Kekasih Rahasia Aktor Tampan

Kekasih Rahasia Aktor Tampan
Will You Marry Me?


__ADS_3

Pagi ini, Brinia merasa sangat kesal dengan apa yang sudah terjadi di Villa. Bukan Brinia berlagak sok mengatur para sahabatnya, bukan.


Tapi Brinia memang melarang keras para sahabatnya minum minuman alkohol saat liburan bersama setelah kejadian liburan di Bali beberapa waktu lalu. Sebab saat itu, hampir saja Yurdha terjebak untuk one night stand dengan penghuni resort sebelah yang merupakan bule.


Hal itu Brinia lakukan juga karena Brinia sayang mereka semua dan tidak ingin sahabat-sahabatnya nanti menyesal sendiri. Tau sendiri kan bahwa minuman haram itu mampu menghilangkan kewarasan seseorang sehingga orang yang sedang terkontaminasi minuman itu bisa melakukan hal hal yang tidak diinginkan dan ujungnya akan merugikan dirinya sendiri juga orang lain.


Terlebih Gara. Sudah ribuan kali Brinia selalu mengingatkan Gara agar Gara tidak ikut ikutan Juna, Denim dan Yurdha minum alkohol. Namun lelaki 22 tahun itu selalu saja tidak mengindahkan ucapannya satu itu. Katanya, cuma minum dikit untuk menghargai temannya yang lain.


Padahal kedua orang tua Gara sangat melarang keras putranya menyentuh apalagi meminum minuman haram itu. Dulu saja waktu SMA Gara ketahuan mabuk oleh Papa Andra, selama sebulan penuh Gara tidak mendapatkan uang saku juga seluruh fasilitas dari orang tuanya di cabut. Namun Gara seakan tidak ada kapoknya. Brinia hanya tidak ingin Gara terkena masalah yang sama kedepannya.


Apalagi melihat tadi wajah Gara terlihat cukup santai meskipun sorot matanya seakan mengungkapkan sebuah rasa bersalah karena sudah ikut minum, ah rasanya kekesalan Brinia, semakin semakin berlimpah ruah.


Demi meredam kekesalannya, Brinia berniat mengajak Nesya untuk jalan berdua selama seharian tanpa di ganggu oleh Gara, Yurdha, Denim maupun Juna.


Awalnya Brinia dan Nesya ingin menikmati suasana pantai di Gunung Kidul ini, namun tiba-tiba gadis berusia 17 tahunan yang merupakan anak dari penjaga Villa menghampiri Brinia dan Nesya.


Gadis bernama Annisa itu mengajak Brinia dan Nesya untuk jalan-jalan ke Kota Jogja sekalian berbelanja sepuasnya. Annisa juga memberikan sebuah debit card titipan dari Gara untuk Brinia dan debit card unlimited titipan dari Yurdha untuk Nesya.


Mendapatkan penawaran menarik itu, tentu Brinia dan Nesya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan jalan-jalan dan berbelanja sepuasnya begitu saja. Dua gadis itu dengan semangat menuju mobil yang ternyata sudah menunggunya di dekat pantai dengan Bapak penjaga Villa sebagai supirnya dan anak si bapak penjaga Villa sebagai tour guide nya.


Nesya mendapatkan debit card Yurdha tidaklah cuma-cuma. Karena tanpa sepengetahuan Brinia, Nesya harus terus memberikan kabar pada Yurdha dan memastikan bahwa Brinia sampai di Villa menjelang petang nanti setelah persiapan kejutannya selesai dengan sempurna.


Sementara di Villa Ocean View, Keempat lelaki yang usianya saling terpaut beberapa bulan saja itu kembali melanjutkan tidurnya sejenak sembari menunggu pesanan dekorasi yang akan mereka pasang datang. Tatapan sendu mereka beberapa menit lalu agar Brinia tidak marah, nyatanya menguap begitu saja karena rasa kantuk juga karena Brinia sudah pergi meninggalkan Villa.


Memang dasar para lelaki.


Saat matahari sudah mulai menjulang tinggi, Brinia dan Nesya sedang asyik makan siang di sebuah restoran yang tidak jauh dari Malioboro dengan beberapa kantong belanjaan yang berada di samping mereka. Brinia merasa sangat bahagia karena bisa menikmati hasil kerja keras Gara selama ini. Brinia anggap ini adalah bayaran dari rasa sabar dan menahan cemburu saat Brinia melihat Gara beradegan mesra dengan lawan mainnya. Sementara Nesya yang berbelanja dengan debit card Yurdha sudah berimajinasi bahwa dia sedang diberikan nafkah oleh Yurdha.


Gara melihat jam di dinding yang menunjukkan hampir jam satu siang tentu sangat terkejut. Dengan segera Gara membangunkan sahabat-sahabatnya untuk membersihkan diri, makan siang kemudian mendekor belakang Villa menjadi tempat yang paling berkesan demi memberikan kesan tidak terlupakan untuk Brinia.


Demi mensukseskan hari anniversary Gara dan Brinia yang ketiga, Yurdha, Juna dan Denim pun dengan semangat membatu Gara mendekor belakang Villa hingga dipenuhi lampu-lampu nan cantik. Sebenarnya bisa juga Gara meminta orang yang mendekorasi sesuai dengan keinginannya, namun Gara ingin melakukannya sendiri dengan dibantu para sahabatnya.


Tetapi untuk makan malam spesialnya nanti, Yurdha menyarankan untuk memesan makanan dari sebuah resort yang tidak terlalu jauh dari Villa ketimbang Gara memasak sendiri seperti niat Gara diawal. Karena Yurdha yakin, masakan Gara cukup sangat meragukan dan akan menghancurkan suasana romantis yang sudah dibangun jika rasa makanannya tidak sesuai ekspektasi.


“Gue yakin Brinia akan langsung menangis bahagia melihat semua ini.” Ucap Juna memandang dekorasi yang sudah 95 persen selesai dikerjakan disaat matahari mulai tenggelam.

__ADS_1


“Kalau gue gak yakin. Kalian tau kan bagaimana kelakuan si Brinia itu yang kadang-kadang absurd… gadis galak dan tegas, mana mungkin bisa meleleh semudah itu.” Sambung Denim.


“Ngatain Brinia galak lagi gue kepret elu!” Ucap Gara yang tidak terima kekasihnya dibilang galak meksipun pada kenyataannya Gara juga takut pada kemarahan Brinia.


“Ampun boss bucin!” Ledek Denim.


“Kalian kalau tidak memperdebatkan hal yang gak penting kenapa sih?” Tanya Yurdha.


“Ga. Elu buruan mandi lalu bersiap.. dan Juna sama Denim bantuin gue bersihkan sampah sisa dekorasi ini karena Nesya mengabari jika sekitar satu jam lagi akan sampai Villa.” Ujar Yurdha lagi.


“Untuk makan malamnya?” Tanya Gara.


“Tenang, gue akan hubungi pihak resort sehingga saat mereka hampir sampai, makanan baru datang agar makanannya tetap dalam kondisi hangat.” Jawab Yurdha yang memang selalu bisa diandalkan padahal Yurdha dari keluarga kaya raya.


“Thank ya bray! Gue gak tahu harus bagaimana memberikan kejutan pada Brinia jika tanpa kalian.” Ucap Gara tersentuh dengan semua sahabatnya.


“Idih lebay!” Celetuk Denim.


“Idih.. idih mellow.. santai aja kali. Kali ini giliran elu yang dapat bantuan kita. Tapi nanti ada saatnya kalian semua bantuin gue buat melamar cewek!” Ucap Juna.


...**...


Seharian berbelanja dan memutari kota jogja nyatanya bukan hanya menguras isi saldo Gara, tapi juga mampu menguras tenaga Brinia. Dalam perjalanan kembali ke Villa, Brinia langsung terlelap begitu saja.


Sebelumnya hati Brinia terasa resah, karena selama dia pergi tidak satu pun pesan dikirim oleh Gara. Namun Brinia mencoba berpikir positif bahwa Gara tidur seharian karena begadang semalam suntuk.


Beruntung seharian ini perut Brinia tidak ada masalah. Dan setiap satu jam sekali, Nesya selalu memberikan kabar pada Yurdha bahkan mengirimkan lokasi mereka terkini sesuai perintah Yurdha.


“Brin, bangun,,, kita sudah sampai Villa.” Nesya menepuk pundak sahabatnya hingga sahabatnya mengerjap-ngerjapkan matanya dan mengumpulkan kesadarannya.


“Eh udah sampai ya?” Tanya Brinia mengucek matanya.


“Hm.. elu terlalu nyenyak. Ayo turun.” Ajak Nesya yang ikut berdebar karena tidak sabar melihat Brinia dilamar oleh Gara. Brinia yang akan di lamar kok Nesya ikut deg degan ya?


“Bentar, ini barang belanjaan kita..”

__ADS_1


“Sudah tenang… nanti dibawain Annisa dan Pak Nono ke dalam. Iya kan pak?” Ucap Nesya menyebut nama bapak penjaga Villa juga putrinya.


“Iya non Brinia, non Brinia dan non Nesya langsung masuk saja. Nanti biar saya dan anak saya Annisa yang bawa belanjaan non ke dalam.”


“Makasih ya Pak.. Annisa..” Ucap Brinia dengan ramah.


Nesya pun membukakan pintu gerbang Villa dan memasukinya bersama Brinia.


“Kok sepi banget, anak-anak pada kemana? Apa mereka mabuk lagi?” Tanya Brinia melihat suasana sangat sunyi.


“Mungkin lagi pada merokok di tepi pantai.” Jawab Nesya.


Brinia pun mulai memasuki Villa yang nampak rapi bersama Nesya. Sepertinya istri Pak Nono yang sudah membersihkan kerusuhan yang dibuat para sahabatnya tadi pagi.


Brinia yang berniat istirahat hendak langsung menuju ke kamar tiba-tiba menghentikan langkahnya saat mendengar pertanyaan dari Nesya.


“Brinu, kok kaca ini di tutup gorden ya? Kemarin kan enggak ya?” Tanya Nesya menunjuk kaca lebar pengganti tembok di bagian belakang Villa yang menghadap langsung pada pantai. Nesya sengaja memancing Brinia agar membuka gorden itu sesuai arahan Yurdha.


“Nggak tau.” Jawab Brinia cuek. Salah perhitungan, ternyata Brinia tidak dalam mode kepo.


“Brin, coba deh buka gordennya.” Perintah Nesya.


“Buka aja sendiri, gue capek.. mau mandi terus bobok cantik.” Ujar Brinia yang nampak tidak peduli dengan sekitar.


“Brinia tunggu!” Teriak Nesya.


“Apalagi sih Nes?” Tanya Brinia menengok kembali menghadap sahabatnya yang berada di dekat kaca. Tanpa menjawab, Nesya berinisiatif membuka gorden panjang dan tinggi itu secara perlahan.


Nesya menggunakan opsi kedua dari Yurdha jika Brinia tidak mau membuka gorden maka Nesya lah yang harus membukakan gordennya untuk Brinia.


Begitu gorden dibuka, sebuah kalimat indah langsung terpampang jelas di depan Brinia. Kalimat yang disusun dari luar Villa kemudian digantung menghadap ke Villa terbaca begitu jelas dari dalam Villa tempat Brinia saat ini berdiri.


“BRINIA, WILL YOU MARRY ME?”


to be continued

__ADS_1


__ADS_2