
"Lagian, gue gak mau elu sampai sakit Brinia, elu kan mau mengejar sidang semester ini kan?" Yurdha mengusap lembut rambut Brinia.
"Ehemmm.. ehemmm.." Suara deheman dari arah belakang membuat Yurdha dan Brinia tersentak.
Yurdha segera menjauhkan tangannya dari kepala Brinia. Dalam hatinya, Yurdha benar-benar merutuki kebodohannya yang tidak dapat mengontrol diri saat dekat dengan Brinia. Sebab sudah lama sekali Yurdha ingin mengusap rambut Brinia yang selalu nampak indah.
"Wah ternyata kalian pacaran ya? Gue bener-bener gak nyangka kalau kalian pacaran." Suara seorang wanita yang cukup keras sehingga menarik perhatian orang-orang yang sedang olahraga di sekitar sana.
Brinia dan Yurdha pun segera menengok ke sumber suara yang sudah tidak asing lagi ditelinga Brinia.
"Melly." Gumam Brinia melihat Melly dengan seorang temannya.
"Wanita ini.." batin Yurdha memutar bola matanya jengah.
Wanita bernama Melly yang merupakan manager Segara itu pun tersenyum pada Brinia dan Yurdha dengan raut wajah yang sulit di tebak. Apalagi berhasil menarik perhatian orang-orang yang ada disana.
"Ngapain elu kesini?" Tanya Yurdha dengan nada suara dingin.
"Tadinya gue mau ke rumah Segara buat mengantar laptopnya yang ketinggalan di lokasi shooting. Eh pas lewat taman, kebetulan gue lihat Brinia, jelas gue pengen nyapa dong. Kan beberapa kali gue udah pernah ketemu langsung sama Brinia. Lagi pula Brinia juga lagi viral dengan hujatan kan karena kedekatannya sama Segara."
"Jaga mulut elu ya!" Bentak Yurdha tidak terima karena Melly berkata dengan nada nyinyir pada Brinia.
"Apa mau elu nyamperin gue?" Tanya Brinia mencoba tenang menghadapi wanita yang selalu menyusahkan hubungannya dengan Segara.
Demi apapun, Brinia rasanya ingin membalas ucapan Melly dengan yang tidak kalah menohok. Namun Brinia masih berpikir panjang mengenai karier Gara. Lagian tidak level Brinia juga membalas nyinyiran orang dengan kalimat nyinyir juga.
"Kenapa senyum-senyum terus, sebenarnya apa yang mau elu omongin ke gue sampai elu repot-repot nyamperin gue?" Tanya Brinia lagi.
"Sebelumnya gue mau konfirmasi ke elu sih Brinia... Kemarin Segara bilangnya sih elu saudara sepupunya. Dan awalnya gue gak percaya mengingat kedekatannya sama elu Brin. Apalagi pihak management yang menaungi Gara saat ini. Mereka butuh bukti. Tapi setelah melihat kemesraan elu sama Yurdha pagi ini, gue jadi percaya sama Segara kalau elu emang hanya sepupunya sebab elu pacaran sama Yurdha kan. Sahabat Segara." Ujar Melly panjang lebar.
"Apa? Gara mengakui Brinia sebagai saudara sepupu? Keterlaluan si Gara, biasanya dia memilih diam tapi sekarang justru mengaku sepupu. Bagaimana perasaan Brinia?" Batin Yurdha.
"Kalian beneran pacaran kan?" Tanya Melly lagi yang langsung menyimpulkan sesuatu dengan seenak jidatnya.
__ADS_1
"Gue sama Yurdha...."
"Ya. Brinia adalah pacar gue. Jadi tolong berhenti mengusik kehidupan Brinia dan menyangkut pautkan pacar gue dengan karier Gara, karena mereka hanya sepupu!" Tegas Yurdha secara tiba-tiba yang memotong ucapan Brinia begitu saja.
"Yurdha." Brinia terkejut dengan pengakuan palsu Yurdha di depan Melly.
Bagaimana bisa Yurdha tiba-tiba berkata bahwa mereka menjalin hubungan. Bagaimana kalau Gara dengar semua ini? Astaga, perasaan Brinia mendadak gak enak.
Senyum di wajah Melly pun kian melebar setelah mendengar ucapan Yurdha.
"Kalau boleh tau, sejak kapan kalian pacaran?" Tanya Melly mendadak kepo.
Ingin rasanya Brinia menjelaskan pada Melly tentang hubungannya dengan Yurdha yang hanya sebatas sahabat agar tidak terjadi kesalahpahaman kedepannya nanti.
Namun Brinia juga tidak mau menjatuhkan Yurdha begitu saja. Apalagi saat ini mereka di tempat umum dan beberapa pengunjung taman menatap mereka dengan penasaran.
"Tidak usah mengurusi urusan orang lain! Pergilah dari sini atau gue akan buat perhitungan sama elu karena sejak tadi elu menatap pacar gue dengan tatapan mengejek. Apalagi mulut elu ternyata cukup nyinyir kalau ngomong ya!" Kata Yurdha.
"Apa salahnya gue kepo, lagian gue juga mau membersihkan nama Brinia di publik. Membuktikan pada publik kalau Brinia memang benar-benar sepupunya Gara dan Brinia adalah pacar elu. Kalian tau sendiri kan fans Gara banyak yang fanatik menjodohkan Gara dengan Sabrina yang memang lebih cantik."
Hati Brinia terasa sangat nyeri mendengar semua itu.
"JAGA MULUT ELU YA! ATAU GUE HANCURIN HIDUP ELU!" umpat Yurdha terbawa emosi karena Brinia dibandingkan dengan Sabrina.
"Yurdha, udah..." Brinia mengusap pundak Yurdha yang tengah emosi agar Yurdha tidak lepas kontrol menghadapi wanita seperti Melly.
"Gue gak butuh elu buat membersihkan nama gue Mel! Dan gue minta sekarang elu pergi dari sini." Ucap Brinia.
"Oke gak masalah kalau elu gak mau Brin.. yang penting sekarang gue tahu kalau elu itu pacarnya Yurdha, bukan Segara!" Kata Melly kemudian berbalik dan pergi menjauh dengan seorang temannya.
"Itu orang benar-benar gila deh.. apa si janda itu suka sama Gara sampai-sampai overprotektif begitu?" Ucap Yurdha menatap punggung Melly yang semakin menjauh.
Yurdha tidak habis pikir, bagaimana Segara... sahabatnya itu bisa bekerjasama dengan orang seperti Melly?
__ADS_1
"Brinia.. elu gak bisa seperti ini terus. Semakin popularitas Gara naik, semakin banyak orang menyudutkan elu kalau Gara tidak mengakui elu sebagai kekasihnya. Orang akan mengira elu yang kejar-kejar Gara Brinia."
Bukan menanggapi ucapan Yurdha, Brinia justru menatap Yurdha dengan tajam.
"Maksud elu apa bilang sama si Melly kalau kita pacaran Yur?" Tanya Brinia dengan nada tegas pada Yurdha.
Brinia sedari tadi menahan diri untuk bertanya hal itu pada Yurdha sebelum perhatian orang-orang teralihkan.
"Dan maksud Gara apa yang hanya mengakui elu sebagai sepupunya bukan kekasihnya?" Yurdha justru tanya balik pada Brinia yang membuat Brinia langsung terdiam.
...***...
"Coba lihat videonya." Kata Melly pada seorang temannya yang dia ajak untuk ke rumah Gara demi mengantarkan laptop Gara yang tertinggal.
"Nih.. cukup jelas muka gadis itu dan kekasihnya si Yurdha." Teman Melly itu pun menyodorkan kameranya ke arah manager Gara.
"Gue yakin mereka bukan sepasang kekasih. Karena gue masih gak percaya Gara tidak memiliki hubungan apa-apa sama gadis bernama Brinia itu. Tapi setidaknya untuk sekarang, Gara aman dari pihak management yang membutuhkan bukti bahwa foto yang beredar itu adalah Gara dengan saudaranya."
"Lalu rencana elu apa?" Teman Melly yang berjenis kelamin wanita itu pun mengangguk mengerti.
"Cari tahu hubungan Gara dengan gadis itu lebih dulu. Sekarang, jalankan mobilnya ke rumah Gara." Perintah Melly pada temannya.
"Elu kenapa sih terobsesi banget ingin membuat Gara benar-benar menjadi bintang?" Tanya teman Melly.
"Bukankah memang itu tugas gue?"
"Tapi sebelumnya elu tidak seperti ini dalam bekerja Mel?"
"Karena Gara memang berbakat dan bisa menjadi idola. Ditambah bonus wajah tampannya dan dari keluarga terhormat." Jawab Melly.
to be continued
Biasakan tinggalkan like dan komentar yaa..
__ADS_1
syukur syukur kalau vote dan hadiah heheh.. makasih..