Kekasih Rahasia Aktor Tampan

Kekasih Rahasia Aktor Tampan
Menemui Brinia


__ADS_3

"Bagaimana kalau kita menikah bulan ini aja Be... kita menikah secara tertutup yang penting sah secara agama dan negara."


"Ga, jangan ngaco deh! karier kamu sedang naik naiknya dan aku juga sibuk skripsi."


"Gak masalah be.. semua bisa diatur. Aku mau segera menikahi kamu sebagai bukti kesungguhan aku ke kamu." Tegas Gara.


Brinia terdiam dan nampak berpikir, namun Gara tidak berhenti begitu saja. Lelaki tampan yang yakin Brinia adalah cinta pertama dan terakhirnya itu terus meyakinkan Brinia dengan status pernikahan diantara mereka.


Semua itu Gara lakukan untuk membuktikan keseriusannya pada Brinia dan untuk membuat Brinia terus berada disampingnya.


"Kehidupan setelah pernikahan tidak mudah Ga.." Ucap Brinia.


"Memang tidak mudah. Memilih untuk tidak menikah pun juga bukan hal mudah. Emang ada hal mulus di di hidup ini? nggak ada kan. Bahkan orang terkaya nomor satu di dunia pun pasti memiliki masalah dalam hidupnya. Entah itu keluarga, anak atau bisnis. Semua ada plus minusnya masing-masing Bee... Tugas kita sebagai manusia adalah menjalankannya dengan sebaik-baiknya."


"Tidak sedikit dalam pernikahan seorang suami itu selingkuh Ga. Contohnya ayah aku sendiri." Ucap Brinia.


Gara tersenyum sembari mengusap puncak kepala Brinia dengan lembut.


"Bee.. Tidak ada manusia di dunia ini yang sempurna. Tapi coba kamu ingat-ingat, apa pernah aku dekat dengan wanita lain, atau menanggapi perhatian dari wanita lain?" Brinia pun menggeleng.


"Nah... terus kenapa kamu ragu Brinia sayang. Bahkan saat kamu dekat dengan anak kedokteran terus pacaran pun, aku hanya diam meskipun nyesek banget lihatnya. Aku gak menanggapi gadis lain sebagai pelarian atau pelampiasan. Karena aku tahu, cinta aku cuma buat kamu Brinia." Penjelasan Gara memang benar adanya. Hal itu tentu membuat Brinia tersenyum mengingat satu persatu kepingan kejadian dimasa lalu tentang betapa setianya seorang Segara Byantara juga tentang seberapa pedulinya Gara pada Brinia.


"Ga.." Brinia kembali menggenggam tangan Gara dengan erat.


"Aku mau menikah sama kamu." Ucap Brinia sambil menunduk malu membuat senyum di wajah Gara terukir sempurna.


"Tapi..." Kata Brinia lirih dengan mengangkat sedikit kepalanya sehingga sorot mata mereka bertemu.


"Tapi apa Be?" Tanya Gara yang melihat sedikit keraguan dari sorot mata Brinia.


"Izinkan aku menyelesaikan skripsi aku dulu. Bulan ini selesai karena tinggal revisi beberapa halaman dan aku akan sidang Minggu depan. Lalu bulan depan aku wisuda." Gara menganga mendengar penjelasan Brinia. Sejenak fokus Gara mengenai pernikahan teralihkan oleh usaha sang kekasih sebagai pejuang skripsi.

__ADS_1


"Skripsi kamu udah hampir kelar?" Tanya Gara dengan senyum bahagia dan bangga.


"Iya. Doain ya, biar lancar aku revisinya. Makanya aku pengen kita nikah abis aku wisuda aja. Kalau akhir bulan ini, rasanya aku gak sanggup Ga. Aku kan mau sidang." Senyum Gara semakin merekah. Akhirnya... Akhirnya Brinia mau menikah dalam waktu dekat dengan dirinya.


"Semoga keputusan yang aku ambil ini tepat. Aku hanya ingin mempertahankan apa yang aku miliki. Aku mencintai Gara dan aku gak mau dia berpaling sedikitpun. Maafkan aku yang egois Ga, tapi aku janji akan terus dukung karier kamu." Batin Brinia.


"Akhirnya... dengan status yang jelas dan sah, setidaknya Brinia tidak merasa insecure ataupun berkecil hati. Karena aku akan menjadi miliknya seutuhnya. Hanya miliknya." Batin Gara.


"Makasih sayang... makasih kamu sudah bersedia menikah sama aku dalam waktu dekat." Gara tidak dapat lagi menyembunyikan kebahagiaannya. Segara Byantara itu pun langsung menarik Brinia ke dalam pelukannya.


"Aku yang terima kasih sayang, karena kamu sudah memperjuangkan aku dan meyakinkan aku sampai titik ini. Maafkan aku jika aku gak mau berbagi kamu sedikit pun dengan siapapun!" Ujar Brinia membalas pelukan Gara.


"Harus Bee! harus! kamu jangan pernah izinkan wanita manapun untuk berusaha mendekati aku. Karena aku hanya milik kamu. Dan aku juga tidak akan mengizinkan lelaki manapun untuk mendekati kamu!."


Setalah mencapai kesepakatan, Brinia dan Gara berniat memberi tahu orang tua mereka mengenai rencana pernikahan mereka yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.


Sebagai lelaki, Gara bertanya pada Brinia tentang pernikahan impian Brinia seperti apa. Karena biasanya wanita itu mempunyai wedding dream sendiri. Gara berjanji akan mewujudkannya setelah kontaknya selesai.


Gara tentu semakin bahagia mendengar ucapan Brinia yang dari dulu ternyata memiliki impian menikah dengan dirinya. Meskipun bagi Brinia pesta pernikahan tidaklah penting, tapi Gara janji dalam hatinya sendiri akan memberikan kejutan indah untuk Brinia saat waktunya tiba nanti.


Senyum bahagia terpancar diantara keduanya dengan Gara yang terus meyakinkan pada Brinia agar Brinia belajar untuk mengurangi kadar insecure dan overthinking-nya. Namun tiba-tiba obrolan seru mereka harus terkesan karena ponsel Brinia berdering.


"Siapa?" Tanya Gara.


"Nesya mengirimkan pesan." Jawab Brinia dengan tatapan yang tertuju pada layar ponsel.


"Sayang ...viral lagi." Ucap Brinia lirih setelah membuka link yang dikirimkan oleh Nesya.


"Apa yang viral?" Tanya Gara sambil mengernyit.


"Ternyata teman Melly merekam pertemuannya dengan aku dan Yurdha secara tidak sengaja. Dan Melly mempublikasikan videonya dimana Yurdha mengaku kalau aku kekasihnya dan aku sepupu kamu." Tanpa berkata apapun, Gara pun langsung meraih ponsel Brinia dan melihat sendiri apa yang ada di sana.

__ADS_1


"Kurang ajar! semakin dibiarkan dia justru semakin seenaknya!" Umpat Gara dengan rahang mengeras karena kelakuan Melly.


"Aku akan menemuinya sebentar!" Gara menyerahkan ponselnya pada Brinia.


"Sayang tunggu!" Brinia menahan tangan Gara.


"Kamu sabar! jangan pergi dalam keadaan emosi seperti ini." Kata Brinia mencoba tenang meskipun hatinya bergemuruh. Apalagi Melly yang merendahkan dirinya dengan membandingkan Brinia sama Sabrina juga terekam jelas dalam video itu.


"Aku udah gak bisa sabar lagi sayang! sia udah keterlaluan! Secara langsung dia sudah menjatuhkan kamu sayang dan aku gak terima."


Brinia menghela nafasnya dengan kasar.


"Denger aku dulu Ga..." Pinta Brinia dengan sorot mata sendu saat Gara berusaha untuk melepaskan genggaman Brinia.


Kalau Brinia sudah menatapnya dengan penuh permohonan seperti ini, bisa apa Gara selain menurut pada kekasih hatinya.


"Please duduk dulu, kita bicarakan baik-baik dan cari solusinya. Aku gak mau kamu yang emosi justru akan menghancurkan karier kamu sendiri."


Benar kata Brinia, Gara pun memejamkan matanya dan menghirup udara sebanyak-banyaknya untuk meredakan emosinya.


"Kalau kamu langsung marah sama dia, tidak menutup kemungkinan juga dia akan merekam dan memutar balikkan fakta. ingat kontrak kamu Ga, kontrak yang menjerat kamu itu!" kata Brinia mengingatkan Gara pada kontraknya dengan Melly.


Sebuah kontrak yang cukup mengganggu privasi Gara karena saat tanda tangan itu, Gara sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja usai bertengkar dengan Papa Andra. Dan ditambah lagi, Gara yang sendirian tidak begitu memahami sepenuhnya kalimat kalimat yang memang sengaja dibuat ambigu oleh Melly sehingga Melly bisa menyetir Gara.


Ego dan emosi Gara kala itu membuat Gara terjebak dengan permainan Melly.


"Oke, kita cari solusinya dulu ya.." Brinia mengusap lembut lengan Gara.


To be continued


Like komentar yuk 🥰

__ADS_1


__ADS_2