Kekasih Rahasia Aktor Tampan

Kekasih Rahasia Aktor Tampan
Atmosfer Cinta


__ADS_3

Nyatanya, bukan hanya Gara saja yang sangat gugup hingga membuat kedua telapak tangannya terasa sangat dingin. Brinia yang masih berada di dalam kamar bersama salah seorang saudara jauhnya dan MUA pun merasakan hal yang sama.


Awalnya Brinia ingin ada di samping Gara saat lelaki yang teramat ia cintai itu mengucapkan janji suci untuk mengikat dirinya. Brinia ingin melihat secara langsung proses sakral itu sekaligus ingin mendengar secara langsung siapa nama yang akan Gara sebutkan di balik namanya.


Namun, Bunda Sekar dan Mama Amelia melarang. Dua wanita paruh baya itu meminta Brinia untuk tetap berada di dalam kamar sampai Gara menyelesaikan prosesi sakral tersebut. Alasannya sangat sederhana, yaitu tidak ingin Gara semakin gugup karena keberadaan Brinia. Dan karena malas berdebat, akhirnya Brinia menuruti perintah Bunda dan mertuanya itu dengan syarat dia harus melihat secara streaming prosesi penting dalam hidupnya itu.


Bunda Sekar meminta Levi, putri dari saudara sepupunya untuk membawa iPad ke kamar Brinia yang sudah disambungkan melalui video call dengan ponsel yang ada di tempat akad nikah. Jadi Brinia bisa melihat prosesi itu dari dalam kamar.


Degup jantung Brinia semakin kencang menjelang kalimat sakral itu terucap dan ternyata ayah Henry lah ayah kandung Brinia karena Brinia mendengar sendiri dengan lantang saat Gara menyebut nama lelaki paruh baya yang berprofesi sebagai dokter itu seusai menyebut nama lengkap Brinia.


Tapi hal itu tidak serta merta membuat Brinia lega mendapati fakta bahwa dirinya adalah anak kandung ayah Henry. Rasanya ada yang masih mengganjal di hati Brinia entah apa itu. Dan sebuah pertanyaan besar menghinggapi relung hati Brinia, mengapa ayah Henry tidak ingin menikahkan anaknya sendiri?


Alasan kurang fit dan sakit tenggorokan? Suara ayah Henry saja masih terdengar normal-normal aja. Bagaimana sakit tenggorokan?


Lagian itu hanya sakit tenggorokan kan? Masih bisa berbicara kan? Sedangkan di luar sana banyak seorang ayah yang ingin menikahkan anaknya secara langsung dengan keterbatasan mereka. Bahkan salah seorang kakak dari teman Brinia sewaktu SMA, dinikahkan ayahnya dengan kondisi sang ayah kritis di rumah sakit karena sebuah penyakit.


Benar-benar ayah yang luar biasa. Brinia tersenyum kecut memikirkan hal itu. Meskipun demikian, Brinia merasa sangat lega, prosesi akad nikah dirinya dan Gara berjalan lancar. Kini, dirinya sudah menyandang status sebagai seorang istri.


"Non Brinia, non udah diminta untuk turun." Ucap Kiki asisten rumah tangga yang membuyarkan lamunan Brinia.


Brinia menarik nafasnya dalam-dalam kemudian mengangguk dan tersenyum. Untuk pertama kalinya dia akan bertemu dengan Gara dengan status berbeda, sebagai suami-istri.


Brinia berusaha mengesampingkan segala pikiran buruknya mengenai ayah Henry. Fokusnya sekarang adalah pada pernikahannya dengan Segara Byantara.


"Ayo kak, aku bantu." Ucap seorang gadis bernama Levi yang berstatus sebagai saudara jauh Brinia.


"Pelan-pelan aja turun tangganya ya karena agak susah pastinya." Pesan MUA sembari membereskan peralatan make up-nya. Brinia pun mengiyakan.


"Selamat ya kak... aku bahagia banget dengernya, akhirnya Kakak menikah dengan kak Gara, salah satu artis favorit aku. Aku yakin pasti fans kak Gara di luar yang berusaha menjodoh-jodohkan kak Gara dan Sabrina itu pasti nangis kejer kalau tahu kak Gara nikahnya sama kak Brinia" Ujar Levi.

__ADS_1


"Makasih ya Lev. Tolong rahasiakan pernikahan ini dulu ya.. aku gak mau Gara sampai kena masalah dengan pihak Rumah Produksi Film" Jawab Brinia yang sudah keluar dari tangga.


"Semuanya aman!! Kakak Tenang saja dan sekarang kakak harus rileks kak.. tetap senyum ya."


"Selamat non Brinia... aku seneng banget, akhirnya dua pasangan bucin menikah." Sahut mba Kiki yang menggandeng Brinia untuk menuruni anak tangga.


Kebaya putih yang melekat sempurna di tubuh Brinia beserta kain jarik yang melilit kaki jenjang Brinia tentu membuat Brinia sedikit kesusahan menuruni satu persatu anak tangga di kediaman mewah orang tuanya.


Ya, adat Jawa menjadi pilihan Brinia dan Gara dalam prosesi akad nikah kali ini untuk mengingat bahwa nenek dan kakek mereka sangat dominan dengan darah Jawa meskipun menikah dengan orang yang berdarah campuran luar negeri.


Dan untuk resepsi pernikahan nanti, Gara dan Brinia sepakat mengusung tema internasional.


Resepsi sendiri sudah Gara pikirkan dan rencanakan usai kontrak dengan JH entertainment selesai meskipun Gara harus membayarkan pinalti yang cukup besar. Gara siap untuk itu, tentu setelah berhasil menekan Melly, si anak anjing yang menyebalkan itu.


...*...


Satu persatu anak tangga Brinia turuni dengan hati-hati diikuti oleh alunan musik romantis membuat semua perhatian orang yang berada dibawah terfokus pada sosok cantik yang menampilkan senyumnya.


Melihat gadis yang sudah berstatus sebagai istrinya menuruni tangga, Gara langsung berdiri dari duduknya.


Tatapan Gara bertemu dengan tatapan Brinia, dan kobaran cinta dari keduanya dapat dirasakan oleh semua orang yang ada disana.


Semua orang yang ada disana nampak terpesona dengan kecantikan Brinia yang bikin pangling.


"Kalau di make up seperti ini, kamu mirip banget sama mama kandung kamu Brinia..." Gumam Mama Amelia dalam hati.


Berlahan tapi pasti, Brinia berjalan ke arahnya seperti gerakan slow motion. Perasaan bahagia yang mengguncah pada relung hati Gara membuat Gara tanpa sadar sudah meneteskan air matanya dengan tatapan yang tidak putus sedikitpun dari Brinia.


Siapapun yang melihat sepasang pengantin baru tersebut pasti dapat merasakan seberapa besar cinta keduanya.

__ADS_1


Gara terlihat beberapa kali mengusap air matanya dengan senyum yang mengembang sempurna hingga Brinia berdiri tepat dihadapannya.


Sorot mata keduanya seolah saling berbicara dan mengungkapkan perasaan bahagia masing-masing.


Hingga suara pembawa acara membuyarkan tatapan sepasang pengantin tersebut.


Sesuai arahan sang pembawa acara, Brinia pun mencium punggung tangan Segara yang saat ini sudah berstatus sebagai suaminya.


Air mata bahagia menetes membasahi pipi Brinia. Beruntung make up yang digunakan oleh Brinia make up berkualitas, sehingga tidak luntur.


Gara pun mengecup kening Brinia dengan khidmat. Sambil berbisik, "Istri aku cantik banget ... bener-bener cantik... makasih istri." Suara Gara yang tepat di telinganya membuat Brinia meremang sekaligus salah tingkah.


Kemudian acara selanjutnya adalah prosesi sungkeman dan meminta doa kepada para orang tua. Pada prosesi ini, semua mata yang melihat nampak berkaca-kaca hingga menangis. Apalagi kala Bunda Sekar meminta maaf pada Brinia karena selama ini belum bisa jadi bunda yang baik. Bunda Sekar juga meminta Brinia harus bahagia bersama Gara selamanya.


...**...


"Sialan! gue kira elu ngeprank!" Ujar Denim pada Gara saat semua prosesi sakral sudah selesai dan berlanjut dengan makan-makan.


"Elu gak kepergok di kamar berdua sedang kuda-kudaan kan? Kok langsung dimajukan." Pertanyaan Juna sangat lirih takut ada yang mendengar.


"Gila! nggak lah! banyak hal yang harus gue lakukan setelah ini, jadi gue ingin mempercepat menghalalkan Brinia." Jawab Gara dengan tenang.


"kalau begitu selamat ya bro!" Denim memeluk Gara.


"Thanks."


"Selamat belah duren entar malem!" Juna pun memeluk Gara.


Namun Yurdha nampak diam mematung dengan tatapan datar.

__ADS_1


to be continued


__ADS_2