
Denim, Nesya dan Juna tengah asik berdiskusi serius dengan cara berbisik-bisik dan sesekali melirik ke arah dapur agar rencana mereka tidak ketahuan oleh Brinia dan Gara yang tengah asik mencuci piring bersama.
Tawa Gara terdengar begitu lepas di telinga para sahabatnya, dan hal itu hanya bisa dilakukan oleh Brinia. Ya, hanya Brinia yang bisa membuat Gara bisa merasa sebahagia itu dan selepas itu. Hanya dengan Brinia, Gara bisa menjadi dirinya sendiri.
Potret kebersamaan Brinia dan Gara yang terlihat sangat romantis itu layaknya cuplikan di sebuah drama korea dimana sepasang suami istri sedang bekerja sama membersihkan rumah dengan senyum dan tawa yang selalu menghiasi.
“Gue gak sabar deh pengen lihat mereka segera nikah, pasti keluarga kecil mereka akan sangat bahagia. Terus juga pasti anak anak mereka nantinya ganteng-ganteng dan cantik-cantik. Secara Gara sangat tampan dan Brinia sangat cantik.” Ujar Nesya.
“Makanya, ayo kita jalankan kejutan kita untuk mereka berdua, kasian hubungan mereka gak ada kemajuan, padahal udah tunangan juga.” Jawab Denim.
“Apa ide elu itu gak keterlaluan Nim? Gue ragu karena takut jika mereka tidak bisa menahan diri dan malah kebablasan.” Nesya berkata tanpa memutus pandangannya ke arah dapur.
"Kalau kebablasan yang mereka tinggal menikah lah.. gitu aja repot." Ucap Juna cuek.
"Iya bener kata Juna Nes... Kalau elu gak mau kerjasama, gue gak akan bantu elu buat deket secara personal sama Yurdha. Gimana?" Kalimat Denim membuat Nesya nampak berpikir.
“Udah tenang aja, lagian mereka juga saling cinta dan keluarga mereka sangat merestui kan. Justru itu akan semakin mempererat hubungan mereka, biar mereka cepetan nikah... biar Gara punya pawang yang bener-bener halal..” Sambung Juna yang memang memiliki otak sama rusaknya dengan Denim.
"Iya juga sih, lagian gue sebel juga liat akting Gara sama si Sab sab itu." Nesya sangat paham perasaan Brinia yang sebenarnya cemburu dengan Sabrina, lawan main Gara meskipun Brinia hanya diam saja.
“Yaudah Jun, elu buruan siapkan ruangannya. Segera!” Perintah Denim.
“Oke!” Juna pun langsung beranjak dari duduknya dan segera menjalankan perintah dari Denim.
Selang dua menit kemudian, Brinia dan Gara akhirnya bergabung dengan para sahabatnya di ruang televisi setelah menyelesaikan kegiatan bersih-bersih piringnya. Gara berjalan sambil merangkul pundak Brinia dengan mesra dan terlihat pipi Brinia nampak merona.
Pasti Gara sedang menggoda kekasihnya itu. emang dasar pasangan bucin ya..
“Loh, mana Juna?” Tanya Gara yang langsung duduk di karpet bersama Denim sedangkan Brinia memilih duduk di sofa dengan Nesya.
“Lagi di kamar. Bentar lagi juga balik kesini buat lanjut nge game yang kemarin malam itu.” Jawab Denim.
“nge game ya nge game... tapi gue gak mau ya nanti ada acara minum minuman dedemit lagi. Kalau sampai itu terjadi, besok pagi gue langsung cabut dan gak mau ketemu kalian selama sebulan!” Kata Brinia dengan nada galak seperti emak emak yang mengomeli anaknya.
“Nggak Bee… aku kan udah janji sama kamu.” Jawab Gara sambil mendongak menatap wajah cantik kekasihnya karena posisi Brinia tepat berada di atas Gara yang tengah duduk bersandar pada sofa.
“Malam ini aman Brin, elu tenang aja. Kita mau bobok dengan tenang kok.” Kata Denim sambil tersenyum.
“Elu tenang aja Brin, sahabat kita untuk malam ini sudah tobat demi sebuah misi besar. Nggak tau besok, gue gak bisa jamin untuk itu.” Ucap Nesya sambil tertawa setelah mendapatkan plototan dari Denim karena takut Nesya keceplosan.
"Misi besar?" Brinia mengernyit.
"Misi besar dalam rangka memenangkan game." Jawab Denim cepat dan diangguki oleh Brinia. Sedangkan Gara nampak tidak begitu peduli.
__ADS_1
Obrolan mereka pun terus berlanjut dan lebih mendominasi pada Nesya yang terus mengorek informasi pada Gara dan Denim tentang kehidupan pribadi seorang Yurdha.
Maklum, diantara para sahabatnya, hanya Yurdha lah orang yang paling minim bercerita tentang kehidupan pribadinya apalagi kehidupan asmara. Karena lelaki itu termasuk golongan lelaki pendiam dan dingin meskipun cukup perhatian dengan orang-orang terdekatnya.
Namun sayang, sebuah informasi yang diharapkan Nesya tidak di dapat sedikit pun. Gara berkata bahwa Yurdha tidak pernah membahas tentang asmara karena fokus Yurdha saat ini adalah pendidikan dan pekerjaan terlebih problematika keluarga Yurdha yang cukup menguras emosi lelaki yang sangat Nesya sukai itu.
Sedangkan Denim memilih untuk tidak berkomentar apapun dan fokus pada layar ponselnya.
“Haii gengss.,” Pekik Juna dengan heboh yang keluar dari lorong yang menuju ke bagian kamar.
“Ngagetin aja elu kambing!” Umpat Gara.
"piss! ada berita penting euy." kata Juna sambil cengengesan. Gara mengernyit seolah bertanya, apa?
“Nim, ngomong!” Perintah Juna tiba-tiba pada Denim.
“Ada apaan?” Tanya Gara kepo.
“Ehm… jadi begini, sebagai sahabat yang baik.. gue, Juna dan Nesya ingin memberikan sedikit hadiah buat kalian atas suksesnya acara lamaran kalian malam ini.” Denim berucap dengan antusias dan meyakinkan layaknya para agen investasi bodong yang sedang berusaha menarik korbannya.
“Wihh apaan ini?” Tanya Brinia tersenyum penasaran.
“Masih rahasia dong.. namanya juga hadiah kejutan.” Kata Denim pada Brinia.
“Berburuk sangka sama orang itu dosa!”
Hingga timbullah perdebatan kecil antara Gara dengan Juna dan Denim. Apalagi setelah Juna mengeluarkan dua syal yang akan digunakan untuk menutup kedua pasang mata Gara dan Brinia. Gara jelas menolak ide menutup mata itu dari sahabatnya karena mendadak perasaannya tidak enak.
Namun Denim tidak kurang akal, dengan dibantu Nesya, lelaki minim akhlak itu terus meyakinkan Brinia bahwa kejutan yang akan mereka berikan sungguh luar biasa.
Akhirnya, Brinia pun menyetujui permintaan para sahabatnya agar matanya di tutup. Brinia juga meminta Gara agar mau mengikuti permainan para sahabatnya dengan alasan untuk menghargai para sahabatnya yang sudah susah payah menyiapkan kejutan untuk dirinya dan Gara. Menolak permintaan Brinia? tentu Gara tidak bisa dong.
Setelah kedua pasang mata milik Brinia dan Gara berhasil tertutup dengan sempurna, Denim dan Juna pun melakukan tos tanpa suara agar Brinia dan Gara tidak mendengarnya. Bahkan kedua lelaki itu sangat bahagia seperti menang taruhan ratusan juta. Nesya hanya geleng-geleng melihat tingkah kedua sahabatnya itu.
“Den, buruan ambil kejutan dari kita.” Perintah Nesya pada Denim.
“Kejutan apaan sih? Sumpah gue penasaran banget!” Ucap Brinia yang berpegangan tangan dengan Gara.
“Sebelum penutup mata kalian boleh dibuka dan melihat kejutannya, lebih baik kita berputar dulu.” Juna tanpa aba-aba langsung memutar tubuh Gara agar Gara tidak menyadari arah. Hal itu membuat genggaman Gara pada Brinia terlepas. Begitu juga dengan Nesya yang melakukan hal sama pada Brinia.
Umpatan demi umpatan terus keluar dari bibir Gara karena pusing tubuhnya diputar putar oleh Juna, namun Brinia terus meminta kekasihnya itu untuk sabar demi kejutan istimewa dari para sahabat.
Brinia yakin, ini tidak akan aneh-aneh karena Nesya terlibat di dalamnya. Tapi jika kejutan itu dari Juna dan Denim saja, Brinia jelas tidak akan mau dan percaya sebab otak dua manusia itu tidak jauh-jauh dari kemesuman.
__ADS_1
“Sekarang ikut kita yuk, jalan pelan-pelan.” Ucap Juna lagi menuntun Gara. Gara kembali mencari tangan Brinia untuk dia genggam. Dan Nesya membantu menyatukan tangan kedua manusia yang saling cinta itu.
“Kemana kita?” Tanya Gara.
“Udah ikut aja.”
“Nes, ini mau ke belakang villa lagi ya?” Tanya Brinia pada Nesya yang ada dibelakangnya.
“He’em.” Jawab Nesya bohong karena Nesya mendapat kode anggukan dari Juna agar Gara tidak banyak tanya dan protes.
Setelah beberapa langkah,
“Udah berhenti,,, kalian diam dulu disini. Gue panggil Denim dulu agar segera bawa kejutannya kesini.” Kata Juna yang diangguki oleh Gara dan Brinia.
Namun belum juga terhitung lebih dari lima detik,
BYUR!!
"KEJUTAN!" Teriak Denim, Juna dan Nesya bersamaan dengan heboh.
Tubuh Brinia dan Gara tiba-tiba basah kuyup karena siraman air yang cukup banyak dan suara ember langsung terlempar.
Hal itu membuat sepasang kekasih itu sangat terkejut. Gak lucu kan malam-malam disiram air begini seperti anak sekolahan yang sedang ulang tahun kemudian dikerjain oleh para sahabatnya.
“Breengseek kalian!” Umpat Gara yang langsung membuka penutup matanya dengan kasar.
“Sialan kalian!” Umpat Brinia dalam waktu bersamaan dengan Gara dan juga sambil membuka penutup matanya dengan kasar.
Baru juga penutup mata terlepas dari keduanya,
"Selamat menikmati malam penuh kejutan Segara dan Brinia." Kata Juna sambil terkekeh bersama Denim dan Nesya.
Ceklek ceklek
Sebuah pintu di depan mata Brinia dan Gara sudah tertutup rapat dan terkunci dari luar. Brinia dan Gara pun langsung saling pandang kemudian mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan karena mereka baru menyadari bahwa diri mereka saat ini bukan berada di area belakang Villa namun berada di dalam sebuah kamar.
“Kita dikerjain mereka Bee.” Ucap Gara.
To be continued
ayo tinggalkan like komentar dan vote juga hadiahnya yaa..
makasih 😘😘
__ADS_1