Kekasih Rahasia Aktor Tampan

Kekasih Rahasia Aktor Tampan
Menurunkan Ego


__ADS_3

Ketenangan sangatlah penting dalam menghadapi situasi apapun. Apalagi situasi yang cukup rumit seperti yang sedang Gara hadapi saat ini.


Bagaimana tidak rumit, artis tampan itu seakan terjerat oleh managernya sendiri yang selalu bertindak semaunya. Dan semua itu terjadi karena kecerobohan dirinya sendiri yang mengambil keputusan saat emosi ataupun kurang teliti. Dimana dalam kontrak tertera, Melly berhak melakukan apapun untuk menunjang karier Gara termasuk urusan pribadi Gara.


Kontrak dengan Melly pun masih berjalan dua tahun lagi. Jika Gara memutus kontrak dengan Melly, maka kariernya akan berantakan setelah ini sebab Melly lah yang mencari job untuk Gara. Gara masih jauh dari kata sukses, dia anak kemarin sore yang namanya belum banyak dikenal para pemilik rumah produksi film atau sinetron meskipun fans di dunia maya-nya begitu banyak. Belum lagi jika Melly tidak terima dengan pemutusan kontrak secara sepihak maka dengan mudahnya Melly dapat menghancurkan kariernya.


Kecerobohan itu pun terulang kembali dengan Gara yang asal tanda tangan saja tanpa membaca dulu apa yang ia tanda tangani. Melly berkata, fans Gara meminta tanda tangan dan Gara pun langsung menandatanganinya hingga Gara harus terikat kontrak yang sangat menyulitkan dirinya.


Oke tidak masalah jika dirinya harus kesulitan atas pilihan yang dia pilih, tapi Gara tidak bisa melihat orang-orang yang dia sayangi juga merasakan kesulitan akibat kecerobohannya. Seperti Brinia saat ini yang harus terseret dengan pekerjaannya.


"Minum dulu, tenang dulu." Kata Brinia memberikan segelas minuman dingin untuk Gara yang baru saja dia ambil dari dapur.


Tanpa menjawab, Gara pun menerima gelas itu dan langsung meminumnya hingga tandas. Hatinya panas, otaknya panas ditambah cuaca sekitar sudah mulai panas karena matahari semakin naik.


"Be, apa yang harus aku lakukan?" Tanya Gara.


"Diam."


"Diam?" Gara mengernyit.


"Iya diam. kamu harus diam Ga, kamu gak ada pilihan lain selain diam."


"Apa maksud kamu?" Gara semakin tidak mengerti dengan apa yang kekasihnya itu maksud.


"Menurutku, saat ini kita tidak ada pilihan lain lagi selain mengikuti alurnya Ga. Biarkan publik beranggapan aku kekasih Yurdha."

__ADS_1


"Nggak bisa begitu dong Be!" Kata Gara yang langsung tidak terima.


Apa-apaan Brinia jadi kekasih Yurdha. Meskipun pura-pura dan untuk mengalihkan pemberitaan tentang hubungan Brinia dan Gara yang sesungguhnya, tetap saja hati kecil Gara tidak terima dengan hal itu.


"Lantas apa yang akan kamu lakukan? Mendatangi Melly dan berkata tidak terima? bukankah itu akan menimbulkan kecurigaan Melly pada hubungan kita."


"Kita cari solusi tapi tidak dengan pembohong publik dimana kamu adalah kekasih Yurdha dan sepupu aku." Gara masih saja tidak terima.


"Bukankah memang itu yang kamu ucapkan pada pihak management dan manager kamu Ga, kalau aku ini adalah sepupu kamu. Terlalu aneh gak sih, kalau kamu tiba-tiba datangi Melly terus marah dan gak terima karena apa yang Melly ucapkan pada sepupu kamu ini?" Tanya Brinia sambil tersenyum tipis namun kalimat terakhir Brinia mampu menghujam hati Gara.


Sepupu?


Gara memejamkan matanya sejenak.


"Kita ikuti saja alurnya Ga, kita lihat bagaimana respon orang-orang setelah mengetahui kalau Aku adalah sepupu kamu dan aku sudah memiliki kekasih yaitu Yurdha Ardhana. Jujur, aku juga gak nyaman selalu jadi bahan pembicaraan fans fans kamu beberapa hari ini Ga, dan benar kata Yurdha, ini bisa sedikit menyelamatkan aku dari situasi rumit ini."


Hati Gara terasa sangat kacau saat ini, jadi selama ini Brinia benar-benar sedang berpura-pura untuk baik-baik saja diatas ketidaknyamanan yang Gara ciptakan.


"Be, apa aku putuskan kontrak itu aja? aku akan jual semua yang aku punya untuk membayar pinalti itu. Warisan dan aset aku pasti cukup untuk membayar itu semua."


"Ga, inilah yang kurang aku suka dari kamu... mengambil keputusan dengan gegabah." Kata Brinia lembut.


"Terus aku harus bagaimana Briniaaa..." Ungkap Gara sambil menjambak rambutnya sendiri.


"Semua aset kamu masih dari Papa kamu Ga, Kalau kamu jual semua yang kamu punya itu, apa om Andra tidak akan murka. Bahkan kamu sendiri pernah bilang sama Om Andra untuk tidak ikut campur urusan pekerjaan kamu itu.

__ADS_1


kan?" Brinia mengingatkan Gara dengan ucapannya sendiri.


"Kok kamu malah mojokin aku disaat aku dalam situasi seperti ini?" Ucap Gara dengan nada tidak suka.


"Aku bukan memojokkan kamu Ga, aku hanya mengingatkan kamu agar kamu tidak salah ambil langkah lagi kemudian membuat semuanya semakin ruwet. Kita jadi menikah akhir bulan depan kan?" Gara mengangguk cepat.


"Ingat Ga, kamu belum mendapatkan restu dari Om Andra untuk menikah dalam waktu dekat sama aku. Lagian kamu juga gak mau kan, pernikahan kita terendus Melly itu ataupun media dan membuat pekerjaan kamu berantakan. Menurutku inilah solusinya, mengalihkan semuanya dengan Yurdha, lagian Yurdha juga mau melakukan itu untuk kita."


Kalimat demi kalimat yang terlontar dari Brinia, rasanya membuat kepala Gara semakin pecah saja. Ya, Gara ingat betul dimana Papa Andra tidak mau melamarkan Brinia untuk dirinya sebelum Gara menyelesaikan masalahnya dengan pihak manajemen. Papa Andra dan Mama Amelia hanya ingin menjaga perasaan Brinia jika Brinia harus Gara sembunyikan lagi setelah menikah.


"Tapi aku gak rela kalau Yurdha mengakui kamu sebagai kekasih Bee!" Ucap Gara lirih dengan penuh keputusasaan setelah beberapa menit terdiam untuk berpikir.


"Kamu pikir, aku rela melihat kamu beradegan mesra dengan lawan main kamu Ga? Nggak Ga! aku gak rela!"


"Kamu kan udah tahu dari dulu profesi ku Be, lagian itu cuma akting."


"Iya itu cuma akting, tetap saja aku gak rela! tapi demi impian kamu, aku mencoba mengesampingkan perasaan aku Ga, aku gak mau egois." Jawab Brinia kesal.


"Aku cuma mau ketenangan Ga, aku gak mau terus di hujat oleh Fans kamu yang menganggap dirinya paling sempurna. Aku juga gak suka dibanding-bandingkan sama lawan main kamu, aku rasanya ingin protes dan membuka semuanya tentang hubungan kita Ga, tapi aku juga gak mau karier kamu rusak gara-gara hubungan kita. Aku gak mau jadi wanita egois." Lanjut Brinia yang berhasil meluapkan semua yang ia pendam selama ini.


Gara menghela nafasnya kasar, rasa bersalah menghantam dadanya setelah Brinia mencurahkan segala kegelisahan hatinya. Brinia bertahan dengannya dan selalu mendukung dirinya dalam ketidaknyamanan.


"Bee.. maafkan aku!" Kata Gara dengan perasaan rasa bersalah. Iya, selama ini Brinia sudah banyak berkorban untuk dirinya termasuk korban perasaan.


Harusnya Gara selalu ingat hal itu, apalagi Brinia adalah gadis yang selalu overthinking dengan segala hal tentu kondisi ini sangatlah tidak baik dan nyaman untuk Brinia.

__ADS_1


Gara harus sabar mendengar orang membicarakan hubungan Brinia dan Yurdha dan Gara menurunkan egonya seperti Brinia yang selalu bisa menurunkan egonya untuk Segara Byantara.


To be continued...


__ADS_2