu mendokumentasikan setiap momen yang mereka lalui bersama. Bahkan hal itu sudah terjadi jauh sebelum mereka resmi berpacaran. Namun Gara tidak pernah mengunggah secara terang-terangan kebersamaannya dengan Brinia di sosial media. Begitu pula Brinia.


Apalagi semenjak memilih meniti karier di dunia hiburan, Gara memiliki dua akun sosial media. Yang satu untuk pribadi orang-orang terdekat Gara saja, sedangkan yang satu lagi untuk mengupdate kegiatan-kegiatannya hingga memiliki followers lebih dari 1 juta.


"Kenapa foto kita bisa tersebar sayang? Foto apa itu?" Tanya Brinia dengan raut wajah tidak kalah gusar.


"Bee, ada yang memotret bahkan videoin kita pas di Bandara minggu lalu. Dan orang itu mengunggahnya di media sosial."

__ADS_1


"Apa?" Pekik Brinia dengan mata melebar seakan tidak percaya.


"Lalu bagaimana?"


"Barusan Melly menghubungi aku lalu mengomel panjang lebar karena Melly mendapatkan semprot dari pihak rumah produksi. Kamu tahu sendiri kan Bee, kalau aku gak boleh berhubungan dengan lawan jenis selama kontrak." Jawab Gara sambil menghela nafasnya.


Brinia terdiam dan nampak berpikir.


"Kata Melly, jika aku tidak segera mengklarifikasi hal tersebut dengan cepat dan tepat, maka rumah produksi bisa melakukan hal hal yang merugikan aku karena aku dianggap wanprestasi setelah tanda tangan kontrak sinetron itu." Jelas Gara.


"Sayang, duduk dulu... kita cari jalan keluarnya bareng-bareng ya." Kata Brinia menarik tangan Gara dengan lembut dan Gara mengikuti perintah kekasihnya.


Brinia pun mendengarkan cerita Gara tentang apa yang Melly sampaikan tadi di telfon sambil Brinia berselancar di media sosial untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Benar. Fotonya dan Gara terlihat sangat jelas. Bahkan beberapa komentar dengan nama akun yang tidak asing bagi Brinia menyebutkan bahwa kedekatan Gara dengan dirinya sudah terjalin dari SMA dan ada juga yang menimpali bahwa kedekatan mereka dari SMP. Tidak sedikit juga yang berkomentar bahwa mereka adalah Saudara sepupu.


"Maafin aku Ga..." Ucap Brinia tiba-tiba.


Eh. Gara menatap wajah Brinia. Kenapa Brinia tiba-tiba meminta maaf?


Demi apapun, melihat wajah Brinia yang sudah berubah drastis itu membuat Gara tersenyum. Namun ada kegetiran yang Gara rasakan, yaitu dibalik sikap bijak dan dewasa seorang Brinia, Brinia selalu menyalahkan dirinya sendiri atas hal buruk yang terjadi pada orang-orang disekitarnya.


"Sayang... Kenapa kamu harus meminta maaf sih? aku melakukan itu sama kamu karena aku mau... aku seneng bisa merangkul pundak kamu... bukain pintu mobil buat kamu... apalagi kalau aku bisa peluk sambil cium kamu.. aku seneng dan bahagia banget. Kalau soal kita berangkat ke Jogja, itu juga kemauan aku, karena aku udah lama ingin melamar kamu. Berhenti menyalahkan diri kamu sendiri dalam setiap keadaan, karena aku melakukan semuanya karena aku cinta sama kamu. Gak ada yang salah. Oke!" Kata Gara sambil terkekeh sendiri.


"Ingat, aku cinta sama kamu Brinia! Sangat cinta!"


Blush...


Pipi Brinia merona mendengar kata cinta yang sering terucap dari bibir Gara.


"Stop menyalahkan diri kamu sendiri, mending kita cari solusinya ya." Brinia pun mengangguk.


Benar-benar pasangan saling melengkapi, ketika Gara lagi down dan terpuruk.. Brinia bisa bersikap dewasa dan memberikan semangat untuk Gara. Dan ketika Brinia sendiri sedang insecure merasa kecil dan lemah, Gara selalu memeluk Brinia dan mengembalikan rasa percaya diri seorang Brinia.


...***...

__ADS_1


Di sebuah restoran mewah dan lebih tepatnya di private room, empat orang paruh baya sendang menikmati makanan mereka sambil berbincang.


Berbagai jenis menu masakan Jepang tersedia di meja dan begitu menggugah selera.


Dua pasangan suami istri itu memang sengaja bertemu dan membicarakan masalah anak-anak mereka tanpa sepengetahuan kedua anak mereka dengan agenda rapat membahas hubungan anak-anak mereka.


"Jujur, aku ingin segera menjadikan Brinia menantuku Hen, tapi aku gak mau setelah menikah, Brinia terus makan hati gara-gara Gara menutupi hubungannya dengan putri kamu." Ucap Andra dengan tenang.


Henry mengangguk mengerti maksud ucapan sahabat sekaligus tetangga sebelah rumahnya.


"Iya Henry, Sekar... aku itu sayang sama Brinia seperti putri aku sendiri. Tapi Gara benar-benar keterlaluan, bagaimana bisa saat dia ingin mempercepat pernikahannya dengan Brinia justru dia tanda tangan kontrak film baru dengan peraturan konyolnya itu." Ucap Amelia, mama Gara.


"Aku minta maaf atas kecerobohan Gara." Lanjut Amelia dengan rasa bersalah. Semuanya tahu dan percaya bahwa Gara tanda tangan kontrak itu secara tidak sadar dan semua itu tidak lepas dari kelicikan Melly.


"Aku gak bisa menyalahkan Gara Mel, menurutku memang harus seperti ini jalannya. Bukankah kita sebagai orang tua hanya bisa mengarahkan anak-anak kita sembari mendoakan mereka. Kalau soal kasih sayang kalian pada putriku, aku dan mas Henry sudah tidak meragukan lagi." Jawab Sekar dengan bijak.


"Iya benar, memang jalannya harus begitu. kalian tidak usah merasa bersalah. Dan menurutku sebagai orang tua, kita biarkan saja Gara dan Brinia menyelesaikan masalah mereka sendiri. Terlebih hubungan mereka sudah terendus oleh media. Kita lihat apa yang akan mereka lakukan, anggap saja ini proses pendewasaan mereka sebelum melangkah ke jenjang pernikahan." Henry pun memberikan tanggapan yang begitu bijak sebab pengalaman pernikahannya yang seperti rollercoaster.


"Benar kata kamu Hen. Apalagi anakku yang keras kepala itu melarang aku ikut campur. Aku ingin melihat sejauh mana dia melindungi putri kamu dari netizen netizen tidak berakhlak itu." Sambung Andra.


"Iya Ndra, meskipun dari kecil Gara tumbuh bersama Brinia dan mereka pacaran sudah 3 tahun, tidak menjamin semuanya akan baik-baik saja setelah pernikahan. Karena setelah pernikahan, dua kepala menjadi satu.. dua hati menjadi satu. Belum lagi problematika pernikahan di lima tahun pertama, itu bener-bener berat dan melawan ego." Ucap Amelia.


"Oke, jadi kesimpulannya.. kita biarkan saja mereka menyelesaikan masalah mereka ya... sebagai orang tua, kita pura-pura saja tidak tahu dulu sebelum mereka sendiri yang meminta bantuan atau solusi sama kita." Sekar mencoba menarik kesimpulan.


"Iya, tapi kita juga tetap harus sama-sama mengawasi mereka." Andra menambahi.


"Jelas memang harus selalu diawasi itu Gara dan Brinia, apalagi mereka sudah mulai berani ciuman." Sahut Henry.


"Apa? ciuman?" Amelia dan Sekar serempak terkejut mendengar ucapan Henry.


"Iya, aku tidak sengaja lihat dari rekaman CCTV dekat gerbang, mereka ciuman di dalam mobil." Jelas Henry.


"Pa, gak bisa pa... kita harus segera menikahkan mereka Pa." Rengek Amelia pada suaminya.


to be continued

__ADS_1


Maaf lama kak.dari aplikasinya lama banget padahal ganti tanggal dan jam update doang.


__ADS_2