Kekasih Rahasia Aktor Tampan

Kekasih Rahasia Aktor Tampan
Menjenguk Mikha


__ADS_3

Brinia tahu jika siang ini sang bunda bersama dengan calon mama mertuanya sedang ke butik untuk mengecek baju pernikahannya juga baju seragam yang akan digunakan oleh keluarga.


Oleh sebab itu, usai menemui pihak birokrasi kampus, Brinia ingin segera ke rumah sakit untuk menjenguk Mikha sebelum bunda Sekar kembali ke rumah sakit lebih dulu.


Brinia tidak ingin melukai hati bundanya karena dia menjenguk Mikha, anak yang kehadirannya tidak pernah bunda Sekar anggap. Sementara disisi lain, Brinia sadar, bagaimana pun Mikha adalah adiknya meskipun mereka beda ibu.


Mikha hanyalah seorang gadis yang tidak berdosa dan selalu tersudutkan oleh keadaan. Mikha juga satu-satunya orang masih memiliki ikatan darah dengan Brinia. Apalagi setelah Brian meninggal dunia, saudara yang Brinia punya hanyalah Mikha.


Sebelum melajukan kendaraannya menuju rumah sakit, tidak lupa Brinia untuk mengirim pesan pada Gara memberitahu keberadaannya saat ini. Karena semakin hari, Gara semakin posesif saja. Daripada nanti Gara heboh karena pesannya tidak kunjung Brinia balas, mending Brinia mengabari Gara lebih dulu.


Di tengah perjalanan, Brinia pun mampir ke toko kue untuk membelikan kue kesukaan Mikha.


Dan butuh beberapa menit saja Brinia melajukan mobilnya, akhirnya Brinia sampai di Family Hospital, salah satu rumah sakit terbaik di ibu kota yang selalu bersaing ketat dengan Bramantya Hospital dalam segala hal, untuk bersaingnya bersaing sehat.


Family Hospital dulunya hanyalah rumah sakit sederhana yang dibangun oleh kakek Brinia, orang tua dari Henry dan Sekar dengan kerjasama. Dan, seiring berjalannya waktu disertai perjuangan keras Ayah Henry serta dengan bantuan keluarga Byantara, rumah sakit yang dulunya sangat sederhana dengan fasilitas terbatas itu, kini sudah menjadi rumah sakit mewah dan besar di tengah kota dengan fasilitas yang lengkap.


Brinia selalu saja tersenyum setiap kali memasuki rumah sakit ini, karena banyak kenangan masa kecilnya bersama sang kakak, Brian.. terjadi di rumah sakit ini saat orang tua mereka sibuk praktek. Ah Brinia selalu saja merindukan sosok Brian di hidupnya.


Memasuki koridor rumah sakit, beberapa perawat juga dokter menyapa Brinia dengan ramah. Sebab banyak dari mereka tahu jika Brinia adalah calon tunggal pewaris rumah sakit ini. Putri dari sepasang dokter terbaik di rumah sakit ini. Brinia yang ramah itu pun memberikan nilai plus sendiri di mata tega medis dan karyawan rumah sakit.


Brinia berjalan menuju lift untuk mencapai lantai 5, tempat Mikha yang sedang di rawat saat ini. Beruntung Ayah Henry sudah memberikan info pada Brinia kemarin melalui pesan singkat tanpa sepengetahuan bunda Sekar, jadi sekarang Brinia tidak perlu pusing mencari kamar rawat Mikha.


Tok.. . Tok... Tok..


Brinia mengetuk ruang rawat Mikha dengan pelan, takut Mikha sedang istirahat dan terganggu. Tidak menunggu lama, seorang wanita tua membuka kan pintu untuk Brinia.


"Selamat siang Nek.." Sapa Brinia dengan lembut kemudian menyalami wanita yang sudah nampak keriput dihadapannya itu. Wanita yang sering Brinia temui ketika Brinia mengunjungi Mikha.


"Brinia... kamu datang menjenguk Mikha?" Tanya Nenek itu dengan senyum bahagia menyambut kedatangan Brinia yang tidak ia duga. Brinia pun mengangguk.

__ADS_1


Mata Brinia menatap beberapa pasang sepatu yang tertata rapi di rak sepatu dekat pintu. Menyadari apa yang Brinia lihat, nenek dari Mikha itu pun mengatakan bahwa teman-teman sekolah Mikha sedang datang menjenguk.


"Brinia, masuk nak.. ayo masuk.."


"Terima kasih nenek Nani." Jawab Brinia tersenyum kemudian memberikan kue yang ia bawa itu pada nenek Nani sebelum dia melangkahkan kakinya memasuki ruangan VVIP yang cukup luas itu.


Brinia melihat beberapa anak perempuan berseragam putih abu-abu mengelilingi ranjang Mikha. Brinia tersenyum, ternyata banyak yang sayang dengan Mikha sehingga mereka menjenguk Mikha. Brinia tahu, adiknya itu memang pribadi yang baik dan menyenangkan.


"Haii Mikha..." Sapa Brinia membuat perhatian Mikha dan teman-teman teralihkan.


"Kak Brinia... kakak jenguk aku?" Jawab Mikha dengan senyum yang mengembang. Mikha tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya setiap kali bertemu dengan Brinia, saudara satu-satunya itu.


"Kak Bii." Panggil salah satu teman Mikha.


"Eh Selena... kok kamu ada disini?" Brinia menatap bingung pada gadis yang berstatus sebagai adik kandung Segara Byantara itu.


"Lah, kok malah kak Bii yang nanya.. harusnya aku yang nanya ke kakak dong, kenapa kakak ada disini? Pawang kakak mana? Kalau aku kan jelas, aku teman Mikha sekolah." Ucap Selena. Pawang yang Selena maksud adalah Segara karena biasanya dimana ada Brinia pasti ada Segara.


"Kak Brinia kenal sama Selena?" Tanya Mikha.


"Aku sama kak Brinia tetangga Mikh... rumah kita bersebelahan jadi sering main bareng." Jawab Selena.


"Wah seru dong..."


"Banget! makanya kapan-kapan kamu main ke rumah aku dan nginep... nanti kita berantakin kamar kak Brinia." Ucap Selena.


"Eh bentar, kak Bii sama Mikha kok saling kenal?" Tanya Selena lagi.


"Aku dan Mikha....."

__ADS_1


"Kita gak sengaja kenal Sel, kak Brinia itu selalu aja nolong aku saat aku kesusahan. Dia seperti malaikat aku, jadi akhirnya kita deket dan kak Brinia anggap aku seperti adiknya. Iya kan kak?" Potong Mikha yang tidak ingin hubungannya dengan Brinia yang sesungguhnya terbongkar. Karena Mikha sadar, dirinya hanyalah anak dari seorang Pelakor. Jika banyak yang tahu akan statusnya, maka bukan hanya dirinya yang malu, nama baik Ayahnya juga dipertaruhkan.


"I.. iya." Jawab Brinia sambil menghela nafasnya. Brinia menatap Mikha dengan penuh tanya seolah Brinia tidak ingin Mikha menutupi status mereka. Namun Mikha balik menatap Brinia dengan memohon agar Brinia menuruti apa keinginannya.


"Mikha, kenapa kamu bisa kecelakaan si?" Tanya Brinia.


"Aku nyebrang gak hati-hati kak, terus di tabrak pengendara motor yang melaju kenceng banget." Jawab Mikha.


"Mana saja yang sakit Mikh?" Tanya Brinia.


Brinia sangat peduli dengan Mikha meskipun Brinia sangat tidak suka dengan Nita, ibu kandung Mikha. Beruntungnya, Mikha tinggal dengan neneknya yaitu nenek Nani. Sehingga hal itu membuat Brinia nyaman untuk sesekali mengunjungi Mikha dan memberikan Mikha beberapa hadiah untuk adiknya.


Obrolan mereka pun terus berlanjut. Teman-teman Mikha akhirnya pamit pulang lebih dulu kecuali Selena karena Selena berniat pulang bareng Brinia sehingga supirnya tidak perlu menjemput.


"Kak, makasih ya kak udah mau aku." Kata Mikha. Gadis itu selalu tersenyum, meskipun dahinya masih dibungkus perban akibat benturan hingga mengakibatkan sobek yang cukup lebar dan dalam.


"Kenapa makasih segala sih Mikh, harusnya kakak selalu ada di samping kamu, tapi kakak tidak bisa untuk itu." Jawab Brinia merasa bersalah.


"Kak, aku ngerti posisi kakak.. aku seneng banget kakak udah jenguk aku." Ucap Mikha memegang tangan Brinia. Mikha tahu bagaimana seorang Sekar yang selalu menolak dirinya sehingga sampai detik ini, Mikha tidak berani bertemu dengan istri sah ayahnya itu.


"Kamu cepet sembuh ya...nurut sama nenek. Nanti kalau ada waktu lagi, kakak akan jenguk kamu lagi." Brinia mengusap rambut Mikha dengan lembut.


"Siap. Kata ayah... besok aku udah boleh pulang kok kak."


"Syukurlah, kakak senang mendengarnya."


"Ayah? siapa ayah yang dimaksud oleh Mikha? ah hubungan kak Brinia dan Mikha terlalu misterius." Batin Selena yang mencoba menahan mulutnya untuk bertanya.


to be continued

__ADS_1


yuk kirim like komentarnya... hehehe


makasih ❤️


__ADS_2