Kekasih Rahasia Aktor Tampan

Kekasih Rahasia Aktor Tampan
Gugup


__ADS_3

Setelah mendapatkan persetujuan dari Brinia tentang akad nikah yang akan diadakan besok pagi, Mama Amelia dan Bunda Sekar langsung heboh sendiri.


Dua wanita paruh baya itu pun menghubungi vendor untuk dekorasi dan catering hingga MUA yang sudah mereka booking untuk Minggu depan di ajukan menjadi besok pagi.


Tentu para Vendor kebingungan mendengar permintaan client mereka yang teramat dadakan tersebut. Namun dengan kekuatan uang, para Vendor pun menyetujui permintaan Mama Amelia dan bunda Sekar.


Brinia dan Gara awalnya merasa tidak masalah jika tanpa dekorasi ataupun ketering dan lain-lain. Bagi mereka berdua yang penting ada penghulu, mas kawin dan saksi semuanya udah cukup mengingat akad nikah yang diajukan secara dadakan seperti tahu bulat.


Namun berbeda dengan Mama Amelia, bagi wanita itu... akad nikah hanya akan terjadi satu kali seumur hidupnya. Jadi meskipun tidak mengundang siapa-siapa kecuali keluarga inti dan para sahabat dekat mereka, dekorasi itu tetap harus ada guna menjadi background untuk mengabadikan momen indah tersebut dalam sebuah bidikan kamera.


Dan setelah semuanya mencapai kesepakatan itu, Gara pun langsung di minta pulang ke rumah oleh Mama Amelia dan tidak boleh ketemu Brinia sampai besok pagi. Alasannya sih di pingit. Iya kali dipingit tapi hanya semalam.


Di dalam kamarnya, Gara mendadak gugup sendiri membayangkan esok hari adalah hari yang ia tunggu-tunggu selama ini yaitu menghalalkan Brinia, menjadikan Brinia miliknya seutuhnya dengan segala tanggungjawab tentang Brinia.


"Kak, kakak serius nikah sama kak Be?" Tanya Selena yang tiba-tiba masuk kamar sang kakak.


"Astaga Sel, ngagetin orang aja! kalau mau masuk kamar orang tuh ketuk pintu dulu! Gak sopan!" Omel Gara pada sang adik yang mengagetkan dirinya karena sebelumnya Gara sedang asik melamun.


"Biasanya aku kalau masuk ya masuk aja kok! kecuali nanti kalau kakak udah nikah sama kak Bee, baru aku ketuk pintu takutnya kalian lagi buatin aku ponakan dan lupa kunci pintunya!" Jawab Selena dengan santai kemudian duduk di sisi ranjang sang kakak.


"Eh bocil! omongan kamu udah kelewat dewasa ya, siapa yang ngajarin?" Tanya Gara menatap tajam adiknya dengan penuh selidik.


"Aku belajar dari novel kak."


"Kamu pasti baca novel 21+ kan?"


"Nggak kak, cuma 18+ kok!"


"Bohong! Pasti kamu diam diam udah punya pacar ya?" Gara semakin menatap adiknya dengan penuh selidik.


"Pacar? Kagak! kagak! aku gak punya pacar ya kak.." Selena menggerakkan telapak tangannya ke kiri dan kanan sebagai penolakan argumen kakaknya yang tidak benar.


"Jujur!"

__ADS_1


"Eh kok malah aku yang disuruh jujur? aku kan kesini mau tanya sama kakak, kenapa pernikahannya di majukan? bukan waktunya kakak mengintrogasi aku..." Gerutu Selena.


"Sel, kamu beneran punya pacar ya?" Gara masih saja mencoba mengintrogasi adiknya. Entah mengapa Gara sangat takut ketika adiknya nanti sudah mulai pacaran mengingat pergaulan sekarang sangat bebas. Dirinya saja sama Brinia harus mati-matian menahan untuk tidak menyentuh Brinia berlebih.


"Kagak punya kakak aku yang ganteng.. kalau yang deketin banyak... kakak kalau gak percaya, sadap aja deh aplikasi chatting aku, biar kakak tahu aku chatting sama siapa aja dan ngomongin apa." Selena sangat paham kekhawatiran kakak lelakinya itu, hal itu justru membuat Selena senang dan beruntung memiliki kakak seperti Gara.


"Bagus deh! kamu fokus sekolah dulu ya, jangan mikir pacar-pacaran, pokoknya jangan mau dipegang-pegang cowok hanya karena status pacar! kalau status suami bebas!." Gara mengusap rambut adiknya dengan lembut.


"Siap kak! aku akan ingat pesan kakak... terus kak Gara sama Kak Bee kenapa nikahnya di majukan? Untung aku sama Selia pulang hari ini, kalau besok kan pasti aku gak lihat momen penting kakak. Mama juga gak ngabarin nenek juga ih!" Protes Selena.


"Ada banyak hal yang belum bisa kakak ceritakan Sel, Mama dan Papa memang sengaja gak kasih tahu nenek, kamu tau kan nenek itu gak begitu suka sama Brinia dengan alasan gak jelas." Selena mengangguk paham.


"Jangan bilang kalau pernikahan dimajukan karena kak Bee udah berbadan dua?"


Pletak


"Awww!" Selena mengaduh kesakitan kala keningnya di sentil oleh Gara.


"Ngaco! nggak lah! Brinia bukan wanita serendah itu, lagi pula kakak sangat mencintai dia, jadi kakak akan melakukannya setelah kakak berhak terhadapnya. Kakak punya dua adik perempuan yang cantik-cantik Sel, kakak juga nanti bisa punya anak perempuan... jadi kakak gak mau jika adik ataupun anak kakak nanti mendapatkan balasan atas apa yang kakak lakukan pada wanita sebelum berhak. Kakak memang bandel, tapi kakak masih tahu batasannya." Selena tersenyum pada Gara.


Sementara di rumah sebelah, Brinia juga tidak kalah gugupnya membayangkan besok dia akan sah menjadi seorang istri. Istri dari Segara Byantara, lelaki yang sangat ia cintai sejak kecil.


Senyum tipis pun terbit dari bibir Brinia. Membayangkan mengarungi bahtera rumah tangga dengan Gara rasanya sungguh membahagiakan meskipun tidak bisa Brinia pungkiri juga banyak ketakutan ketakutan yang hadir ketika nanti ada masalah yang datang dalam rumah tangga mereka. Kata orang, lima tahun pertama pernikahan kan penuh drama kehidupan ~


Selain karena takut tidak dapat menjadi istri yang baik dan tidak bisa bersikap dengan bijak ketika masalah datang, jantung Brinia pun berdebar kencang memikirkan siapa nama yang akan sebut sebagai Binti dirinya, atau ayah kandungnya.


Benarkan Henry?


Jika benar, entah mengapa Brinia merasa ada yang mengganjal dalam hatinya Entah apa itu~


...***...


Pagi sudah datang...

__ADS_1


Sejak habis subuh, seorang MUA ternama dengan dua asisten-nya sudah datang ke rumah Henry dan Sekar untuk memoles wajah cantik Brinia yang hari ini akan menjadi seorang ratu, ratu di hati dan hidupnya Segara Byantara.


Brinia duduk dengan tenang saat MUA wanita itu mengaplikasikan beberapa brand make up ternama pada kulit wajahnya yang bersih tanpa jerawat.


Sentuhan demi sentuhan make up dari MUA Profesional pada wajah Brinia terlihat sangat sempurna. Bahkan orang yang akan melihat Brinia nanti pasti akan 'pangling' pada sang mempelai wanita.


"Ya ampun cantik banget kamu..." Puji sang asisten MUA.


"Dia mah cantiknya emang udah dari lahir, eh tambah make up jadi makin cantik.. sampe bikin pangling loh..." Brinia hanya tersenyum menanggapi pujian untuknya. Brinia bingung harus menjawab apa pujian itu karena sejatinya semakin waktu berlalu, Brinia semakin gugup.


"Iya bener, pengantin kita hari ini memang udah cantik dari lahir, ditambah dia gak pernah make up berlebih, jadi sekalinya di make up full begini, jadi bikin pangling." Sambung sang MUA sambil tersenyum merasa puas dengan hasil kerjanya.


"Kalian terlalu berlebihan." Cicit Brinia.


"Kami jujur..." jawab salah satu asisten.


"Pantas saja, seorang Segara bisa bertekuk lutut sama kamu sist...kamu cantik banget sih, baik lagi.. gak somse."


"Somse?" Brinia mengernyit.


"Sombong syekali.." Jawaban asisten MUA itu membuat semuanya tertawa hingga obrolan terus berlanjut karena mereka kepo dengan kisah cinta Gara dan Brinia hingga sampai pelaminan.


Brinia pun menceritakan tentang kontak Gara dengan JH entertainment yang melarang Gara untuk menjalin cinta dengan perempuan selain Sabrina. Brinia juga menceritakan secara sekilas tentang kisah cintanya dengan Gara secara biar tidak terjadi kesalahpahaman nantinya jika pernikahan mereka terendus media suatu hari nanti. Minimal mereka bisa menjadi saksi.


"Udah jangan ajak ngobrol pengantin gue Mulu kalian... " Protes MUA pada dua asisten-nya


"Galak amat si sis." Decak sang asisten.


"Brinia, kamu terlihat gugup banget?" Tanya sang MUA menggenggam tangan Brinia yang dingin. Sebelumnya memang Brinia meminta mereka memanggil nama saja tanpa embel-embel nona atau yang lainnya.


"Iya, aku gugup."


"Rileks ya... 20 menit lagi acaranya akan dimulai kok." Brinia pun mengangguk dan mencoba tersenyum menyembunyikan ketegangan dirinya.

__ADS_1


to be continued


__ADS_2