Kekasih Rahasia Aktor Tampan

Kekasih Rahasia Aktor Tampan
Rileks!


__ADS_3

Waktu masih kurang 1 jam dari dimulainya acara akad nikah yang akan diselenggarakan di rumah kedua orang tua Brinia. Dan sejak beberapa menit lalu, Gara sudah nampak rapi dengan tuksedo putih yang melekat pada tubuhnya. Sangat pas, gagah dan tampan.


Beruntung butik yang merancang baju akad nikah Gara dan Brinia dapat menyelesaikan pekerjaan mereka dalam semalam dan baju itu baru diantar tadi jam 6 pagi. Pokoknya semuanya serba dadakan.


Jangan tanya bagaimana kondisi jantung Gara saat ini, jelas jantung itu berdetak lebih kencang dari biasanya karena ini adalah hari yang ia tunggu-tunggu setelah sekian lama. Menjadikan Brinia miliknya seutuhnya dan selama-lamanya.


Meskipun sempat ragu membina rumah tangga di usia yang baru 22 tahun karena masalah ego yang masih tinggi juga kedewasaan yang belum matang, namun demi Brinia... Gara rela melawan prinsipnya sendiri dan mengajak Brinia ke jenjang yang lebih serius.


Sebelumnya, bagi Gara usia yang pas untuk menikah minimal adalah 25 tahun, namun dengan segala pertimbangan dan demi Brinia juga menjaga Brinia, menikah usia 22 tahun tidak jadi masalah.


"Astaga, gue lupa menghubungi anak-anak." Gumam Gara yang langsung meriah ponselnya yang ada di nakas untuk menghubungi para sahabatnya.


Niatnya mengabari para sahabatnya agar pagi ini hadir ke akad nikahnya adalah semalam, tapi karena gugup dan ngobrol banyak dengan Selena lalu menghafalkan kalimat ijab qobul.. Gara jadi lupa.


Dan umpatan demi umpatan Gara terima dari para sahabatnya selama panggilan video dalam group. Panggilan Video yang terhubung ke semua anggota group kecuali Brinia. Sebab Brinia sedang tidak pegang ponselnya dari bangun tidur.


Juna, Denim, Nesya hingga Yurdha sangat tidak percaya dengan apa yang Gara sampaikan. Semua menganggap Gara sedang ngeprank mereka pagi-pagi.


Tapi setelah Gara memberikan ponselnya pada Mama Amelia yang baru masuk ke kamar Gara dan Mama Amelia menjelaskan bahwa pernikahan di majukan, para sahabat itu baru percaya dan langsung bersiap untuk datang ke kediaman rumah Brinia.


"Ga, ayo siap-siap ke rumah Brinia." Ucap Mama Amelia yang sudah cantik dengan make up natural dan gaun berbahan Tilley berwarna navy, senada dengan bunda Sekar juga kedua adik Segara.


"Aku deg degan ma." Adu Gara.


"Ya iyalah kamu deg degan.. kalau enggak berarti kamu udah Metong Ga sebab jantung kamu gak berfungsi!" Jawab Mama Amelia dengan cuek.


"Ma.. kok gitu sih jawabnya."


"Lah terus mama harus gimana? undur pernikahan kamu biar deg degan kamu ilang dulu?"


"Ya enggak gitu juga kali ma!" Ucap Gara dengan kesal membuat Mama tersenyum kemudian memeluk putra semata wayangnya.


"Ma..." Panggil Gara merasakan pelukan hangat sang mama.


"Sebentar lagi kamu akan menjadi kepala rumah tangga Ga, meskipun usia kamu baru 22 tahun, mama percaya dan yakin kamu bisa menjadi suami yang baik dan bijak untuk Brinia, kamu nanti bisa jadi papa muda yang baik untuk anak-anak kamu sama Brinia." Kata Mama Amelia dengan sendu sambil mengusap punggung anaknya.


"Aku akan melakukan kewajiban aku dengan sebaik mungkin ma, aku janji gak akan mengecewakan mama... aku akan membahagiakan Brinia karena aku sangat mencintai dia Ma."

__ADS_1


"Mama tunggu pembuktian kamu Ga!" Mama Amelia pun melepaskan pelukannya pada sang putra. "Ayo kita turun dan ke rumah tetangga sebelah." Ajak Mama Amelia.


...***...


Jodohku memang dekat, lima langkah dari rumah...


Itulah kalimat yang cocok untuk Segara dan Brinia saat ini. Eh tapi seperti lagu dangdut ya? hehehehe


Gara dengan kedua orang tuanya dan kedua adiknya mendatangi rumah Brinia melalui pintu penghubung kedua rumah itu. Mereka tidak lewat pintu depan setelah banyak pertimbangan salah satunya takut jika ada yang melihat dan curiga. Karena untuk dekorasi dan catering pun semuanya keluar masuk dengan tertib dan gerbang rumah mewah itu langsung tertutup dengan rapat.


Gak boleh ada yang tahu sebelum mereka SAH, apalagi Melly dan seluruh antek-antek JH entertainment sebab kemarin Papa Andra belum bisa menemui Johan untuk berbicara empat mata.


Meskipun tidak banyak yang dibawa sebagai seserahan karena serba dadakan, tapi hal itu tidak masalah untuk Brinia dan keluarga karena banyak sedikitnya seserahan sama sekali tidak berpengaruh apapun. Sebab, setelah SAH menjadi istri Segara Byantara secara agama dan negara, Brinia akan otomatis memiliki beberapa aset yang memang diberikan Papa Andra atas nama Brinia sendiri.


"Kak senyum kak... jangan tegang gitu kek orang stroke." Komentar Selia, adik Segara yang paling kecil.


"Diem kamu bocil!" Jawab Gara.


"Yee diingetin malah makin tegang." Selia berusaha menahan tawanya agar tidak lepas melihat ekspresi sang kakak yang biasanya terlihat santai dalam segala situasi.


"Kak, rileks.. jangan sampai nanti di depan penghulu kak Gara malah pingsan." Kini giliran Selena memberikan komentar.


Kedatangan mereka disambut oleh kedua orang tua Brinia dan keluarga besar ayah Henry juga Bunda Sekar dengan begitu ramah, sopan dan hangat. Gara merasa seperti sedang shooting sinetron dimana biasanya kedua orang tuanya dan dirinya keluar masuk rumah mewah ini seperti rumahnya sendiri dan kedua orang tua mereka juga ngobrol layaknya saudara yang sudah sangat dekat. Tapi pagi ini berbeda, mereka berlagak seperti dua pasang besan yang saling sungkan.


"Mel, dari keluarga kamu atau keluarga Andra gak ada yang datang?" Tanya Sekar pada Amelia karena melihat rombongan besan hanya berisi keluarga inti dan asisten rumah tangga.


"Ibnu, sepupunya mas Andra nanti datang sama istri dan anaknya. Palingan telat Kar, kalau keluarga yang lainnya kan di luar kota semuanya. Aku memang gak memberitahu mereka, sebab gak mungkin juga datang mengingat semuanya dadakan. Nanti aja kalau acara resepsi aku akan mengundang mereka semua. Aku gak mau mereka mikir Brinia hamil duluan ya.." Jawab Mama Amelia dan bunda Sekar mengangguk sambil tersenyum.


"Iya juga sih, kalau pernikahan dadakan pasti langsung menjurus pada hamil di luar nikah."


"Gara, sahabat-sahabat kamu sama Brinia kok belum pada datang?" Tanya Mama Amelia pada Gara yang masih berdiri dibelakangnya.


"Telat paling ma... kan mereka baru tadi bersiap setelah aku kabari. Dan itu malah bagus, biar mereka gak perlu ledekin aku sekarang hingga mengganggu konsentrasi aku mengucapkan ijab Kabul." Jawab Gara santai.


"Tuan... Nyonya... Pak Penghulunya sudah hadir." Ucap mba Kiki, salah satu asisten rumah tangga di rumah Brinia.


deg!

__ADS_1


Gara semakin gugup.


...***...


Duduk berhadapan langsung dengan seorang penghulu yang akan menikahkan dirinya dengan Brinia membuat keringat Gara bercucuran. Ini lebih menegangkan dibandingkan ujian Nasional. Jangan tanya ujian skripsi ya, karena Gara belum melewati fase itu.


Ayah Henry tidak bisa menjadi wali nikah Brinia secara langsung meskipun Brinia adalah anak kandungnya karena Brinia merupakan anak diluar nikah.


Dan dengan alasan sedang sakit tenggorokan juga kurang fit, ayah Henry meminta Penghulu yang menikahkan putrinya dengan Segara Byantara.


"Mempelai wanitanya mau duduk di samping mempelai pria sekarang atau nanti setelah akad selesai?" Tanya Pak penghulu pada keluarga mempelai.


"Nanti setelah akad Pak. Setelah Segara dan Brinia sah saja baru Brinia keluar." Jawab Bunda Sekar.


"Oke baik... bisa kita mulai sekarang?"


"Bisa pak!" Jawab Gara dengan tegas meskipun jantungnya sedang maraton.


Ayah Henry pun memberikan amanah pada wali hakim untuk menikahkan Brinia. Selanjutnya, wali hakim menjabat tangan Gara yang terasa dingin seperti es.


"Rileks mas... tenang.. ucapkan dalam satu tarikan nafas ya... jika sampai tiga kali salah, maka akad akan dilakukan lain waktu."


Mendengar itu jelas Gara tidak mau. Gara tidak ingin menunda akad nikah ini. Gara harus berkonsentrasi agar dalam sekali tarikan nafas dan sekali ucap, Brinia akan menjadi tanggung jawabnya penuh.


"Baik. Saya mengerti." Jawab Gara mengeratkan jabat tangannya pada wali hakim bersamaan dengan kedatangan para sahabatnya.


Untung Gara posisinya membelakangi pintu sehingga tidak perlu melihat wajah wajah menyebalkan para sahabatnya yang pasti akan berusaha menggoda dirinya dengan berbagai cara.


Dan benar saja,


Dalam satu kali ucapan dan satu kali tarikan nafas, Kata SAH dari Papa Andra dan Om Januar adik Ayah Henry membuat Gara bernafas lega.


Sekarang, Gara dan Brinia sudah sah menjadi suami istri secara agama. Ikrar suci itu pun membuat bunda Sekar dan Mama Amelia menangis bahagia. Begitu juga para sahabat dan saudara yang datang, akhirnya dua insan saling bucin itu sudah sah.


"Hati aku hancur mendengar elu dengan tegas dan lugas mengucapkan ijab qobul itu Ga! Tapi disisi lain, gue bahagia karena elu adalah orang yang Brinia cintai dan gue yakin elu akan membahagiakan Brinia. Setelah ini, gue berharap, perasaan gue buat Brinia hilang secara berlahan." Batin Yurdha yang mencoba tersenyum diatas kebahagiaan sahabat terbaiknya.


to be continued....

__ADS_1


Yeayy SAH!!!


Ayo kasih hadiah pernikahan untuk Gara dan Brinia...


__ADS_2