Kekasih Rahasia Aktor Tampan

Kekasih Rahasia Aktor Tampan
Gagal Menghindar


__ADS_3

Meskipun banyak perbedaan antara Gara, Yurdha, Denim, Juno, Nesya serta Brinia.. namun persahabatan mereka sangatlah terjaga meskipun mereka saat ini di kampus yang berbeda-beda. Untungnya mereka masih berada di kota yang sama, jadi pertemuan mereka masih terjalin secara intens.


Awalnya Yurdha, Denim, Juno dan Nesya juga sama dengan yang lainnya mengira bahwa Gara dan Brinia adalah saudara sepupu dengan rumah mereka yang bersebelahan. Semasa sekolah, Gara dan Brinia juga selalu berangkat bersama-sama. Dan mereka tidak mengkonfirmasi apa-apa mengenai hubungan mereka yang sebenarnya. Karena saat itu bagi Gara dan Brinia, lebih baik orang tahu mereka berstatus saudara ketimbang dibilang pacaran. Ah masa SMA, padahal sebenarnya sudah sama-sama saling suka saat itu.


Yang paling sadar akan perasaan Gara untuk Brinia dan Brinia untuk Gara adalah Nesya. Saat itu, tidak ada hari bagi Nesya untuk tidak memanas-manasi Gara kala Brinia sudah memiliki kekasih. Mengingat hal itu, Gara dan Brinia merasa selalu berhutang Budi pada Nesya. Tanpa perantara Nesya, mungkin sampai saat ini gengsi keduanya masih tinggi dan justru saling menyakiti karena saling memiliki kekasih.


“Kalau begitu, kalian berdua keluar dari sini biar Brinia istirahat.” Perintah Gara.


“Terus elu?” Tanya Juna mengernyit.


“Gue tetap di sini jagain Brinia lah.”


“Elu berdua di kamar sama Brinia mau ngapain Ga? Mau minta DP ya? Kan kalau cuma berdua, yang ketiga setan.” Goda Juna yang merupakan manusia aliran sesat.


"Sialan, elu balikin omongan gue.. gue gak kayak elu ya." Jawab Gara yang memang selalu berkata pada Juna dan Denim, jika berduaan maka yang ketiga adalah setan.


“Otak elu sepertinya perlu di ruqyah!” Kata Gara kesal membuat Juna tertawa terbahak-bahak.


Bisa-bisanya Juna masih berusaha terus menggoda dirinya saat Brinia sedang kesakitan. Namun otak gesrek Juna itulah yang akan mereka rindukan suatu hari nanti saat semua sudah sibuk dengan kehidupan masing-masing.


“Emangnya elu yang suka ambil kesempatan dalam kesempitan! Ayo keluar!” Nesya langsung menarik tangan Juna dengan kasar agar Juna keluar dari kamar yang ditempati Brinia bersama dengan Nesya nanti malam.


“Sabar Nes, gue bisa jalan sendiri!” teriak Juna.


“Ga, gue tutup pintunya ya, biar kalian bisa main dengan tenang di kamar!” Ucap Juna sebelum menutup pintu kamar. Gara hanya menggelengkan kepala mendengar ucapan sahabatnya itu.


Setelah dua sahabatnya itu menghilang dari balik pintu yang kini sudah tertutup dengan rapat, Gara kembali menatap Brinia dengan tatapan intens. Mendapatkan tatapan yang seperti itu, membuat Brinia mendadak gugup teringat kejadian di kamarnya kembali. Rencananya untuk menghindari Gara hari ini terpaksa gagal karena perutnya yang gak bisa diajak kerjasama.

__ADS_1


“Aduh, gue harus bagaimana? Mana perut masih sakit banget lagi.., eh ditambah malu gara-gara kejadian tadi pagi.” Batin Brinia yang memilih langsung memejamkan matanya agar tidak melihat wajah tampan Gara yang selalu di puja kaum hawa.


“Masih sakit banget ya Bee?” Tanya Gara melihat Brinia yang terlihat sangat jelas sedang menahan sakit. Brinia pun mengangguk lemah.


“Perih banget Ga, benar-benar kayak di tusuk-tusuk sampai ke ulu hati rasanya!” Jawab Brinia masih dengan mata yang terpejam agar tidak gugup.


“Sabar ya, semoga Yurdha dan Denim segera balik dan bawa obat buat kamu…” Gara mengusap pucuk kepala Brinia dengan penuh cinta dan sayang.


Otak Gara mendadak berpikir bagaimana caranya agar Brinia tidak menghindarinya lagi, apa harus pula-pula amnesia dengan kejadian pagi tadi?


“Bee, kenapa semenjak dari rumah hingga sampai sini kamu seolah menghindari aku dan menjaga jarak sama aku?” Tanya Gara yang mencoba pura-pura amnesia.


“Nggak. Perasaan kamu saja!” Ucap Brinia membuang wajahnya ke samping yang berlawanan dengan posisi Gara saat ini.


“Gara Segara, kamu itu bukan tipe lelaki yang gak peka! Jelas jelas kamu tadi pagi melihat penampilanku yang memalukan, dan pelukan aku yang tidak seperti biasanya? Masa kamu gak merasakan sih? Gak mungkin kamu gak merasakannya, terus kenapa kamu sekarang tanyanya begitu? Aku bingung harus jawab gimana Gara?” Batin Brinia.


“Bukannya kamu yang justru bersikap dingin sama aku dan mendiamkan aku?” Brinia berbalik tanya pada Gara membuat Gara membisu. Brinia langsung bisa membalikkan posisi dengan cepat.


“A.. aku?” Gara langsung nampak salah tingkah.


“Kenapa kamu mendiamkan aku dari tadi dan gak ada inisiatif lebih dulu buat ngajak bicara sama aku. Bahkan kamu memotong ucapan aku pagi tadi dan lupa buat ngajak aku sarapan. Padahal aku lapar. Kamu udah gak peduli dan gak cinta sama aku lagi?” Protes Brinia yang sudah berani menatap Gara namun masih sambil meringis merasakan sakit perut.


"Maafkan aku Brinia ..." Ucap Gara.


“Aku diam karena aku gugup dan bingung Bee, bukan karena aku udah gak cinta sama kamu. Bukan!” Jawab Gara.


“Alasan! Pasti karena si Sabrina itu kan, jadi cinta kamu berkurang buat aku?” Ah Brinia Sepertinya mendapatkan kesempatan untuk memojokkan Gara siap Sabrina.

__ADS_1


“Astaga Brinia sayang… ini itu gak ada sangkut pautnya sama Sabrina. Coba deh kamu jadi aku, bagaimana bisa aku gak gugup setelah melihat dada kamu yang tercetak jelas di balik baju tidur kamu itu? Belum lagi kamu saat peluk aku, aku dapat merasakannya untuk pertama kali hanya dengan penghalang tipis Bee, aku lelaki normal Bee. Aku diam karena aku mencoba mengembalikan kewarasan aku.” Jelas Gara panjang lebar yang justru membuat Brinia melotot dengan wajah memerah karena malu.


Demi apapun, ini benar-benar di luar benak Brinia dimana Gara akan berbicara se vulgar itu mengingat Gara tidak pernah berkata mesum. Tidak seperti Juna dan Denim, karena Gara satu frekuensi dengan Yurdha, tipe-tipe cowok kalem, penyanyang dan perhatian.


“Sayang, aku bener-bener mati-matian menahan diri aku buat gak penasaran sama….”


“Gara Stop! Aku malu!” Teriak Brinia yang langsung menutup wajah cantiknya dengan menggunakan kedua telapak tangannya.


"Aku belum selesai bicara Brinia..."


"Aku gak mau denger!" Tegas Brinia yang menutup kedua telinganya.


"Dengerin dulu penjelasan aku."


"Nggak mau!"


"Aku gak mau ya kamu salah sangka sama aku pakai bawa-bawa si Sab Sab lagi, aku gak ada hubungan sama dia, deket-deket aja kagak!"


"Tadi kamu belain dia!" Protes Brinia teringat pembicaraan di meja makan.


"Astaga Brinia."


"Aku ngambek sama kamu Segara!"


"Sejak kapan orang ngambek bilang-bilang?" Gara kini justru tertawa mendengar ucapan kekasihnya yang absurd.


to be continued

__ADS_1


__ADS_2