Kekasih Rahasia Aktor Tampan

Kekasih Rahasia Aktor Tampan
Dua Pilihan


__ADS_3

Duduk berdua di halaman samping rumah Gara sambil menikmati malam dengan keripik kentang di tangan Brinia, membuat hati Gara terasa jauh lebih tenang meskipun ancaman Melly masih terbayang-bayang di otak Gara. Sialan memang si Melly.


Kalau dipikir-pikir, ancaman Melly lebih berbahaya ketimbang ancaman Nita. Karena Melly akan menyebarkan di media sosial sehingga akan membuat Brinia benar-benar malu dan terhina. Katanya, biar hancur, hancur sekalian. Sedangkan Nita, hanya akan memberitahu Brinia tentang yang sebenarnya.


Beruntung, Gara adalah seorang artis yang pandai bermain peran. Sehingga saat ini, Gara bisa selalu menampilkan senyumnya di depan Brinia saat hatinya sedang bergemuruh hebat membayangkan hal itu terjadi.


Dan hampir satu jam berlalu mereka duduk disana setelah Brinia membantu Gara untuk menyelesaikan tugas kuliahnya. Tentunya setelah drama memilih undangan pernikahan yang sangat istimewa itu hingga membuat Brinia dan Gara sedikit berdebat.


Ngomong -ngomong soal pernikahan,


Gara tidak habis pikir, bukankah akad nikahnya nanti dengan Brinia hanya dihadiri keluarga dan para sahabatnya doang yang tidak lain hanya Denim, Yurdha, Juna dan Nesya. Lantas, mengapa ada undangan sebagus tadi segala dan persiapannya jadi seheboh ini? Mama Amel kalau di pasangkan dengan Brinia soal keribetan memang sangat cocok.


Ah pusing sendiri Gara memikirkan dua wanita kesayangannya itu, mending Gara fokus pada cerita demi cerita yang keluar dari bibir manis Brinia sejak tadi.


Brinia bercerita mulai dari teman-temannya di kampus sampai perihal Mikha, adik tiri Brinia yang ternyata teman sebangku Selena.


Brinia juga menceritakan tentang Mikha yang akan dijodohkan oleh mamanya dengan om-om pengusaha kaya raya. Brinia tidak habis pikir ada ibu sekejam Nita. Hingga umpatan demi umpatan keluar dari mulut Brinia untuk Nita yang entah ada dimana.


"Rasanya pengen deh ngasih sianida ke wanita itu." Sambung Gara membuat Brinia mengernyit kemudian menatap kekasihnya.


Dari tadi Gara hanya diam mendengar ceritanya, eh giliran memberikan tanggapan.. kenapa tanggapannya sangat menyeramkan di telinga Brinia.


"Kamu kok serem banget sih Ga!" Protes Brinia.


"Lah gimana, manusia sampah seperti itu memang bagusnya langsung meninggal aja dari pada hidup cuma buat masalah sama orang dan menuh-menuhi bumi doang." Gara terlihat sangat kesal membahas perihal Nita.


Bagaimana tidak kesal, jika saja Nita tidak menemui Mamanya dan tante Sekar di restoran... Melly tidak akan tahu hal itu dan merekamnya. Kan emang awalnya semua dari si Nita Pelakor sialan itu.


"Kamu kayaknya ada dendam pribadi deh sama si Tante Nita." Ucap Brinia sambil tertawa melihat ekspresi Gara yang lucu.


"Aku tuh kesel Bee, sama manusia-manusia gak punya otak seperti Nita itu. Demi keinginannya tercapai, dia gak peduli perasaan orang lain termasuk anaknya sendiri." Ucap Gara.


"Iya sih, rencananya aku akan membawa Mikha pergi jauh dari mamanya setelah dia lulus SMA nanti. Kamu boleh kan?" Tanya Brinia karena setelah Mikha lulus SMA nanti, maka dirinya dan Gara sudah resmi menikah jadi semuanya harus diobrolkan dan saling terbuka.


"Maksudnya?" Tanya Gara bingung.


"Aku kemarin udah ngomongin ini sama ayah, tapi ayah gak peduli karena itu hak ibu dari Mikha. Ayah tidak bisa melarang karena gak mau terlibat lebih jauh hingga menyakiti bunda Sekar. Ayah tuh jadi laki gak tegas banget, padahal bagaimana pun, Mikha adalah anak kandungnya." Ucap Brinia.


"Jadi aku kepikiran untuk membawa Mikha kabur ke luar kota biar dia bisa menempuh pendidikan disana mengejar impiannya dan terlepas dari perjodohan menjijikkan mamanya itu." Lanjut Brinia.

__ADS_1


"Kamu mau pindah ke luar kota sama Mikha?" Tanya Gara dengan tatapan tajam.


"Nggak.. bukan begitu sayang... aku akan tetap stay disini sama kamu. aku kan gak bisa jauh dari kamu.." Jawab Brinia sambil tertawa.


"Segara sayang, aku hanya akan menyembunyikan Mikha dan aku pura-pura gak tahu kalau nanti Mikha menghilang. Aku juga mau menjaga perasaan bunda, gak kebayang gimana nanti jika bunda tahu anak kandungnya yang cantik ini menolong anak selingkuhan suaminya." Ujar Brinia sambil tersenyum. Gara yang gemas melihat Brinia mengedip-ngedipkan matanya, akhirnya mengacak rambut Brinia dengan lembut.


"Kamu selalu berusaha menjaga perasaan orang sampai kadang kamu mengorbankan perasaan kamu sendiri Be... seandainya kamu tahu...." Batin Gara.


"Aku setuju dengan keputusan kamu itu Bee, asal Mikha-nya juga mau... aku akan dukung kamu karena gak adil buat Mikha jika dia diperlakukan seperti itu oleh Mamanya sedangkan ayahnya gak peduli." Jawab Gara.


"Tapi Ga, misal aku nanti yang menanggung seluruh kebutuhan hidup dan pendidikan Mikha gak apa-apa kan? Aku janji tidak akan menggunakan uang nafkah dari kamu. Aku akan cari sendiri uang buat adik aku." Ujar Brinia membuat Gara tersenyum.


"Sayang... Mikha adalah adik kamu, itu artinya dia juga adik aku.. aku justru senang jika bisa membantu kamu untuk membiayai Mikha karena aku jadi suami yang berguna buat kamu. Pokoknya apapun tanggungan kamu, kita tanggung bersama-sama ya." Kata Gara. Brinia pun langsung memeluk Gara dengan penuh cinta.


Brinia bahagia, memang tidak salah dia menjatuhkan hatinya sejatuh-jatuhnya pada seorang Segara Byantara.


"Makasih Segara-ku..."


"Sama-sama sayang!" Gara mengecup kening Brinia meskipun sebenarnya sangat ingin meluumat bibir manis Brinia itu. Gara sudah berjanji untuk tidak mencium bibir Brinia lagi sebelum halal biar nanti ada sensasi yang berbeda saat malam pertama mereka.


"Oh ya sayang, besok aku mau datang ke acara anniversary JH entertainment di puncak." Izin Gara.


"Sama siapa saja?"


"Gak apa-apa Ga, kamu gak perlu khawatir atau merasa bersalah karena gak bisa ngajakin aku. Aku gak masalah, yang penting kamu disana hati-hati dan jangan aneh-aneh. Jangan sampai minum alkohol."


"Siap laksanakan kalau itu komandan." Jawab Gara.


"Terus malam Minggu besok kalau aku pergi, kamu mau kemana?" Tanya Gara.


"Aku besok mau ngajakin Nesya buat quality time berdua aja gimana.. Ke salon, nonton terus belanja. sepertinya seru."


"Bukan ide yang buruk. besok kamu pake debit card aku ya..."


"Nggak ah.." Tolak Brinia karena merasa belum memiliki hak untuk itu.


"Sayang, kamu harus mau... itung-itung aku training menafkahi istri aku." Jawaban Gara membuat Brinia tertawa kemudian mereka saling berpelukan untuk mengungkapkan perasaan masing-masing dengan tindakan.


...**...

__ADS_1


"Sabrina, besok kamu harus melakukan apa yang saya perintahkan!" ucap seorang lelaki paruh baya dengan tatapan tajamnya. Saat ini Sabrina ada di sebuah ruangan kerja bersama dengan Melly dan lelaki yang memegang kendali di JH entertainment.


"A... aku gak bisa pak. A.. aku siap menerima konsekuensinya jika bapak ingin mendepak saya dari JH entertainment." Jawab Sabrina dengan menunduk.


"Kamu gak bisa menolak perintah dari saya Sabrina! Ingat, kamu bisa menjadi seperti ini karena bantuan dari saya! Dan harus kamu ingat juga, saya bukan hanya bisa menghancurkan karier kamu dalam semalam saja, tapi saya juga bisa menghancurkan keluarga kamu apalagi saat ini bisnis Papa kamu sedang ada masalah besar kan dengan pemerintah karena penggelapan pajak?" Ucap lelaki itu dengan senyum liciknya.


Sabrina memejamkan matanya kemudian mengepalkan tangannya dengan kuat. Nafas gadis itu naik turun tidak beraturan.


"Jangan membawa-bawa keluarga saya pak, saya mohon... saya benar-benar tidak bisa pak!" Tolak Sabrina lagi.


"Berikan saya alasan yang jelas dan jujur kenapa kamu tiba-tiba berubah pikiran!"


Setelah berpikir beberapa detik, Sabrina akhirnya memberanikan diri untuk berucap.


"Sa.. saya sadar diri pak... saya ternyata tidak bisa merebut hati Gara pak... jika dengan kejadian yang bapak rencanakan itu bisa membuat saya di nikahi oleh Gara, maka saya yakin hidup saya tidak akan bahagia pak. Karena Gara pasti akan membenci saya. Belum lagi, saya juga akan semakin membuat malu keluarga."


"Sabrina... Sabrina... jangan munafik kamu, bukankah kamu mencintai Gara?"


"Iya, saya sudah jatuh cinta sama Gara pak. Oleh sebab itu, saya tidak mau menghancurkan hidup Gara dengan gadis impiannya, saya juga tidak mau menghancurkan karier Gara pak, selama ini Gara sudah baik sama saya ."


"Gara? baik sama kamu? bukankah dia selalu berkata kasar sama kamu?"


"Itu karena saya yang tidak tahu diri hingga membuat dia kesal." Jawab Sabrina.


"Saya bukan wanita tipe Gara pak.. dan Gara sudah memiliki wanita idaman sebagai incarannya nanti usai kontrak." batin Sabrina.


"Saya gak mau tahu, pilihannya hanya dua.. mengikuti perintah saya, atau hidup kamu dan keluarga kamu akan saya hancurkan." Sabrina menunduk dengan air mata menetes. Sabrina tersadar, pilihannya menerima tawaran JH entertainment dengan upah gede dan bersanding dengan Gara adalah pilihan yang salah.


Niat hati awalnya ingin mendekati Gara dan mendapatkan hati lelaki tampan itu, nyatanya semuanya justru semakin rumit.


"Melly, ada informasi apa yang bisa kamu berikan pada saya." Lelaki itu pun kini menatap Melly.


"Ini pak." Melly menyodorkan sebuah amplop pada lelaki itu kemudian lelaki itu membuka dan membaca isi amplop tersebut.


"Andra, kamu akan menerima balasannya melalui anak kamu Andra. Anak laki-laki kamu satu-satunya akan melemparkan kotoran ke wajah kamu sendiri." Batin lelaki itu.


to be continued


apa yang akan terjadi selanjutnya coba?

__ADS_1


lanjut?


lanjut cepet apa lama?


__ADS_2